Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
cemburu


__ADS_3

Hari Sabtu pun tiba, Suasana sekolah tampak ramai oleh antusias para siswa dalam menyambut acara PENSI. Para anggota OSIS mempersiapkan segala bentuk keperluan buat manggung, baik itu alat musik sampai cek soundsystem.


Sedangkan para siswa lainnya sibuk mempersiapkan diri dari mulai kostum sampai performa mereka. Tidak terkecuali Rio dan teman band nya, mereka juga mempersiapkan diri dengan memakai pakaian hitam dan menggunakan celana levis biru. Bahkan mereka menyempatkan untuk latihan terlebih dahulu.


Flora yang sedari tadi hanya memandangi Rio dari tempat duduknya mulai gusar, ketika melihat kekasihnya sudah selesai latihan, wanita itu melangkahkan kakinya menghampiri Rio dan dari kejauhan terlihat Rio pun sama mendekati Flora, mungkin dia sadar akan kedatangan bidadari hidupnya apa mungkin di antara mereka di pasang magnet tanpa ada kode sudah saling tarik menarik.hehehe


" Gimana menurut kamu tentang band aku?" tanya Rio antusias.


" Bagus aku suka, tapi..." Flora tidak melanjutkan kalimatnya.


" Tapi kenapa? kamu gak suka?" tanya Rio lagi.


" Bukan-bukan." bantah Flora seraya melambaikan tanganya tanda tidak benar tebakan Rio. "Tadi aku kan bilang suka, tapi vocalis nya aku pengennya kamu." imbuh Flora.


" Sayang, aku harus menjelaskan berapa kali lagi sih?" ucap Rio dengan tangan memegang kepala Flora kemudian mencubit pipi Flora gemas.


" Iya-iya aku tahu." jawab Flora sembari manyun.


" Oh ya, kamu jadi bawa kodak?" tanya Rio.


" Jadi dong, bentar aku ambil di tas." Flora mengambil kodak di dalam ransel.


" Nih." Flora memberikan kodak pada Rio. pria itu segera menerimanya dan memberikan kodaknya ke Agus.


" Gus, tolong dong fotoin kita berdua." ucap Rio sambil menunjuk ke arah Flora dan dirinya kebetulan Agus tidak jauh dari mereka.


" Boleh." jawab Agus mengambil kodak dari tangan Rio.


" Sini sayang agak dekatan." perintah Rio. Flora pun mendekatkan dirinya pada Rio, lalu merangkul Flora, wanita itu langsung terkesiap ketika tangan Rio melingkar di tengkuknya.


" Rio, jangan kayak gini dong." ujar Flora menjauhkan tangan Rio supaya tidak merangkulnya.


" kenapa? biar kelihatan romantis" jawab Rio santai.


" Tapi budhe bilang......." Flora belum melanjutkan perkataannya sudah di potong Rio.


" Udah sayang gak papa, tenang saja" tutur Rio meyakinkan, mendengar perkataan Rio wanita itu menganggukkan kepalanya pelan pertanda setuju.


Setelah selesai dengan foto mereka berdua Rio meminta agar dirinya di foto bareng gitar kesayangannya. Mereka bertiga tidak habis-habisnya berfoto ria, hingga kedatangan Fita membuyarkan keseruan mereka dia memberi tahu kalau PENSI di mulai.


" Yasudah nunggu apa lagi kita ke sana yuk." ajak Flora bersemangat.


" Aku di sini saja sama teman band ku, nanti kalau sudah di panggil baru kita ke sana." jawab Rio seraya senyuman terlukis dibibirnya.


" Oke deh." Flora beranjak dan menarik tangan Fita, agar perempuan itu mengikutinya.

__ADS_1


Suasana PENSI sangat ramai, Flora, Fita dan semua murid larut dalam acara PENSI itu, tidak jarang mereka ikut bernyanyi, bahkan menangis ketika ada salah satu kelas menampilkan sebuah drama.


Dan tiba giliran kelas Flora untuk menunjukkan aksinya, Rio dan kawan-kawan sudah menaiki panggung, mereka sudah siap unjuk gigi.


Ketika mereka performe Flora tidak berhenti dari kegiatannya memfoto, layaknya seorang fotografer dia berjalan kesana kemari untuk mendapatkan angle yang tepat.


Bahkan tidak tanggung-tanggung Flora naik ke atas panggung sambil memfoto Romeonya yang sedang memainkan bass. Menyadari Julietnya menghampiri dengan membawa kodak, Rio langsung memasang gaya terbaiknya. Setelah puas memfoto Rio, Flora turun dari panggung, dan duduk bersebelahan dengan Fita.


Setelah selesai manggung, Rio mendekati Flora dan menarik tangannya agar gadis itu mengikutinya.


" Apaan sih, main tarik-tarik." ucap Flora kesal.


" Kita ngobrol di kelas aja." jelas Rio.


Flora melepaskan tangan Rio dan berlari, Rio melihat gadisnya berlari merasa cemas lalu dia mengejarnya. Flora berlari menuju koperasi dan membeli permen lolipop, Rio melihat Flora beli permen hanya bisa tersenyum geli.


" Ya ampun sayang, aku kira kamu lari karena marah." ujar Rio dengan mengatur nafas karena lelah berlari.


" Apaan sih, aku itu cuma pengen beli permen." jawab santai Flora sambil menunjukkan permen lolipop yang sudah di kupas bungkusnya.


