
Best Friend Forever
Grup whatsapp yang berisikan 7 anggota yaitu Anisa, Kanaya, Yuda, Angga, Putri, Radit dan Fara.
Putri, Radit dan Fara berbeda sekolah dengan Anisa, Kanaya, Yuda dan Angga. Namun mereka bersahabat sejak duduk di bangku menengah pertama, karna dulu mereka memang sekolah di smp yang sama.
Putri : halo gais sepi amat dah grupnya.
Angga : tadinya mau gue ramein tapi gajadi.
Kanaya : lah ngapa ngga?
Yuda : takut di kacangin ceunah. hahahaha
Radit : mengirim stiker ketawa.
Fara : eh Anisa mana tumben ga muncul tuh anak.
Anisa : yuhuuu gue nyimak aja gais hahaha.
Radit : buset dah lu kek netizen aja pake acara nyimak" segala.
Anisa : gue ngantuk banget gais tapi tugas belum selesai" nih.
Putri : nah loh naya yuda sama angga udah ngerjain tugas belum tuh. wkwkwk
Yuda : besok gue nyontek Anisa aja. wkwkwk
Kanaya : enak banget lo nyontek" kerjain sendiri lah. wkwkwk
__ADS_1
Anisa : berisik euy.
Anisa masih sibuk mengerjakan tugas"nya. Sesungguhnya ia sudah ngantuk berat tapi tugas yang memaksanya untuk tetap bangun.
Sampai pukul 22.00 Anisa baru menyelesaikan tugasnya.
Tiba tiba perut Anisa berbunyi. Ia mengurungkan niat untuk tidur. Dan turun kebawah untuk mencari makanan di dapur.
Namun sebelum sampai di dapur ia melihat ada seseorang yang baru masuk kedalam rumahnya. Karna lampu sudah dimatikan semua ia tidak bisa melihat siapa orang itu.
Anisa memberanikan diri untuk mendekati orang itu, dengan ragu ragu ia terus berjalan ke ruang tamu.
Dengan jurus bela diri yang sudah ia pelajari, Anisa mengunci pergerakan orang itu.
"heh siapa kamu, kenapa diem - diem masuk ke dalam rumah ku." bentak Anisa sambil terus mengunci orang itu.
"lepasin." orang itu mencoba untuk berontak namun tenaganya kalah dengan Anisa.
"lepasin dulu makanya." kata orang itu.
"nggak. kamu maling ya." Anisa masih terus menguncinya.
Tiba tiba lampu menyala.
"ada apa ini." tanya Irwan
"ini yah ada maling." jawab Anisa
Irwan dan Rahma tertawa melihat putrinya.
__ADS_1
"ayah sama bunda kok ketawa sih." kata Anisa
"liat dulu deh siapa yang kamu tangkep tuh." Rahma mencoba memberi tau.
Anisa melihat orang yang ia tangkap. Betapa terkejutnya ia ternyata itu adalah kakaknya.
"kakak". Anisa masih kaget
"Anisa lepasin woi sakit nih." bentak Arsya kakak Anisa.
"ya ampun maaf maaf kak, aku kira tadi maling." Anisa sambil ketawa
"makanya jangan asal nyerang aja." Arsya
"ya kan buat antisipasi kak. abisnya kakak sih ngapain coba diem diem masuk rumah tanpa ketok pintu ga pake salam lagi udah kaya maling aja." bela Anisa
"ya kakak pikir tadi udah pada tidur semua, makanya kakak langsung masuk aja, gataunya kamu masih bangun."
"yaudah kalo gitu Arsya kamu pasti capek kan habis perjalanan jauh sekarang istirahat gih." ucap Rahma
"iya bunda."
"udah makan belum nak." tanya Irwan
"udah tadi yah."
Setelah semua kembali ke kamar masing-masing. Anisa cepat-cepat ke dapur karna ia sudah sangat lapar.
Buru-buru Anisa memasak mie instan lalu memakannya, setelah habis dan ia merasa perutnya sudah kenyang ia kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Sebelum tidur Anisa mengecek hpnya, ternyata banyak notif yang masuk. Anisa sudah benar-benar mengantuk, ia meletakkan hp nya di nakas samping tempat tidurnya.
Tak berapa lama Anisa terlelap.