Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
pertemuan tak diduga


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Flora memberi salam lalu beranjak masuk ke kamar, Setelah berganti pakaian, Flora menemui Budhe sedang bersantai di ruang tv.


" Budhe, Flora pinjem kodak nya dong?" ucap Flora mendekat pada Budhe yang lagi asyik nonton Tv.


( Kodak adalah kamera jadul yg di isi menggunakan roll film ).


" Buat apa Flora?" tanya Budhe sembari memalingkan pandanganya dari layar Tv.


" Buat memfoto acara Pensi sabtu besok." jawab Flora.


" Boleh asalkan gak boleh memfoto yang macem-macem ya." peringatan dari Budhe.


" oke Budhe." ujar Flora.


Budhe beranjak masuk ke dalam kamar untuk mengambil kodak, beberapa menit kemudian wanita paruh baya itu keluar membawa kodak di tangannya.


" Ini kodaknya, jaga baik-baik jangan sampai rusak." tutur Budhe sembari menyerahkan kodak pada Flora.


" Baik Budhe, Flora pasti jaga baik-baik kodak ini." ucap Flora menerima kodak dari Budhe. "Oh yah Budhe, Flora mau minta izin keluar boleh?" imbuh Flora.


" Memangnya mau kemana?" tanya Budhe.


" Mau beli roll film."


" Nanti sore aja, Budhe yang mengantar."


" Yasudah deh kalo begitu, Flora masuk kamar dulu mau istirahat." ucap Flora.


" Gak makan dulu?" tanya Budhe.


" Nanti sajalah Budhe, belum lapar." ucap Flora meninggalkan Budhe dan masuk ke dalam kamar.


Di dalam kamar Flora melihat handphone ada pesan masuk, kemudian wanita itu membuka pesan itu dan dibacanya.


" Hai Flora boleh kenalan ga?" sms dari nomer tanpa diketahui.


Flora bingung dengan sms tanpa identitas itu, dia juga tidak mengenal nomer hanphone yang tertera di layar, kemudian Flora membalas pesan sms nya.


"Maaf ini siapa?" balas Flora.


"Aku SECRET ADMIRER." nomer tak dikenal.


Flora membaca balasan sms itu seketika bulu kuduknya berdiri, dia merasa sedikit ketakutan dan langsung teringat beberapa film yang menunjukkan jika ada seorang SECRET ADMIRER maka biasanya dia PSYCOPATH, hahaha kebanyakan nonton Film sih jadi parnoan.


Tapi Flora meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu cuma ada di dalam film dan tidak akan terjadi di dunia nyata.


Ketika Flora sedang bergelut dengan pikirannya tiba-tiba ada sms masuk di handphonenya.


"Kamu tenang saja,aku cinta kamu bukan berarti ingin menyakitimu." nomer tidak dikenal.


Wanita itu langsung merasa bingung, seakan-akan orang itu bisa menbaca pikiran Flora, semakin merinding Flora dibuatnya, tidak mau berurusan dan ambil pusing lagi dengan sms misterius itu Flora menaruh kembali handphonenya diatas meja, kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan tidur terlelap.

__ADS_1


...


Di tempat lain, Rio,Agus,Miko dan Angga sedang berlatih untuk performe dalam acara PENSI sabtu besok, mereka latihan dengan penuh semangat terutama Rio, lelaki itu sangat bersemangat karena mendapat dukungan penuh dari kekasih hatinya.


" Istirahat dulu lah, capek nih, mana haus." usul Miko.


" Yah, kok istirahat sih? satu lagu lagi deh." tawar Rio.


" Capek Rio, kamu kira kita ini robot apa?" tutur Miko.


" Tahu nih Rio semangat banget." ujar Angga.


" Masalahnya waktu kita tinggal 4 hari lagi." jelas Rio.


" Jelaslah si Rio semangat, lawong dia performe buat si Flora." ucap Agus sembari melirik Rio.


" ohhh, pantes semangat 45, ha...ha..." ledek Angga, Rio hanya tersenyum malu menanggapi ledekan temenya.


" Udah yuk kita cari makan di luar, di studio ini kan cuma menyediakan cemilan doang." usul Agus.


" Setuju." ucap Angga.


Akhirnya mereka memutuskan mencari makan di sekitar studio musik.


Sesampainya di tempat yang di tuju, mereka memesan makanan dan beberapa minuman.


Setelah beberapa menit menunggu pesanan kini pesanan itu sudah datang, Miko dan Rio langsung menyantap makanannya sedangkan Angga dan Agus malah sibuk melihat dua gadis yang sedang duduk tidak jauh dari mereka.


