
Terdengar begitu ramai perbincangan antara Flora dan Rena, ledakan tawa mereka tidak henti-hentinya terlontarkan, hingga suara adzan dari luar memberhentikan obrolan mereka. Flora menyadari bahwa dirinya sudah cukup lama meninggalkan rumah Nenek, dia memutuskan mengakhiri pertemuanya dengan Rena dan meminta izin untuk pulang, namun Rena bukanya mengizinkan malah mencegahnya untuk pulang.
" Lagi adzan kok pulang, solat di sini saja." Ajak Rena.
" Aku gak enak sama keluarga besarku, seharusnya aku kumpul-kumpul bersama mereka, ini malah keluyuran." jelas Flora.
" Ya sudah terserah kamu saja."
" Kamu di undang gak, ke pesta pernikahan Om Andik anak bungsunya Nenek?"
" Iya di undang, tapi kayaknya yang datang Bapak sama Ibu. Kalau aku kan gak begitu kenal."
" Ikut saja, biar besok aku ada teman mengobrol." pinta Flora.
" Gimana ya? aku gak nyaman berada di tempat rame."
" Yasudah deh kalau begitu." ucap Flora lemas sambil cemberut.
" Jangan cemberut gitu dong, mending minta Gading supaya nemenin kamu."
" Benar juga ya, memangnya keluarga dia di undang?" tanya Flora antusias.
" Iya, Nenek kamu hampir mengundang seluruh warga desa sini, kamu lupa ya kalau almarhum kakek kamu dulunya lurah?"
" Iya ya, pantes saja pernikahannya kelihatan mewah ternyata yang di undang hampir satu desa."
" Makanya kamu ajak saja Gading, dia gak bakalan nolak, percaya deh." ucap Rena tersenyum.
" Ya nanti aku coba." jawab Flora, terlihat senyuman terukir begitu saja di bibir Flora, Rena terkekeh saat melihat Flora senyum-senyum sendiri. Ketika Flora beranjak untuk pulang, tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar qomat di kumandangkan.
" Flora kita jamaahan di masjid dekat rumah Gading yuk." ajak Rena.
" yasudah ayo." jawab Flora, mereka mengambil air wudhu lalu berlari menuju masjid untuk menjalankan solat dzuhur berjamaah.
Setelah selesai menunaikan solat dzuhur, Flora menjabat tangan satu persatu jamaah perempuan. Dia terlihat salah tingkah, ketika menyalami Ibunya Gading.
" Ini siapa ya? kok rasanya pernah lihat?" tanya Ibunya Gading yang terus melihat wajah Flora.
" Saya Flora Bu, temannya Gading waktu SD." jawab Flora sopan sambil tersenyum malu.
" Oh iya, Ibu ingat sekarang. Flora sekarang tinggal di mana?" tanya Ibunya Gading.
" Saya tinggal di Pacitan sama Pakdhe dan Budhe." jawab Flora.
" Oh begitu, ya sudah Ibu mau pulang dulu, nak Flora mau mampir?"
" Tidak terima kasih, lain kali saja Bu." jawab Flora sambil mencium tangan Ibunya Gading.
" Ibu pamit ya." ujar Ibunya Gading mengelus kepala Flora. " Assalamualaikum." imbuhnya " Walaikumsallam." jawab Flora, Ibunya Gading beranjak meninggalkan Flora.
" Ciyee, ngobrol sama camer." ledek Rena seketika Flora langsung menutup mulut Rena menggunakan tangannya.
" Jangan kencang-kencang dong ngomongnya, bikin malu saja." ujar Flora, dia melepaskan tanganya dari mulut Rena.
" Iya-iya maaf." ucap Rena cengengesan.
__ADS_1
" Aku langsung pamit saja deh, gak enak sama Nenek." ucap Flora sambil membereskan mukenanya.
" Oke deh kalau begitu, oh ya sebelum pergi aku minta nomer hp kamu dong." pinta Rena.
