
Di kantin terlihat sepasang kekasih sangat menikmati kebersamaanya, gimana tidak, mereka mengobrol saja seperti hanya berdua tanpa ada rasa malu mengutarakan perasaanya bahkan ucapan gombal tak sedikit keluar dari mulut Rio, keasyikan mereka disadari oleh Ane, kemudian wanita itu menghampiri mereka.
" Heyyy, boleh ikut gabung?" sapa Ane membuyarkan keromantisan mereka.
" Eh Ane, sini gabung aja." ucap Flora sembari menepuk bangku kosong disampingnya.
" Oh yah, kalian sudah baca mading belum?" tanya Ane sembari mendudukkan dirinya di samping Flora.
" Belum." jawab Flora dan Rio bersamaan.
Ane menggelengkan kepala berkali-kali karena pasangan bucin ini " Sabtu besok diadakan pensi lo Kelas kita mau menampilkan apa? " ujar Ane.
" Yank, kamu aja tampil sama band kamu!" ucap Flora.
" Band aku yang mana? Di sini kan aku gak punya grub band." jawab Rio sembari mengernyitkan dahinya.
" Masa sih di kelas kita gak da yang bisa main musik." Tanya Flora antusias.
" Ya coba ntar aku ngobrol sama anak-anak." jawab Rio.
" Eh, bukannya dito bisa nyanyi ya? Dia aja yang jadi vocalis." tutur Ane.
" Harusnya yang jadi vocalis itu Rio, iya gak yank?" ucap Flora semangat, sembari melirik Rio.
" Kan aku udah bilang kalo gak PD nyanyi di panggung, aku nyanyi buat kamu aja lah yank." jawab Rio.
" Hadeeeuuhhh, kalian nih yank...yank...mulu bikin aku jadi risih, mending aku pergi aja." ujar Ane kesel.
" Iiihhh, jangan pergi dong, sini aja." Flora menarik tangan Ane yang sudah beranjak dari duduknya.
" Udah, kalian nikmati saja makannya, aku mau ke kelas." ucap Ane, kemudian pergi meninggalkan Flora dan Rio.
" Yank, kamu aja deh yang performe, Nanti aku yang fotoin, itung-itung buat kenangan." bujuk Flora antusias.
" Aku sih mau, tinggal nyari teman-teman yang bisa di ajak gabung siapa?" tanya Rio berfikir.
" Yasudah, kamu kumpul sama teman kamu sana, Cari tahu siapa aja yang bisa ngeband." usul Flora.
" Iya nanti, lagian aku belum selesai makan." ujar Rio.
__ADS_1
" Oke deh, aku ke kelas dulu ya? Mau ganti baju."
" Perlu aku bantu gak?"
" Ih.....apaan sih." ucap Flora kesal. sembari beranjak dari duduknya
" Bye." ucapnya lagi pada Rio dengan melambaikan tangan.
Di dalam kelas suasana tampak ramai sekali, banyak murid sedang bersenda gurau, Flora yang baru sampai kelas dia menuju mejanya dan mengambil seragam di tas, lalu pergi ke toilet untuk berganti pakaian.
Setelah selesai mengganti kaos olahraga dengan seragam, Flora kembali ke dalam kelas, tak lama setelah Flora mendudukkan dirinya di atas kursi datang seorang Guru Biologi memasuki kelas dan memberi salam.
Pelajaran di mulai tapi Flora tidak melihat kekasih hatinya masuk kelas.
Nih anak kemana sih, gak nongol juga. gumam Flora
Guru biologi mulai memberikan penjelasan secara detail dan sedikit diselipkan candaan yang membuat suasana kelas tidak terlalu canggung.
Hingga bel pulang berbunyi, Rio belum juga masuk kelas, Flora tak ambil pusing, dia membereskan buku-bukunya dan berniat untuk pulang. Tapi tiba-tiba Rio datang dan menghampiri Flora.
" Udah mau pulang?" tanya Rio mengagetkan Flora.
" Tunggu dong, kita pulang bareng yuk." Ajak Rio.
" Ya, sana cepat ambil tas kamu." perintah Flora.
" siap."
