
Terdengar suara bel berbunyi, pertanda waktu belajar disekolah sudah selesai, Para murid sibuk memasukkan buku-buku dan peralatan tulis lainnya ke dalam ransel masing-masing begitu juga dengan Flora, setelah selesai dengan aktifitasnya, Flora segera keluar dari kelas untuk pulang, akan tetapi langkahnya terhenti karena terdengar dari arah belakang ada seseorang yang memanggilnya.
" Flora..." panggil Tama, Tama ini salah satu teman Flora dikelas, padahal dia seorang laki-laki namun pandai sekali menari sehingga tubuhnya sedikit gemulai.
" Apaan, bikin kaget saja." Balas Flora kesal sembari meletakkan salah satu tangan di dadanya , karena terkejut akan panggilan Tama.
" Hehehe maaf Flora, aku cuma mau nyampein amanah ke kamu." ucap Tama dengan gaya gemulainya.
" Amanah apaan?" Flora mengernyitkan keningnya.
" Rio nitip salam buat kamu." ujar Tama santai.
" Yang benar saja Tama, gak usah bercanda." dengan muka merah jambu Flora berusaha menutupi dengan memalingkan wajahnya dari Tama.
" Serius aku gak bercanda, gimana diterima gak salamnya?" jelas Tama menahan tawanya.
" Iya deh, bilangin salam balik." wajah Flora semakin merah dibuatnya.
" Cieeeeee..." Tama terus ngeledekin Flora.
" Apaan sih Tama, udah ah aku mau pulang dulu byeee." Flora pergi meninggalkan Tama, sedangkan Tama sedari tadi terkekeh karena sikap Flora yang tiba-tiba salah tingkah.
Heyyy jantung kamu kenapa, ayolah tenang sedikit. gumam Flora dalam hati.
Flora terus saja mengoceh dengan jantungnya sendiri hingga sampai depan pintu kelas, seketika Flora sedikit melompat karena di kejutkan oleh seorang lelaki tak lain adalah Bayu, Bayu adalah teman dekat Flora, bisa disebut demikian karena rumah mereka berdekatan makanya gak heran kalau Bayu suka sekali menjemput Flora didepan kelas untuk pulang bersama.
" Mau pulang bareng gak?" Bayu mendekati Flora.
" Mau, tapi gratis yah?" Flora memperhatikan raut wajah Bayu karena dia takut kalo Bayu ada maunya. " jangan kayak kemaren, masak aku kamu suruh beli bensin." imbuhnya.
" Iya iya, lagian kamu kan numpang, wajar dong kalo aku minta kamu beliin bensin." Bayu terkekeh.
" Nyebelin." Flora memasang wajah cemberutnya.
Perhitungan banget Dasar...
" Yasudah aku ambil motor dulu, kamu tunggu di depan gerbang yah." Bayu meninggalkan Flora menuju tempat parkiran, sedangkan Flora terus berjalan kedepan menuju gerbang sekolah.
sesampainya Flora didepan gerbang, dia mengeluarkan handphone kesayanganya untuk sekedar mengecek ada Panggilan dan SMS masuk atau tidak. Tak lama kemudian terdengar suara motor menghampiri Flora, Flora seketika itu langsung menoleh ke sumber suara ternyata benar itu Bayu, Florapun tak perlu menunggu aba- aba dari Bayu, dia langsung duduk di belakang Bayu dan meraih helm yang dipegang pria itu.
" Cepet banget bu." Bayu menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum.
" Udah ayo buruan, aku sungguh lelah." ucap Flora cetus.
" Ok siap nona." melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Diperjalanan mereka tak henti-hentinya mengobrol.
" Flora, kelas tiga kamu mau ambil jurusan apa?" tanya Bayu.
" Emzzzz... mungkin IPA." jawab Flora santai.
" Emang kamu bisa?" Bayu tersenyum ngeledek.
" yeyyy, liat aja nanti." Flora sungguh kesal dengan Bayu yang meremehkanya.
" Udah ambil IPS aja sama kayak aku, yang ada kalo kamu ambil IPA takut gak LULUS." ucap Bayu santai.
