
Hari ini pertandingan volly SMA Nusa Bangsa melawan SMA 45 Jakarta. Lapangan sudah di penuhi oleh siswa sekolah itu sendiri maupun siswa dari SMA 45 Jakarta.
SMA 45 Jakarta adalah sekolah lama Al, maka tak heran jika Al terlihat akrab dengan siswa sma itu. Al juga memperkenalkan timnya kepada tim sma 45 jakarta. Terlihat tidak ada emosi diantara kedua tim justru mereka terlihat akrab satu sama lain.
Anisa dan teman-temannya duduk di bangku barisan paling depan. Ia melihat di sekitar lapangan untuk mencari keberadaan Al. Anisa tampak tersenyum saat melihat keberadaan Al, namun tak lama senyumnya memudar karna melihat wanita berhijab dan cantik yang mengenakan seragam sma 45 jakarta menghampiri Al bersama teman-temannya. Al mengobrol dengan wanita itu, mereka terlihat sangat dekat dan terlihat sangat bahagia saat bertemu.
Anisa merasa seperti pernah melihatnya. Ya dia baru ingat, Anisa pernah melihat wanita itu saat di kejurnas kamis lalu. Dan wanita itu yang duduk dan ngobrol bersama Al waktu itu.
Al tak sengaja melihat ke arah Anisa yang sedari tadi melihatnya. Al mengalihkan pandangannya dan ngobrol kembali dengan wanita itu. Anisa yang melihat itu merasakan hatinya seperti disayat belati yang sangat tajam, rasanya sakit sekali.
Kini mood Anisa memburuk, ia jadi tak semangat.
Pertandingan di mulai. Suasana di lapangan sangat ramai dengan sorak sorai penonton. Anisa hanya diam tak ada semangat.
Babak pertama dimenangkan oleh tuan rumah yaitu SMA Nusa Bangsa. Babak kedua telah di mulai. Pertandingan kembali memanas.
"gais gue ke kantin dulu ya." ucap Anisa.
Anisa hendak berjalan menuju kantin namun pada saat dirinya berjalan melewati lapangan tiba-tiba bola dengan kencang menuju ke arahnya. Al yang melihat hal itu berlari ingin menolong Anisa, Anisa menyadarinya ia menangkis bola itu, parahnya bola itu jadi sedikit kempes. Tiba-tiba suasana jadi hening. Penonton maupun pemain melihat ke arah Anisa dengan melongo dan tak percaya. Anisa yang menyadari dirinya jadi bahan tontonan buru-buru pergi ke kantin. Terdengar suara tepuk tangan dari penonton dan pemain.
Sesampainya di kantin Anisa bertemu dengan wanita yang tadi bersama Al. Wanita itu dan teman-temannya melihat ke arahnya. Anisa tak menghiraukannya.
Setelah memesan minuman ia duduk di bangku tengah. Banyak siswa siswi dari sma itu maupun sma 45 jakarta yang berdatangan ke kantin. Mereka melihat ke arah Anisa dan seperti membicarakannya entah yang dibicarakan hal baik atau buruk ia tak tau.
__ADS_1
Anisa merasa risih karna sedari tadi jadi bahan tontonan. Ia memutuskan untuk pergi dari kantin.
Saat berjalan di koridor Anisa bertemu segerombolan murid sma 45.
"kamu Najwa Laiqanisa kan?." tanya seorang wanita.
"iya." jawab Anisa.
"kenalin aku Raisa." mereka saling berjabat tangan.
"kamu yang menang di kejurnas kemarin kan." ucap Raisa.
"iya." jawab Anisa tersenyum.
"kebetulan nih ketemu kamu disini aku mau ngucapin selamat karna kamu udah jadi juara utama di kejurnas kemarin." sambung Raisa.
"terimakasih ya." Anisa tersenyum.
"kamu mau ke lapangan kan?." Raisa.
"iya. mau bareng?." Anisa.
"boleh yaudah yuk." Raisa.
__ADS_1
Anisa, Raisa dan sejumlah siswa sma 45 jalan bareng menuju ke lapangan. Mereka terlihat mengobrol dan sesekali tertawa. Saat sampai mereka jadi perhatian semua orang. Anisa berpisah dengan Raisa dan teman-temannya dan berjalan ke arah bangku yang ia tempati tadi.
Pertandingan di menangkan oleh SMA Nusa Bangsa dengan skor 3 - 2.
Saat berjalan di koridor Al dan Anisa tak sengaja bertemu.
"selamat ya." ucap Anisa.
Al tersenyum saat Anisa memberi ucapan selamat.
"makasih ya." jawab Al
Tak lama kemudian wanita tadi datang menghampiri Al, ia memberikan air mineral untuk Al. Anisa yang melihat itu sedikit tidak senang. Al tersenyum saat wanita itu memberinya air minum.
"oh iya Anisa kenalin ini temen aku. eh kenalin ini temen baru aku." ucap Al memperkenalkan keduanya.
"Hai aku Faradiba, panggil aja diba." wanita itu yang di ketahui namanya adalah faradiba tersenyum dan mengulurkan tangan ke Anisa.
"Anisa." membalas uluran tangan diba dan tersenyum.
Al dan diba tampak ngobrol dengan seru sampai" Anisa merasa tak dihiraukan. Anisa memutuskan untuk pergi.
"oiya lanjutin aja ngobrolnya aku permisi dulu ya." Anisa pamit dan tersenyum tipis.
__ADS_1
Al merasa bersalah karna tadi mendiamkan Anisa dan asik ngobrol dengan diba.