Lalu Rio berjalan menuju bangkunya untuk mengambil tas dan kembali ke tempat di mana Flora menunggunya.
" Ayo jalan." ajak Rio.
Mereka berdua keluar kelas dengan jalan berdampingan, tak lupa Rio menyelipkan jemarinya di sela-sela jari Flora udah kayak perangko aja dah, nempel terussss.
" Rio, tadi kamu kenapa gak ikut mata pelajaran Biologi?" tanya Flora dengan tangan yang masih di genggam Rio.
" Aku lagi malas sayang." jawab Rio santai. "lagian tadi aku sedang berdiskusi sama anak-anak siapa saja yang akan menemani aku performe di acara pensi sabtu besok." imbuhnya.
" Tapi gak perlu bolos juga kan? terus gimana, siapa saja yang akan menemanimu?" tanya Flora sambil masih berjalan beriringan.
__ADS_1
" Hehehe, maaf-maaf." ucap Rio meminta maaf pada Flora. " Ada Miko di vocal, Agus di drum, Angga di gitar dan aku di bass." jelas Rio detail.
" Memang waktunya cukup untuk berlatih? kan tinggal 4 hari lagi?"
" Tenang sayang, serahkan itu semua ke kita." tutur Rio sedikit meyakinkan.
Akhirnya mereka berdua sampai juga di depan pintu gerbang sekolah.
" yank, kita nunggu angkotnya sebelah sana ya." ajak Rio menunjuk tempat yang tidak terlalu ramai dengan para siswa.
" Oke." jawab Flora dan tangan masih di genggaman sang kekasih.
Merekapun menuju tempat yang di tunjuk Rio, Sepasang kekasih itu menunggu kedatangan angkot dengan mengobrol supaya tidak bosan, namun seperti biasa keasyikkan bercengkerama sampai mereka tidak menyadari sekelilingnya sudah sepi, sudah lah harga mati memang buat orang yang saling jatuh cinta dimanapun berada asalkan berdua serasa dunia milik mereka saja.
Cukup lama mereka menunggu kedatangan angkot tidak kunjung datang, Akhirnya mereka memutuskan untuk naik ke angkot yang sedang ngetime di dekat mereka.
Di dalam angkot sepasang Romeo dan Juliet itu asyik bersenda gurau, yahhhh mereka itu seperti tidak pernah kehabisan bahan obrolah entah dimana saja perasaan ada terus yang dibahas sampai kenek melihatnya dengan muka yang iri.
" kalian pacaran ya?" tanya kenek yang sedari tadi memperhatikan mereka.
" Abang pengen tahu aja." jawab Rio datar.
" Lagian kalian terlihat dekat sekali bikin abang iri aja." ujar tukang kenek dengan senyuman jail.
" Makanya abang cari pacar." jawab Rio sedikit ngeledek.
" Husst, jangan ngomong kayak gitu, ntar abangnya kesinggung lo." bisik Flora pada Rio namun masih terdengar tukang keneknya.
" Pengen...tapi maunya kayak neng ini." jawab tukang kenek menunjuk Flora, Rio melihat tingkah abang keneknya seperti itu dia sedikit kesal.
" Abang nih bisa aja." jawab Flora santai.
" Waaahhh, nih abang ngajak berantem ya." ujar Rio kesal.
" Bercanda kali." ucap kenek ketawa.
" Yank, siap-siap itu kamu hampir sampai rumah." ujar Flora mengalihkan.
" Bang, awas ya sampai macem-macem sama pacar ku." ancam Rio.
__ADS_1
Setelah mengatakan kata2 ancaman kepada kenek Rio pun meminta berhenti dan memberi uang Rp.2000, sebelum keluar Rio mengucapkan salam perpisahan kepada Flora. wanita itu hanya tersenyum. Setelah Rio keluar, angkot kembali melanjutkan perjalanannya sampai akhirnya berhenti tepat di depan rumah yang Flora huni saat ini. Flora turun dan memberi uang Rp.1000 kepada kenek nya, namun bapak kenek menolak karena Rio sudah membayarnya, Flora hanya bisa tersenyum dan berterima kasih.