Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
kehancuran hati Rio


__ADS_3

Tidak di sangka ternyata perbuatan Rio kali ini sungguh membuat Flora sangat marah, kali pertama Flora kecewa dengan Rio, selama berpacaran mereka tidak pernah sama sekali ada pertengkaran bahkan kedekatan mereka cukup membuat iri seluruh murid di sekolahnya.


Cukup lumayan lama Rio menangis menyesali perbuatanya terhadap Flora, pria itu menyeka air matanya lalu beranjak keluar kelas, seketika langkah Rio terhenti di depan pintu kelas, dia sangat terkejut bahkan mukanya berubah menjadi sangat marah, terlihat Flora sedang berboncengan motor dengan Lucas melewatinya begitu saja.


" Kenapa dia nampak bahagia, sedangkan aku terlihat sangat menyedihkan." gumam Rio.


Pria itu terlihat sangat frustasi bahkan cemburu, namun Rio tidak bisa berbuat apa-apa dia merasa sangat pantas diperlakukan demikian. Rio melanjutkan langkahnya menuju parkiran motor, setelah mendapati motornya Rio segera menaiki dan pergi meninggalkan sekolah.


Di dalam perjalanan pria itu terus memikirkan wanitanya, kini dia merasa enggan pulang ke rumah karena dia takut seluruh isi rumahnya akan tahu kalau dia sedang patah hati. Akhirnya Rio memutuskan untuk pergi ke rumah saudara sepupunya yang bernama Ibra.


***


Setelah sampai di depan rumah Ibra, Rio memencet bel rumah, tidak menunggu waktu lama pintu rumah Ibra terbuka, dan terlihat wanita paruh baya menyapanya.


" Siang Budhe." ujar Rio mencium tangan Budhe.


" Ya ampun Rio, lama sekali kamu gak ke sini, ayo masuk." sambutan Budhe Rio sangat lembut. Rio masuk ke dalam rumah Budhe yang cukup besar, terlihat semua perabotan tertata rapi.


" Kak Ibra ada Budhe?" tanya Rio


" Ibra masih kuliah, sebentar lagi juga pulang, kamu pasti belum makan, ayo makan dulu! Budhe masak sop iga sama semur jengkol."


" Iya Budhe nanti saja, Rio boleh nunggu kak Ibra di kamarnya?"


" Tentu saja boleh."


" Terima kasih Budhe, Rio langsung ke kamarnya kak Ibra saja." ujar Rio, kemudian pria itu berjalan menuju kamar Ibra, sesampainya di depan pintu kamar, Rio membuka pintu tersebut terlihat kamar sepupunya itu cukup luas dengan cat kamar berwarna hitam dan sebuah poster club sepak bola dunia terpajang di sana, tanpa ragu Rio masuk dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, terasa begitu nyaman sehingga pria itu memejamkan mata.


" Banguuunnn......." seketika Rio membuka matanya di lihatnya Ibra sudah duduk di tepi ranjang.


" Sejak kapan kamu tidur di sini?" tanya Ibra sembari meletakkan ransel d atas meja dekat ranjang.


" Barusan." jawab Rio lemas.


" Tumben kamu ke sini? pasti lagi ada masalah ya?" ucap Ibra menebak.

__ADS_1


" Iya nih, cewek ku marah." ujar Rio mulai frustasi.


" Apa? jadi cuma karena cewek kamu marah terus kamu frustasi?" ucap Ibra terkekeh.


" Bisa gak sih menghargai orang yang lagi sedih?"


" Oh ya sorry-sorry, habisnya lucu banget.


Kok bisa marah memangnya kamu salah apa?" tanya Ibra mulai serius.


" Aku berusaha menciumnya." jawab Rio spontan yang membuat Ibra semakin tidak bisa menahan tawanya. Rio semakin kesal di buatnya dia langsung berdiri dan melangkahkan kakinya keluar kamar namun sebelum langkahnya jauh Ibra sudah menarik duluan tangan Rio dan menyuruhnya duduk kembali.


" Maaf deh jangan marah gitu,


Terus sekarang apa rencana kamu?" tanya Ibra.


" Mana aku tahu." jawab Rio sembari mengangkat bahu.


" Yasudah gini saja, mending kamu samperin dia ke rumah dan minta maaf." ujar Ibra memberi solusi.


" Apanya yang berat?" tanya Ibra bingung.


" Udahlah lupakan saja." ucap Rio sedikit kesal dan Ibra merasa harus bersabar menghadapi adik sepupunya yang bisa di bilang ABEGEH LABIL.


" Iya kalau kamu kayak gini terus masalahnya gak akan selesai, kamu pikir dengan kamu diam cewek kamu bakal balik lagi? iya kalo balik lagi kalau di embat cowok lain gimana?" Ibra berusaha menenangkan Rio untuk segera mengambil tindakan sebelum terlambat, Rio mendengar nasehat dari kakak sepupunya langsung teringat ketika Flora dan Lucas boncengan motor dia tidak mau kalau pacarnya sampai jatuh ke tangam cowok lain.