" Boleh." jawab Flora, merekapun saling tuker nomer hp, sudah selesai dengan urusannya, Flora beranjak mengambil sepeda dan pergi meninggalkan sahabatnya untuk pulang.
Di kayuhnya sepeda itu sampai ke rumah Neneknya. Di depan rumah Nenek, wanita itu melihat banyak orang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, ada yang sibuk mendekorasi, menata pot bunga, ada juga yang sibuk menata meja dan kursi tamu. Tanpa pikir panjang, Flora masuk ke dalam rumah dan mencari Budhenya di dapur. Di dapatinya Budhe sedang memasak bersama Ibu-Ibu lainnya, Flora yang baru datang langsung menawarkan diri untuk membantu.
Sibuk membantu di dapur membuat Flora lupa akan janjinya bertemu Gading, hingga akhirnya ada seorang wanita menghampirinya.
" Mbak Flora, ada yang nyari tuh di luar." ujar wanita itu.
" Siapa?" Flora mengernyitkan dahinya merasa bingung.
" Kak Gading." jawabnya.
" Ya ampun," Flora menepuk jidatnya. " Lupa kalau sore ini aku ada janji sama dia." gumam Flora pelan. " Memangnya sekarang jam berapa?" tanyanya.
" Sekarang sudah jam setengah lima." jawab wanita itu santai.
" Apa?" Flora terbelalak karena terkejut. " Yasudah tolong kamu beri tahu Gading untuk menunggu sebentar aku mau siap-siap dulu." pinta Flora, wanita itu mengiyakan dan berlalu pergi.
Flora beranjak dari tempat duduknya menuju kamar tamu, di sana Flora langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, selang beberapa menit wanita itu sudah siap dengan penampilanya, namun sebelum menemui Gading, dia mengerjakan solat ashar terlebih dahulu.
Dari kejauhan terlihat Flora jalan menghampiri Gading, Gading yang masih berada di atas motornya, tersenyum saat menyadari orang yang sudah di nantinya keluar rumah untuk menemuinya.
" Sudah siap?" ujar Gading sembari memberikan helm pada Flora.
" Siap dong." jawab Flora sambil menaiki motor, Gading pun melajukan motornya.
" Kita makan soto, mau gak?" Tanya Gading, tetap fokus menyetir.
" Apa saja deh asal judulnya makan enak." jawab Flora cengengesan.
" Oke siap."
Dan akhirnya, Gading melajukan motornya menuju warung Soto, sesampainya di warung soto, Gading menurunkan Flora terlebih dahulu, kemudian memarkirkan motornya. Sedangkan Flora masuk untuk memilih tempat duduk, wanita itu memilih di pinggir dekat pintu masuk.
Gading masuk dan langsung memesan makanan, dia pesan soto daging dua dan es teh dua. Sembari menunggu pesanannya, pria itu menghampiri Flora dan duduk di sampingnya.
" Kamu gak takut, kalau pacar kamu tahu kita lagi makan berduaan seperti ini." tanya Flora.
" Santai saja, gak apa-apa kok." jawabnya santai seraya senyuman terlihat dari bibirnya. Flora sedikit merasa lega dengan jawaban Gading.
" Aku gak tanggung jawab ya, kalau sampai ada perang dunia tiga." jawab Flora sekenanya.
" Tenang saja." masih dengan jawaban santainya, terlihat ada seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka dan meletakkan di meja. Flora sungguh tidak sabar, dengan cepat wanita itu memakan soto yang baru saja di sajikan itu.
" Aduh panas banget sih?" ujar Flora sambil memegangi bibirnya. Spontan Gading terkekeh, tidak habis fikir Flora langsung memakanya, jelas-jelas masih sangat panas, sungguh ceroboh batin Gading. Pria itu langsung memberikan es teh pada Flora, dan wanita itu segera menerima dan meminumnya.
