
14 februari 2006
Dimana hari ini adalah hari valentin, kebanyakan orang menyebutnya dengan hari kasih sayang, walaupun kasih sayang bisa dilakukan kapan saja tapi terkhusus tanggal 14 Februari sangat spesial apalagi bagi para pasangan kekasih, mereka saling tukar kado memberi coklat bahkan bunga.
Tak sedikit dari mereka para manusia merayakan hari valentine, dimulai dari pra remaja, dewasa bahkan yang sudah menikah mereka tak mau kalah untuk merayakan hari kasih sayang dibulan Februari ini begitu juga dengan Flora pertama kalinya Flora merayakan valentine di kota seribu satu gua ( PACITAN ).
Semenjak Flora menginjakkan kaki di salah satu sekolah SMA Negeri Pacitan tak sedikit dari mereka yang menyayangi Flora baik dari kaum perempuan atau laki-laki, sangat terbukti begitu banyak coklat dan hadiah membanjiri Flora, bahkan kaka kelas 3 gak segan-seganya memberikan Flora hadiah dan coklat mungkin karena paras cantiknya dan cara bergaul Flora yang sangat diterima baik oleh mereka.
Rio sendiri gak mau kalah dari mereka, dengan rasa percaya diri Rio menghampiri Flora yang sedari tadi bingung membereskan hadiah dan coklat dari temen - temenya.
" emsss...Flora ini coklat buat kamu." Rio menyodorkan coklat di hadapan Flora, dengan senyum lembutnya yang menambah kegantengan Rio.
" Eh..yah...terimakasih Rio." Flora menerima coklat yang diberikan Rio, dengan detak jantung yang gak karuan ditambah muka merah jambu, Flora berusaha mengontrol dirinya dihadapan Rio.
Haaaa Flora-Flora kamu semakin imut seperti itu huhhhh jantungku kenapa nih, hey jantung sabarlah sedikit bisa mati berdiri aku. gumam Rio dalam hati.
Dengan sekuat tenaga Flora berusaha bersikap sewajarnya dihadapan Rio, Flora sungguh bahagia sekali mungkin saking bahagianya coklat pemberian Rio gak tega untuk dimakan, begitulah kalo orang sedang jatuh cinta sesuatu yang tidak masuk akal saja mereka lakukan asalkan mereka bahagia.
" Iya sama-sama. eh tapi aku masih punya satu lagi hadiah buat kamu, tapi nanti yah sepulang sekolah ." Rio kembali tersenyum, Flora semakin meleleh dibuatnya.
" Kenapa harus pulang sekolah, kenapa gak sekarang saja." dengan ekspresi polos Flora menatap mata Rio.
Ya ampun...ini anak bisa imut gitu.
" Karena ada yang mau aku omongin ke kamu." senyuman manisnya kembali terukir dibibir Rio.
" Hmsss...ok deh." Flora tersenyum.
" Sampai ketemu nanti pulang sekolah yah byee." Rio membalikkan badanya dan kembali ke singgasana.
selang beberapa menit terdengar bunyi bel masuk kelas, para guru dan murid mulai memasuki kelasnya masing - masing, pelajaran demi pelajaran mereka lalui sampai akhirnya tiba mata pelajaran terakhir, bagi Flora sangat lama sekali waktu berputar, Flora sungguh tidak sabar menunggu waktu pulang, karena dia penasaran sekali Rio mau memberikan hadiah apa dan Rio mau ngomongin apa itulah yang ada dalam fikiran Flora saat ini.
Tettttt Tettttt Tetttttt
Akhirnya suara bel pulang terdengar juga, Flora dengan semangatnya mengemasi barang-barangnya ke ransel, karena sudah tidak sabar lagi menunggu apa yang mau diberikan Rio kepadanya dan Rio mau ngomongin apa, setelah semua murid keluar Rio menghampiri Flora.
" Flora nih kado yang aku janjiin ke kamu tadi." Rio menyodorkan kotak berwarna pink di atas meja Flora.
" Makasih ya, emsss apakah boleh aku buka sekarang?" Flora meletakkan tanganya di atas kotak berwarna pink, dia sungguh penasaran apa isi didalam kotak itu.
" Boleh buka aja, semoga kamu suka." Rio tersenyum seraya matanya tak lepas memandangi Flora yang sibuk membuka kotak pink pemberianya.
