
Bel berbunyi waktu istirahat tiba, semua murid berhamburan dengan aktifitasnya masing-masing, namun tidak dengan Flora wanita itu memilih diam dikelas walaupun sang kekasih sudah mengajaknya untuk keluar kelas sekedar menikmati masa istirahat.
Di dalam kelas kini tinggal Flora,Wina, Fita,Ane dan Rio mereka selalu rame kalo sudah berkumpul entah apa saja yang dibicarakan, hingga Wina,Ane dan Fita memutuskan untuk ke kantin mengisi perut yang lapar sedangkan Flora tetap tidak mau bergeming dari tempatnya karena alasan masih kenyang Rio sendiri lebih memilih menemani kekasihnya dikelas.
" Yank, kamu tau gak Sophan sophian?" tanya Rio.
" Tahu, suaminya Widyawati kan?" Jawab Flora.
" Pintar." ucap Rio sembari mengacak-acak pucuk rambut kepala Flora. " Jadi Sophan sophian pernah bercerita setiap bangun tidur selalu mengucapkan kalimat AKU CINTA KAMU pada Widyawati agar cinta mereka terus terjaga, dan mulai hari ini aku akan mengucapkan kalimat AKU CINTA KAMU supaya cinta kita terjaga." penjelasan panjang lebar Rio. " dan kalo aku lupa tolong ingatkan yah?" imbuh Rio
" Kayaknya gak perlu segitunya deh, lagian kalo kamu lupa aku gak mau mengingatkan." ucap Flora pura-pura cuek sembari menahan tawanya, dan tiba-tiba terdengar suara bel masuk.
" Yasudah biar aku sendiri akan selalu mengingatnya, dan setiap hari aku akan mengucapkan kalimat itu." ucap Rio penuh semangat.
" hemss iya, yasudah sana balik lagi kebangku kamu, bel masuk sudah bunyi tuh." perintah Flora.
" Ok."
Rio beranjak menuju bangkunya namun tiba-tiba berhenti dan berbalik badan.
" AKU CINTA KAMU." bisik Rio ditelinga Flora, kemudian tanpa menunggu jawaban Flora pria itu kembali ke bangkunya. " Dasar" ucap Flora pelan sembari tersenyum senang.
...
Sore hari di Desa kediaman Flora selalu ada latihan Voli, tidak hanya laki-laki tapi juga perempuan mulai dari kalangan muda hingga tua semuanya berkumpul jadi satu d lapangan Voli.
Lapangan-lapangan yang ada di setiap dusunnya selalu ramai oleh warga yang sedang latihan voli, Mungkin voli di kota pacitan merupakan sebuah icon, Bahkan setiap memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus, voli menjadi olah raga yang wajib masuk daftar perlombaan yang di tandingkan. Maka tidak aneh jika warga pacitan baik anak kecil maupun bapak-bapak dan ibu-ibu bisa bermain voli.
Flora saja beberapa bulan di pacitan mulai terbiasa dengan olah raga ini, awal latihan membuat tangan terasa panas terkena bola tapi sekarang sebaliknya tidak memukul bola voli sehari saja tangan Flora menjadi panas.
Sore ini Tika datang ke rumah untuk mengajak Flora bermain voli, wanita itu dengan senang hati menerima ajakannya. Di sepanjang jalan menuju lapangan, Flora dan Tika tak henti-hentinya bersenda gurau. Di dalam pembicaraan mereka Tika mengajak Flora ikut kumpulan Karang Taruna yang di adakan setiap satu bulan sekali di rumah para anggotanya secara bergilir.
"gimana mau ga? nanti kamu bisa kenal degan muda mudi desa sini" ajak Tika.
"Boleh, jam berapa?" jawab Flora.
"Nanti habis isya aku jemput deh"
"Oke"
Merekapun mengakhiri obrolannya dan masuk ke lapangan untuk berlatih voli.
Pukul 19.00 WIB Flora sudah siap dengan penampilannya, dia menggunakan kaos berwarna merah dan celana berwarna cream selutut. Mungkin karena dia sedikit tomboy sehingga isi lemarinya hanya ada kaos t-shirt dan celana, tidak ada rok di sana.Dia punya rok itupun rok sekolah ..ha....
Terdengar suara ketukan pintu, wanita itu langsung berlari dan membukanya. Nampaklah Tika menyapa dengan senyumannya, sebelum pergi Flora pun minta izin kepada pakdhe dan budhe, Setelah minta izin mereka pergi menuju rumah salah satu anggota Karang Taruna.
Sesampainya di sana Flora kaget melihat kak Putra, dia jadi sedikit salah tingkah, sampai pada akhirnya kak Putra menyapa Flora, lantas dia balas sapaannya dengan senyuman. Tika yg melihat kak Putra menyapa merasa aneh.
"kamu kenal sama kak Putra?" tanya Tika.
"Iya kenal,memang kenapa?" ujar Flora.
" padahal kalian ga satu sekolahan tapi bisa kenal?" Tika mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Beberapa minggu aku tinggal di kota pacitan kak Putra sudah main ke rumah." jawab Flora santai.
" wah, hebat banget dia ya, tahu kalo ada wanita cantik baru tinggal di desa sini" ucap Tika. Flora hanya tersenyum mendengar ucapan Tika.
"yaudah kita duduk di dalam yuk" ajak Tika.
"Oke"
Setelah Flora duduk ada perempuan cantik memakai kacamata mendekatinya.
" Hai, kamu pasti Flora keponakannya Pak Sur, kenalkan aku Dian Rahayu panggil saja q Dian" Dian mengulurkan tanganya.
