
3 bulan kemudian
Hari ini adalah hari pernikahan Arsya dan Zahra. Pernikahan tersebut di gelar di salah satu hotel bintang lima di jakarta. 15 menit lagi akad akan di mulai. Arsya tampak mondar mandir karena gugup. Sedangkan Zahra masih sibuk dirias.
Saat Zahra sudah selesai di rias, segera ia menuju ke ruang akad. Semua orang takjub dengan kecantikan Zahra. Termasuk Arsya, ia sampai tidak berkedip melihatnya. Arsya segera sadar dan tersenyum lebar.
Akad telah di mulai, suasana hening hanya penghulu yang berbicara.
Jantung Arsya berdegub dengan kencang. Ia merasa sangat gugup. Begitu juga dengan Zahra, ia berharap Arsya bisa melewati akad tersebut dengan lancar.
Tak berselang lama akad selesai semua orang tampak lega terutama Arsya dan Zahra. Kini mereka sudah sah menjadi sepasang suami isteri.
Gedung sudah di penuhi oleh tamu undangan. Semua orang sibuk mengambil makanan dan antri untuk bersalaman dengan pengantin.
Anisa dan Farhan tampak memilih milih makanan yang akan di ambilnya.
"gue bingung mau ngambil apaan. abis semua enak-enak sih." ucap Farhan.
"ambil aja semua biar lo ngrasain semuanya tuh." balas Anisa.
"mana muat ****." ucap Farhan sambil mengetuk kepala Anisa pakai sendok.
__ADS_1
"aww sakit tauuu. ya dari pada lo bingung kan mau ngambil apaan." ucap Anisa sambil mengusap kepalanya yang sakit karena di ketok oleh Farhan.
Sementara itu Al memasuki gedung bersama ibu dan ayahnya. Setelah menulis nama di buku kehadiran tamu mereka datang dan mengantri untuk bersalaman dengan pengantin. Setelah itu mereka mengambil makanan yang sudah di hidangkan.
"eh curut itu bukannya si Al." ucap Farhan sambil menunjuk ke arah orang yang di maksud.
"heh buaya gue punya nama kali." ucap Anisa.
"hehe maap." ucap Farhan sambil cengar cengir.
"yang mana sih han?." ucap Anisa sambil celingak celinguk mencari keberadaan Al.
"itu tuh yang di stand nasi goreng, samperin yuk." ucap Farhan.
"woi bro." ucap Farhan sambil menepuk pundak Al.
"eh kalian." ucap Al.
Setelah mengambil makanan mereka mencari tempat duduk. Mereka tampak berbincang bincang sambil makan.
Sementara di tempat lain Arsya dan Zahra terlihat sangat bahagia. Mereka tak henti-hentinya tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Alhamdulillah ya mas sekarang kita sudah sah." ucap Zahra.
"iya dek Alhamdulillah ya." ucap Arsya sambil tersenyum lebar.
"yaelah pengantin baru mesra banget sih." ucap Farhan.
"hus anak kecil sana nimbrung sama temen" kamu tuh." ucap Arsya.
Farhan tertawa lalu meninggalkan Arsya dan Zahra.
Beberapa jam kemudian acara pun selesai. Zahra menginap di rumah orang tua Arsya untuk sementara sebelum pindah ke rumah mereka yang baru.
"nak Zahra kamu pasti capek, istirahat dulu gih di kamar Arsya." ucap Rahma.
"iya bunda sebentar lagi Zahra istirahat." ucap Zahra sopan.
Anisa tampak sedih namun juga bahagia. Kakak satu-satunya yang paling ia sayangi kini tidak bisa sepenuhnya bersama dia lagi. Karena kini Arsya sudah menikah dan harus menjalani kehidupan barunya bersama Zahra.
"kak. kakak ga akan ninggalin Anisa kan." ucap Anisa sambil memeluk Arsya.
"enggak dek kakak ga akan ninggalin kamu kok, kakak kan cuma pindah rumah aja lagian kan rumah kakak deket dari sini. ya sesekali kakak bakal kesini jengukin kamu." ucap Arsya.
__ADS_1
"Anisa sayang kakak kamu kan sudah punya kehidupan yang baru, jadi sepenuhnya dia tidak bisa terus bersama kita lagi." ucap Rahma sambil mengelus kepala Anisa.
Anisa terlihat sedih dan berusaha untuk menerima semuanya. Ia merasa sangat berat jika kakaknya harus jauh darinya. Namun dia juga harus menyadari bahwa kini Zahra lah yang lebih berhak atas Arsya.