Kisah Cinta Sang Atlet

Kisah Cinta Sang Atlet
episode 22


__ADS_3

Anisa bersiap-siap menuju ke lapangan untuk berolahraga. Sesampainya di lapangan pak Bayu menyuruh Yuda dan Anisa untuk memimpin pemanasan.


Setelah pemanasan selesai pak Bayu memberi intruksi kepada murid-muridnya untuk berlari mengelilingi lapangan 3 kali. Kanaya memperhatikan Anisa sedari tadi yang terlihat tampak lemas dan sedikit pucat. Meski begitu Anisa tetap melanjutkan larinya sedangkan murid perempuan yang lain sudah mengeluh lelah.


"Sa lo sakit." ucap Kanaya.


"enggak kok nay." Anisa.


"enggak gimana orang wajah lo pucet gitu." Kanaya.


"udah gue gapapa." Anisa tersenyum.


Kanaya merasa cemas dengan keadaan Anisa sekarang. Namun ia sudah tau bagaimana sifat Anisa yang tak mau merepotkan teman-temannya.


"baik anak-anak silahkan bikin kelompok masing-masing 5 anggota kita akan bermain basket." ucap pak Bayu.


Permainan dimulai tim Yuda melawan tim Angga. Sedangkan murid perempuan menonton di samping lapangan sambil bersorak sorai. Anisa hanya diam karna merasa dirinya sangat lemas.


Ketika Anisa hendak jalan untuk mengambil minum tiba-tiba bola basket dengan keras menghantam kepalanya. Seketika itu keluar darah dari hidung Anisa tak lama ia pingsan. Segera teman-temannya membawanya ke ruang UKS.


Kanaya, Yuda, Angga dan teman-temannya yang lain sangat cemas melihat keadaan Anisa yang memprihatinkan. Terutama Dafa ia sangat takut bila terjadi apa-apa dengan Anisa karna tadi memang dia yang melempar bola basket tersebut yang tujuannya di lemparkan ke arah Yuda namun tak sengaja mengenai Anisa.


Lama Anisa pingsan. Ketika Anisa mulai sadar dan membuka matanya, Anisa terkejut karna ia sudah berada di UKS. Anisa melihat Kanaya, Yuda, Angga, Dafa, Farhan dan Al yang terlihat cemas. Saat ia akan bangun ia merasakan kepalanya sangat sakit.


"Anisa udah jangan bangun dulu lo kan masih sakit." ucap Kanaya.

__ADS_1


"Sa lo gapapa kan tadi gue di kasih tau temen-temen lo katanya lo mimisan trus pingsan." ucap Farhan.


"udah gue gapapa." Anisa merasakan kepalanya sangat pusing.


"gapapa gimana orang lo pucet gitu. gue udah hubungin orang tua lo bentar lagi mereka bakal dateng." Farhan.


"Anisa maaf ya tadi gue bener-bener ga sengaja." Dafa merasa bersalah.


"gapapa kok Daf." ucap Anisa.


Tak lama kedua orang tua Anisa datang. Mereka terlihat tergesa-gesa dan sangat khawatir terhadap Anisa.


"Anisa." ucap Rahma.


"bunda." Anisa memeluk Rahma.


"Anisa cuma kelelahan ayah bunda, udah gausah khawatir gitu." ucap Anisa sambil tersenyum.


"nggak kawatir gimana sih sayang orang kamu sampe mimisan terus pingsan gitu. kita ke dokter aja yuk." Rahma.


"gausah bunda kita langsung pulang aja ya, Anisa mau istirahat aja dirumah." Anisa.


Dafa menghampiri kedua orang tua Anisa untuk meminta maaf karna dia sudah membuat Anisa jadi mimisan dan pingsan.


"om tante maaf tadi saya nggak sengaja melempar bola basket lalu mengenai Anisa." ucap Dafa.

__ADS_1


"gapapa nak lagian kamu kan ga sengaja, Anisa juga sudah sedikit membaik." ucap Irwan.


"sekali lagi saya minta maaf om tante Anisa." Dafa.


Mereka mengangguk dan tersenyum lalu pergi meninggalkan UKS.


Anisa merebahkan tubuhnya ke kasur setelah Rahma memberinya obat dan keluar dari kamarnya. Tak lama ada whatsapp masuk di hp Anisa. Tertera nomor yang tidak ia kenali. Anisa membuka pesan itu.


081249138xxx : cepet sembuh ya Anisa :)


Anisa mengerutkan dahinya siapa yang mengirimkannya pesan. Segera ia melihat foto profil wa itu. Anisa tersenyum saat melihat foto itu.


Anisa : makasih ya Al :)


Baru saja Anisa memejamkan matanya tiba-tiba pintunya terbuka dengan kasar. Arsya dan Zahra masuk ke kamar Anisa dengan wajah cemasnya. Anisa tepuk jidat setelah melihat kakaknya tiba-tiba masuk dan mengagetkannya.


"kakak bisa ga sih ga ngagetin gitu." ucap Anisa.


"dek kamu kok bisa kaya gini sih sampe mimisan trus pingsan gitu." ucap Arsya dengan cepat.


"tadi cuma kena bola basket aja kak." Anisa.


"Anisa badan kamu panas gini." ucap Zahra.


"gapapa kak Zahra Anisa cuma kecapekan aja kok barusan juga udah di kasih obat sama bunda." jawab Anisa.

__ADS_1


"yaudah kalo gitu kamu istirahat ya." ucap Zahra.


Lalu Arsya dan Zahra keluar dari kamar Anisa.


__ADS_2