Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
BREAK


__ADS_3

" Wahhh, bagus sekali suara kamu Rio." Flora tepuk tangan kagum dengan suara Rio. " Kenapa kamu gak jadi vocalis? kenapa malah jadi gitaris?" Flora bertanya pada Rio.


" Aku gak PD sayang, lagian aku lebih suka jadi gitaris." Rio tersenyum manis pada Flora. " Tapi perlu kamu ketahui sayang, walaupun aku jadi gitaris tapi aku lebih banyak disawer dari pada vocalisnya." Imbuh Rio dengan sedikit sombong.


" Hahhhh, kamu juga main gitar dihajatan orang?" Flora bertanya, dengan ekspresi kagum pada Rio.


" He em" Rio menganggukkan kepalanya sekali. " Kebetulan aku tergabung dalam Band di desaku, lumayan loh uangnya." imbuh Rio.


" Hebat yah, padahal masih sekolah tapi sudah pintar nyari uang." puji Flora pada Rio.


" Ah biasa aja Flora" Rio menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " lagian itu cuma hobi bukan semata-mata aku pengen mencari uang." Rio tersenyum sembari tanganya menyentuh pipi Flora gemas.


" Yasudah kalau gitu, suara merdu kamu hanya untuk aku, kamu harus sering nyanyi dihadapan aku." Flora menatap mata Rio kemudian tersenyum.


" Siap sayang ku." ujar Rio dengan tangan menarik hidung Flora, wanita itu hanya tersenyum.


...


Hari demi hari Flora lalui bersama Rio, mereka terlihat semakin serasi dan romantis, namun entah kenapa akhir-akhir ini Flora merasakan kejenuhan dengan Rio, apa mungkin karena wanita itu sebelumnya tidak pernah menjalin cinta yang serius, atau karena sifat mudah bosanya yang menyebabkan dia sedikit jenuh dengan Rio.


Ada apa dengan diriku, kenapa aku merasakan bosan bersama Rio, apa kita harus break dulu untuk sesaat, semoga Rio mau menerima keputusan ku. arghhhh aku sungguh pusing. gumam Flora dalam hati


Disaat Flora sedang melamun tiba-tiba Lucas mengagetkan dari lamunanya.


" Hey Flora, kamu kenapa?" Lucas menyapa Flora.


" Gak apa-apa kok, cuma lagi badmood." Flora menjawab dengan suara beratnya.


" Rio mana? biasanya kalian selalu berdua." pertanyaan Lucas dengan memandangi sekeliling seperti mencari seseorang.


" Justru karena sering berduaan aku jadi merasa jenuh dan pengen sendiri dulu." dengan ekspresi murung Flora menjawab pertanyaan Lucas. " Menurut kamu itu wajar gak sih?" imbuh Flora sembari menatap Lucas.


" Wajarlah, setiap manusia kan pasti ada rasa bosan." jawab Lucas.


Tiba-tiba dari kejauhan terlihat Rio menghampiri mereka berdua dengan penuh semangat terlihat dari senyum yang Rio lontarkan pada Flora.


" Hey sayang, gimana kabar hari ini?" Sapa Rio dengan tangan menyentuh kepala Flora.


" Aku baik-baik aja kok." dengan menyingkirkan tangan Rio dari kepala, Rio terkejut dengan sikap Flora yang demikian.

__ADS_1


" Tapi kok kayak orang suntuk gitu." ucap Rio.


" iya nih, aku lagi jenuh banget." Flora memasang ekspresi kurang bersemangat.


" Dari pada aku disini seperti obat nyamuk, mending aku pergi saja, bayyyy." Lucas pergi dari hadapan mereka berdua.


" Rio, ada yang mau aku omongin." Flora menarik nafas panjang. " Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa jenuh dengan hubungan kita, gimana kalo kita Break dulu?" imbuh Flora dengan ragu.


Rio mendengar ucapan Flora membuat hatinya hancur, seketika Rio terdiam dan merasa sangat kecewa dengan keputusan Flora.


" Rio maafin aku? aku gak bermaksud mempermainkan perasaanmu." terlihat Flora merasa bersalah dengan keputusannya.


" Apa setelah Break kita akan putus?" Rio sungguh serius kali ini.


" Enggak kok, aku sayang sama kamu cuma aku merasa jenuh dengan hubungan ini." Flora berusaha menjelaskan dengan tenang. " aku cuma minta Break satu minggu saja kok, kamu mau gak?" imbuh Flora dengan perasaan tidak enak.


Semakin terasa sakit perasaan Rio dengan penjelasan Flora, Pria itu tertunduk cukup lama dan diam seribu bahasa hingga Flora memanggilnya berkali-kali namun tak kunjung menyadarkan Rio dari diamnya, seketika Rio menarik nafasnya dalam-dalam berusaha menjawab pertanyaan Flora.


" Terserah kamu saja." Terlihat muka kecewa Rio kemudian Rio pergi dari hadapan Flora.