NGESELINNNNN...apa maksudmu ngomong seperti itu hah, kita buktikan saja nanti siapa yang tidak lulus. gumam Flora dalam hati.
" Apaan sih, ngomongnya begitu." Flora terus saja mengatai Bayu sambil melayang-layangkan tanganya berbentuk sebuah tonjokan kekepala Bayu.
Seketika suasana jadi sepi, tidak ada obrolan lagi di antara mereka. Bayupun jadi bingung dibuatnya, Bayu berusaha untuk memulai lagi percakapan.
" Flora, kok diem." ucap Bayu cemas.
" Terus aku harus gimana, teriak-teriak hah, udah fokus nyetir aja gak usah banyak ngobrol, F O K U S." dengan nada penekanan dari Flora.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tidak saling membuka percakapan di sepanjang perjalanan dan motor Bayu kini sampai didepan rumah tempat tinggal Flora. Florapun turun dari motor Bayu dan melepaskan helm untuk dikembalikan lagi kepemiliknya.
" Makasih yah Bayu udah ngasih tumpangan." memasang senyuman termanis Flora didepan Bayu.
" emzzzz... gak mau mempersilahkan aku mampir dulu gitu, suruh masuk dulu kek." Bayu memasang muka melasnya.
" Lain kali aja yah, lagian dirumah gak ada cemilan udah sono kamu pulang aja." Flora mendorong Bayu supaya pulang dan Bayu akhirnya mengalah.
" Iya iya, aku pulang yah Byeeee."
"Byeeee..." dibukanya pintu gerbang rumahnya dan Flora segera masuk tak lupa menutup kembali pintu gerbangnya.
...
Malam ini adalah malam tahun baru Islam, dan hari ini Flora ada janji dengan kakak kelasnya bernama Putra, Putra itu ganteng cuma Playboy, Flora diajaknya kesuatu tempat yaitu pantai Teleng Ria, Putra bilang disana ada perayaan tahun baru Islam, kebetulan Flora tidak ada acara dan dia mengiyakan ajakan kakak kelasnya, tak lupa Flora juga meminta izin Pakdhe, Budhe dan mereka mengizinkan asalkan tidak pulang malam.
Terdengar suara ketukan pintu, dengan cepat Flora membuka, kebetulan Flora sedang menunggu Putra di ruang tamu. Ternyata benar dugaan Flora yang datang tak lain ialah Putra.
" Assalamualaikum, wahh udah siap nih, ayo kita pergi." pandangan Putra tak teralihkan sedikitpun dia terus memandangi Flora kelihatan sangat cantik dimata Putra.
" Waalaikumsalam, ok sebentar aku pamitan dulu sama pakdhe dan budhe." Flora masuk rumah dan berpamitan sama Pakdhe dan Budhe.
" ayo." meraih tangan Putra untuk segera pergi dari kediaman Flora.
__ADS_1
" Aku gak pamitan juga sama Pakdhe dan Budhe kamu Flora." menghentikan langkah Flora yang sudah berjalan duluan sambil menggandeng tanganya.
" Sudah gak perlu, tadi aku sudah bilang kok." Flora kembali menarik lagi tangan Putra.
...
Perjalanan menuju pantai memakan waktu lima belas menit, benar saja di pantai sudah ramai sekali pengunjung dan tak sedikit membawa pasangan mereka masing-masing.
Flora melihat keadaan di pantai bener - bener merasa risih karena banyak orang pacaran. Huhhh bilang saja iri karena kamu jomblo. hehehe Putra yang sedari tadi memperhatikan Flora, merasa ada yang aneh dengan Flora.
" Heyyy, Flora kamu kenapa? gak suka yah dengan pantainya?" tanya Putra menoleh ke arah kanan kiri melihat sekeliling.
" Bukan kak, aku risih aja disini banyak orang pacaran." jelas Flora.
" Yasudah kita pacaran saja yuk?" dengan muka seriusnya Putra.
" Apaann sih kak ?" Flora menatap Putra dengan ekspresi bingungnya.