Akhirnya dengan perlahan Flora mulai membuka kotak itu, begitu terkejut Flora mendapati isi kotak itu ternyata sebuah boneka beruang kecil didadanya ada heart yang bertuliskan I LOVE YOU dan dibelakang punggung boneka beruang itu terdapat setangkai bunga mawar.
" Gimana kamu suka gak?" tanya Rio.
" Iya aku suka banget, bonekanya lucu." Flora memandangi terus kado pemberian Rio.
" Flora aku mau curhat boleh? " mendudukkan diri di depan Flora.
" Boleh curhat saja, akan aku dengarkan." ucap Flora santai.
" Emsss aku lagi suka sama cewe, cewe itu cantik, manis dan imut." Rio terus menatap mata Flora tanpa berpaling sedikitpun.
Rio suka sama siapa sih kok aku jadi kesel yah.
" Kamu suka sama siapa? lagian emang ada yah cewe Perfect begitu, bukanya kalo cantik yah cantik aja, imut juga ya imut aja, apalagi manis yah pasti manis aja mana ada cantik berkombinasi dengan imut dan manis aneh deh." Flora merasa kesal tanpa menatap Rio.
" Ada dong mau tau gak siapa orangnya.?" ucap Rio Semakin menatap dalam mata Flora.
" Siapa?" Flora membalas tatapan Rio. " Cewe itu adalah." sebelum Rio melanjutkan kalimatnya, Flora berteriak. " Pak PENOOO........ jangan ditutup pintunya." Flora segera membereskan barang-barangnya dan langsung berlari keluar kelas dengan diikuti Rio dari belakang.
__ADS_1
" Aduh pak, bapak gak liat apa yah didalam kelas masih ada orang." dengan nafas ngos-ngosan Flora mengomeli penjaga sekolah.
" Maaf Bapak gak liat, lagian semua murid sudah pada pulang kenapa kalian masih ada dikelas?" Pak Peno mengernyitkan dahinya keheranan dengan dua manusia didepanya.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Pak Peno, Flora hanya tersenyum dan langsung pergi begitu saja yang diikuti Rio dari belakang.
" Flora tunggu." Rio menghentikan langkah Flora. Flora membalikkan badan menghadap Rio.
" Eh iya maaf, oh yah tadi kamu belum selesai ceritanya, jadi siapa cewe yang kamu maksud? " Flora melipat kedua tanganya di atas perut menunggu jawaban Rio.
"Besok senin aja aku kasih tahunya." ujar Rio.
" Kenapa gak sekarang saja sih?" Dengan bibir manyunnya.
" Sabar dongg besok senin aja aku beri tahu." Rio terkekeh kecil melihat tingkah Flora.
" Yasudah terserah." Flora berbalik badan dan meninggalkan Rio begitu saja dengan muka cemberutnya.
...
Hari senin pun tiba, seperti biasa setiap hari senin semua sekolah mengadakan upacara bendera Merah Putih dan diiringi lagu Indonesia Raya, pada hari ini juga ada seorang pria yang berjanji akan memberikan sebuah jawaban kepada seorang wanita.
Tapi entah kenapa bukanya memberi jawaban pria itu malah cuek begitu saja, wanitanya pun bingung dibuatnya "apa salah ku hingga kau begitu cuek kepadaku." mungkin itulah yang dibatin wanita itu pria dan wanita itu tak lain adalah Rio dan Flora .
Sampai hari Rabu, 22 februari 2006, Rio belum juga memberi tau siapa wanita yang dia maksud itu hingga Flora sungguh muak dibuatnya.
Aku yakin kalo kamu Rio hanya mempermainkanku, apa aku yang terlalu berharap lebih padamu.arghhhh bikin kesel aja .
Jam pelajaran pertama sekolah pun dimulai, tiba-tiba Rio duduk dibelakang Flora, Flora yang mengetahui hal itu sudah tidak memperdulikanya lagi karena dia sungguh kecewa dengan Rio yang tiba-tiba mengabaikan Flora sampai tiga hari bahkan Flora gak tau apa salahnya.
Suara bel istirahat berbunyi, semua murid berbondong-bondong keluar kelas untuk beristirahat ada yang ke kantin dan ada juga yang nongkrong didepan kelas namun tak sedikit dari mereka masih didalam kelas seperti Flora, entah kenapa hari ini Flora sangat tidak bersemangat hingga dia menjatuhkan kepalanya di atas tangan yang dilipat di atas meja.
