Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
rencana putus


__ADS_3

Terkadang bersabar untuk mendapatkan orang yang kita sayangi sangatlah tidak mudah, sama halnya dengan Rio saat ini sudah berstatus menjadi kekasih Flora, wanita yang selama ini dia incar dan sampai pada waktunya Rio memberanikan diri menyatakan perasaanya.


Akan tetapi perjuangan Rio untuk mendapatkan Flora seutuhnya belumlah 100%, karena sebelum Rio menyatakan perasaanya kepada Flora, wanita itu sudah memiliki seorang kekasih yang mana kekasih Flora itu tetangganya sendiri dan usianya sedikit lebih tua dari Rio.


Tidak terasa hubungan Rio dan Flora sudah menginjak hari ke tiga, setiap harinya mereka lalui penuh dengan keharmonisan layaknya pasangan kekasih sedang dimabuk cinta, hingga sampailah malam minggu, dimana biasanya para pasangan kekasih menganggap malam minggu itu malam untuk berkencan, entah pergi jalan-jalan atau sekedar ngobrol dirumah, pokoknya menghabiskan waktu berdua.Itulah yang diharapkan Rio saat ini, Rio memutuskan untuk menghubungi Flora melalui SMS.


“ **sayang aku maen kerumah yah?” Rio


“ Maaf Rio, jangan sekarang yah, kak Putra mau kerumah.” Flora


“ Beginilah nasib selingkuhan, selalu jadi nomer dua.” Rio


“ Walaupun status kamu selingkuhan, tapi kamu Raja di hati aku, bersabarlah aku janji dalam waktu dekat akan aku putusin kak Putra.” Flora


“ Baiklah aku akan bersabar demi kamu, aku percaya sama kamu , LOVE YOU” Rio**


Ketika Flora membaca SMS terakhir dari Rio, Flora senyum-senyum sembari menjatuhkan tubuhnya diatas kasur dia berguling-guling karena merasa bahagia. “Arghhhh...sweet banget kamu Rio.” Merasa ada yang mengganjal pikiranya, Flora beranjak dari tidurnya dan duduk. “ Kapan yah aku mutusin kak Putra, uhhh Rio kamu bener-bener bikin aku tambah cinta aja, pengen rasanya segera hari senin dan bertemu denganmu.”


Tok... Tok... Tok


Seketika itu Flora dikagetkan oleh suara ketokan di balik pintu, dengan cepat Flora merapikan rambut dan pakaianya yang sedikit berantakan , kemudian dia membuka pintu terlihatlah budhe di balik pintu.


“ Iya budhe ada apa.” Flora membuka pintu kamarnya lebar-lebar.


“ Itu diruang tamu ada nak Putra, temui sana gih.” Budhepun beranjak pergi dari hadapan Flora.


Flora menutup pintu kamar dan berlalu menuju ruang tamu, yah benar saja diruang tamu sudah ada Putra sedang sibuk dengan ponselnya.


“ Hay Flora.” Putra tersenyum saat Flora datang menghampirinya dan duduk di kursi kosong depan Putra.


“ Hay kak."


“ Bagaimana kabar kamu Flora.”


“ Baik kak.” Flora tersenyum.


“ Oh yah denger-denger dari Budhe kamu bisa main voli yah?” tanya Putra menatap Flora.


“ Sedikit sih memangnya kenapa?”


“Kenapa kamu gak coba ikut latihan voli tiap sore dilapangan sana, bukanya Budhe kamu sering ikut latihan sama ibu-ibu desa sini yah, bahkan ibuku saja ikutan.”


“ Sering sih Budhe ngajakin aku latihan Voli, tapi aku merasa minder gitu soalnya aku kan pemula.”


“ semua orang juga berawal dari gak bisa, karena mereka rajin latihan, jadinya bisa Profesional, begitu juga dengan kamu walaupun kamu pemula tapi kalo kamu rajin latihan lambat laun kamu bakalan bisa seperti mereka dan aku yakin kamu bisa jadi atlet yang hebat.” Tutur Putra


“ Iya juga sih yasudah besok aku coba ikut latihan voli, siapa tau bisa jadi atlet beneran heeeee.”