" Ogah, gak penting." jawab Rio masih sibuk menyantap makananya.


" Jangan ngajak Rio, dia itu sudah di butakan cintanya Flora." ledek Agus.


" Gak gitu juga kali, aku tuh punya prinsip kalo sudah punya pacar ya harus setia." jelas Rio.


" Ngapain juga setia, kita kan masih sekolah, masih suka main-main." jawab Angga.


" Terserah kamu saja." tutur Rio.


" Miko, mau ikut gak?" ajak Angga.


" Aku lapar, mau makan." jawab Miko santai.


" Kalian berdua gak asyik." ucap Angga.


" Udahlah, kita berdua aja yang kenalan." ajak Agus.


" Oke deh." jawab Angga.


" Jangan lama-lama, ingat kita harus latihan." ucap Rio.


" Siap Bos." jawab Angga dan Agus bersamaan.

__ADS_1


Lalu Agus dan Angga pergi menemui dua gadis yang duduk tidak jauh dari mereka, Rio dan Miko hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum melihat tingkah laku temannya.


Di kediaman Flora, wanita itu dan Budhenya bersiap-siap untuk pergi membeli roll film, mereka pergi mengenakan motor yang di kendalikan Budhe, jarak rumah menuju toko roll film tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu lima belas menit saja mereka sudah sampai di toko penjual roll film, Flora sangat berantusias sehingga begitu sampai dia langsung turun dari motor dan masuk ke dalam toko penjual roll film, Budhe seketika terkekeh melihat tingkah laku keponakannya.


" Sudah belum memilihnya?" tanya Budhe.


" Sudah Budhe, Flora pilih yang ini aja." sembari menunjukkan salah satu roll film.


" Yasudah sini biar Budhe yang bayarin."


" Jangan Budhe, biar Flora saja." ujar Flora.


" Gak apa-apa uang Flora simpan saja, pasti Flora banyak keperluan." tutur Budhe dan akhirnya Budhe yang membayar roll film tersebut, setelahnya membayar mereka menuju parkiran untuk mengambil motor dan pulang namun terdengar dari jauh seperti ada seseorang memanggil Flora.


" Floraaaa."


Flora Merasa dirinya di panggil, dia mencari asal suara itu dan Flora terkejut ternyata yang memanggilnya adalah Rio.


" Rio, kamu kok bisa ada di sini ?" tanya Flora.


" Iya, aku habis latihan sama teman-teman tadi, terus Miko ngajakin beli roll film." jelas Rio.


" terus Miko nya mana?" tanya Flora lagi sembari melihat sekeliling.


" Tuh, lagi di toilet." jawab Rio menunjuk arah toilet.


Budhe melihat Flora sedang bercengkrama dengan seorang laki-laki beliau langsung mendekati keponakanya.


" Waaahhh, kalian kelihatan akrab, jangan-jangan kalian pacaran ya?" tebak Budhe dengan senyuman lembut pada Rio, Flora terlihat terkejut ketika Budhe tiba-tiba berada disampingnya.


" Eh Budhe, kenalkan ini Rio teman sekelas Flora." Ucap Flora sedikit gagap memperkenalkan pacarnya pada Budhe.


Rio menyadari hal itu langsung memperkenalkan diri kepada budhe sambil menjabat tangannya.


" Teman apa teman? Jangan bohong sama budhe!" Goda Budhe pada Flora.


" Iya Budhe Flora ngaku, Rio ini pacar Flora." jawab Flora malu-malu, Rio hanya bisa tersenyum sambil mengangguk tanda Hormat pada Budhe.


" Tuh kan akhirnya Flora mengaku juga." ujar Budhe sembari menyenggol bahu Flora, sedangkan wanita itu merasa malu ketika budhe berkata seperti itu.


" Yasudah, Flora kita pulang yuk, Sebentar lagi maghrib." ajak Budhe.


" Baik budhe." jawab Flora.


" Nak Rio Budhe sama Flora pergi dulu yah." ucap Budhe sembari menepuk bahu Rio.


" Iya Budhe, silahkan." Rio melambaikan tangan perpisahan pada mereka, kemudian Budhe dan Flora meninggalkan Rio, kembali menuju motornya di parkiran, Setelah mendapati motornya Budhe dan Flora naik ke atas motor kemudian pergi menuju tempat dimana mereka tinggal.


Sesampainya di rumah Budhe menyuruh Flora masuk kamar untuk belajar, sedangkan dirinya bersiap-siap untuk sholat maghrib di masjid.


Terimakasih yah masih setia membaca novel kami, Like komen dan jadikan favorite yah ,,, terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2