Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
Gelang couple Flora hilang


__ADS_3

Bisa kita ambil pelajaran dari kisah cinta antara Flora dan Rio, berpacaranlah secara sehat, hargai dan hormatilah orang yang kalian cintai, jangan engkau rusak dengan hawa nafsumu.


Cinta yang baik adalah, yang bisa membawamu ke hal-hal yang positif dan bermanfaat bukanlah yang merusakmu dan menjerumuskanmu ke hal-hal negatif.


Flora masih dalam pendirianya untuk tetap cuek terhadap Rio, dengan seperti ini Flora berharap Rio sadar akan kesalahanya. Di dalam kelas Flora tidak menjumpai Rio.


" Nih anak kemana lagi sih? pasti deh mau bolos lagi." gerutu Flora


" Kamu kenapa? kelihatannya lagi gusar gitu, pasti lagi nyari Rio ya?" ujar Ane menebak.


" Apaan sih ga kok." elak Flora.


" Udah deh gak usah bohong, Rio sudah cabut dari tadi, katanya dia lagi suntuk di kelas." akhirnya Ane menjelaskan walaupun tidak di minta.


Flora mulai penasaran dengan penjelasan Ane, gadis itu tidak bisa menahan lagi untuk tidak menanyakan perihal Rio terhadap Ane yang sepertinya tahu segalanya tentang keberadaan Rio saat ini.


" Emsss, Maksud kamu Rio sudah pulang? kok gitu sih? kan masih ada dua mata pelajaran lagi." Flora sungguh penasaran, di lontarkanya semua pertanyaan yang mengganjal pikiranya.


" Tuh kan pengen tahu juga, iya dia sudah pulang, lagian kalian ini kenapa sih gak segera baikan. Akhirnya saling tersiksa kayak gini kan." tutur Ane.


" Yang salah kan Rio harusnya dia dong yang minta maaf bukannya aku." jawab Flora tidak mau kalah.


" Iya bener juga sih.Tapi ini sudah gak sehat hubungan kalian, emangnya kamu sudah siap putus dari Rio?" tanya Ane lembut. Wanita itu hanya bisa tertunduk akan pertanyaan Ane, di tariknya nafas dalam-dalam dan di buangnya secara kasar.


" Belum sih." jawab Flora singkat dengan tatapan kosong ke depan.


" Ya sudahlah terserah kalian, aku hanya bisa mendoakan semoga kalian segera baikan."


" Amin." ucap Flora spontan.

__ADS_1


Tidak ada percakapan lagi di antara mereka berdua, hingga jam pelajaran di mulai.


" Coba saja aku gak lagi marahan sama Rio, pasti Rio ada di sini." gumam Flora, wanita itu mulai merindukan sesosok pria yang selalu menjahilinya, memperhatikanya bahkan menyayanginya.


Flora sungguh tidak bisa mengkondisikan dirinya mengikuti pelajaran, wanita itu terlihat sekali tidak bersemangat. Hingga jam pelajaran telah berakhir. Flora merapikan semua buku dan alat tulis, memasukkanya dalam ransel dan segera pergi meninggalkan kelas untuk pulang.


Sesampainya di rumah Flora berganti pakaian lalu pergi menemui Budhenya di dapur, terlihat Budhe sibuk membuat beragam jenis kue.


" Kue-kue ini mau di bawa semua ke kediri ya Budhe?" tanya Flora sembari pandanganya tidak henti-hentinya melihat karya Budhe, hemsss begitu menggiurkan pikirnya, hingga Flora menelan salivanya.


" Iya Flora, kamu makan dulu habis itu tolongin Budhe nyetak kue kacang ini ya."


" Baik Budhe." jawab Flora semangat.


Flora beranjak menuju ruang makan meninggalkan Budhe yang sedang sibuk dengan aktifitasnya di dapur, kemudian dia membuka tutup saji nampaklah tumis kangkung dan gorengan ikan asin kesukaan Flora, dengan antusias Flora mengambil piring lalu menuangkan nasi, tumis kangkung dan ikan asin di atas piringnya tanpa menunggu lama di lahapnya makanan tersebut hingga habis.


" Flora kamu gak mandi dulu? udah maghrib tuh, sekalian packing baju kamu kita berangkat nanti jam sembilan malam biar jalanan tidak terlalu rame." tutur Pakdhe tiba-tiba ikut nimbrung bersama mereka.


" Ya Pakdhe, ini kurang dikit lagi selesai." jawab Flora.


" Udah sana mandi dulu, biar Budhe yang melanjutkan." sambung Budhe.


" Yasudah kalau begitu." ujar Flora beranjak dari tempatnya menuju kamar mandi.


Setelah selesai dengan berbagai macam ritual mandinya, Flora bergegas keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian yang sudah di siapkanya dan tidak lupa mengerjakan ibadah sholat magrib.


Setelah itu Flora mengeluarkan beberapa baju dari lemarinya dan di pindahkan ke dalam koper, wanita itu sangat teliti dan rapih menata barang yang akan di bawa pergi ke kediri. Seketika Flora panik ketika melihat pergelangan tanganya tidak ada sebuah gelang adidas couple dengan Rio.


Di carinya di setiap sudut kamar mulai dari ransel, lemari pakaian, meja belajar, atas kasur bahkan di kolong tempat tidur, tetap tidak di temukan, kini kamar Flora menjadi porak-poranda.

__ADS_1


Wanita itu mulai putus asa, terduduk lemas di samping kasur, kepala bersandar di atas ranjang, terus mengingat-ngingat dimana keberadaan gelang itu.


" Oh ya aku ingat sekarang, aku harus ke sana." ucap Flora semangat dan mulai beranjak menuju tempat gelang tersebut. "Tapi Budhe pasti gak ngizinin, aku harus membuat alasan." imbuhnya, seketika terhenti langkahnya akan teringat perihal alasan yang tepat untuk izin terhadap Budhe. Namun wanita itu melanjutkan lagi langkahnya tanpa ambil pusing Flora keluar dari kamar dan menemui Budhenya di dapur.


" Budhe Flora izin keluar sebentar ya?" ucap Flora ragu.


" Memangnya mau kemana?" tanya Budhe yang masih sibuk dengan aktifitasnya.


" emsss Flora mau ke minimarket, sekalian pinjam motornya ya Budhe."


" Jangan lama-lama ya." tutur Budhe menatap Flora. " Itu kunci motornya ada di laci tengah." imbuh Budhe.


" Iya Budhe, Flora gak akan lama kok." jawab Flora meyakinkan Budhe. wanita itu bergegas dari hadapan Budhe di raihnya kunci yang ada di laci dan menuju garasi untuk mengambil motor.


Di kendarainya motor tersebut dengan kecepatan sedang, dia terus berdoa di dalam hati semoga gelangnya ketemu di tempat tersebut.


Sesampainya di tempat tujuan Flora segera turun dan mengetuk pintu rumah seseorang.


Tak lama kemudian keluarlah seorang wanita yang usianya tidak lagi muda.


" Maaf mencari siapa ya?" tanya wanita itu.


" Pak Peno nya ada bu?" tanya Flora balik.


" Pak Peno nya gak ada, lagi keluar ke rumah pak RT, memangnya ada apa?" tanya wanita paruh baya itu lagi, wanita itu adalah istri pak Peno.


" Saya mau minjam kunci LAB, ada barang saya yang ketinggalan di sana."


" kalau begitu tunggu sebentar, biar ibu ambilkan dulu." ujar istri pak Peno kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci.

__ADS_1


__ADS_2