
Hari senin upacara bendera telah di laksanakan, kini tiba pengumuman dan penyerahan piala untuk pemenang turnamen kemarin.
"pengumuman acara selanjutnya adalah penyerahan piala turnamen kejurnas taekwondo hari kamis lalu. Untuk siswa yang merasa namanya saya panggil silahkan untuk maju kedepan." ucap pak Dana selaku waka humas.
"baik untuk juara 3 komite putri dengan nama siswa Kania Indira kelas 11 IPS 1. Juara 2 komite putra dengan nama siswa Farhan Saputra kelas 11 IPA 2. Juara 2 perorangan putra dengan nama Rivan Wijaya kelas 12 IPS 2. Berikutnya ini lah juara utama yaitu juara 1 dengan nama siswa Najwa Laiqanisa kelas 11 IPA 1. Beri tepuk tangan untuk teman-teman kalian yang berprestasi ini." sambung pak Dana.
Setelah penyerahan piala dan hadiah, upacara pun selesai.
Al berjalan menuju kelasnya, dari kejauhan Al melihat Anisa duduk di depan kelasnya sambil mendengarkan musik dengan mengunakan earphone.
Al tampak ragu untuk berjalan ke arah kelasnya. Karna pastinya ia akan melewati Anisa. Ia bingung apa yang akan ia lakukan saat melewati Anisa akankah ia menyapanya atau langsung melewatinya begitu saja tanpa harus menyapanya.
Anisa melihat Al jalan menuju ke kelasnya. Anisa berpikir akankah Al akan menyapanya saat melewatinya atau bahkan langsung melewati dirinya begitu saja tanpa menyapanya.
Sesampainya Al di depan kelas Anisa. Al dan Anisa saling pandang. Mereka tampak gugup. Jantung mereka berdegub dengan kencang. Mereka tak tau harus berbuat apa, terlihat sangat canggung di antara keduanya. Al memberanikan diri untuk menyapa Anisa.
__ADS_1
"Anisa." sapa Al.
Anisa hanya menjawab dengan tersenyum.
"duluan ya." lanjut Al.
Anisa mengangguk. Anisa tampak kecewa karna Al tidak mengajaknya mengobrol dan langsung pamit pergi begitu saja.
Saat jam istirahat tiba Anisa tidak bersemangat ia menolak ajakan teman-temannya untuk pergi ke kantin bersama.
"iya." Anisa.
Kanaya, Yuda dan Angga pergi meninggalkan Anisa dan menuju ke kantin. Anisa keluar kelas untuk mencari udara segar. Sesampainya di depan kelas Anisa melihat ke bawah ke arah lapangan basket. Tampak ada Al yang bermain basket bersama Farhan dan teman-temannya yang lain.
Anisa yang melihat permainan Al tiba-tiba tersenyum. Selain jago bermain volly ternyata Al juga jago bermain basket. Anisa terus memandangi Al yang sedang bermain basket. Tiba-tiba Al melihat Anisa yang sedari tadi melihat ke arah lapangan basket lebih tepatnya melihat ke arahnya. Al yang melihat itu tersenyum ke arah Anisa. Anisa yang mengetahui hal itu membalas senyumannya dan buru-buru pergi dari tempat itu. Farhan yang melihat keduanya hanya geleng-geleng dan tersenyum.
__ADS_1
"diem-diem lo juga merhatiin Anisa ya." ucap Farhan yang membuat Al terkejut.
"hah engga kok salah liat kali lo, gue liat ke arah sana tuh." Al menunjuk ke arah lain.
Farhan yang mengetahui Al berbohong kepadanya hanya tertawa saja. Menurutnya itu lucu, karna saat itu ekspresi Al terlihat kebingungan.
"Anisa gue ngrasa lo ga kaya biasanya kek ga ada semangatnya gitu. lo kenapa?." tanya Yuda.
"gue gapapa Yud mungkin cuma kecapaian aja." jawab Anisa.
"ya ampyun Anisacu kecapekan ya, sini-sini abang pijitin." ucap Angga yang mengundang tawa teman-temannya dan juga Anisa.
"abang, adek juga capek bang pijitin dong." jawab Yuda sambil bergelagat seperti banci.
Sontak semua yang ada di kelas tertawa melihat tingkah Yuda dan Angga yang berperilaku layaknya wanita jadi"an.
__ADS_1