" Eh, iya aku Flora" membalas uluran tangan Dian.
" kalian berdua kelihatannya sudah dekat ya?" tanya Dian pada Flora dan Tika.
" Iya mbak, Flora anaknya asyik di ajak bicara makanya kita cepat akrab" jawab Tika.
" Flora, aku dengar katanya kamu jadian ya sama Putra?" ucap Dian.
Flora mendengar perkataan mbak Dian langsung terkejut.
Bagaimana mbak Dian bisa tahu. gumam Flora dalam hati.
" Mbak, memangnya tahu dari mana?" tanya Flora.
" Dari Putra lah, lagian semua anak-anak sudah tahu kalo kalian jadian."
Eehhhmmmmm.......ternyata kak Putra ember juga ya, ngeselin bikin malu aja.
" Aku juga mantannya Putra loh." ujar Dian.
Oh My GOD ,mba Dian yang kalem juga mantannya kak Putra, memang mantannya kak putra berapa sih? gumam Flora dalam hati.
" Flora udah lama jadian sama Putra?" tanya Dian.
" Belum mba, baru tiga mingguan tapi aku mau minta putus soalnya budhe gak setuju aku pacaran sama kak Putra" jawab Flora.
" mungkin budhe kamu takut kalo keponakannya bakal di bikin sakit hati sama Putra, secara Putra kan terkenal playboy. Padahal kalo menurut aku dia itu baik, bisa menghargai perempuan. Flora sayang gak sih sama Putra?" ujar Dian.
" Iya, memang kak Putra baik dan perhatian tapi aku gak ada perasaan, seperti yang aku bilang tadi kalo aku cuma iseng nerima dia." jelas Flora.
" Oh gitu, ya sudah semoga apapun keputusan Flora itu yg terbaik. Mba senang bisa ngobrol dengan Flora lain kali di sambung lagi ya? sekarang mba harus jadi MC dulu untuk membuka acara ini." ucap Dian.
Setelah Dian pergi Tika yang sedari tadi mendengarkan percakapan antara Flora dan Dian langsung bertanya.
" Memang benar Flora jadian sama kak Putra?" Ucap Tika penasaran. "kok gak cerita sih?" imbuh Tika.
" Hemmm, udah deh gak usah di bahas, aku gak mood ngomongin kak Putra mending kita menikmati acara ini." Ucap Flora malas.
Waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB, acara Arisan Karang Taruna pun sudah selesai, Flora yang hendak pulang bersama Tika di kagetkan dengan kedatangan Putra.
" Hai Tika ,Flora, kalian mau pulang sekarang?" tanya Putra.
__ADS_1
" Iya, ada apa kak?" ucap Tika heran.
" Aku mau ngajak Flora pulang bareng, boleh gak Tika?" izin Putra pada Tika.
" Boleh, silahkan."
" Ga kak, aku plang bareng Tika aja, Kasihan kalo dia jalan kaki sendiri" bantah Flora.
" Tapi Tika sudah mengizinkan buat kita pulang bareng" ucap Putra.
" Udah sana gak papa, lagian aku bisa jalan bareng anak-anak yang lain." ujar Tika.
"Beneran gak apa-apa? yasudah kalo gitu,aku pamit" ucap Flora.
Flora dan kak Putra pergi meninggalkan Tika dan menuju ke parkiran untuk mengambil motor.
Selang beberapa waktu aku dan kak Putra sudah ada di atas motor, kamipun mengobrol santai sampai pada akhirnya aku memberanikan diri untuk minta putus.
" Kenapa Flora kamu minta putus?" ucap Putra serius. "Memangnya kamu gak nyaman ya berhubungan dengan ku?" imbuh Putra.
" Bukan gitu kak,aku nyaman kok di dekat kakak, tapi budhe yang tidak setuju dengan hubungan kita" jelas Flora.
" Kalo memang begitu, baiklah aku setuju kita putus" jawab Putra.
" Kakak gak apa-apa? trus kita masih bisa berteman kan?" tutur Flora.
" Iya tenang saja, aku orangnya santai kok" ucap Putra sembari tersenyum.
akhirnya aku putus juga.gumam Flora dalam hati
" Makasih ya kak atas pengertiannya."
" iya." jawab Putra.
Setelah membicarakan tentang putus kamipun hanya terdiam,sampai motor kak Putra berhenti tepat di depan rumah Budhe. Florapun turun dan berterima kasih pada kak Putra sudah mengantarnya pulang. Selepas kak Putra pergi, Flora masuk ke dalam rumah.
" ASSALAMU'ALAIKUM." Ucap Flora.
" Walaikumsallam,Flora pulang sama siapa, kok ada suara motor?" tanya Budhe.
" Aku pulang dengan kak Putra" jawab Flora.
" loh Flora belum putus?" tanya Budhe lagi.
" Udah budhe, barusan." jawab Flora santai.
" Yang benar?"
" Iya budhe." Flora menganggukan kepalanya.
" Ya sudah, Flora masuk kamar sana istirahat." perintah Budhe pada Flora.
" Baik budhe." jawab Flora.
__ADS_1
Florapun masuk kamar, sebelum tidur dia selalu membersihkan muka terlebih dahulu dan mengganti baju. Sudah larut malam tapi mata wanita itu tidak bisa terpejam, banyak sekali yang terbayang di dalam pikirannya. Florapun mengambil walkman berharap dengan mendengarkan musik bisa tertidur.
selalu author ucapkan terimakasih banyak buat para readers, jngn lupa selalu dukung novel ini yah dg cara Like komen dan jadikan favorite supaya tidak ketinggalan cerintany,terimkasih....