
Rumah Zahra sudah di penuhi keluarganya maupun keluarga Arsya. Disana terlihat sangat rame.
Saat Anisa masuk ke dalam ia terkejut melihat Al juga ada disana. Ia berfikir kenapa Al ada di sana atau memang dia juga masih keluarga dari Zahra.
Acara dimulai, semua orang diam, suasana menjadi hening. Ahmad ayah Zahra membuka acara tersebut dengan sambutan dan mengatakan maksud diadakan acara tersebut.
"saya datang kemari dengan membawa kedua orang tua saya dan juga keluarga saya tentunya untuk melamar Zahra. Zahra apakah kamu bersedia menikah dengan saya dan menjadi pendamping hidup saya di dunia dan di akhirat." ucap Arsya.
"bagaimana Zahra." tanya Ahmad.
Zahra tampak diam, semua orang menunggu jawabannya dengan penasaran. Jantung Arsya berdegub dengan kencang.
Tak lama Zahra menjawabnya.
"sebelumnya mohon maaf.." ucap Zahra yang masih terpotong.
Semua orang terlihat terkejut dan bingung mengira Zahra akan menolaknya. Begitu juga Arsya.
"maaf karna saya sudah membuat semua hadirin menunggu jawaban saya. Ya saya bersedia menikah dengan Arsya." sambung Zahra.
__ADS_1
"Alhamdulillah." ucap semua para hadirin.
Arsya dan Zahra terlihat sangat bahagia, begitu juga dengan keluarga mereka.
Kini acara selanjutnya pemasangan cincin dari kedua belah pihak. Arsya memasangkan cicin ke jari manis Zahra, setelah itu bergantian Zahra yang memasangkan cicin ke jari Arsya. Setelah selesai lanjut ke sesi pemotretan.
Keluarga Arsya dan Zahra tampak sibuk membicarakan kapan pernikahan Arsya dan Zahra akan dilaksanakan. Semua orang tampak serius terutama kedua orang tua Arsya dan Zahra. Karna kedua orang tua Zahra meminta secepatnya maka di setujui oleh kedua orang tua Arsya. Akhirnya pernikahan akan di laksanakan 3 bulan mendatang.
Semua orang sibuk memilih dan mengambil makanan yang sudah di sediakan. Begitu juga Anisa, Al dan Farhan. Setelah mereka bertiga selesai mengambil makanan mereka menuju keluar rumah dan mencari tempat duduk.
"gue baru tau ternyata kalian itu masih sodara." ucap Al kepada Anisa dan Farhan.
"kenapa Al lo cemburu ngliat gue sama Anisa deket. hah." goda Farhan.
"eh Al btw lo siapanya kak Zahra?." tanya Anisa.
"oh gue cuma tetangganya kak Zahra tuh rumah gue yang di depan itu." Al menunjuk rumahnya.
Rahma dan Anita tampak berbincang bincang, mereka terlihat akrab meskipun baru ketemu.
__ADS_1
"mbak Anita ini keliatannya masih muda tapi ternyata udah punya cucu ya." ucap Rahma.
"iya mbak soalnya dulu saya itu nikah muda jadi sekarang di usia 45 tahun udah punya cucu 1." Anita
"sama mbak saya dulu juga nikah muda sekarang usia saya juga mau 45 ya anak saya masih baru mau nikah."
Mereka terus ngobrol dan sesekali tertawa.
Lain halnya dengan Anisa, Al dan Farhan bahkan Arsya dan Zahra juga ikut nimbrung.
"kamu atlet volly yang gabung di club besar di kota ini kan?." tanya Arsya.
"hehe iya kak." jawab Al.
"jadi kamu temennya Farhan sama Anisa." tanya Arsya lagi.
"iya kak." jawab Al sopan.
"kakak mah kaya wartawan aja nanya-nanya terus." ucap Anisa.
__ADS_1
"biarin. Kalian kok gak crita sih sama kakak kalo punya temen atlet." ucap Arsya.
Mereka terlihat semakin seru mengobrol dan becanda. Sampai akhirnya acara selesai dan keluarga Arsya pamit untuk pulang.