" Eh ngomong-ngomong selama kamu sekolah di sini sudah berapa banyak cowo nembak kamu dan kamu tolak?" tanya Putra antusias.
" Ya...kurang lebih ada enam kak, memangnya kenapa?" ucap Flora santai.
" Kalo aku nembak kamu bakalan kamu terima gak? atau aku bakalan jadi orang ketujuh yang kamu tolak?" kedua tangan Putra meraih tangan Flora dan menggenggamnya, untuk memastikan kalo dia serius.
" K A K A K...JANGAN BERCANDA." Flora menekankan setiap katanya.
" Flora aku serius, aku suka sama kamu, kamu mau yah jadi pacar aku, plisssss masa kamu tega menjadikan aku yang ke tujuh termasuk golongan cowo yang kamu tolak."
Ayo dong Flora terima aku plissssss....gumam Putra.
Flora hanya diam tidak memberi jawaban, dia bingung harus jawab apa.
Kak.Putra baik, keren,putih tajir lagi. Tapi dia terkenal playboy, aku ada sedikit rasa sih sama dia tapi di sisi lain aku berharap Rio yang nembak aku, walaupun mustahil cowok kulkas itu punya rasa sama aku.
" FLORAAAAA, kok diem jawab dong?" ujar Putra penasaran apa jawaban Flora.
" Eh iya kak maaf." tersadar dari lamunanya. " emzzz...iya deh aku terima." ucap Flora datar.
" Serius nih Flora?" Putra terus menatap lekat mata Flora, untuk memastikan Flora serius.
" iya kakak." jawab Flora.
" Terimakasih Flora, berarti sekarang kita pacaran yah." Flora hanya mengagguk dan tersenyum." udah yuk kak kita pulang, sudah malam aku takut nanti di marahin Pakde dan Budhe ku." Flora melepaskan tanganya dari Putra.
" Yasudah ayo kita pulang." Putra menggandeng tangan Flora.
Merekapun pulang dan sesampainya di kediaman Flora, Flora turun dari motor Putra dan melepaskan helm lalu mengembalikanya .
" Iya sama-sama, aku juga terima kasih kamu sudah mau nemenin aku jalan- jalan malam ini." tutur Putra senang. " oh yah titip salam buat Pakdhe dan Budhe kamu yah Flora?" imbuhnya.
" Ok siap." Flora mengacungkan kedua jari jempol tanganya.
" Yasudah aku pulang dulu yah, sampai bertemu besok." seraya tangan Putra mengacak-acak pucuk rambut Flora. " Byeeee..." lambaian tangan di berikan kepada Flora.
" Hati - hati kak." Flora tersenyum" Byeeee. " Flora membalas lambaian tangan Putra.
...
Suasana pagi di kota Pacitan saat ini sangat cerah, dengan di iringi suara kicauan burung, hembusan angin segar, membuat siapa saja akan menikmati kedaan ini. Berlalu lalangnya para manusia sibuk dengan aktifitas masing-masing, ada yang berangkat kesekolah, berangkat kerja bahkan tak sedikit ibu-ibu pergi kepasar untuk berbelanja. Seperti inilah kondisi dipagi hari setiap harinya, lebih tepatnya suasana dipedesaan. siapa saja yang menikmati suasana ini sangatlah merasa senang karena terasa damai, Begitu juga dengan Flora, semenjak tinggal bersama Budhe Pakdhe di Pacitan Flora selalu disuguhi dengan suasana seperti ini sehingga membuat dirinya betah di Pacitan.
Disekolah sudah terlihat ramai para siswa siswi berdatangan dan memasuki kelas mereka masing- masing , seperti empat gadis ini yaitu Flora , Ane , Wina dan Fita begitu sesampai dikelas mereka langsung berkumpul seperti biasa untuk sekedar ngobrol sembari menunggu bel masuk pertanda jam pelajaran dimulai.
" Ane, kamu beneran mau ngambil jurusan IPS?" pertanyaan Wina dia tujukan ke Ane.
" Iya, soalnya aku males kalo disuruh hitung-hitungan." dengan suara beratnya Ane.