Krik...krik...krik


Suara jangkrik lewat, haaaaa setelah selesai membahas masalah voli suasana jadi sepi tak ada percakapan lagi diantara mereka, Flora sendiri malah sibuk nonton sinetron kesayanganya yang berjudul PREMAN KAMPUS, sinetron ngehits di tahun 2006 diperankan oleh Roger Danuarta sebagai pemeran utamanya, Flora bisa melihat Tv karena ruang tamu dan ruang Tv menjadi satu dan tidak ada pembatas jadi sangat mudah untuk menontonya. Putra melihat Flora asyik nonton dia mulai membuka percakapan kembali.


“ Flora Kamu suka sinetron PREMAN KAMPUS ?” tanya Putra.


“ Iya kak, malah suka banget heeee.” Flora mengubah posisinya menghadap Putra. “kenapa kaka suka juga yah?” tanyanya balik.


“ Aku sukanya sama Trio 3G, si Galang, Gio, dan Guntur seru kalo mereka berantem.”


“ Iya bener, Apalagi waktu Galang nembak pacarnya unik banget.heeee” tutur Flora.


Merekapun saling berbincang dengan asyik sampe tak terasa waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam, yang tadinya rencana Flora minta putus dari Putra jadi sedikit enggan.


Gimana nih, aku harus ngomong apa sama kak putra, arghhhh sungguh bingung, kak putra enak di ajak ngobrol sih tapi kasihan Rio ...aduhhh aku harus gimana sih. Gumam Flora dalam hati.


“ Emsss kak Putra aku mau ngomong sesuatu." ucap Flora kebingungan.


“ Mau ngomong apa? ngomong aja.” ujar Putra santai.


Mendadak jantung Flora berdetak lebih cepat, sekujur tubuh terasa lemas bahkan mulut ini rasanya susah digerakkan.


Arghhhh kenapa tiba-tiba aku susah sekali menggerakkan mulutku bahkan lidahpun terasa kelu, tenang Flora tenang. batin Flora


"Aku pengen kita putus.” ucap Flora ragu.


“ Apa, putus Kenapa?” tanya Putra.


“ Emsss... aku merasa kita tidak cocok.” Flora sedikit takut mengutarakan ucapanya.


“ Tidak cocok gimana, kita cocok-cocok saja .” Dengan nada emosi Putra. “ sudahlah kayaknya kamu lelah, lebih baik aku pulang dulu, tolong panggilkan Budhemu.” Imbuh Putra dengan beranjak dari duduknya.


Dengan cepat Flora beranjak dari duduknya dan memanggil Budhe, tak lama kemudian Budhe dan Flora menghampiri Putra.


“ Bu saya pamit pulang dulu .” Putra meraih tangan Budhe dan mencium punggung telapak tanganya.


“ kok buru-buru sekali nak?” ujar Budhe heran.


“ Lain kali saya main lagi kesini budhe.” Tanpa basa-basi lagi Putra langsung melangkahkan kaki keluar, sesampainya diluar putra berbalik badan . “ Assalamualaikum.”


" Waalaikumsalam.” Dengan serentak Budhe dan Flora menjawab salam Putra.

__ADS_1


Kemudian Budhe menutup pintu, sedangkan Flora kembali ke kamarnya, ketika Flora hendak menutup pintu Budhe datang.


“ Flora, Budhe mau bicara sebentar boleh?”


“ Boleh dong Budhe, masuk Budhe.” Flora mempersilahkan Budhe masuk kedalam kamar Flora.


“ Apa hubungan kamu dengan nak Putra? apa kalian pacaran? Karena hampir setiap malam minggu dia selalu kemari, kalo memang kamu pacaran sama dia berhati-hatilah, karena Budhe denger-denger dia itu suka sekali gonta-ganti wanita, Budhe gak mau kamu sakit hati Flora.” Budhe mengelus lembut kepala Flora.


