Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
PROLOG


__ADS_3

kriiiiiinggggggggg kriiiiiiingggggggggggg


Begitu nyaring suara jam weker, dengan rasa berat dan malas seorang gadis sedang tertidur lelap dengan dibaluti selimut tebalnya terpaksa harus bangun dan mematikan jam weker yang terus bergetar dengan suara nyaringnya.


Dia adalah FLORA AZZAHRA, gadis cantik sedikit tomboy, semenjak orang tuanya meninggal Flora tinggal bersama Pakdhe dan Budhe di Pacitan, dan Flora harus mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri karena Flora tidak mau merepotkan Pakdhe dan Budhe, biasanya bangun tidur harus di bangunin oleh Bunda dengan membawa sarapan beserta seragam sekolah kini Flora harus mengerjakanya sendiri, iya itulah Flora serba dimanja oleh bundanya.


Suasana di kota pacitan pagi ini sangat cerah, damai dan udaranya pun sangat segar.


Beda sekali dengan kota jakarta yang dulu ditinggali oleh Flora beserta keluarganya, kini Flora sudah menginjak enam bulan di kota Pacitan.


Flora masih kelas dua SMA, dia sekolah di salah satu SMA Negeri di kota Pacitan, sudah jadi rutinitas Flora setiap paginya setelah selesai sarapan dan berpamitan dengan Pakdhe dan Budhe Flora harus menunggu angkot di depan rumah untuk mengantarkanya ke sekolah.


Setelah beberapa menit angkot yang akan mengangkut Flora sudah tiba dihadapan Flora, Florapun tanpa basa basi langsung menaiki angkot tersebut, dengan perasaan sangat baik Flora menikmati setiap jalanan di kota Pacitan dengan menaiki angkot menuju tempat dimana Flora sekolah, tiba - tiba ditengah perjalanan angkot yang Flora naiki berhenti, dan terlihatlah seorang pria tampan dengan kulit sawo matang dan tinggi kira-kira 175cm memasuki angkot yang dinaiki Flora, tanpa berfikir panjang pria itu duduk di samping Flora, pria itu tak lain adalah RIO SOPHIANDI teman sekelas Flora.


semenjak Flora menjadi murid baru di sekolah yang sama dengan Rio bahkan satu kelas, belum pernah mereka berdua saling tegur sapa bahkan sampai sekarang.


Ini cowo kenapa sih beda banget sama aku, apa aku kayak hantu kali yah kasat mata dihadapan dia, ingin rasanya aku congkel itu mata terus aku ganti dengan mata kucing biar jelas pandanganya bahkan dalam keadaan gelap sekalipun.huhhh sungguh geram rasanya.


Tanpa disadari wanita itu, Rio memperhatikan tingkah lakunya sedari tadi yang cengengesan tidak jelas. Flora tiba-tiba merasa aneh, dia tersadar kalau Rio sepertinya memperhatikan dirinya, seketika itu Flora langsung salah tingkah dan langsung mengeluarkan handphone NOKIA tipe 1110 disaku bajunya yang cuma bisa terima telfon, sms dan dilengkapi permainan ular, huhhh sungguh handphone terkeren dizamanya.


sejak kapan ini kulkas memperhatikan aku,huhhh malu aku maluuuuuuu rasanya pengen loncat dari ini angkot, eh eh sejak kapan ini angkot jadi lemot gini jalanya.akhhhhhhh gumam Flora dalam hati.


Rio memperhatikan Flora salah tingkah cuma bisa menggelengkan kepala sembari menahan tawanya. Tak lama kemudian angkot yang membawa mereka akhirnya sampai di depan gerbang sekolah. Dengan tergesa gesa Flora langsung turun dan memberikan uang ke sopir angkot tanpa menghiraukan Rio, Flora terus berlari sampai di depan kelas, ternyata kelas sudah dimulai. dengan nafas masih ngos ngosan Flora berusaha menstabilkan nafasnya lalu memberanikan diri untuk masuk kelas.


" Assalamualaikum " sambil terus melangkah masuk menghampiri Bu Guru, Flora mengulurkan tanganya untuk berjabatan dengan ibu guru dan mencium punggung tangan bu guru tersebut " maaf Bu, Flora terlambat, heeee " imbuhnya.


" Waalaikumsalam, lain kali jangan terlambat lagi Flora, duduk lah. " perintah Bu Guru.


" heeee, terimakasih Bu. " lalu Flora langsung menuju tempat dimana dia mendudukkan dirinya.