Flora polos banget yah main pergi aja tanpa pamit, kirain mau main ngambeg-ngambegan gitu kan seru eh ini malah beli permen doang. kepolosan Flora membuat Rio gemas dan langsung mengambil alih lolipop dari tangan Flora, rasa manis lolipop itu bikin Rio ketagihan hingga dimakanya sampai habis. Flora sungguh kesal dibuatnya hingga terus memukuli lengan Rio namun tidak diperdulikanya pria itu malah tertawa puas ketika Flora memasang muka cemberutnya.


Wanita itu mengumpat kesal pada Rio karena telah merebut lolipopnya, terdengar suara getaran handphone Flora, seketika membuyarkan keributan di antara mereka berdua. Di raihnya benda pipih tersebut dari saku baju terlihat dari layar handphone ada sebuah sms dari nomer yang tidak di kenal.


"Flora kamu nampak cantik kalo sedang cemberut." sms dari nomer tidak dikenal.


" WOOYYY." Bayu berteriak sambil memukul pundak Flora.


" Apaan sih, ngagetin." ucap Flora cetus.


" Habisnya kamu kayak orang yang bingung gitu." ujar Bayu menggoda.


Tanpa di sadari oleh Flora kalau di dalam koperasi ada Rio yang memperhatikan mereka, sepertinya api cemburu sudah berkobar dalam diri Rio. Dengan tergesa-gesa Rio keluar dari koperasi menghampiri Flora dan Bayu.


" Ada apa yank? kok marah-marah?" tanya Rio pada Flora.


" Ini nih si Bayu ngagetin." jawab Flora kesal sembari Nunjuk bayu disampingnya.


" Maaf-maaf aku kan cuma bercanda." ucap Bayu cengengesan.


" Tuh Bayu udah minta maaf jangan marah lagi ya." ujar Rio datar dengan tangan mengelus pipi Flora.


Flora tidak berbicara apapun, dia langsung berjalan memasuki kelas. Rio hanya bisa menghela nafas panjang melihat kekasihnya berlalu, dia benar-benar di bikin bingung dengan tingkah laku Flora.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Flora sih?"gumam Rio

__ADS_1


Di dalam kelas Flora masih sibuk dengan pikirannya, dia terus bertanya-tanya siapa orang itu dan tujuannya apa?. Rio terlihat bingung harus bersikap bagaimana pada Flora yang tiba-tiba berubah tidak seperti biasanya suka ceria. Pria itu memberanikan diri mendekati Flora yang sedang termenung di bangkunya.


" Ada apa sayang? Kok kelihatan gelisah?" tanya Rio sembari tanganya mengelus lembut kepala Flora.


Ucapan Rio membuyarkan lamunan Flora "Ah gak ada apa-apa kok, aku hanya kurang enak badan." ucap Flora sepontan. "aku mau pulang." imbuhnya.


" Mau aku antar?" tanya Rio dengan suara lembutnya.


" Gak perlu." Flora menggelengkan kepalanya. " oh ya, sudah boleh pulang gak sih?Acaranya belum kelar ya?" tanya Flora.


" Sepertinya sebentar lagi, sabar sayang." jawab Rio lembut.


Flora mendengar penjelasan Rio sedikit kecewa, dia menaruh kepalanya di atas meja.


" Sini sayang tiduran di pundak ku, jangan di meja keras." ucap Rio sembari menepuk pundaknya.


" Beneran nih ga apa-apa?" jawab Flora antusias karena wanita itu merasa mengantuk.


" Iya sayang." tangan Rio menarik kepala Flora supaya tiduran di atas pundaknya. Rio mengusap lembut kepala Flora dan tanpa menunggu waktu lama Flora sudah terlelap terdengar sekali suara dengkuran pelan dari napas wanita itu.


Lumayan lama Flora tertidur dipundak Rio, pria itu memperhatikan wajah wanitanya penuh kasih sayang. Rio terkejut saat beberapa murid masuk ke dalam kelas untuk mengambil ransel lalu beranjak pulang.


sepertinya sudah selesai acaranya. gumam Rio.


" Flora bangun udah pulang nih." Rio berusaha membangunkan Flora dengan mengelus lembut tangan wanita itu.


Flora mengercapkan matanya. " Eh maaf yah aku ketiduran." ucap Flora lirih sembari beranjak duduk.


" Gak apa-apa, kalo begitu kita pulang bareng lagi yuk." ajak Rio


" Maaf Rio kayaknya aku ikut Bayu saja deh, soalnya aku bener-bener merasa capek. " tutur Flora pelan. " pengen cepat sampai rumah." imbuhnya


" Oke deh, terserah kamu."


" Makasih atas pengertiannya." Flora mencubit kedua pipi Rio gemas.


Kebetulan orang yang di harapkan datang, Bayu nyelonong masuk kelas dan mengambil ranselnya, Flora tanpa pamit pada Rio langsung menghampiri Bayu.


" Bayu, aku nebeng yah?" ucap Flora mengejutkan.


" kaget tahu, oke deh hayuk." jawab Bayu cetus.


Flora dan Bayu langsung keluar kelas tanpa menghiraukan Rio, kedekatan mereka membuat Rio semakin cemburu.


assalamualaikum, terimakasih yah atas dukunganya sudah sampai episode 13 semoga kalian suka dan jngn lupa like,komen jadikan favorite dan vote yah.

__ADS_1


terimakasih.


__ADS_2