
Sebenarnya Anisa bisa saja melawan Faradiba dan teman-temannya namun saat itu keadaannya sedang tidak fit. Saat itu ia mencoba untuk berontak namun tidak bisa karena badannya terlalu lemas. Untung saja Al datang dan menyelamatkannya tepat waktu.
Sementara di tempat lain Faradiba bertemu dengan Fany. Mereka tampak berdebat. Fany terus memaki Faradiba karena dirinyalah ia terkena masalah dan di jauhi teman-teman di sekolahnya. Faradiba hanya diam dan menahan amarah. Kini mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang kebetulan berada di tempat yang sama. Fany terus memarahi Faradiba. Faradiba kehilangan kesabarannya hingga ia mendorong Fany sampai terjatuh. Fany terkejut dengan perlakuan Faradiba kepadanya. Fany membalas mendorong Faradiba hingga terjadilah pertengkaran diantara keduanya.
"gara-gara lo Diba gue jadi kena masalah bahkan gue juga dijauhin temen-temen gue. gue nyesel udah bantuin lo." Fany menarik kerudung Faradiba.
Faradiba memegangi kerudungnya agar tidak lepas. Sampai akhirnya ada salah satu orang yang melerai mereka.
"kalian udah gede harusnya malu berantem di tempat umum. liat tuh kalian diliatin orang banyak." kata ibu-ibu yang melerai mereka.
Fany dan Faradiba menunduk menahan malu. Mereka menyesal karena bertengkar di depan umum bahkan sampai jadi tontonan orang banyak. Fany meninggalkan Faradiba sendirian.
tok tok tok
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu, Anisa buru-buru memakai kerudungnya dan menuju ke bawah untuk membuka pintu yang di ketuk tadi. Betapa terkejutnya Anisa ketika melihat orang yang mengetuk pintu rumahnya dan tiba-tiba memeluknya.
"maafin gue Anisa, gue nyesel nglakuin hal itu sama lo." ucap Faradiba sambil menangis dan masih memeluk Anisa.
Anisa tampak ragu membalas pelukan Faradiba. Ia melepaskan pelukan Faradiba. Anisa tidak menjawab perminta maafan Faradiba. Ia sudah sangat kecewa dengan perlakuan Faradiba kepadanya beberapa hari yang lalu. Faradiba terus menangis dan memohon agar Anisa memaafkannya.
Rahma buru-buru menuju ke arah ruang tamu karena mendengar seperti ada yang menangis. Ternyata benar Rahma melihat seorang perempuan yang sedang bersama Anisa sedang menangis.
Anisa terkejut saat melihat bundanya menghampirinya. Anisa bingung mau menjawab pertanyaan Rahma. Ia takut Rahma akan marah.
"e.. e.. i.. ini bun..." ucapan Anisa terhenti.
"yaudah yuk masuk dulu." ucap Rahma.
__ADS_1
Rahma bertanya sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai teman Anisa menangis sejadi jadinya. Faradiba memberanikan diri untuk menceritakan semua apa yang terjadi dan apa yang ia lakukan terhadap Anisa. Rahma sangat terkejut mendengar penjelasan Faradiba.
"saya benar-benar minta maaf tante karena saya sudah berbuat yang tidak sepatutnya. tante boleh menghukum saya karena perbuatan saya yang sudah kelewatan terhadap Anisa." ucap Faradiba sambil menangis sesenggukan.
Rahma menitikkan air mata, ia melihat ke arah Anisa yang juga mulai menangis. Rahma mencoba menenangkan mereka.
"Anisa memaafkan kesalahan seseorang itu adalah perbuatan yang mulia meski apa yang sudah di perbuat orang itu sudah sangat fatal. Allah saja maha pemaaf. jadi kamu harus bisa berlapang dada untuk memaafkan perbuatan nak Diba. karena nak Diba ini kan sudah berusaha meminta maaf dan datang kerumah untuk mengakui kesalahannya." ucap Rahma dengan lembut.
Anisa tersenyum setelah mendengar kata-kata Rahma.
"Diba aku udah maafin kamu kok, jangan nangis lagi ya. dan aku harap kamu bener-bener tulus minta maaf dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." ucap Anisa.
Faradiba tersenyum setelah mendengar ucapan Anisa. Kini ia sudah merasa lega. Ia merasa sangat menyesal karena sudah memusuhi orang sebaik Anisa.
__ADS_1