“ Iya Budhe, Flora dan kak Putra memang Pacaran, tapi Flora hanya iseng menerimanya, lagian Flora mau minta putus kok.” Flora berusaha meyakinkan Budhe, supaya tidak khawatir.


“ Beneran Flora mau minta putus?” Budhe berusaha menatap Flora untuk memastikan kalo wanita itu tidak apa-apa.”


“ Iya Budhe.” Flora menganggukkan kepalanya pelan.


“ Syukurlah nak, Budhe seneng dengernya, kalo kamu mempunyai Pacar baru jangan lupa kenalin ke Budhe.” Budhe menyentuh lembut pipi Flora.


“ Baiklah Budhe.” Flora tersenyum dan meraih tangan Budhe yang menyentuh pipinya kemudian menciumnya.


“ Yasudah kamu tidur geh, Budhe juga mau tidur.”


Flora tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan, kemudian Budhe meninggalkan Flora Dan Flora merebahkan dirinya diatas ranjang menarik selimut hingga kedada kemudian terlelap.


...


Terlihat cahaya masuk di balik jendela kamar Flora dan terdengar suara kicauan burung yang sangat merdu pertanda hari sudah pagi, sedangkan pemilik kamar sudah tidak ada ditempat, yah seperti itulah Flora dihari minggu dia mengisi waktunya membantu Budhe mengerjakan pekerjaan rumah, menyapu, ngepel bahkan mencuci baju.


Setelah pekerjaan rumah selesai Flora hendak membersihkan dirinya dari keringat, namun tiba-tiba Flora dikejutkan dengan suara handphone tanpa berfikir panjang Flora meraih handphone dan dibukanya ada telfon dari Bayu.


“ Halo...ada apa Bayu? pagi-pagi udah nelphon.”


“ Jalan yuk. ”


“ Jalan kemana?”


“ Terserah kamu, yang penting kita jalan, emang kamu gak bosen apa didalam rumah terus.”


“ Ok deh, kamu jemput setengah jam lagi yah.”


“ Aku jemput kamu satu jam lagi deh, aku tau kamu kalo mandi lama banget, bisa-bisa mati kering aku nungguin kamu.”


“ Haaaaaa, ok deh jam sepuluh kamu jemput aku yah.”


“ ok.”


Mereka mengakhiri telfonya dan Flora kembali untuk melanjutkan aktifitas yang sempat tertunda, Flora masuk kedalam kamar mandi dan mulai ritualnya. Setengah jam kemudian Flora keluar dari kamar mandi, Itu mandi apa ngapain sih lama banget, ya seperti itulah wanita serba lama.kemudian Flora melangkah menuju lemari pakaian, dia memilah pakaian yang akan dikenakan dan tertuju pada kaos berwarna kuning bergambarkan Tazmania dipadukan dengan celana levis pendek, tak lupa Flora mengikat rambut dan mengoleskan lipsbalm dibibir. Dirasa sudah siap Flora memutuskan untuk keluar kamar, tiba-tiba suara ketokan pintu rumah terdengar begitu nyaring, Flora berlari membuka pintu dan benar saja itu adalah Bayu, Bayu pun tersenyum.


“ Bentar, aku pamitan dulu sama Budhe.” Flora membalikkan badan berlari masuk kedalam rumah mencari Budhe, Florapun menemukan Budhe di dapur sedang sibuk memasak.


“ Budhe, Flora keluar dulu sama Bayu yah.”


“ Mau kemana, kenapa gak sarapan dulu aja?” Tangan Budhe sibuk membolak balikkan masakanya.


“ Gak tau nih Budhe kita mau jalan kemana, Flora sih pengenya ke Mall tapi di Pacitan kan belum ada Mall yang ada Cuma Pantai dan Gua, mungkin nongkrong dialun-alun heeee, oh yah aku gak sarapan ya Budhe, kasian Bayu nunggu lama, aku pamit dulu Budhe.” Flora menarik tangan Budhe dan menciumnya lalu beralih mencium pipi Budhe.


“ Yasudah hati-hati yah.”


“ Iya Budhe, Assalamualaikum.” sembari Flora berlari keluar.


