
Anisa dan Farhan berangkat ke sekolah diantar oleh Arsya. Hari ini mereka menyiapkan persiapan untuk turnamen bersama anggota yang lain.
Seperti biasa sebelum mereka bertanding mereka meminta doa restu ke orang tua dan guru-guru. Dan tentunya meminta dukungan dari teman-temannya.
Tournament kali ini tak tanggung-tanggung karna kejuaraan tingkat Nasional.
"Al doain gue ya smoga hari ini jadi hari keberuntungan gue." ucap Anisa.
"iya semoga tournament hari ini lancar dan gue doain lo yang bakal jadi juaranya." Al.
"Aamiin aamiin. jangan lupa dateng ya." kata Anisa.
"iya pasti gue dateng." jawab Al.
Anisa meminta doa kepada seluruh teman-temannya. Karna ini pertandingan pertamanya tingkat Nasional. Jadi ia ingin hasil yang terbaik.
Sebelum berangkat Anisa menunaikan Sholat Dhuhur karna waktu sudah menunjukkan pukul 12.
Dengan sangat kusyu' ia memohon kepada Sang Pencipta untuk diberi kelancaran dan hasil yang terbaik.
Pukul 1 siang Anisa dan rombongan berangkat ke lokasi.
Ia sampai di lokasi pukul 2 siang, setelah itu mereka mencari basecamp nya, dan beristirahat sebelum pertandingan di mulai.
Anisa mendapat giliran pada pukul 7 malam. setelah itu Kania dan Farhan.
Anisa mewakili sekolah dibagian perorangan.
15.00
Anisa izin untuk menunaikan Sholat Ashar. Ia sholat dengan kusyu'. 30 menit kemudian Anisa kembali ke basecamp. Disana cukup sepi karna sebagian teman-temannya sedang bertanding.
Tring
__ADS_1
Best Friend Forever
Radit : semangat untuk Anisa semoga dapat hasil yang memuaskan.
Putri : doa terbaik slalu menyertaimu Anisa.
Kanaya : Anisa pasti juara.
Yuda : jangan tegang Sa ntar gue kesana bawa pasukan pompom gue.
Angga : cemungut Anisa.
Fara : Anisa pasti bisa.
Anisa : terimakasih gais, gue sedikit lega karna ada kalian.
Anisa terkadang tertawa sendiri melihat chat teman-temannya yang lucu. Hal itu sudah cukup membuat Anisa bersemangat. Anisa merasa beruntung karna memiliki teman seperti mereka yang slalu ada untuknya.
18.00
Tampak teman-temannya datang untuk mendukung Anisa. Anisa merasa sangat senang dan tambah bersemangat.
Anisa mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan ia mencari sosok yang ia cari. Ternyata orang itu duduk di tempat duduk barisan paling depan. Anisa merasa sangat senang. Orang itu adalah Al.
Tak berapa lama Anisa melihat Al duduk dan berbincang bincang dengan seorang wanita yang ia rasa tak pernah melihatnya sebelumnya. Tiba-tiba Anisa merasakan perasaan yang aneh. Entah ia merasa kecewa atau bahkan cemburu.
Buru-buru perasaan itu ia tepis, karna sadar itu tidak benar.
19.00
Pertandingan di mulai. Anisa mendapat giliran nomor 6. Masih ada kesempatan untuk ia menunaikan sholat Isya.
Kini giliran nomor 4 Anisa merasa jantungnya berdegup dengan kencang. Ia melihat lawannya bisa melewatinya dengan baik. Ia berpikir apakah ia bisa lebih baik dari lawan-lawannya tersebut. Tentunya ia terus berdoa dan bersholawat dalam hatinya.
__ADS_1
Ia menunggu giliran untuk di panggil. Setelah nomor urut 5 selesai kini gilirannya untuk menunjukan keahliannya.
Sebelum memulai Anisa memberi hormat dengan membungkukkan badan kepada para juri.
Suasana hening, Anisa memulai gerakannya, sungguh lincah. Banyak yang kagum melihat penampilannya. Akhirnya Anisa mampu menyelesaikannya dengan sempurna. Penonton bertepuk tangan dan bersorai.
Anisa merasa lega. Teman-temannya menghampirinya dan bergiliran untuk berfoto dengannya. Serta kedua orang tuanya dan juga Arsya menghampirinya dan langsung memeluknya.
Ketika Anisa sudah berada di basecampnya Al menghampirinya.
"akhirnya lo bisa melewatinya dengan sempurna." kata Al.
"terimakasih Al, semua ini berkat doa dan dukungan temen-temen. tinggal nunggu pengumuman juara." jawab Anisa.
Pertandingan selesai. Saatnya pengumuman juara yang telah di nanti-nanti semua orang. Tentunya hal itu membuat peserta dan penonton yang ada di lokasi maupun dirumah berdebar-debar. Acara tersebut disiarkan oleh beberapa stasiun televisi di Indonesia.
ketika juara 2 dan 3 sudah diumumkan Anisa merasa resah karna juri tidak menyebut namanya. Sampai pada pengumuman juara 1.
"baik kali ini saya akan mengumumkan juara utama kejuaraan tingkat Nasional hari ini. juara utama jatuh kepada..."
Semua peserta baik penonton berdebar-debar menunggu nama siapa yang akan di sebut. Tak terkecuali Anisa.
"juara utama jatuh kepada..."
"Najwa Laiqanisa."
Sontak seluruh teman-teman Anisa bersorai dan merasa senang, terlihat banyak yang menangis bahagia. Kedua orang tua Anisa dan juga Arsya serta Senpai Wira merasa bangga kepada Anisa. Dan tak henti-hentinya mengucap syukur alhamdulillah.
Anisa sendiri juga menangis bahagia, tentunya ia merasa sangat senang dan bersujud syukur.
Setelah menerima piala dan hadiah Anisa ingin menghampiri kedua orangtua, kakak, senpai dan teman-temannya, namun ia di hadang oleh wartawan yang akan mewawancarai dan memfotonya.
Senpai Wira menghampiri Anisa dan mendampinginya setelah selesai ia meninggalkan wartawan" tersebut.
__ADS_1
"selamat Anisa, senpai bangga karna kamu terus menyumbangkan prestasi dan membawa nama baik untuk sekolah." ucap Senpai Wira.
Kedua orang tua Anisa menghampirinya dan memeluknya. Serta teman-temannya bergantian mengucapkan selamat untuknya.