" Ya sudah nanti malam aku ke rumah Flora." Jawab Rio antusias.


" Nah gitu dong, perjuangkan cintamu." ucap Ibra memberi semangat. Suport dari seorang sepupu ternyata ampuh juga pria itu mulai tumbuh rasa semangat yang begitu besar hingga terukir sebuah senyuman bahagia.


Hati Rio lambat laun membaik karena mendapat nasehat dan dukungan dari kakak sepupu, sekarang Rio berniat untuk kembali ke rumah dengan cepat Rio meraih ranselnya yang berada di atas ranjang.


" Kak, aku cabut dulu ya, thanks buat masukannya." ucap Rio berpamitan pada Ibra.


" Oke, aku doain semoga masalahmu cepat selesai." tutur Ibra.

__ADS_1


" sip." ucap Rio mengacungkan jempol dan melangkahkan kakinya keluar kamar, tidak lupa sebelum melanjutkan langkahnya untuk pulang, Rio terlebih dahulu mencari Budhenya sekedar berpamitan, terlihat Budhe sedang sibuk di dapur Rio menghampirinya.


" Budhe, Rio pulang dulu."


" Loh kok cepat sekali? kamu belum nyicipi masakan Budhe loh."


" Lain kali ya Budhe." ucap Rio buru-buru dan mencium paksa tangan Budhe Rio. "Assalamualaikum." imbuh Rio dan segera berlalu meninggalkan Budhe, sesampainya di luar Rio meraih helm dan menaiki motornya, Rio melajukan motornya dengan kecepatan sedang, di sepanjang perjalanan Rio tidak henti-hentinya memikirkan Flora hingga bayangan wajah Flora terlintas begitu saja.


"Aku benar-benar merindukan mu Flora, tapi aku tidak bisa sms apalagi menelepon."gumam Rio.


...


Di tempat lain, Flora hanya berdiam diri di dalam kamarnya, dia terus terbayang akan kejadian tadi di kelas.


" Aku jadi menyesal, kenapa tadi aku menampar Rio, dia pasti sangat terluka sekarang." ucap Flora frustasi. "Aaaaarrrgggghhhhh........." imbuhnya sembari membenamkan mukanya ke bantal.


" Floraaaa." Ada suara panggilan di balik pintu kamar Flora, wanita itu langsung beranjak dari tempat tidur dan menuju ke sumber suara.


"Iyaaaa." sambung Flora, di putarnya kenop pintu terlihat Pakdhe berdiri tegap.


" Flora besok lusa Pakdhe sama Budhe mau ke kediri ada hajatan di sana, kamu mau ikut?" ujar Pakdhe.


" Mau Pakdhe, lagian Flora sudah lama tidak bertemu Mbah Kakung dan Mbah Uti." jawab Flora antusias.


" Yasudah besok kamu izin tiga hari ke guru piket biar lusa kita bisa langsung berangkat."


" Baik Pakdhe, ya sudah Flora kembali ke kamar dulu." ucap Flora dan segera meninggalkan Pakdhe masuk dalam kamar.


Sementara itu di tempat lain Rio sudah mempersiapkan diri untuk menemui Flora, dia bahkan berulang kali berlatih berbicara di depan cermin sambil sesekali terlihat frustasi karena melakukan kesalahan ketika berlatih berbicara. Di lihatnya jam dinding menunjukkan pukul17.15. WIB.


" Kayaknya aku harus mandi sekarang, biar nanti habis maghrib bisa nyari bunga dan coklat buat Flora."gumam Rio


Rio meraih handuk dan bergegas mandi, Setelah selesai mandi, dia membuka lemari pakaiannya cukup lama Rio memilih baju hampir seisi lemari dia keluarkan semua hanya ingin mengenakan outfit yang bagus untuk malam ini agar Flora bisa terpesona ketika melihatnya.


Dan pada akhirnya dia menemukan yang cocok untuknya. Merasa sudah siap dengan penampilannya Rio keluar dari kamar dan menemui ibunya untuk berpamitan. Lalu dia melangkah keluar rumah untuk pergi menuju kediamannya Flora, sebelum menemui Flora pria itu memilih untuk membeli bunga dan coklat terlebih dahulu.

__ADS_1


Perjalanan dari rumah Rio menuju tempat tinggal Flora tidak terlalu memakan waktu banyak, Ketika Rio berada beberapa meter dari rumah Flora, dia langsung menghentikan motornya, pria itu terkejut bahkan tidak percaya apa benar itu Flora yang sedang mengobrol dengan lelaki di depan gerbang rumah Flora.Terlebih yang bikin dia syok laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke wajah kekasihnya.Tanpa pikir panjang lagi, Rio segera menancap gas dan pergi meninggalkan tempat itu. Hatinya kini kembali lagi terluka.


__ADS_2