Kisah Cinta Sang Atlet

Kisah Cinta Sang Atlet
episode 17


__ADS_3

Anisa seperti melihat Al bersama seorang wanita di mall. Anisa berfikir mungkin ia salah orang. Bisa saja orang lain yang kebetulan mirip dengan Al karna saat itu posisi orang itu membelakanginya.


Namun Anisa melihat salah satu orang yang pernah bersama Al di k*f. Ya itu bang Yogi. Pikiran Anisa semakin kacau jantungnya berdegub kencang. Ia berharap yang ia lihat bukanlah Al.


Saat orang itu berbalik betapa terkejutnya Anisa ternyata memang benar Al bersama diba dan teman-temannya yang waktu itu di k*c. Anisa merasa hatinya sangat sakit saat melihatnya.


"Al." sapa Radit.


"hey bro." jawab Al sambil berjabat tangan dengan Radit dan teman-temannya. Namun Al terkejut saat ia melihat Anisa.


"Anisa." ucap Al.


Anisa hanya tersenyum.


"eh siapa ini Al? pacar lo ya." Radit menunjuk ke arah diba.


"o iya kenalin ini Faradiba." jawab Al.


Diba memperkenalkan dirinya dan menyalami satu persatu temannya Al.


"kamu Anisa kan yang waktu itu ketemu di Sma Nusa Bangsa." ucap Diba.


"iya." Anisa tersenyum.


Al melihat kembali ke arah Anisa. Mata Anisa berkaca-kaca dan mukanya sudah memerah bahkan ia juga memaksakan untuk tersenyum meskipun hatinya sedang merasakan sakit.


Al merasa bersalah kepada Anisa. Ia tak tau harus berbuat apa. Meskipun keduanya tidak pernah saling mengungkapkan perasaannya tapi masing-masing dari mereka tau kalau sesungguhnya mereka saling menyimpan rasa.

__ADS_1


Anisa sadar ia bukan siapa-siapa Al, ia tidak berhak marah dan cemburu. Itu semua terserah Al mau jalan dengan siapa.


Dari kejauhan teman-teman Al dari club volly nya memperhatikan Al dan Anisa. Saat itu memang mereka jalan-jalan ke mall bertujuan untuk refreshing sebelum pertandingan seminggu mendatang. Masing-masing mereka membawa pasangan, bahkan ada yang membawa anak.


"Tam liat deh, kasian ya cewe itu ngliat Al jalan sama cewe lain." kata bang Yogi.


"iya gue liat dia kek sedih banget gitu ya sampe mukanya merah." jawab bang Tama.


Sontak mereka melihat ke arah Al dan teman-teman sekolahnya. Namun mereka lebih memperhatikan Al dan Anisa.


"lah emang cewe itu siapa?." tanya bang Raka.


"lah dia kan yang kemarin-kemarin ketemu di k*c itu tuh."


Radit dan teman-temannya melihat ke arah pemain volly yang terkenal di kotanya itu.


"eh bro itu temen-temen lo yang pemain volly itu kan?." tanya Radit.


"boleh ga kita foto bareng sama mereka." ucap Kanaya.


"boleh yuk." jawab Al.


Mereka berjalan menuju ke arah para pemain volly itu.


"bang mereka pengen foto bareng nih." ucap Al yang langsung di iyakan oleh mereka.


"Eh siapa nih yang ngefotoin?." tanya bang Randy.

__ADS_1


"biar aku aja yang ngefotoin." ucap Anisa.


"lah kamu ga ikut sa?." tanya Yuda.


"gapapa gue fotoin aja." jawab Anisa.


Mereka berpose dan siap untuk di foto. Setelah selesai Anisa melihat foto hasil jepretannya. Ia fokus ke foto Al dan diba kembali ia merasakan hatinya sakit.


"hey kamu yang waktu itu dianterin Al pulang kan yang sehabis dari k*c." kata bang Yogi.


Anisa hanya tersenyum. Diba yang mendengarkan itu memasang wajah tidak suka. Bang Yogi menyadari itu.


"siapa nama kamu." tanya bang Yogi lagi.


"Anisa kak." jawab Anisa dengan tersenyum tipis.


Anisa berbincang-bincang dengan para atlet itu. Sampai akhirnya mereka berpisah. Anisa merasa lega ia sudah tidak melihat Al dengan diba lagi meskipun hatinya masih terasa sakit.


"dit lo kok bisa kenal sih sama si atlet volly itu?." tanya Fara.


"iya Al itu temen gue waktu SD." jawab Radit.


"pantesan kek akrab banget." Putri.


"itu tadi pacarnya Al ya kok kaya deket banget sih?." tanya Kanaya.


"gue juga liat tuh cewek yang nyamperin waktu pertandingan volly kemarin." Angga.

__ADS_1


"setau gue sih Al gapernah pacaran, ya secara gue sama dia berteman sampe sekarang meski beda sekolah. Kalo deket sama cewe sih kayanya emang semenjak sma ini soalnya dia emang gapernah deket sama cewe sebelumnya." Radit.


Anisa mendengarkan dengan antusias apa yang Radit katakan . Kini sedikit demi sedikit ia tau tentang Al. Sebenarnya Anisa bisa saja tau tentang Al lebih banyak dari Radit. Namun ia tak punya banyak nyali untuk menanyakannya. Ia juga merasa malu jika teman-temannya mengetahui bahwa ia suka dengan Al.


__ADS_2