Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
sampai adzan subuh


__ADS_3

Jika di gambarkan seperti anime, mungkin terlihat bunga-bunga bertebaran di wajah Flora, di tambah senyuman manis terukir di bibir mungilnya, orang yang memperhatikan pasti tahu, kalau suasana hati wanita itu sangat teramat bahagia. Sepasang mata tidak lepas memandangi tingkah gadis itu, bahkan terlihat jelas rona muka yang berseri-seri, Budhe menautkan alisnya, ada apa dengan keponakannya mungkin itu yang di fikirkan Budhe.


" Flora kelihatan bahagia sekali?" tanya Budhe bingung dan menghampiri Flora.


Flora terkesiap, seketika senyuman bahagia itu, berubah menjadi senyuman malu. " Ah, biasa saja kok Budhe." bantah Flora.


"Jangan bohong sama Budhe, muka Flora kelihatan sekali kalau lagi bahagia." Katanya sembari tersenyum


" Ah masa sih?" Jawab Flora spontan sambil memegang kedua pipinya.


" Sini duduk, Budhe mau nanya sama Flora." perintah Budhe yang sudah duduk di kursi tamu, dan di ikutin Flora di sampingnya.


" Mau nanya apa Budhe?" jawab Flora penasaran.


" Kamu punya hubungan apa dengan pria itu? kelihatannya, Flora suka?"


" Dia cuma teman kok Budhe, kita gak ada hubungan spesial, lagipula dia juga sudah punya pacar."jelas Flora.


" Budhe percaya, tapi perlu diingat, kalau Rio masih menjadi pacar Flora, jadi jangan mempermainkan hatinya." tutur Budhe lembut, seraya mengelus kepala Flora.


" Iya Budhe." jawab Flora pelan.


Setelah sedikit obrolan antara mereka, Budhe mengajak Flora bantu-bantu di dapur membungkus snack, untuk acara pernikahan yang akan di adakan besok pagi.


Lama-kelamaan Flora merasa jenuh berada di dapur, karena kebanyakan ibu-ibu yang berada di sana. Akhirnya wanita itu mendekati Budhe dan minta izin untuk istirahat di dalam kamar tamu.


Baru saja Flora merebahkan tubuhnya di atas kasur, hpnya berdering. Di lihatnya layar hp, tertera tulisan my soulmate memanggil. Flora langsung memencet tombol terima.


" Hai sayang lagi ngapain?" ucap seseorang di seberang.


" Aku baru saja mau istirahat, tapi gak apa-apa kok." jawab Flora datar.


" Kenapa sih aku sms gak di balez?" tanya Rio


" Maaf pulsa ku habis belum di isi lagi."


" Kirain kamu sudah melupakan aku." ujar Rio.


" Mana mungkin aku melupakan kamu, kamu kan pacar aku." jelas Flora meyakinkan.


" Entahlah, aku merasa kalau kamu seperti melupakan aku." ucap Rio lemas. Deg seketika Flora merasa bersalah, dia baru sadar semenjak pertemuannya dengan Gading membuat dirinya melupakan Rio.


" Maaf kan aku ya, aku gak bermaksud melupakan mu."


" Sudah gak apa-apa, kamu cepat pulang ya!aku benar-benar sudah merindukanmu."


" Iya Rio, udah dulu ya aku mau istirahat."


" Oke, good night." tutup Rio.

__ADS_1


Flora menghela nafas dan meletakkan ponselnya di meja rias, langkah kakinya kini menuju tempat tidur, di rebahkanya tubuh yang di rasa sangat lelah, seketika wanita itu teringat ucapan Rio, mana mungkin aku melupakan mu Rio batin Flora.Tidak butuh waktu lama Flora pun tertidur.


***


Gading main ke rumah Rena, kebetulan rumah mereka berhadapan sehingga mudah bagi mereka untuk bertemu.


Sudah kebiasaan Gading, ketika masuk rumah Rena, asal pintu tidak di kunci pria itu langsung nyelonong masuk, terlihat sepi di dalam rumahnya, bahkan Gading tidak mendapati sepupunya, berulang kali pria itu memanggil Rena, seketika panggilan Gading terbalas dan dia segera berlari menuju sumber suara.


tok tok tok


" Rena aku masuk ya?" izin Gading. " Iya masuk saja." jawab Rena di dalam kamar.


Ceklek, suara pintu di buka, terlihat Rena sedang belajar dan pria itu langsung masuk kemudian duduk di pinggir ranjang Rena.


" Ren, Bulek sama Paklek kemana kok sepi banget rumah kamu?" tanya Gading.


" Mereka lagi keluar nyari makanan" jawab Rena tanpa menoleh pada Gading.


" Eh, tadi Flora kesini ya? dia ngomong apa saja sama kamu?" tanya Gading penasaran.


