
Pukul 06.00
Anisa selesai sarapan, sebelum berangkat tak lupa ia berpamitan dan mencium tangan kedua orang tuanya dan juga kakaknya.
"ayah bunda kak arsya Anisa brangkat dulu ya."
"hati-hati ya nak di jalan." Rahma
"iya bun."
"Anisa ga mau kakak anterin aja." Arsya
"ngga deh kak adek brangkat sendiri aja. yaudah kalo gitu Anisa brangkat ya. Assalamualaikum." Anisa pamit, menyalakan motornya dan menjalankannya.
"Waalaikumsalam." jawab mereka serentak.
Seperti biasa Anisa berangkat sekolah dengan mengendarai motor matic kesayangannya.
sebenarnya Irwan dan Rahma tidak tega jika Anisa ke sekolah mengendarai motor sendiri. Namun itu adalah keinginan Anisa agar tak merepotkan kedua orang tua nya. Lagi pula ia sudah memiliki SIM, karna umurnya sudah 17 tahun.
Najwa Laiqanisa
Adalah gadis cantik yang biasa dipanggil Anisa. Gadis yang pintar dan mandiri. Meskipun berhijab ia sedikit tomboy namun masih terlihat feminim. Ia juga gadis yang berprestasi di bidang beladiri. Bahkan Anisa sering mewakili sekolahnya di ajang turnamen, ia selalu mendapatkan juara.
Sebenarnya Anisa jago beladiri sudah dari kecil semenjak ia duduk di bangku sekolah dasar.
Menurutnya beladiri itu penting. Wanita memang harus bisa beladiri. Mengingat wanita dengan mudah bisa di lecehkan oleh pria maka dari itu ia berniat belajar beladiri agar dirinya tak mudah dilecehkan oleh pria.
Flashback
__ADS_1
sepulang sekolah Anisa berjalan menyusuri jalanan menuju rumahnya. Karna jarak rumah ke sekolah cukup dekat ia memutuskan untuk jalan kaki saja.
Sampai di suatu jalan Anisa melihat ada seorang wanita yang di lecehkan oleh beberapa pria.
Wanita itu terus berteriak minta tolong, namun tidak ada yang berani menolongnya. Karna siapa saja yang akan menolongnya bisa dipastikan babak belur.
Anisa merasa ketakutan. Ia tidak tau harus berbuat apa. Saat itu ia masih SD tentu masih polos dan tidak tau apa-apa.
Akhirnya Anisa memutuskan untuk cepat pulang. sesampainya di rumah ia ceritakan semua kejadian yang baru saja ia lihat ke ayah dan ibundanya.
"ayah tadi Anisa liat ada mbak-mbak yang di godain sama preman yah". kata Anisa
"dimana sayang." jawab Irwan
"di jalan deket sekolah Anisa. Tadi mbaknya udah teriak-teriak minta tolong, tapi ga ada yang mau nolongin." kata anisa dengan polosnya
"Anisa lain kali kamu hati-hati ya nak." Rahma
"iya sayang."
Dari kejadian itu Anisa ingin belajar bela diri agar nasibnya tidak seperti mbak-mbak yang dilecehkan oleh preman-preman itu.
Flashback off
Tring
Farhan : Sa jangan lupa ntar latihan buat persiapan turnamen minggu depan.
Anisa : oke.
__ADS_1
Setelah membalas chat dari Farhan, Anisa kembali melanjutkan jalan menuju ke kelasnya. Namun setelah ia menaiki tangga ia ditabrak oleh seseorang.
Brukkk
"aaww." Anisa terjatuh
"maaf-maaf gue ga sengaja. sekali lagi gue minta maaf." dengan rasa bersalah cowok itu membantu Anisa untuk berdiri.
"gapapa." jawab Anisa cuek.
Cowok itu buru-buru lari menuju ke kelasnya yang berada di samping kelas Anisa dan meninggalkannya begitu saja.
"kayanya gue gapernah liat dia, anak baru kali ya." batin Anisa.
****
Jam istirahat tiba Anisa dan teman-temannya duduk di depan kelas. Anisa tampak sibuk membaca novel yang dibelikan kakaknya kemarin.
Terlihat Farhan dan teman-temannya datang menghampiri Anisa. Dan salah satu temannya Farhan adalah cowok yang tadi nabrak Anisa.
"Sa beneran ya ntar jangan lupa langsung ke tempat latihan gaboleh ngaret." kata Farhan
"iya." jawab Anisa yang sibuk membaca novel dan sekilas melirik Farhan.
Namun betapa terkejutnya Anisa melihat cowok yang tadi menabraknya.
"eh dia anak baru han." tanya Angga
"oh iya, kenalin nih namanya Al." Farhan memperkenalkan teman barunya ke Yuda, Angga, Anisa dan Kanaya.
__ADS_1
"Al Kahfi panggil aja Al." ucap Al memperkenalkan dirinya.
Setelah berkenalan Farhan dan teman-temannya pergi.