Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
Perang dingin


__ADS_3

Persiapan Rio yang sudah dia rancang sedemikian rupa untuk meminta maaf pada Flora, kini pupus lah sudah. Entah siapa laki-laki itu yang jelas hati Rio saat ini sungguh merasa hancur, bahkan Rio tidak habis fikir Flora mengkhianati cintanya. Dengan kecepatan penuh Rio melajukan motornya, terlihat gurat-gurat di wajahnya, rahangnya mengeras sungguh amarah merasuki pria itu.


Kini Rio hanya bisa memendam amarah, tanpa bisa melampiaskannya. Sesampainya di rumah, Rio segera masuk ke dalam kamar lalu membuang bunga dan coklat yang baru dia beli ke dalam tempat sampah. Di raihnya gitar, pria itu mulai memainkanya, mungkin dengan ini amarah Rio sedikit mereda.


*Lihat aku di sini


Kau lukai hati dan perasaan ini


Tapi entah mengapa


Aku bisa memberikan maaf padamu


Mungkin karena....cinta....


Kepadamu tulus dari dasar hatiku


Mungkin karena....aku.....


Berharap kau dapat mengerti cintaku


Lihat aku di sini


Bertahan walau kau selalu menyakiti


Hingga air mataku


Tak dapat menetes dan habis terurai


Mungkin karena....cinta....


Kepadamu tulus dari dasar hatiku


Mungkin karena.....aku....


Berharap kau dapat mengerti cintaku


Meski kau terus sakiti aku


Cinta ini akan selalu memaafkan


Dan aku percaya nanti engkau.....


Mengerti bila cintaku tak kan mati.

__ADS_1


Hooo..... *


Air mata Rio mulai menetes, pria itu benar-benar sedang patah hati hingga kepedihan di hatinya tidak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata.Tiba-tiba pandangan Rio tertuju pada sebuah cuter yang ada di meja belajar, kemudian dia meraih cuter tersebut dan mengarahkan ke lengannya.


Di sayatnya lengan kirinya dengan cuter tersebut, sayatan demi sayatan dia goreskan di atas lengannya seperti hal nya seorang pelukis yang melukis di atas kanvas. Rasa sakit karena sayatan tersebut tidak di hiraukan oleh Rio, bahkan banyak sekali darah bercucuran di lantai, setelah Rio puas dengan maha karyanya dia melempar cuter itu tepat masuk ke dalam tempat sampah, lalu dia mengambil handuk kecil dan mengelap semua darah yang berada di lengan dan lantainya.


Ketika dia melihat hasil karyanya dia tersenyum menyeringai, senyuman itu begitu getir penuh kepedihan.


***


Di tempat lain


Setelah Flora mengantar Lucas sampai di gerbang, Flora kembali masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamarnya. Terlihat handphone tergeletak di atas meja, di lihatnya siapa tau ada sms atau telepon dari Rio, namun ternyata NIHIL.


" Iiihhh kesel, kenapa sih Rio gak sms aku? dia kan yang salah kenapa gak mencoba minta maaf?" ujar Flora kesal.


Gadis itu langsung membuang handphonenya di kasur, dan mendudukkan dirinya di atas kursi belajar. Tidak mau ambil pusing, Flora mengambil beberapa buku pelajaran dan mulai belajar, sekitar satu jam Flora belajar, wanita itu sedikit terasa lelah, di baringkanya seluruh tubuh di atas kasur dan berharap jika besok pagi dia bisa baikan lagi dengan Rio.


Ke esokan paginya Flora memasuki halaman sekolah dengan perasaan yang penuh harap akan ada perdamaian di antara hubungannya dengan Rio. ketika sedang membayangkan kekasihnya, benar saja seketika pria itu ada di hadapan Flora. Flora mencoba tersenyum, dia berharap dengan tersenyum Rio mau menghampirinya dan minta maaf, tapi ternyata benar kata orang realita tak seindah ekspektasi. Rio bukannya menghampiri dirinya, justru Rio mengabaikannya.


" Dasar cowok belagu, maunya apa sih? dia yang salah dia yang marah." gerutu Flora.


" Memang iya, kamu ini aneh suka ngomong sendiri." sambung seorang pria.