" Kamu beneran mau ngambil IPS, berarti kita gak bakal sekelas lagi dong, mrs.patrick berpisah." Flora memasang muka melasnya.
" Kalo kamu masuk IPA , brarti kamu bukan mrs.patrick lagi, lagian kita kan cuma pisah kelas bukan pisah sekolahan , jadi kita masih bisa kumpul-kumpul kayak gini." Ane menjelaskan ketemen-temenya panjang lebar.
" Iya juga yah." Flora menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal." oh yah, aku mau ngasih kabar nih kalo aku sudah punya pacar loehhhh, bukan Wina aja nih sekarang yang punya pacar." Flora menoleh ke Wina dengan senyuman menggoda.
" oh yah, siapa-siapa anak mana?" Fita sungguh heboh mengajukan pertanyaan pada Flora.
" Namanya Putra , dia tetangga aku dan sekolahnya gak disini dia kelas 3." Flora menjelaskan dengan detail.
" wahhh, ganteng gak , gantengan mana sama Rio? " Ane pun mendaratkan sebuah pertanyaan ke Flora.
" Ya jelas gantengan Rio lah, kalo kak Putra itu keren dan berkarisma." Dengan lantangnya Flora menjelaskan pertanyaan Ane.
" Terus Rio gimana? aku perhatiin dia kayaknya suka sama kamu Flora." Ane terus menatap Flora dengan muka penasaran saat dia menyebut nama Rio, apakah Flora terlihat senang.
" Gak tau ah Ane lagian dia dingin banget sama aku , walaupun sebenarnya aku berharap dia nembak aku sih.heeee" Flora cengengesan tak menentu.
" kalo Rio beneran nembak kamu gimana?" kali ini Fita yang memberi pertanyaan pada Flora.
" Ya aku terima lah, masalah kak Putra itu gampang." Flora tertawa kencang dan mereka bertiga juga ikut ketawa sambil menggelengkan kepala.
Lagi asyik berbincang-bincang ke'empat cewe itu , tiba- tiba ada pengumuman dari ketua kelas kalo Guru pengajar mata pelajaran Biologi hari ini tidak bisa hadir dan penggantinya semua murid suruh mencatat yang akan didekte oleh ketua kelas.
...
__ADS_1
Hampir setengah jam proses dekte mendekte akhirnya selesai sudah , banyak para murid pada gusar karena merasa lelah.
" Akhhhh, akhirnya selesai juga." Flora meletakkan alat tulisnya di meja dan meregangkan jemari tanganya.
" Flora, boleh aku pinjem buku catatan kamu." Rio beranjak dari duduknya , mendekatkan diri di samping Flora.
" Boleh , tapi tulisan aku jelek, kamu gak bakalan bisa baca , mending minjem ke Fita atau Ane aja."
" Gak ah, aku maunya pinjem punya kamu aja." ucap Rio memaksa.
Gimana nih , aku malu banget tulisan aku jelek, dipinjemin gak yah. gumam Flora dalam hati.
" Yasudah deh, nih." Flora memberikan bukunya ke Rio.
" Makasih yah, besok aku kembaliin." Rio tersenyum
" oke." jawab Flora
...
Keesokan paginya seperti biasa kota Pacitan tak pernah berubah tetap konsisten dengan keadaan setiap harinya. Pagi ini Flora lebih duluan datang d kelas ketimbang ketiga temanya itu.
" Flora, nih aku kembalikan bukunya , terima kasih yah." Rio memberikan buku catatan Flora.
" Oh yah Rio, sama-sama." Flora sungguh canggung dibuatnya sembari tanganya menerima buku dari Rio.
" Yasudah aku kembali ke bangku." ucap Rio kemudian beranjak meninggalkan Flora.
" Ok..." Flora tersenyum , dan dia langsung membuka buku yang di pinjem Rio kemaren , dan betapa terkejutnya Flora disitu ada tulisan seperti sebuah puisi.
*Bintang malam katakan padanya aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Tahukah engkau wahai langit
Kuingin bertemu membelai wajahnya
Dan ku pasang hiasan angkasa yg terindah hanya untuk dirinya.....
