Kisah Cinta Sang Atlet

Kisah Cinta Sang Atlet
episode 27


__ADS_3

Kanaya, Yuda dan Angga menanyakan keadaan Anisa kepada Farhan. Sudah 5 hari Anisa tidak masuk. Farhan pun juga tidak tau kenapa Anisa belum masuk juga sampai hari ini.


Tiba-tiba Farhan mendapat pesan dari ibunya bahwa Anisa masuk rumah sakit. Farhan memberitahukan kabar buruk itu kepada teman-temannya. Kanaya, Yuda dan Angga yang mengetahui hal itu sangat terkejut.


Al menghampiri mereka yang terlihat sangat cemas.


"ada apa?." tanya Al.


"Anisa masuk rumah sakit." jawab Angga.


Al tidak kaget saat mendengarnya, teman-temannya yang mengetahuinya merasa ada yang aneh kepada Al.


"kok lo kaya biasa aja sih Al." tanya Kanaya.


"sorry sebenernya... gue... udah tau kalo Anisa masuk rumah sakit." ucap Al sambil terbata-bata.


"kenapa lo ga ngasih tau gue hah." ucap Farhan marah.


"sorry han ini karena permintaan Anisa agar gue ga ngasih tau siapa-siapa termasuk lo. gue gabisa ngelanggar amanat dia." ucap Al.


Farhan mengusap wajahnya. Ia berfikir memang ini bukan kesalahannya Al, ia tidak berhak marah kepadanya. Farhan meminta maaf kepada Al karena telah memarahinya.


"Al lo tau dari mana kalo Anisa masuk rumah sakit?." tanya Yuda.


"dari ibu gue sebelumnya gue juga gatau kalo Anisa masuk rumah sakit." ucap Al.


"yaudah kalo gitu gue hubungin temen-temen yang lain ya." ucap Kanaya.


Setelah memberitahu yang lain, mereka merencanakan untuk menjenguk Anisa setelah sepulang sekolah.


Jam pulang sekolahpun tiba. Farhan, Al, Kanaya, Yuda dan Angga langsung berangkat menuju ke rumah sakit. Mereka memutuskan untuk bertemu langsung dengan Radit, Fara dan Putri di rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit mereka menuju ke ruangan dimana Anisa dirawat. Setelah sampai di depan pintu mereka mengetuk pintu dan mengucapkan salam lalu masuk ke dalam.


"Anisaaaaaaa." mereka berlari ke arah Anisa dan mengerumuninya.

__ADS_1


Teman-teman Anisa yang perempuan memeluknya. Anisa terkejut namun merasa senang karena teman-temannya sudah perhatian kepadanya. Namun ia merasa tidak enak karena membuat teman-temannya repot-repot datang menjenguknya.


Anisa bingung siapa yang memberitahu teman-temannya kalau dia di rawat di rumah sakit. Anisa melihat Al, Farhan mengetahui apa yang di pikirkan Anisa.


"yang ngasih tau mereka kalo lo dirawat disini bukan Al, tapi gue." ucap Farhan.


Anisa mengerutkan dahinya.


"mama yang udah ngasih tau gue kalo lo disini. lagian ngapa sih lo ga bilang-bilang kalo lo masuk rumah sakit." kata Farhan.


Anisa hanya diam bingung mau jawab apa. Al tau Anisa bingung harus menjelaskan bagaimana kepada teman-temannya, buru-buru ia mengalihkan pembicaraan agar tidak menekan Anisa menjawab pertanyaan mereka yang membuat Anisa bingung.


Al berhasil membuat teman-temannya melupakan pertanyaan-pertanyaan yang menekan Anisa. Kini mereka membicarakan persoalan yang lain. Anisa tampak lega karena Al sudah membantunya. Ia tersenyum kepada Al yang juga di balas oleh Al.


drrtt drrtt drrtt


hp Al bergetar, ada notif masuk di layar tertera nama Faradiba. Al membuka notif itu.


Faradiba : Al bisa temenin gue ga ke toko buku, soalnya gue ga ada yang nganter.


Al melihat pesan itu dan tampak berfikir sejenak, lalu ia melihat ke arah Anisa. Anisa juga memandangnya. Anisa berfikir ada apa Al melihatnya seperti itu seperti ada sesuatu.


Al : sekarang?


Faradiba : iya. bisa nggak?


Al : bentar, gue lagi di rumah sakit.


Faradiba : siapa yang sakit Al?


Al : Anisa.


Faradiba membuka pesan dari Al. Ia tampak begitu kesal saat Al menyebut nama Anisa. Mungkin ia cemburu. Ia mencari akal agar Al segera menjemputnya dan meninggalkan Anisa.


Faradiba : bisa sekarang nggak Al gue lagi butuh banget nih buku yang bakal gue beli.

__ADS_1


Al : iya gue pamit dulu ke Anisa.


Faradiba tersenyum melihat balasan dari Al. Buru-buru ia bersiap-siap untuk di jemput oleh Al.


Al yang masih berada di ruangan Anisa tampak gelisah sejujurnya ia tidak ingin pergi dari situ. Namun Faradiba sudah menunggunya.


"gais gue pamit balik dulu ya, Anisa gue balik dulu ya." ucap Al.


"lah buru-buru amat Al." ucap Fara.


"iya nih ada urusan soalnya." jawab Al.


Mereka mengangguk, Al segera pergi. Anisa yang melihat Al seperti itu tampak bingung, ia merasa ada sesuatu dengan Al.


Kini Al dan Faradiba sudah berada di toko buku. Faradiba terus mengelilingi rak buku yang ada disana. Ia bingung mau mencari buku apa sejujurnya tadi yang di bilang Faradiba kepada Al itu hanya alasannya saja agar mereka bisa jalan berdua.


"diba lo sebenernya cari buku apa sih?." tanya Al.


"emm buku apa ya." Faradiba tampak berfikir.


"lo bilang tadi lo cari buku yang lo butuhin banget, atau jangan-jangan lo bohongin gue." ucap Al.


"emm.. oh engga kok gue emang beneran cari buku tapi gue lupa tadi butuh buku apa." Faradiba berusaha mencari alasan.


Al dengan malas mengikuti Faradiba yang memutari rak buku yang ada di situ. Saat di rak bagian novel Faradiba berhenti.


"nah ini dia." ucap Faradiba.


"jadi dari tadi lo muter-muter cuma nyari novel aja." ucap Al kesal.


"hehe iya." jawab Faradiba dengan nyengir.


Faradiba segera membayar buku yang dibelinya. Mereka keluar dari toko buku itu.


"Al lo ga pengen makan dulu gitu." ucap Faradiba.

__ADS_1


"kita langsung pulang aja ya gue capek nih." jawab Al.


Faradiba tampak kecewa dengan jawaban Al. Buru-buru Al mengantarkan Faradiba untuk pulang.


__ADS_2