“ Waalaikumsalam.” Budhe membalas salam Flora dan menggelengkan kepala.


kini Flora sudah ada di depan Rumah dilihatnya sekeliling dan pandangan Flora berhenti pada pria yang sedang berdiri disamping Motor, dihampirinya pria itu.


“ Let's go.” Flora menarik tangan Bayu untuk bergegas pergi dan menaiki motor.


Udara pagi di kota pacitan sangat segar, mereka menikmati setiap perjalanan.


“ Kita kemana dulu nih?" Bayu menarik tutup helmnya.


“ emsss, nyari makan dulu kali yah.” Flora memperhatikan sekeliling, barang kali ada makanan yang bisa mereka makan untuk sarapan.


“ Memangnya mau makan apa?” Bayu kembali bertanya.


“ Terserah kamu sajalah.”


“ Gimana kalo makan mie ayam ceker di alun-alun , enak lohh, kamu belum pernah coba kan?”


“ Boleh.”


Setelah menentukan tempat tujuan pertama, Tak ada lagi percakapan diantara mereka, Bayu fokus menyetir motor dengan kecepatan sedang Flora fokus pada setiap jalanan yang mereka lewati hingga sampai di tempat tujuan lestauran dekat alun-alun.


Mereka turun dari motor dan memasuki lestauran itu dengan beriringan, Flora memilih tempat tak jauh dari pintu masuk, Bayupun memesan mie ayam ceker dua dan es teh dua.setelah selesai makan Bayu menuju kasir untuk membayar makanan yang mereka makan, lalu menghampiri Flora sedang duduk santai.


“ kita mau kemana lagi ?” tanya Bayu.


“ Kerumah pelangi yuk, aku mau liat pernak-pernik disana.” Flora mengajukan pendapatnya.


“ Ngebosenin ah, mending kita jalan-jalan kepantai.” ajak Bayu.


“ Tapi aku mau ke rumah pelangi!” Flora memasang muka melas.

__ADS_1


“ Yasudahlah ayo.” Bayupun mengiyakan permintaan Flora.


Akhirnya mereka memutuskan Rumah PELANGI tempat selanjutnya akan mereka kunjungi, sesampainya di Rumah PELANGI Flora langsung masuk kedalam dan melihat-lihat begitu banyak pernak-pernik, lumayan lama Flora mengelilingi Rumah PELANGI hingga mata Flora tertuju pada gelang ADIDAS, Florapun mengambil gelang adidas itu dan membayarnya Bayu melihat Flora membawa dua gelang dia tersenyum.


“ Buat aku satu yah?” sembari melihat gelang yang dipegang Flora.


“ Enak aja, MAU...BELI...heee.” Flora terkekeh.


“ Ini tu buat Rio pacar aku.” imbuh Flora.


“ Huhhhh, LEBAY tau gini mending gak aku anterin.” Sambil memajukan mulutnya.


“ Jangan gitu dong Bayu, masa gitu aja ngambek, sekarang kita mau kemana lagi, kali ini kamu yang nentuin.” Flora tersenyum.


“ Ke alun-alun aja yuk, disana ada pertandingan basket dan kebetulan teman aku Acoy ikut maen.”


“ Ok deh.” Flora menyatukan jari jempol dan telunjuknya hingga berbentuk huruf O.


Tanpa berfikir panjang Flora dan bayu menuju ke alun-alun, selang beberapa menit motor yang membawa mereka berdua sampai tujuan, dan benar saja apa yang dikatakan Bayu Kalo ada pertandingan Bola Basket, dari kejauhan terlihatlah temen Bayu bernama Acoy dengan suara kencang Bayu memanggil Acoy yang dipanggil langsung menoleh dan menghampiri mereka.


“ Flora ayo kita kesana.” Sembari menunjuk ke arah Acoy dan Bayu menarik tangan Flora untuk mengikutinya, Flora hanya diam dan mengikuti langkah Bayu.


“ Flora kenalin nih Acoy temen aku, dia jago banget loh maen Basketnya.”


