Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
budhe sakit


__ADS_3

Setelah sampai di depan pintu, Flora sedikit ragu untuk mengetuknya. Dia takut kalau Budhe akan sangat marah ketika melihatnya pulang terlalu malam.


Aku ga boleh jadi pengecut, aku sudah berbuat maka aku harus berani mengambil resikonya batin Flora


Dengan tekad yang bulat Flora akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu yang berada tepat di depan matanya.


Tok..tok...tok….


Cukup lama Flora mengetuk tapi pintu di depannya tak kunjung terbuka.


Kok ga ada yang buka pintu ya? gumam Flora


" Flora Budhe kamu barusan di bawa ke rumah sakit" ucap seseorang


Flora mendengar ada suara yang sedang berbicara padanya segera membalikkan badan dan berjalan mendekat.


" Maaf tadi Ibu bilang apa ya?" Tanya Flora


" Tadi Budhe kamu di bawa ke rumah sakit, karena di temukan pingsan di kamar mandi " jelas wanita itu.


" Apa? trus Ibu tahu tidak, Budhe saya di bawa ke rumah sakit mana?"


" Kalo ga salah di bawa di rumah sakit Saling Asih " jawab wanita itu


" Yasudah kalo begitu, terima-kasih infonya saya mau langsung kesana " berlari menuju jalan raya.


Sudah hampir dua puluh menit Flora menunggu kendaran umum tapi tak kunjung lewat, akhirnya Flora melihat ada becak melintas di depannya.


" Pak, becaaakk " Flora berteriak.


Becak itupun berhenti tepat di hadapan Flora, Flora yang sudah cemas akan keselamatan budhenya langsung menaiki becak tersebut.


" Dek, mau pergi kemana?" tanya abang tukang becak.


" Rumah sakit Saling Asih " jawab Flora.


Setelah mendengar jawaban dari Flora abang tukang becak segera mengayuh becaknya menuju rumah sakit Saling Asih tempat budhenya Flora di rawat.


Aku bodoh banget, seharusnya pulang sekolah langsung pulang bukannya kelayapan dulu. Flora mengutuki dirinya sendiri


Setelah memakan waktu kurang lebih sepuluh menit, akhirnya becak itu berhenti di tempat tujuannya Flora.


Flora yang mengetahui sudah sampai tujuan langsung turun sambil mengeluarkan dua uang kertas senilai lima ribuan. Setelah urusannya dengan abang tukang becak selesai Flora segera masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ruang informasi untuk menanyakan keberadaan budhenya sekarang.


" Mbak maaf saya mau nanya, pasien yang bernama Setyaningsih dirawat di kamar apa?" tanya Flora

__ADS_1


" Sebentar saya cek dulu ya " mengetik sesuatu di komputernya.


" Pasien atas nama ibu Setyaningsih masuk kamar rawat Melati no.3 " jelas wanita itu.


" Terima-kasih mbak atas infonya " ucap Flora.


Florapun pergi menuju kamar rawat Melati no.3, di lorong rumah sakit mata Flora di edarkan ke setiap tulisan yang berada di pintu kamar, Tanpa putus asa dia terus mencari kamar rawat yang di huni oleh budhenya saat ini. Setelah sekian lama mencari akhirnya Flora menemukan, tanpa pikir panjang lagi Flora menggenggam handle pintu lalu di putarnya dan di dorong pintu itu pelan-pelan agar tidak tercipta suatu kebisingan. Begitu terbuka terlihatlah pakdhe yang sedang duduk di kursi dekat budhe berbaring.


Pakdhe yang melihat pintu terbuka langsung pandangannya tertuju pada seseorang yang membukanya.


Flora hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam tapi Pakdhe memberi isyarat agar Flora membalikkan badan dan keluar dari ruangan tersebut, walau agak bingung tapi Flora mengikuti isyarat dari pakdhenya itu. Ketika keluar dari kamar rawat, pakdhe menyusul Flora dari belakang.


" Maaf Flora, Pakdhe terpaksa menyuruh kamu untuk keluar dari kamar Budhe karena Pakdhe ga mau Budhe sampe tahu kalau ternyata Flora baru pulang. Memangnya Flora pergi kemana saja sampai malam seperti ini baru pulang?" Menatap tajam keponakannya.


" Tadi Flora pergi ke Solo sama teman. " sambil menundukkan kepala


" Kok bisa Flora pergi sejauh itu, kalo Budhe tahu pasti marah." Nadanya sedikit meninggi.


