Kisah Cinta Sang Atlet

Kisah Cinta Sang Atlet
episode 35


__ADS_3

Perlahan permasalahan Anisa dengan Faradiba sudah mulai membaik. Kini sudah tidak ada masalah lagi di antara keduanya. Bahkan mereka telah berteman dengan baik. Faradiba sudah tidak pernah mengancam Anisa untuk menjauhi Al, bahkan ia sudah ikhlas jika Anisa dekat dengan Al.


Fany berjalan menuju ke kelas Anisa. Saat akan memasuki kelas semua mata memandangnya. Kanaya yang melihat kedatangan Fany berdiri dengan kasar.


"mau ngapain lo kesini hah, mau buat masalah lagi " ucap Kanaya lantang.


Nyali Fany menjadi ciut setelah melihat Kanaya yang murka kepadanya. Anisa mencoba menahan Kanaya agar tidak berbuat sesuatu hal yang tidak di inginkan. Kini kelas Anisa menjadi sangat ramai, bahkan murid kelas sebelah juga ikutan menonton karena penasaran.


"udah nay lo tenang, kasih kesempatan dia buat bicara." ucap Yuda.


Kanaya sudah menenangkan dirinya. Anisa sudah tidak lagi memegangi tangan Kanaya. Ia menunggu Fany akan berbicara apa kepadanya.


"Anisa." ucap Fany yang masih ragu untuk meneruskan ucapannya.


Ia terlihat bingung dan gugup untuk mengatakannya, karena banyak orang yang melihatnya.


Sementara itu Al dan Farhan berada di lapangan volly. Mereka sedang bermain volly. Tiba-tiba Angga datang menghampiri mereka dengan ngos-ngosan karena habis berlari.


"ada apa?." ucap Al.


"itu huh huh huh si Fany nyamperin Anisa sekarang disana rame banget." ucap Angga ngos-ngosan.


Al dan Farhan yang mendengar itu segera berlari menuju ke kelas Anisa. Setelah sampai mereka menembus kerumunan siswa yang sedang berdiri di depan pintu kelas.

__ADS_1


"Anisa maafin gue." ucap Fany kemudian menangis dan terduduk lemas.


Anisa mundur kebelakang agar tidak mengenai Fany.


"plis Anisa maafin gue." Fany menangis sejadi-jadinya.


Anisa yang melihat itu merasa kasian kepada Fany. Ia tidak tega jika melihat Fany harus berlutut seperti itu. Anisa membantu Fany untuk berdiri.


"Anisa gue mohon maafin gue, gue mohon Anisa." ucap Fany sambil masih menangis.


Anisa diam sejenak dan kemudian mengangguk dan tersenyum.


"iya gue maafin, udah jangan nangis lagi Fan." ucap Anisa.


Fany menyeka air matanya dan kemudian memeluk Anisa. Al yang melihat itu tersenyum senang karena akhirnya masalah yang menimpa Anisa selesai sudah.


"aku seneng akhirnya semua masalah udah selesai. bahkan mereka juga udah minta maaf sama kamu. aku jadi tenang sekarang." ucap Al.


Anisa hanya tersenyum dan mengangguk.


"ciiiieeeee." ucap teman-teman Anisa.


Anisa dan Al menengok ke arah sumber suara.

__ADS_1


"inget Sa kalo dua-duaan gitu yang ketiganya pasti setan." ucap Yuda.


"iye lo setannye." jawab Angga.


"udah-udah sesama setan jangan ribut." ucap Kanaya.


Anisa dan Al tertawa melihat tingkah lucu teman-temannya itu.


"kita kan ga dua-duaan bro liat noh banyak orang." ucap Al.


"ah sa ae lo ngelesnya." ucap Yuda.


"eh jomblo ga terima banget sih lo liat orang lagi seneng." ucap Angga.


Anisa dan Kanaya tertawa melihat para lelaki itu memperdebatkan masalah yang tidak penting. Farhan menghampiri mereka.


"nah kebetulan lo dateng. noh temen-temen lo pada ribut tuh." ucap Kanaya.


"lah biarin aja lumayan bisa di jadiin tontonan." ucap Farhan sambil tertawa.


Anisa dan Kanaya buru-buru meninggalkan mereka yang masih berdebat.


"lah woi tungguin malah pergi." ucap Yuda berteriak.

__ADS_1


"gara-gara lo sih ngajak ribut mulu." jawab Angga.


Kemudian mereka berlari mengejar Anisa dan Kanaya yang sudah meninggalkan mereka.


__ADS_2