Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
Penyesalan


__ADS_3

Setelah seharian Flora menghabiskan waktu disekolah begitu banyak Drama dilaluinya sehingga wanita itu merasakan lelah, direbahkanya seluruh tubuh diatas kasur kemudian memejamkan mata namun Flora tidak tidur, dia teringat lagi kejadian bersama Rio beberapa jam lalu, seketika air mata mengalir begitu saja dipipi Flora.


Dilihat ke arah jam dinding ternyata waktu menunjukkan pukul 13.15 WIB Florapun segera turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, kemudian dia kembali ke kamar dan mengerjakan solat. Setelah solat hatinya merasa tenang Florapun menuju ruang makan untuk makan siang.


Selesainya makan siang Flora kembali lagi ke kamar, diraihnya benda pipih tergeletak di atas kasur, sedikit kecewa ketika dilihat tidak ada pesan atau telfon dari Rio.


Aku harus terima konsekuensinya. hiks hiks hiks. guman Flora dalam hati dengan air mata yang terus mengalir.


Sejauh ini hubungan mereka sangatlah harmonis belum pernah sedikitpun Rio membuat wanitanya meneteskan air mata, namun kali pertamanya Flora meneteskan air mata karena ulahnya sendiri.


Untuk menghibur dirinya yang sedang dilema Flora mendekati radio lalu di tekan tombol ON dan di carinya frekuensi 104.6FM, yaitu Grindulu FM yang mana Grindulu FM sudah mengudara di kota Pacitan dari tahun 2002. Nama Grindulu sendiri di ambil dari nama sungai yang berada di kota tersebut.


Tak selang waktu lama terdengarlah sebuah lagu dari band Samsons yang berjudul KENANGAN TERINDAH, lagu ini cukup membuat Flora hanyut di setiap liriknya, karena mewakili perasaannya saat ini


*Aku yang lemah tanpamu


Aku yang rentan karena


Cinta yang telah hilang darimu


Yang mampu menyanjungku


Selama mata terbuka


Sampai jantung tak berdetak


selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu


Darimu....ku temukan hidupku


Bagiku kaulah cinta sejati


Yeah ...hu ...hu ....


Bila yang tertulis untukku


Adalah yang terbaik untukmu


Kan ku jadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku


Namun tak kan mudah bagiku


Meninggalkan jejak hidupmu


Yang telah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah........


Air mata Flora kembali mendarat dipipi mulusnya, wanita itu mulai tersadar bahwa dirinya tidak sanggup jauh dari pria yang selama ini ada disampingnya yaitu Rio.


Aku merindukanmu Rio, maafkan aku hiks hiks hiks, aku tidak sanggup begini terus Rio.

__ADS_1


Flora terus menyalahkan dirinya sendiri, dia menyesal mengambil keputusan pada Rio untuk Break karena merasa bosan dengan hubunganya, Nangis, nangis , dan nangis yang bisa Flora lakukan saat ini hingga dirinya terlelap karena lelah.


...


Keesokan paginya seperti biasa sebelum berangkat kesekolah wanita itu sarapan terlebih dahulu kemudian berpamitan kepada Pakdhe dan Budhe. Didepan rumah, Flora sedang menunggu angkot untuk mengantarkan dirinya kesekolah, tiba-tiba terlihat Bayu sudah rapih dengan seragamnya dan menaiki motor menghampiri Flora.


" Flora, mau bareng gak?" Ajak Bayu.


" Boleh." Flora langsung menaiki motor Bayu.


Di sepanjang perjalanan tidak henti-hentinya mereka bersenda gurau hingga memasuki kawasan sekolah, Flora turun dari motor dan mengembalikan helm milik Bayu sembari mengucapkan terimakasih dia berlalu meninggalkan Bayu menuju ruang kelas.


Di kelas Flora tidak mendapati keberadaan Rio, entah kemana Pria yang dirindukanya itu, hingga suara bel masuk terdengar, namun Rio belum juga menunjukkan batang hidungnya. Guru mulai memasuki kelas dan mulai berbagi ilmu kepada murid-murid sampai suara bel istirahat bunyi.


kemana sih Rio?gumam Flora dalam hati.


Wanita itu dibuat cemas olehnya, sehingga dia memberanikan diri menanyakan pada teman sebangku Rio yaitu Yudi.


" Yudi, kamu tau gak Rio dimana? kok sampai sekarang dia belum masuk kelas."


" Loh, kamu gak tau yah kalo kemaren sore Rio masuk Rumah Sakit?" jawab Yudi


" Apa, memangnya dia sakit apa?" Flora mulai panik.


" Aku sih gak tau, belum dapat sms dari Rio." ujar Yudi.


Flora langsung lemas dan panik mendengar kabar Rio masuk Rumah Sakit, terlihat sekali dari raut wajah Flora, dia terus berpikir


" *Bayu, aku mau minta tolong nih."