" Emsss aku gak apa-apa cuma sedikit malas, heee." Flora pindah posisi menjadi duduk tegap." Mau ngomongin apa, sampe harus kebelakang."
" Udah ayo ikut aja." Ane menarik tangan Flora.Florapun menuruti ajakan Ane merekapun menuju bangku ujung kanan, tanpa aba-aba Flora mendudukan dirinya diikuti Ane disampingnya mereka berdua saling berbincang , tak lama kemudian datanglah seorang pria yaitu Rio, Ane menyadari kedatangan Rio langsung beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.
" Hay Flora boleh aku duduk disini?" Rio menunjuk kursi kosong di depan Flora.
" Iya duduk aja. " Dengan ekspresi datar, Flora mempersilahkan Rio duduk didepanya.
" Gimana harimu Flora?" Rio Mendaratkan dirinya dikursi depan Flora.
" Baik." Flora menjawab dengan datar.
" Flora kamu kenal kak Rendra dan kak Lia gak?"
" Kenal." dengan ketus Flora menjawab pertanyaan Rio.
Ya iyalah aku kenal secara dulu kak Rendra pernah mengajak ku untuk gabung di grub bandnya sebagai vocalis, tapi aku menolak karena merasa kalo suaraku jelek, bahkan aku juga pernah di tembak sama kak helmi yang mana kak helmi itu sahabatnya kak rendra tapi aku menolaknya dgn alasan blm berusia 17th tapi kenapa sih Rio malah bahas kaka kelas gak jelas bikin kesel aja.
" Kamu tau gak kalo kak Rendra dan kak Lia mereka pacaran, padahal mereka satu kelas menurut kamu gimana yah rasanya pacaran satu kelas?" Rio tak lepas sedikitpun memandangi gerak gerik Flora.
" Ya mana aku tau aku kan gak pernah pacaran satu kelas." Flora menjawab dengan ketus tanpa menatap Rio.
" Aku mau merasakan seperti mereka dengan mu Flora." Rio menarik tangan Flora dari meja, ia menggenggamnya.
Seketika itu Flora menoleh kearah Rio dan saling adu pandang, Flora menatap mata Rio dengan lekat untuk memastikan apa maksud dari ucapan Rio barusan.
" Maksud kamu apa Rio?" Flora semakin Tajam menatap mata Rio.
" Aku mau kamu jadi P A C A R aku Flora." Rio memberikan sedikit penekanan dikalimat PACAR, supaya Flora mendengar jelas.
__ADS_1
Tanpa disadari Flora menjatuhkan air mata haru, dia merasa sangat bahagia sampai tidak bisa diartikan dengan kata-kata, Rio yang memperhatikan adegan Flora menangis dibuat bingung olehnya.
" Heyyy Flora kenapa kamu menangis." Rio mengusap lembut tangan Flora untuk menenangkan kemudian tanganya mendarat kepipi Flora diusap lembut butiran air dari mata Flora.
" Ah enggak kok, aku cuma terharu aja." dengan spontan Flora melepaskan tanganya dari genggaman tangan Rio, dan dia mengusap pipinya yang basah sendiri." Tapi perlu kamu ketahui kalo aku sudah mempunyai COWO." Flora memperhatikan Rio, terlihat Rio jadi murung seperti gak percaya dengan penjelasan Flora.
" Tapi tenang aja, dalam waktu dekat aku bakalan putusin dia dan aku memilih kamu." Flora tersenyum bahagia di hadapan Rio.
Mendengar Flora mengatakan bahwa dia memilih Rio, hati Rio seketika langsung berbunga - bunga dia sangat senang sekali sampai kedua ujung bibirnya tertarik keatas sehingga menciptakan sebuah senyuman hangat. Huhhh semakin manis aja nih cowo.heee
" Jadi sekarang kita pacaran dong." Spontan Rio mengucapkan kalimat itu.
Flora hanya mengangguk pelan sambil memberikan senyuman manisnya, tak mau ambil pusing lagi Rio menyodorkan jari kelingkingnya ke arah Flora dan Flora menyambutnya dengan jari kelingkingnya mereka saling melingkarkan jarinya satu sama lain. Bukti mereka sah Jadi sepasang Kekasih, Haaaa begitulah proses menembak dua sejoli di jamanya.