Flora merasa bersalah dengan keputusannya, namun harus bagaimana lagi dia harus konsekuen walaupun terasa perih perasaannya saat ini seperti di sayat oleh pisau tajam.


Flora tidak henti-hentinya bergelut dengan pikiranya, membuat kepala wanita itu sangat pusing dan tiba-tiba terlihat Wina membawa keripik singkong yang baru dibelinya dari kantin menghampiri Flora.


" Flora kamu kenapa? seperi sedang sedih." Wina memperhatikan mata Flora yang berkaca-kaca.


Tanpa basa - basi Flora langsung memeluk sahabatnya itu dan menangis sejadi-jadinya, Wina hanya terdiam dan membalas pelukan Flora di usapnya punggung Flora dengan lembut.


" Wina, aku jahat gak sih ngajakin Rio break?" Flora melepas pelukanya dengan Wina. " karena aku merasa jenuh dengan hubungan ini." imbuh Flora dengan mata yang masih mengeluarkan cairan beningnya.


Wina semakin bingung, sebenarnya ada apa dengan sahabatnya ini.


" Lahhh, emang Rio salah apa? sampai kamu merasa jenuh denganya." winapun memberikan sebuah pertanyaan pada Flora.


" Aku juga gak tau wina, Rio sangat perhatian sama aku bahkan dia juga care, tapi ketika aku didekatnya merasakan jenuh." semakin pecah tangisan Flora kali ini.


" Mungkin kamu belum terbiasa ada seseorang yang selalu ada disampingmu." Wina berusaha menenangkan Flora , kemudian diusapnya cairan bening yang membasahi pipi Flora.


" Terus aku harus bagaimana wina?" sembari mengusap bekas air mata dipipi dengan punggung tanganya.

__ADS_1


" Kamu sudah benar kok, terkadang kita perlu break untuk menyadari seberapa besar cinta kita ke pasangan kita." penjelasan wina sedikit membuat hati Flora tenang.


" Terimakasih wina, kamu mau dengerin keluh kesahku." Flora memeluk wina kembali.


...


Di tempat lain terlihat Rio memasuki kantin, dia merasa sangat kacau pagi ini setelah mendengar permintaan Break sementara dari Flora untuk hubungan mereka, kebetulan didalam kantin ada gerombolan temanya, kemudian dia mendudukkan dirinya dibangku kosong di antara mereka.


" Arghhhh." Rio sedikit berteriak sehingga tak ada orang yang mendengar kecuali teman yang berada didekat Rio, sikap Rio membuat teman-temanya keheranan sehingga tidak berani bertanya pada pria itu apa yang sebenarnya terjadi.


kemudian salah satu temen Rio, tidak lain adalah temen sebangkunya bernama Yudi, dia memberanikan diri untuk mendekati Rio karena dia tau persis sifat Rio ketika sedang marah harus dihibur dulu baru bisa ditanya ada masalah apa sebenarnya yang menimpa Rio.


" Rio, kemana juliet kamu? kok gak diajak ke kantin?" Yudi berusaha memilah kata supaya Rio bisa menerimanya dan tidak marah.


" Jangan ngomongin dia." jawaban Rio dengan datar.


" loh, memangnya kenapa? kalian berantem?" Yudi mulai serius.


" Dia ngajakin Break." masih dengan jawaban datar Rio tanpa melihat lawan bicaranya.


" Break? maksudnya gimana sih Rio?" Yudi terus menatap Rio menunggu jawaban darinya.


" Tau ah" Kali ini Rio sungguh malas membahas Flora, dia menarik nafas dalam. " Yang jelas aku tahu kalau dia sebentar lagi bakalan mutusin aku." Imbuh Rio.


" Emangnya kamu salah apa sama Flora, sampai dia minta Break?"


" Entahlah." jawab Rio.


Kemudian Rio memesan makanan dan minuman mungkin dengan mengisi perut hingga kenyang membuat mood nya kembali membaik.


...


Di kelas Flora terlihat sedikit tenang hatinya karena nasehat dari wina, dan dia mempersiapkan dirinya untuk mengikuti pelajaran hari ini, terdengar suara bel masuk berbunyi semua murid bergegas memasuki kelasnya masing-masing tak terkecuali Rio.


Rio melewati bangku Flora dengan sikap cueknya tidak menoleh sedikitpun pada Flora, Flora hanya diam dan merasakan sangat sakit ketika Rio bersikap demikian tidak seperti biasanya yang selalu ramah menyapa Flora.


Kamu pasti bisa Flora, ini pilihanmu kan kamu pasti bisa. gumam Flora dalam hati.


Assalamualaikum, Terimakasih untuk kalian yang masih setia mengikuti kelanjutan novel ini. jangan lupa like dan komenya yah.

__ADS_1


Dan jangan lupa dijadikan favorite supaya tidak ketinggalan kelanjutanya, sekali lagi Terimakasih


__ADS_2