" Minta tolong apa?"


" Anterin aku ke Rumah Sakit dekat sini."


" Mau ngapain?"


" Rio sedang dirawat, aku mau menjenguknya."


" Entar ajalah kalau sudah pulang sekolah."


" Aku maunya sekarang, kenapa kamu takut Bolos?"


" Bukan gitu, tapi kan*..." Bayu belum selesai bicara sudah dipotong Flora.


" *Yasudah kalo kamu gak mau nganter, biar aku sendiri naik angkot."


tut tut tut tut tut* , tanpa pamit Flora mematikan sambungan telephone dengan Bayu.


Fita sedari tadi memperhatikan sahabatnya seperti sedang panik kemudian ia menghampiri Flora.

__ADS_1


" Kamu kenapa Flora?" Fita menyentuh pundak Flora.


" Rio sakit dan sekarang dia dirawat di Rumah sakit." Flora menatap Fita sendu. " Aku mau menjenguknya sekarang. " imbuh Flora


" Tenang dulu Flora, nanti kita jenguk sama-sama sepulang sekolah yah." Fita berusaha membujuk Flora.


" Tapi aku khawatir Fita."


" Sekarang kamu duduk dulu." Fita memegang pundak Flora untuk mendudukkanya. " Aku yakin Rio baik-baik saja, kamu jangan terlalu berlebihan mengkhawatirkanya." Fita mengusap punggung Flora supaya sedikit reda dari rasa kekhawatiranya kepada Rio.


Flora mendengar nasehat dari sahabatnya merasa sedikit tenang dan pada akhirnya waktu yang di tunggu-tunggupun datang bel pulang mengeluarkan suaranya. Semua murid bergegas pulang kerumahnya masing-masing namun tidak dengan Flora, Fita , Ane , Wina dan Bayu mereka pergi menjenguk Rio terlebih dahulu di Rumah Sakit.


Rumah Sakit yang merawat Rio tidak jauh dari sekolah mereka, terlihat di depan pintu kamar rawat Rio ada dua orang perempuan, kemudian Flora dan teman-temanya berkenalan dengan dua perempuan itu tak lain adalah kaka dan ibu Rio.


" oh ini yang namanya Flora." sambut Eva kaka Rio pada Flora, Flora hanya mengangguk dan tersenyum.


" Iya kak saya Flora, bagaimana keadaan Rio kak? dia sakit apa?" pertanyaan Flora.


" Rio baik-baik saja, dia terkena typus mungkin karena dia jarang makan dan sering berkegiatan yang menguras tenaga seperti Voli, trus dia juga suka jajan diluar." penjelasan kak Eva panjang lebar, Flora menyimak setiap perkataan kak eva dan mengangguk mengerti.


" Yasudah sana kamu temuin Rio." perintah Eva.


Mereka berlimapun memasuki ruangan dimana Rio dirawat, Flora yang melihat Rio terkapar di ranjang Rumah Sakit langsung mendekatkan dirinya pada Rio.


" Rio, kamu gak apa-apa?" Flora menempelkan telapak tanganya di kening Rio untuk memastikan suhu tubuh pria itu.


" Katanya kita Break? kita gak boleh tegur sapa sampai seminggu loh." sindir Rio dibarengin senyum jahilnya, Flora mendengar ucapan Rio tersipu malu.


" Jangan ngomong gitu dong, kamu gak suka aku jengukin?" memasang muka cemberut.


" Ya gak gitu, kan kamu sendiri yang bilang kalo kita Break selama seminggu." Rio berusaha merubah posisi tidurnya untuk duduk, Bayu mengetahui hal itu langsung membantu Rio.


" Iya sih pengenya begitu, tapi ternyata aku gak bisa aku merasa kehilangan. hehehe" Bluss muka Flora semakin merah dengan ucapanya sendiri, Rio menyadari hal itu menahan senyumnya.


" Sudah-sudah kenapa jadi drama gini sih." Lerai Ane. " tujuan kita kemari kan jengukin Rio dan mendoakanya supaya cepat sembuh." imbuh Ane.


" Tau nih Flora." Ledek Bayu.


" Apaan sih Bayu, ikut-ikutan aja." ujar Flora kesal.


" Gimana Rio kabar kamu, sudah baikan." kini Fita mengajukan pertanyaan pada Rio.


" iya, mungkin besok boleh pulang." jawab Rio.


" Syukurlah kalau gitu, jangan lama-lama disini ada yang khawatir tuh." sindir Fita pada Flora sembari menyenggol gadis itu, Flora hanya menundukkan kepala malu.


Seketika semua orang yang ada diruangan itu ketawa termasuk Rio.


Terimakasih buat kalian semua yang masih setia menunggu kelanjutan novel ini, jngn lupa like komen dan jadikan favorite yah.

__ADS_1


semoga terhibur terimakasih.


__ADS_2