" Sabar dulu Flora, ini kan masih panas." tutur Gading masih terkekeh. " kalau kamu sudah gak sabar untuk memakannya, coba deh ikutin cara aku ini." imbuhnya, Gading mengambil bongkahan es batu yang ada di dalam minumannya, kemudian memasukkan ke dalam sotonya.
" Apa-apaan sih kamu Gading? aneh deh, masa es batu di campur ke dalam nasi soto?" ujar Flora merasa aneh, bahkan membayangkan rasanya saja jadi merasa mual.
" Enak kok coba saja." ujarnya santai, bahkan Gading memakan makanannya begitu lahap.
__ADS_1
" Gak ah, mending aku tunggu saja soto ini dingin sendiri." tutur Flora.
***
Di rumah Nenek, Budhe mondar mandir mencari Flora.
" Ini anak kemana sih? tadi bukannya masuk kamar tamu?" gumam Budhe. Tidak mau ambil pusing Budhe mengambil hp lalu menelepon Flora.
" Flora kamu di mana sekarang?" tanya Budhe tanpa basa-basi di seberang.
" Maaf Budhe, Flora gak pamitan, soalnya tadi buru-buru, ini Flora lagi makan soto sama teman." jawab Flora berusaha menjelaskan.
" Temannya laki-laki apa perempuan?"
" Laki-laki Budhe, tapi Budhe tenang saja Nenek kenal kok sama teman Flora." jawabnya memastikan.
" Ya sudah, nanti pulangnya jangan malam-malam ya, gak enak sama saudara yang lain."
" Baik Budhe." jawab Flora, Budhe memutus sambungan teleponnya, kemudian kembali lagi ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.
***
Kembali di warung soto
Flora dan Gading begitu menikmati makanannya, bahkan sampai habis tidak tersisa. Setelah selesai makan, Gading menuju kasir dan membayar makanan yang mereka makan, sedangkan Flora menunggu di parkiran motor.
" Udah adzan maghrib kita jamaahan yuk ke masjid." ujar Gading. " Boleh." jawab Flora sembari menganggukkan kepalanya sekali.
Mereka menaiki motor dan menuju masjid untuk menunaikan solat maghrib berjamaah.
Di dalam masjid sebelum solat di mulai, Flora melihat Gading di shof depan, dia merasa bangga dengan temannya itu.
Dia berpikir kalau Gading itu calon imam yang baik, bahkan menurut Flora selain tampan, Gading mempunyai jiwa humor yang tinggi dan juga religius. Wanita itu gak salah jika mengagumi sesosok Gading.
Suara qomat seketika membuyarkan lamunan Flora, wanita itu langsung berdiri untuk siap-siap melaksanakan solat.
Selesai solat Gading mengantarkan Flora kembali ke rumah Neneknya, sebelum mengakhiri dan kembali pulang, Gading mnyempatkan untuk meminta nomer hp Flora.
" Terima kasih ya sudah ngasih nomer hp, dan terima kasih sudah menemaniku makan." ucap Gading sambil tersenyum.
" Justru aku yang sangat berterima kasih, karena kamu sudah ngajakin aku makan soto yang luar biasa enaknya." ucap Flora antusias. Gading tersenyum mendengar jawaban Flora.
" Nanti malam aku boleh gak nelepon kamu?" tanya Gading ragu.
" Boleh." jawab Flora cepat.
" Tapi jam dua belas malam." ujar Gading serius.
" Kenapa harus malam banget sih?" tanya Flora bingung.
" Biar murah, kan gratis kalau pakek freetalk." jelas Gading, pria itu ketawa tidak jelas, Flora hanya menggelengkan kepalanya. " Sana masuk gih, aku mau langsung pulang" imbuhnya.
" Oke deh, bye." jawab Flora dan melambaikan tangan, sudah tidak terlihat punggung Gading, Flora langsung masuk rumah.
semoga terhibur, dan terima kasih atas dukunganya, jangan pernah bosan yah untuk meninggalkan Like,komen,vote dan jadikan favoriteπ€π€π€πππππ. Terima kasih.
__ADS_1