Lagu rindu ini ku ciptakan hanya untuk bidadari hatiku tercinta walau hanya rada sederhana izinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan.*
Ketika Flora membaca tulisan Rio entah itu sebuah puisi atau apalah, Flora merasakan jantungnya berdetak kencang, bahkan suasana hati Flora langsung berubah sangat bahagia seperti disiram air cinta yang membuat hati Flora berbunga-bunga.
Astaga aku sungguh merasa bahagiaaaa , terasa ingin terbang ke angkasa, kenapa sih Rio kamu suka bikin aku ke Ge'eran.
" Rio bener-bener suka sama aku gak sih? Atau dia cuma Pemberi Harapan Palsu (PHP) lagi." gumam Flora, seraya matanya tidak lepas memandangi tulisan Rio.
Arghhh...pusing memikirkanya saja, apa aku tanya langsung aja sama Rio apa maksud tulisan ini.
Perasaan Flora jadi gak karuan dia terus bergelut dengan pikiranya, pengen sekali Flora rasanya menanyakan hal ini kepada Rio tapi disisi lain dia malu, akhirnya Flora memutuskan untuk minta penjelasan kepada Rio, Flora memberanikan diri menghampiri Rio yang sedang duduk sendirian di bangkunya.
" Emzzz...Rio aku mau ngucapin terima kasih sama kamu , karena kamu sudah bikinin aku puisi, emsss puisinya bagus." Flora menarik ujung bibirnya sampai menjadi sebuah senyuman pertanda dia sangat suka dengan tulisan yang Rio tulis dibuku Flora.
Rio seketika itu langsung bingung dengan ucapan Flora barusan, Rio terus menatap Flora dengan ekspresi bertanya - tanya.
" Itu loh, tulisan kamu di buku biologi aku yang kamu pinjem kemaren." Flora berusaha menjelaskan walaupun rasa malu melanda dirinya.
" Oh itu, itu hanya lirik lagu dari keris patih, aku mana bisa bikin puisi! " Rio menahan tawanya ketika Flora merubah ekspresi seperti dibuat malu olehnya.
" Astaga ini orang bikin malu aku saja, ingin rasanya aku lari dari sini lenyap tanpa melihat Rio lagi , sungguh malu aku dibuatnya arghhhh...." gumam Flora yang sedikit terdengar oleh Rio.
Flora lucu juga kalo lagi seperti ini, jadi gemas aku melihatnya...haaaaaaaa
" Oh gitu yah heee, aku belum tau sih kalo itu lagu." tangan Flora menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal." yasudah kalo gitu aku balik dulu kebangku ku." Flora mau melangkahkan kakinya , tapi Rio menghentikanya.
" Eh tunggu Flora." Rio beranjak dari duduknya, sekarang dia berdiri berhadapan dengan Flora." emsss... gelang kamu seperti nya sama dengan ku, mau gak kita tukeran?" imbuh Rio.
Ayo dong Flora katakan mau saja jangan bikin aku maluuuuuuu...
Flora jadi bingung, kasih gak yah, soalnya itu gelang hadiah dari teman SMP waktu di jakarta tapi disisi lain Flora kasian sama Rio pasti bakalan malu dia kalau Flora tolak , tentunya Flora juga merasa senang kalau bisa tukeran gelang dengan Rio.
" emsss, bo..leh nih." dengan suara terbata-bata Flora memberikan gelangnya berwarna hitam ke Rio.
" Terima kasih Flora." Rio melepaskan gelang berwarna hijau dan memberikanya ke Flora.
" Yasudah aku kembali ke bangku ku yah." ucap Flora.
Rio mengangguk dan tersenyum, Flora membalas senyuman Rio kemudian dia berlalu meninggalkan Rio kembali ke bangkunya.
Heeee manis sekali kamu Flora , jantungku sampe tak terkontrol karena mu. semoga apa yang aku rasakan ketika dekat dengan mu itu juga kamu rasakan Flora....
.
.
.
jangan lupa Like, komen,jadikan favorite dan Vote yah terima kasih.
__ADS_1