Setelah selesai melewati proses saling adu jari kelingking , tanpa Ragu lagi Rio langsung loncat " Yessss." ( celebration ) Flora melihat tingkah Rio hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum malu.
Tanpa mereka sadari ternyata sedari tadi, mereka berdua jadi tontonan temen-temen yang ada di dalam kelas Flora yang menyadari terlebih dahulu langsung menundukan wajahnya karena merasa malu, beda halnya dengan Rio, cowo super cuek itu gak memperdulikan sekeliling dia malah berpamitan pergi bersama teman-temanya untuk ke kantin.
Dirasa Rio sudah tidak terlihat lagi di kelas, Flora beranjak dari duduk dan kembali ketempat teman-temanya berkumpul Baru saja Flora mendaratkan tubuhnya diatas kursi, sudah dibanjiri ledekan dari teman-temanya.
" Ciyeeee...yang baru jadian selamat ya Flora." Ane mengulurkan tanganya untuk mengucapkan selamat pada wanita yang sedang jatuh cinta.
" heeee..." Flora membalas uluran tangan Ane.
" Terus sekarang gimana Flora kamu punya dua pacar dong?" Fita menatap lekat mata Flora, sembari mencari apakah Flora merasa bingung.
" Tenang Fita dalam waktu dekat ini aku bakalan putusin Kak Putra, karena bagaimanapun juga aku menyukai Rio aku cuma iseng menerima kak Putra." Penjelasan Flora panjang lebar.
" Hati-hati Flora jangan mempermainkan hati seseorang." Fita menasehati Flora.
" Iya fit tapi sebenarnya kak Putra itu playboy, dia seneng banget gonta - ganti cewe, dan aku yakin kalo kak Putra nembak aku gak pakek hati, alias iseng doang."
" Yasudah aku cuma bisa doain semoga hubungan kamu sama Rio langgeng yah." Fita menepuk pundak Flora.
" Aminnnn." Flora mengusap wajahnya dengan kedua telapak tanganya.
" Ane aku mau nanya sama kamu, sebenarnya kamu tau kan kalo Rio mau nembak aku?" Flora menatap tajam kearah Ane.
" Heee iya, tadi kita ngobrol dibelakang dia nanya kenapa Flora kok kayak BT gitu, yasudah aku jawab apa adanya kalo kamu kesel sama Rio gegara gak jawab siapa cewe yang Rio maksud." Dengan senyum tanpa dosa Ane berikan ke Flora sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.
" Arghhhh yang bener saja Ane, kamu menceritakan semua pada Rio? arghhh Aku maluuu....." Flora menutupi mukanya dengan kedua telapak tanganya sembari bergeleng-geleng. Ane dan Fita sekuat tenaga menahan tawanya karena tingkah Flora yang begitu lucu dimata mereka.
" Maaf deh lagian aku gemes sama kalian, yang Rio malu nembak kamu, kamunya berharap terus tanpa mau mengutarakan isi hati kamu ke dia, yasudah aku ambil jalan ini aja biar kalian saling tau perasaan kalian, lagian mau sampe kapan kucing-kucingan terus, dan aku bilang ke Rio segera tembak Flora kalo kamu bener-bener suka, soalnya keburu diambil orang, yang suka sama Flora tuh banyak jangan sampe nyesel." Ane menjelaskan secara detail ke Flora, Flora yang mendengar penjelasan Ane malah senyum-senyum sendiri.
" Hahahaha bikin aku GR aja heeeee ." ucap Flora malu.
Saat mereka bertiga lagi asyik bersenda gurau, terdengarlah suara bel masuk, semua murid berbondong-bondong memasuki kelas begitu juga dengan Rio ketika Rio melewati tempat dimana Flora duduk, dia menyentuh lembut tangan Flora sambil tersenyum dan melanjutkan jalan menuju bangkunya dibelakang Flora, Flora yang menerima sentuhan Rio dia cuma bisa senyum-senyum sendiri tanpa arah. hahahahah...so sweet...
.
.
.
.
.
Terimakasih buat kalian yang masih setia membaca novel " kisah cinta SMA 2007" semoga kalian selalu terhibur dan jangan lupa Like dan Komenya yah karena dukungan kalian sangat berarti buat kemajuan novel kami... bantu Votenya juga yahππππ€π€π€
TERIMAKASIH,,,,,,,,,,,,SALAM SAYANG dari Author....
__ADS_1