Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
Fita tidak ada


__ADS_3

Di dalam mobil mata Flora memandang jauh ke jalan, dia terus bergelut dengan pikirannya sendiri, mukanya kini nampak kusut di barengi bibir yang sedari tadi komat kamit tanpa berhenti.


Bagaimana ini, aku harus berbuat apa?, Kenapa harus sekarang di saat Budhe juga sedang berbaring di rumah sakit." Aaaaaaarrrrrgggghhhh, aku hampir gila memikirkannya." teriak Flora yang membuat Ibra yang sedang menyetir kaget di buatnya.


" Kamu kenapa sih?, Ada apa memangnya, ayo dong cerita biar beban di pundakmu sedikit berkurang " bujuk Ibra.


" Justru itu aku bingung mau memulai cerita dari mana, ntar kak Ibra juga tahu, mending kita segera ke rumah Fita sebelum dia pergi ke jogja "


Ibra sesekali melirik wanita yang berada di sampingnya itu, nampak jelas wajahnya penuh kecemasan akan sesuatu. "Biar tenang bu, aku nyalain radio ya."sambil tangan kirinya menekan tape yang berada tidak jauh dari kemudinya.


Alunan musik yang keluar dari tape itu bisa menjadi obat bagi Flora yang di rundung kegelisahan.


Membutuhkan waktu dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di kediamannya Fita.


Tok...tok..tok..


Flora mengetuk pintu agak berjeda dengan tujuan agar sang penghuni di dalam tidak menjadi kalang kabut, mengingat keluarga ini pernah mengalami kejadian yang membuat seisi rumah kalang kabut karena gedoran pintu yang cukup keras oleh seorang preman.


Tak selang waktu lama pintu terbuka keluarlah anak laki-laki menatap Flora penuh tanda tanya.


" Kakak cari siapa?" Tanya anak laki-laki itu


" Aku cari kak Fita, ada?" Dengan tatapan tajam


" Ada di kamarnya, sebentar aku panggilkan."


Lalu anak laki-laki itu masuk ke dalam untuk mencari kakaknya alangkah kagetnya dia ketika membuka kamar, Fita sudah tidak ada di tempatnya. Anak laki-laki itu langsung berteriak yang membuat penghuni rumah dan tentunya Flora dan Ibra menjadi panik, mendengar teriakan, Flora yang sedang menunggu di teras rumah berlari masuk menemui anak itu.


" Ada apa dek? " Sambil memegangi pundak anak itu

__ADS_1


" Kak Fita ga ada di kamarnya, dan jendelanya terbuka lebar " jawab anak itu dengan suara yang gemetar.


" Loh memangnya Fita kemana?" Tanya ibunya Fita


" Maaf bu, sebaiknya jangan panik dulu, biar saya yang mencarinya, Insya Allah saya akan membawa Fita pulang dengan kondisi yang baik-baik saja." Mengusap pundak ib unya Fita.


Setelah menenangkan ibunya Fita, Flora segera pamit dan lari keluar di ikuti oleh Ibra. Mereka menuju mobil, tanpa di beri aba-aba, Ibra segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya.


" Kita mau cari Fita kemana nih?" Tanya Ibra


" Ke Jogja kak " jawab singkat


Tiba-tiba Ibra memberhentikan mobilnya, " Kamu ga main-main kan? Kita ke Jogja mau ngapain?" Tanya Ibra penuh dengan rasa penasaran.


" Fita akan melakukan operasi donor ginjal, jadi kita harus menemuinya sebelum operasi itu di laksanakan karena aku sudah berjanji akan menemaninya saat akan melakukan operasi."


" Donor ginjal? Kok bisa, dia kan masih terlalu dini untuk melakukannya, lagian bagaimana dengan budhe kamu, apa kamu tidak menemuinya terlebih dahulu?"


Melihat gadis di depannya nampak frustasi tiba-tiba Ibra memeluk Flora untuk menenangkannya. Flora hanya bisa mematung dengan mata yang terbelalak seperti mau keluar.


Apa yang kak Ibra lakuin sih? Kenapa dia memelukku, tapi pelukannya membuat aku nampak tenang. Batin Flora


Tapi tiba-tiba dia teringat akan sosok kekasihnya, dengan refleks dia mendorong tubuh Ibra agar menjauh dari dirinya.


" Maafin aku, aku hanya mau menenangkan kamu aja tanpa ada maksud kurang ajar." Seraya menundukkan kepalanya agar Flora tidak tahu pipi merahnya Ibra akibat malu.


" Iya aku tahu kok, ya sudah sekarang terserah kakak mau bawa aku ke Jogja atau kembali ke Rumah sakit."


" Aku putuskan untuk mengantar kamu ke Jogja "

__ADS_1


" Yaudah tunggu apa lagi cepat tancap gas nya " perintah Flora dengan semangat.


Mobil Ibra melaju memecah keheningan malam, jalan nampak sepi hanya beberapa kendaraan yang masih lalu lalang, malam semakin larut dan itu membuat mata Flora tidak bisa lagi di ajak kompromi, tidak membutuhkan waktu lama mata gadis itu akhirnya merapat.


Ibra tidak menyadari jika seseorang di sampingnya telah tertidur pulas, dia tetap berbicara seakan-akan penghuni kursi di samping sedang mendengarkannya. " Flora seharusnya tadi sebelum kita memutuskan untuk pergi ke Jogja pamit dulu dengan Budhe kamu, kalo begini aku takut budhe kamu akan khawatir, atau coba deh kamu telepon aja." tidak mendapat respon, akhirnya Ibra menengok Ke samping alangkah kagetnya dia mendapati Flora yang tertidur pulas. Busyet dah nih bocah maen tidur-tidur aja, udah terlanjur ini mulut berbusa lagi. Ibra hanya bisa menggelengkan kepalanya.


***


Di rumah sakit, Budhe terbangun dari tidurnya lalu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan untuk mencari seseorang yaitu keponakannya tapi tidak dia temukan, hanya lelaki paruh baya yang sedang tertidur di samping ranjangnya.


Apa Flora tidak datang kemari ya? Gumam Budhe


Wanita paruh baya itu mengusap lembut rambut suaminya yang sedang tertidur pulas di samping ranjang, merasa ada yang mengusap rambutnya laki-laki itu membuka matanya dan menegakkan tubuhnya.


" Loh bu udah bangun? Ibu mau apa biar bapak ambilkan. "


" Ga perlu, aku cuma mau nanya apa Flora ga datang kesini?"


" Iya tadi Flora kemari tapi bapak suruh pulang lagi, soalnya kasihan kalo harus tidur di rumah sakit apalagi dia harus sekolah."


" Bapak tidak bohong kan?", Memandang lekat wajah suaminya untuk memastikan jika dirinya tidak sedang berusaha menutupi sesuatu.


" Enggak bu, Bapak ga bohong, sudah-sudah ga usah memikirkan Flora, dia sudah cukup besar untuk tinggal di rumah sendiri." Sambil beranjak dari tempat duduknya


" Sekarang Bapak mau kemana?" Merasa heran melihat suaminya berdiri berjalan menuju pintu.


" Bapak mau keluar sebentar cari angin, sambil mau merokok " terang Pakdhe


" Sudahlah Pak, jangan terlalu banyak merokok ga bagus buat kesehatan bapak."

__ADS_1


" Iya, nanti bapak berhenti tapi ga sekarang lo ya " tersenyum sambil berjalan keluar.


Aku kok merasa kalau Flora sedang mendapatkan masalah, apa dia baik-baik saja ya? Semoga firasat ku salah. Batin Budhe.


__ADS_2