" Dari kejauhan aku perhatiin kamu ngomong sendiri, lucu tahu." ledek Lucas di barengin tawa kecil.


" Habis aku tuh lagi sebel sama Rio, masak dia yang salah dia yang marah?" keluh Flora dengan nada emosi.


" Memangnya kalian kenapa sih? tumben marahan gini."


" Tau ah, oh ya menurut kamu kalau cewek minta maaf duluan gimana?"


" Gak perlu, lagian kamu bilang Rio yang salah kan? jadi kamu gak perlu minta maaf duluan, jaga harga dirimu!" jelas Lucas. Ucapan Lucas benar juga fikir Flora, hati Flora semakin kesal di buatnya bahkan menjadi benci sama Rio.


" Benar juga perkataanmu, aku kan gak salah jadi gak perlu untuk minta maaf, kalau dia ngajak perang dingin oke aku layani." ucap Flora penuh amarah.


" Bagus Flora, aku dukung kamu." seringai Lucas.


" Makasih ya, sekarang aku duluan masuk kelas,byee.." ucap Flora berlalu meninggalkan Lucas, dan Lucas hanya tersenyum pada gadis itu.


" Memang bagus Flora, jika kamu dan Rio perang dingin, lambat laun aku yakin kalian akan segera putus." gumam Lucas kemudian tersenyum menyeringai.


Hari ini pelajaran Biologi semua siswa di suruh masuk ke ruang laboratorium untuk melakukan pengamatan jaringan epidermis yang terdapat pada bawang merah.

__ADS_1


Mereka di bagi menjadi 7 kelompok, dan setiap kelompok terdiri dari 5 orang.


Kelompok Flora terdiri dari dirinya, Fita, Tama, Miko, dan Rio. Setelah di bagi kelompok semua memulai aktifitasnya, begitu canggung ketika Flora berada dekat dengan Rio, mereka masih melakukan perang dingin.


" Flora kamu kenapa sih kelihatannya cuek gitu sama Rio?" tanya Tama.


" Gak ada apa-apa, udah gak usah bahas yang seharusnya tidak perlu di bahas, ini kamu kupas dong kulit bawang merahnya yang tipis biar aku nanti yang mengamati di mikroskop." tutur Flora dengan memberi bawang merah ke Tama.


" Aku kebagian yang menggambar aja deh, kalau sudah ketemu jaringan epidermisnya." sambung Miko.


" Iya boleh, entar Fita yang kebagian membuat laporannya." perintah Flora.


" Oke siap." ucap Fita.


Rio berasa di cuekin Flora hanya terdiam, sesekali dia mengajak bicara Miko.


" Kamu kenapa sih sama Flora?" bisik Miko.


" Gak ada apa-apa, kita cuma lagi puasa ngomong saja." jawab Rio santai.


" Hah yang benar saja, kamu masih pacaran gak sih sama dia?" tanya Miko.


" Masih lah, udah gak usah bahas dia entar dia denger lagi." ucap Rio pelan.


Beberapa saat kemudian semua siswa sudah selesai melakukan pengamatan, dan laporan hasil pengamatan telah mereka serahkan ke guru. Sebagian siswa ada yang langsung meninggalkan laboratorium, tapi ada juga yang masih berada di sana seperti hal nya FLora dan sahabatnya.


" Fita, kita cuci tangan dulu yuk sebelum ke kelas." ajak Flora.


" Oke."


Mereka berdua mencuci tanganya, setelah di rasa sudah bersih mereka kembali lagi menuju kelas. Di lorong sekolah tiba-tiba Flora teringat akan sesuatu.


" Oh ya Fita, antar aku ke guru piket dong." ujar Flora.


" Mau ngapain?" tanya Fita.


" Aku mau izin selama tiga hari, karena aku mau ke kediri bersama Pakdhe dan Budhe ada saudara yang mau nikah." jelas Flora.


" Oh gitu, yasudah ayo aku temenin."


Merekapun menuju ruang guru piket, sesampainya di sana Flora menjelaskan maksud kedatangannya kepada guru piket tersebut, setelah urusannya selesai mereka melanjutkan berjalan menuju kelas.


terima kasih buat readers yang masih setia, jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan jadikan Favorite yah.

__ADS_1


__ADS_2