" Maaf Pakdhe, Flora janji ga akan melakukannya lagi, dan tolong Pakdhe jangan cerita ke budhe " mohon Flora.


" Baiklah Pakdhe ga akan cerita, sekarang sebaiknya Flora pulang dulu bersih-bersih badan, ganti baju, dan makan, baru nanti ke sini lagi " perintah Pakdhe.


" Tapi uang Flora habis Pakdhe kalo harus naik becak lagi, malam-malam kayak gini susah nyari angkot " keluh Flora.


" Ini ada uang dua puluh ribu dan kunci rumah " sambil memberikan kepada Flora.


Flora berjalan pergi meninggalkan Pakdhenya.


Di luar rumah sakit Flora menunggu becak untuk mengantarkannya kembali ke rumah, tiba-tiba di hadapannya berhenti mobil sedan berwarna hitam, lalu keluarlah laki-laki muda yang wajahnya tidak asing berjalan mendekati Flora.


" Hai Flora. " sambil melambaikan tangan


" Kak Ibra, ngapain kakak kesini?" tanya Flora heran.


" Harusnya aku yang tanya, ngapain perempuan kayak kamu malam- malam ada di sini pakek seragam lagi " ucap Ibra.


" Budhe aku di rawat di rumah sakit ini, dan aku baru mau pulang buat mandi dan makan."


" Yaudah biar aku yang antar kamu pulang, kebetulan arah kita kan sama."


" Iya boleh, lagian aku dah capek nunggu becak di sini." keluh Flora


" Tunggu apa lagi ayo." sambil memberi isyarat agar Flora segera masuk ke dalam mobilnya.


Di perjalanan Ibra dan Flora banyak sekali bercerita mereka terlihat sangat akrab.

__ADS_1


" Aku benar-benar ga nyangka kalo kakak pacaran sama wulan temannya Fita, kakak ternyata pecinta anak SMA ya, ha...ha….ha.." ledek Flora.


" Terus aja ketawa, lagian apa salahnya pacaran sama anak SMA?"


" Ga da salahnya, emang kakak di kampusnya ga ada cewek cantik ya? atau kakak yang ga laku?"


" Sembarangan, aku tuh di kampus termasuk golongan cowok ganteng tahu "


" Ciyuuussss, mi apa? Mi tek-tek?" Sambil ketawa kecil.


" Kamu belum tahu aja pesona seorang Ibra " sambil memegang dadanya.


" Udahlah aku iyain aja, kan bikin orang bahagia termasuk pahala." sambil senyum menggoda.


" Awas kamu ya, eh pantes aja si Rio tergila-gila sama kamu, selain cantik kamu itu menyenangkan kalo di ajak ngobrol."


" Masa sih, lagian yang tergila-gila bukan hanya Rio aku juga sayang banget ma dia." sambil memalingkan muka karena malu.


" Nanti mau aku antar lagi ga ke rumah sakit?" tanya Ibra.


" Ga usah kak, takut ngerepotin " tolak Flora.


" Ga papa, lagian aku khawatir kalo malam-malam kamu ada di pinggir jalan."


" Yaudah deh kalo itu mau kak Ibra, yang jelas aku ga maksa lo ya." sambil tersenyum


Akhirnya mereka sampai di rumah budhenya Flora, Flora lantas pamitan ke Ibra untuk masuk ke dalam rumah.


" Kak, aku masuk dulu ya, kalo kakak mau pulang silahkan, sebelumnya aku mengucapkan terima-kasih."


" Loh kamu ga nyuruh aku buat masuk ke dalam rumah?" Goda Ibra.


" Ga mungkinlah aku masukin cowok yang bukan muhrim, ke rumah tanpa ada orang " jelas Flora.


" Ok deh kalo gitu aku tunggu di mobil aja, tapi jangan lama lo ya!"


" Siap bos." sambil mengacungkan jempol.


Lalu Flora masuk ke dalam rumah, sedangkan Ibra menunggu di dalam mobil sambil main game ular yang ada di ponselnya.


Beberapa menit kemudian Flora membuka pintu mobil dan mendudukkan pantatnya dengan kasar.


" Kak antar aku segera ke rumah Fita." dengan muka cemas.


" Memang apa yang terjadi?" tanya Ibra penasaran.

__ADS_1


" Nanti saja aku ceritain." lanjut Flora.


Tanpa bertanya lagi Ibra pun langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah Fita.


__ADS_2