
"gimana Sa keadaan kamu udah mendingan?." tanya Al.
"Alhamdulillah udah agak mendingan kok." jawab Anisa.
"Sa temen-temen lo udah kesini?." tanya Farhan.
"belum." jawab Anisa.
"eh kak Arsya mana." Farhan.
"di kamarnya mungkin." Anisa.
Farhan meninggalkan Anisa dan Al. Kini mereka hanya berdua. Mereka terlihat canggung.
"Al." ucap Anisa.
"iya." jawab Al.
"kamu dapet nomer wa aku dari mana?." tanya Anisa.
"oh aku minta sama Farhan." jawab Al.
__ADS_1
Tak lama teman-teman Anisa datang, Anisa dan Al berdiri mengetahui kedatangan teman-teman Anisa.
"Assalamualaikum." teman-teman Anisa mengucap salam.
"Waalaikumsalam." dijawab oleh Anisa dan Al.
Mereka tampak terkejut melihat Al yang berada disana bahkan hanya berdua dengan Anisa.
"Al lo.." ucap Radit terpotong.
"iya gue jenguk Anisa." belum dilanjutkan oleh Radit Al sudah menjawabnya.
Teman-teman Anisa sontak saling pandang. Tiba-tiba mereka tersenyum aneh. Anisa mengerti apa yang dipikirkan teman-temannya.
Teman-temannya mengangguk. Tiba-tiba mereka melihat ke arah Putri setelah mendengar nama Farhan.
"ada apa?." Putri yang di tatap oleh teman-temannya terlihat bingung, wajahnya kini terlihat memerah.
"udah yuk masuk gue masih lemes nih gakuat lama-lama berdiri." ucap Anisa.
Mereka masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu. Rahma membawa camilan dan minuman untuk di hidangkan. Kemudian mereka mengobrol dengan seru.
__ADS_1
Saat mereka asik mengobrol tiba-tiba Farhan datang seketika itu suasana jadi hening, semua orang yang ada disitu melihat kearah Farhan. Farhan yang di tatap seperti itu merasa bingung. Tak sengaja Farhan melihat Putri yang juga memandangnya, mereka terlihat terkejut setelah itu melihat ke arah lain.
Farhan bergabung bersama Yuda, Angga, Radit dan Al. Mereka berbincang-bincang soal game karena biasanya memang itu yang jadi bahan obrolan setiap laki-laki. Sedangkan Anisa, Kanaya, Putri dan Fara mereka sibuk membicarakan barang-barang yang ada di online shop. Farhan dan Putri diam-diam saling curi pandang. Anisa yang mengetahui itu hanya tersenyum geli. Saat Anisa memperhatikan Farhan dan Putri tak sengaja ia melihat Al yang juga melihatnya. Keduanya buru-buru mengalihkan pandangannya. Mereka berdua merasa jantungnya berdegub dengan kencang.
"Al btw cewe yang sama lo waktu di mall itu cewe lo?." tanya Radit.
"bukan dit dia temen gue di sma gue yang lama." jawab Al.
"kirain pacar lo." ucap Radit.
"lo lupa dit gue ga pacar-pacaran, gue mau langsung nikah aja kalo udah nemu yang tepat tapi ntaran kalo udah sukses heheheh." jelas Al.
Anisa mendengar obrolan Al dan teman-temannya, ia tampak tersenyum.
"ternyata Al itu beda ga kaya cowo lainnya. Saat yang lain sibuk pacaran sana sini dia malah gamau pacaran. aku kagum sama dia." batin Anisa.
Anisa yang sedari tadi melamun kaget saat Kanaya tiba-tiba menyenggolnya. Buru-buru ia ikut nimbrung bersama teman-temannya karna takut mereka akan mengetahui kalau ia sedari tadi melamun.
Al memperhatikan Anisa. Ia berfikir saat Anisa sakitpun ia masih terlihat tegar dan baik-baik saja ia tidak seperti orang yang sakit. Bahkan meskipun wajahnya pucat sekalipun Anisa masih terlihat sangat cantik. Al tersenyum saat memikirkan itu.
"Al lo ngapa dah senyum-senyum sendiri." ucap Yuda.
__ADS_1
"hah engga kok." jawab Al kaget.
Merekapun lanjut mengobrol kembali.