“ Flora.” Flora tersenyum dan mengulurkan tanganya.


“ Acoy.” Acoy menyambut uluran tangan Flora. “ Flora nama yang cantik seperti orangnya, ngomong-ngomong kamu pacarnya Bayu?”


“ ehhh..Bukan-bukan.” Sembari menggerakkan tanganya kekanan dan kekiri dengan cepat, seperti lambaian sampai jumpa.


“ Hahahaha, Flora-Flora lucu banget kamu, sampe segitunya kamu gak mau dibilang pacar aku.” tutur Bayu


“ Haloooo, kamu lupa kalo aku sudah punya pacar?" tanya Flora geram.


“ Punya pacar tapi jalanya sama aku.” Bayu terkekeh.


“ Kalian gak nyadar yah, kalian cocok kok jadi sepasang kekasih sama-sama LUCU.” Acoy memberi penekanan di akhir kalimat, sembari terkekeh dengan perkataanya sendiri.


“ Iya, Flora itu udah punya pacar D.U.A lagi.” Bayu semakin menggoda Flora.


“ Wahhhh ternyata Flora Playgirl yah.” ucap Acoy.


“ Hehehe gak kok, aku punya pacar dua Cuma kesalahan aja, karena cowo yang aku suka nembaknya belakangan, terpaksa deh statusnya jadi selingkuhan, lagian aku mau mutusin kaka kelas ku.” Flora berusaha menjelaskan.


“ Dalam satu sekolah kamu punya pacar dua, memangnya gak takut ketahuan.” Acoy terus mewawancarai Flora.


“ siapa bilang satu sekolah, cowo aku yang laen sekolah di SMA XX namanya Putra.”


“ Maksud kamu, PERMANA PUTRA?”


“ Iya." Flora menjawab santai sambil menganggukan kepalanya pelan.


“ Dia itu termasuk cowok populer disekolahan ku, cewenya juga banyak, kamu gak takut disakiti.” ujar Putra


“ Enggaklah, aku nerima dia aja Cuma iseng, terus aku pengen cepet putus sama dia, aku capek menjalani hubungan ini sama cowo yang gak tulus mencintai ku.”


Sudah seperti Paparazi Acoy terus melemparkan beberapa pertanyaan kepada Flora, sampai pada akhirnya percakapan mereka terhenti oleh panggilan salah satu tim basket Acoy, yang di panggil lalu berpamitan dan pergi meninggalkan dua manusia seperti anjing dan kucing itu.


Terlihat begitu banyak keringat bercucuran hingga baju yang mereka kenakan basah, poin demi poin mereka kumpulkan dan tak kalah semangat sorakan dari kedua manusia tak lain ialah Flora dan Bayu membuat pertandingan mereka semakin seru.Waktu terus berputar dan matahari mulai memancarkan sinarnya, membuat Flora jadi merasa gerah dan sedikit pusing.


“ Emsss Bayu pulang yuk kepalaku tiba-tiba terasa pusing.” Sembari memijat-mijat keningnya.


Kenapa kepalaku mendadak pusing yah , apa gara-gara telat makan? Batin Flora.


“ Sebentar lagi yah, lagi seru nih.” Bayu melirik Flora kemudian fokus lagi kedepan.


“ Ayolah Bayu, kamu mau kalo aku pingsan disini.” Flora mulai kesal gak dihiraukan keluhanya.


“ Eh...eh...iya deh, ayo kita pulang.” Bayu menggandeng Flora menuju parkiran kemudian mereka berdua menaiki kendaraanya dan merekapun pulang.


CINTA ITU...ANEH


CINTA ITU...UNIK


DAN CINTA ITU HANYA BISA DIRASAKAN BUKAN KARENA ALASAN.


KARENA CINTA BISA MENGANTARKAN KEBAHAGIAAN.


.


.


.


.


Assalamualaikum, terimakasih buat para pembaca yang masih setia jngn lupa like komen vote dan jadikan favorite yah.


Sekali lagi terimakasih semoga kalian suka dan terhibur.

__ADS_1


__ADS_2