Kisah Cinta Sang Atlet

Kisah Cinta Sang Atlet
episode 26


__ADS_3

Al baru pulang sekolah dan masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam.


"ummi mana kak?." tanya Al kepada kakaknya.


"tadi sih katanya ke rumah sakit." jawab Nafisya sambil menggendong anaknya.


"siapa yang sakit." tanya Al lagi.


"kakak gatau dek ummi nggak bilang soalnya mau jenguk siapa." jawab Nafisya.


Al mengangguk dan pergi ke kamarnya. Setelah selesai mandi ia keluar kamar. Ia melihat ibunya yang baru pulang.


"ummi dari mana?." tanya Al.


"ummi barusan dari rumah sakit." jawab Anita.


"siapa ummi yang sakit?." tanya Al lagi.


"itu loh temen kamu Anisa." jawab Anita.


Al terkejut saat ibunya menyebut nama Anisa. Al berniat untuk menjenguk Anisa. Sebelumnya ia menunaikan sholat maghrib terlebih dahulu. Setelah itu berangkat menuju rumah sakit.


Saat sudah sampai di depan ruangan Anisa di rawat, Al berhenti sejenak ia ragu untuk mengetuk pintu. Namun ia memberanikan diri.


"Assalamualaikum." Al mengucap salam sambil mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam. masuk." jawaban dari dalam ruangan.


Al membuka pintu dan masuk dengan hati-hati. Rahma tersenyum kepada Al. Anisa yang malihat kedatangan Al sangat terkejut.


"nak Al sendirian kesini?." tanya Rahma.

__ADS_1


"iya tante, tadi umi ngasih tau ke saya terus saya langsung kesini." jawab Al sopan.


"tante boleh titip Anisa sebentar nak tante mau ke mushola." ucap Rahma.


"boleh tante." jawab Al.


Rahma meninggalkan Anisa dan Al yang sekarang hanya berdua diruangan itu. Suasana jadi hening. Tak ada yang berani memulai pembicaraan.


"temen-temen kamu udah ada yang tau kalo kamu dirawat disini?." tanya Al.


"belum." jawab Anisa.


Al hanya mengangguk.


"Al jangan bilang ke temen-temen aku ya kalo aku ada disini." ucap Anisa.


"kenapa?." tanya Al.


Al mengangguk dan kemudian tersenyum.


Mereka terlihat mengobrol dan sesekali becanda. Anisa merasa senang karena ada Al ia jadi tidak kesepian. Suasana yang tadinya hening dan canggung kini terlihat rame karena Al dan Anisa sudah saling bicara dan becanda.


Tak lama pintu terbuka. Tampak Arsya dan Irwan masuk kedalam ruangan serta mengucapkan salam.


"Assalamualaikum." ucap Arsya dan Irwan.


"Waalaikumsalam." jawab Anisa dan Al bersamaan dan menoleh ke arah pintu.


Al yang mengetahui kedatangan ayah dan kakaknya Anisa segera berdiri dan menyambutnya.


"wah ada Al disini." ucap Arsya.

__ADS_1


"iya kak." jawab Al sambil tersenyum.


"bunda mana nak." tanya Irwan.


"bunda lagi ke mushola yah bentar lagi juga balik." jawab Anisa.


Al semakin bingung ia harus berbuat apa karna merasa tidak enak dengan ayah dan kakaknya Anisa.


Namun Arsya selalu saja mengajak Al untuk mengobrol sesekali Irwan juga ikutan mengobrol dengan mereka. Al sudah tidak merasakan canggung lagi. Ruangan Anisa tampak rame.


Anisa yang mengetahui Al, kakak dan ayahnya dengan akrab mengobrol merasa sangat senang.


Meskipun Al dan Anisa mempunyai perasaan yang sama, mereka tidak berniat untuk berpacaran dan memilih untuk menjaga hati masing-masing. Meskipun Al dan Anisa kini dekat mereka tetap tau batasannya dan selalu menjaga jarak saat sedang bersama.


Rahma sudah kembali ke ruangan Anisa sedari tadi. Suasana masih ramai seperti yang tadi karna candaan ketiga laki-laki itu. Anisa dan Rahma yang melihatnya ikut tertawa sesekali jika ada yang lucu. Anisa merasa terhibur.


Al pamit untuk pulang.


"om tante kak saya pamit pulang dulu." ucap Al.


"kok buru-buru sih Al." kata Arsya.


"udah malem kak, Anisa juga butuh istirahat gaenak kalo saya lama-lama disini." ucap Al sopan.


"oh gitu yaudah deh." jawab Arsya.


Al bergantian mencium tangan Rahma, Irwan dan Arsya setelah itu mengucap salam dan meninggalkan ruangan itu.


"kayanya ada yang seneng nih dijengukin sama Al, keliatannya langsung sehat ya." Arsya menggoda Anisa.


Anisa yang di goda seperti itu wajahnya memerah karena menahan malu. Apa yang dikatakan Arsya memang benar. Anisa memilih untuk tidur agar kakaknya tidak menggodanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2