" Iya tadi dia kesini, pengen tahu aja." jawab Rena sekenanya dan masih fokus belajar.


" Dia gak nanya-nanya tentang aku gitu?" tanyanya lagi semakin penasaran.


Rena langsung menoleh pada Gading dengan senyuman jahil. " Widiiihh, emang siapa kamu, GE..ER." ucap Rena sambil menjulurkan lidah.


" Terus kamu maunya Flora ngomongin apa tentang kamu?" tanya Rena balik.


" Ya apa gitu." jawabnya bingung.


" Udah deh kamu semakin gak jelas saja di sini, mending kamu keluar, aku masih banyak PR yang harus aku kerjain." ujar Rena dan membalikkan badan lagi fokus mengerjakan tugas sekolahnya.


" Ya sudah deh, aku keluar." Gading keluar dengan perasaan yang kecewa. Sementara itu Rena nampak tersenyum geli melihat wajah saudara sepupunya penuh dengan kekecewaan.


" Maafkan aku Gading, aku sudah janji sama Flora gak akan cerita apa-apa sebelum dia pulang ke pacitan." gumam Rena.


Malam semakin larut, Gading belum juga tertidur, laki-laki itu nampak gelisah menunggu jam dua belas malam, dia ingin segera mendengar suara teman lamanya.


Entah apa yang ada di dalam hati laki-laki itu, setiap dia memikirkan Flora ekspresi, mukanya nampak berseri-seri dan detak jantungnya berdegup kencang.


" Sebenarnya ada apa denganku? kenapa setiap aku ingat Flora, jantungku berdetak cepat, apa aku mulai mencintai dia? tapi mana mungkin, aku dan dia sama-sama punya pacar. Aaaarrgghhhh….kenapa seperti ini sih."


Drrrttt Drrrttt Drrrttt


Alarm ponsel Gading berbunyi, Gading sengaja menyeting alarm pukul dua belas malam. Dengan cepat pria itu mencari nomer Flora dan meneleponnya, terdengar suara sambungan, dia terus menunggu namun belum juga ada jawaban, pria itu mencobanya kembali dan beberapa saat kemudian terdengar suara serak wanita khas orang bangun tidur.


" Halo, Gading ya? maaf baru di angkat, soalnya tadi aku ketiduran." jawab Flora di seberang, wanita itu terlihat sangat ngantuk sekali.


" Iya gak apa-apa kok, maaf aku mengganggu malam-malam gini." ucap Gading sungkan.

__ADS_1


" It's ok, Kamu sudah tidur belum?" tanya Flora berusaha bangun dan duduk bersandar.


" Belum, aku gak bisa tudur."


" Memangnya setiap hari kamu suka begadang?"


" Gak juga sih, kalau lagi capek, biasanya sehabis solat isya aku sudah tidur." jelas Gading.


" Oohh gitu, kirain setiap hari kamu begadang."


Mereka saling melontarkan pertanyaan-pertanyaan antara satu dengan yang lain terkadang terdengar gelak tawa di sela-sela obrolan mereka.


Entah apa saja yang mereka bahas sehingga mereka lupa kalau malam hampir bertemu pagi. Flora melirik jam di dinding, betapa terkejutnya dia waktu sudah menunjukkan jam tiga dini hari.


" Ya ampun, sekarang sudah jam tiga tahu, kita tidur yuk." pinta Flora.


" Yasudah kamu matiin aja teleponnya." jawab Gading, padahal dia belum mau menyudahi panggilanya dengan Flora.


" Kamu yang nelepon, kamu juga dong yang matiin."


" Kalau aku gak mau gimana?" tanya Gading.


" La terus mau sampai kapan ini berakhir?" tanya Flora balik.


" Yasudah gini aja, aku hitung sampai tiga terus kita matiin bareng-bareng, gimana?" ujar Gading.


" Oke siap." jawab Flora


" Satu..dua..tiga."


" Halo?" ucap Flora.


" Ya halo." jawab Gading.


" Tuh kan belum di matiin, nyebelin deh." ujar Flora sambil menahan ketawanya.


" Hahaha, ya oke aku matiin."


" Eh tunggu sebentar, aku mau nanya besok kamu ikut kondangan kan?" tanya Flora.


" Gak tahu deh, soalnya Bapak sama Ibu sudah datang masa aku juga ikut datang?" jawab Gading santai.


" Gak apa-apa dong, biar aku ada teman ngobrol di sini."


" Kalau kamu yang minta, oke deh aku datang." jawab Gading senang. Mereka akhirnya tidak jadi mengakhiri panggilannya, hingga adzan subuh di kumandangkan.


🤗🤗🤗


jangan lupa like komen dan vote yah 😍😍😍 terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2