Aku bersyukur banget sekolah disini, karena gak ada konsekuensinya bagi siswa yang terlambat, heeee buktinya aku sering banget terlambat tapi gak pernah di hukum.


Baru saja Bu Guru mau melanjutkan aktifitasnya menulis di papan tulis, sudah di kagetkan dengan kedatangan Rio.


" Kamu juga terlambat Rio, udah sana masuk dan duduk. " perintah Bu Guru.

__ADS_1


" Maaf Bu saya terlambat. " sambil melangkah ke arah Ibu Guru dan bersalaman.


" Iya ibu juga tau kamu terlambat, jangan di ulangin lagi " tutur Bu Guru.


Tanpa menjawab omelan Bu guru Rio langsung duduk di tempatnya. Setelah Bu guru panjang lebar menjelaskan semua materi pelajaran hari ini kemudian Ibu guru memberikan tugas kepada murid - muridnya.


Lagi serius ngerjain tugas dari Bu guru, Flora tidak sengaja salah tulis dan dia butuh tipex. Ada yang tau gak tipex itu apa, iya tipex itu alat penghapus pena yang isinya warna putih.


Ah sial, salah segala lagi, mana gak punya tipex . coba pinjem Ane ah. gumam Flora pelan.


" Ane...punya tipex gak? pinjem dong. " tanya Flora.


" Ada, di pinjem Rio ambil saja. " jawab Ane masih sibuk menulis di buku tanpa menoleh ke arah Flora.


" apaaa, Rio?" tanya Flora terkejut.


" Iya Rio, tuhhh." Ane menggerakan dagunya ke arah Rio. " Ambil saja aku lagi sibuk. " imbuh Ane santai.


" hemzzz, gak jadi deh kalo berurusan sama Rio, cowo kulkas gitu males ah, aku pinjem yang laen saja." Flora beranjak dari Ane dan mencari ketempat lain, baginya lebih baik sengsara dari pada harus berurusan dengan Rio. " Bisa-bisa beku juga aku." itulah yang difikirkan Flora.


" Setelah kalian selesai, kumpulkan disini. " sembari menunjuk meja Flora. " sampai sini dulu pelajaran dari saya, selamat siang ." ucap Bu Guru.


Dengan serentak semua murid membalas ucapan selamat siang dari Bu guru, setelah Bu guru keluar dan tak terlihat lagi dari pandangan para murid. Tiba - tiba ada seseorang menghampiri Flora.


" hay, kamu Flora kan?" Flora terkejut dan langsung mendongakkan kepalanya ke atas. " ahh...iya aku Flora ." ucap Flora terbata-bata.


Eh eh ini Rio kan, ada angin apa nih tiba - tiba dia menyapaku.


" Selama ini kita belum kenalan, emzz kenalin nama aku Rio ." sambil mengulurkan tangan.


" eh yah, aku Flora ." menyambut uluran tangan Rio.


" Yasudah aku balik lagi ke bangku ku. " ucap Rio sembari tersenyum lembut.


Flora dengan ekspresi bingung, hanya mengangguk kecil sembari memperhatikan Rio menjauh dari jangkauanya, dan tanpa disadari Flora tersenyum.

__ADS_1


" Woyyy, kenapa kamu senyum - senyum sendiri? " tanya seorang wanita seraya mukul bahu Flora.


" Kagettt, WINAAAAAA ." ucap Flora kesal.


Iya dia adalah Wina, salah satu teman sekelas Flora.


" Lagian kamu ngelamun sambil senyum gak jelas gitu, ada apa hayoooooo." ucap Wina menggoda.


" Apaan sok tau, sekali lagi kamu Wina ngagetin aku kayak tadi aku cincang kamu pakekkk... pakek apa yah?" Ucap Flora sembari berfikir.


" Pakek apa hah, sok sok mau nyincang megang pisau aja gak bisa , bleeeee." ujar Wina ngeledek.


" Sssttttt... jangan kenceng - kenceng." sambil bungkam mulut wina pakek telapak tanganya.


" Lepasin woyyy." sambil melepas tangan Flora dari mulut. "makanya jangan berisik."


Gila kenapa jantung ku berdetak sangat cepat, kalo deket sama tuh cowok akhhhhhh tau ah.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum , salam kenal dari kami author....ini novel perdana kami ,semoga kalian para pembaca bisa terhibur dan menikmati yah....


Jangan lupa Like dan komenya yah , komentar kalian sangat membantu kami untuk mengoreksi perkembangan novel ini.


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2