
Keberadaan Flora dan kawan-kawan membuat seisi kamar rawat Rio menjadi sangat ramai di balik keramaian mereka, Rio menyelipkan godaan pada Flora, Bayu melihat adegan Drama sepasang kekasih itu merasa risih sehingga dia memutuskan untuk keluar ruangan dan di ikuti oleh Ana, Wina dan Fita.
Sekarang di dalam kamar tinggal Flora dan Rio.
" Bener gak, apa yang dikatakan Fita, kalo kamu cemas memikirkan ku?" pertanyaan Rio.
" Tentulah aku cemas, kamu kan pacar aku."
" Aku sempat berpikir, kalo kamu bakalan mutusin aku." ucap Rio
" Mana mungkin aku mutusin kamu." Flora menekankan setiap kalimatnya.
" Beneran kamu gak akan mutusin aku?" Rio meraih kedua tangan Flora, wanita itu menganggukkan kepalanya pelan sembari mengukir sebuah senyuman tulus di bibirnya, Riopun langsung memeluk Flora " Aku sayang kamu." Bisikan Rio ditelinga Flora, blusss muka wanita itu semakin merah merona merasa malu dengan ucapan Rio, kemudian perlahan Rio melepas pelukanya.
" Yasudah aku pulang dulu yah, kamu istirahat." Flora mengelus pipi Rio.
" Tapi aku masih kangen." ucap Rio manja.
" Makanya cepet sembuh, nanti kita jalan-jalan."
" Jalan-jalan? emangnya kamu sudah putus dari Putra?" ujar Rio penasaran.
" Belum sih, hehehe" Flora terkekeh.
" Dasarrrr." Rio menarik hidung Flora.
" ihhh sakit lepasin." Rio melepaskan tanganya dari hidung Flora dan tertawa, sedangkan Flora mengusap-usap hidungnya sembari cemberut.
" Sini duduk." Rio sedikit bergeser dan mempersilahkan wanitanya duduk di atas ranjang menghadap Rio. " Aku mau nyanyiin sebuah lagu buat kamu, dengerin yah." pria itu meraih gitar di samping ranjang, sudah jadi hobi Rio kemana-mana suka membawa gitarnya bahkan lagi dirawat saja Rio minta tolong kakanya untuk membawakan Gitar.
" Dengan senang hati."
***Sayang dengarkanlah diriku
Tak kan pernah terhenti cinta ini
Kumohon engkau untuk pahami aku
Di hati ini hanya dirimu
Yang selalu menenangkan diriku
Ku cinta dirimu
Setulusnya
Sungguh cintaku tak kan pernah terbagi yg lain
__ADS_1
Kucinta dirimu setulusnya hatiku
Hingga sampai saat nanti engkau mengerti
Kini diriku tlah kau miliki
Seluruh batin ku tlah kau racuni
Dan seluruh jiwa ragaku ini kekasih
Hanyalah untukmu
Ooohhh**.....
Flora mendengar lagu yang dibawakan Rio merasa tersanjung, tanpa disadari air mata Flora meleleh begitu saja dengan cepat Flora menyekanya dengan punggung telapak tangan.
" Kenapa kamu jadi nangis? emss aku tau, kamu terlalu menikmati suara merdu aku kan." ucap Rio menyombongkan diri.
" Yeyyy, apaan sih GR." sembari senyum.
" Yasudah aku pulang dulu yah sayang." ucap Flora lagi.
" oke deh, terimakasih udah jengukin aku." terukir senyuman bahagia dibibir Rio.
" iya, istirahat yah biar cepet sembuh." Flora beranjak menuju pintu kemudian membalikkan badan menatap Rio. " Bye" sembari melambaikan tangan pada Rio.
Selepas dari kamar Rio, Flora menghampiri Bayu,Ane,Fita dan Wina , terlihat mereka sedang asyik bercengkrama dengan ibu dan kaka Rio kemudian Flora mengajak teman-temanya berpamitan pulang.
Di depan pintu Rumah Sakit mereka berpencar untuk pulang , sedangkan Flora pulang bersama Bayu.
Di sepanjang perjalanan Bayu tak henti-hentinya menggoda Flora dengan ledekan Drama antara Flora dan Rio dirumah sakit, Flora tidak menggubris celotehan Bayu dia hanya terdiam karena merasa kesal dengan ocehan Bayu, seketika Bayupun diam merasa tidak ada respon dari Flora.
Sukurin *e*mang enak aku cuekin, bleeee. gumam Flora dalam hati sembari menjulurkan lidahnya dibelakang Bayu.
...
Keesokan harinya, Flora sudah siap berangkat kesekolah dan seperti biasa wanita itu selalu setia menunggu transpostasi yang akan membawa dirinya kesekolah.
Hari ini penampilan wanita itu sedikit berbeda, terlihat lebih cantik dari sebelumnya, aroma parfum yang begitu segar membuat siapa saja menciumnya tidak ingin beranjak jauh darinya.
Bukan tanpa alasan Flora dengan penampilanya saat ini, dia ingin terlihat lebih cantik dimata Rio kekasihnya dan dia berharap Rio ada disekolah hari ini.
Transportasi andalan Florapun tiba, tanpa segan dia langsung memasuki angkot itu, di sepanjang perjalanan Flora selalu memikirkan Rio hingga tak terasa sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah, wanita itu bergegas berlari menuju kelas.
Raut wajah Flora seketika berubah menjadi murung, pria yang sedari tadi dipikirkannya tidak ada di dalam kelas, langkah kaki Flora menjadi lemas, lalu Flora meletakkan ranselnya di atas meja dan mendudukkan dirinya dikursi.
" kenapa kamu Flora? mukanya di tekuk gitu." ujar Wina.
__ADS_1
" Rio hari ini gak masuk lagi yah?" ucap Flora lemas.
" Tunggu saja, bukanya dia suka terlambat?" Jawab Fita.
" Iya bener juga yah." ujar Flora, seketika menjadi senang.
Mereka berempat asyik bersenda gurau sembari menunggu jam pelajaran dimulai, Para wanita kalau sudah berkumpul seperti ada dipasar saja sungguh heboh seisi kelas, keasyikan mereka tidak diragukan lagi hingga ada seorang lelaki di belakang Flora saja, salah satu mereka tidak ada yang menyadari kemudian pria itu menutup mata Flora dengan telapak tanganya.
" Lepasin, jangan bercanda." Flora sedikit meronta berusaha melepas telapak tangan orang yang menutup matanya.
" Baaaa." pria itu melepas telapak tanganya dari mata Flora.
" Rioooo." Flora mengetahui yang menutup matanya Rio, seketika langsung mencubit pinggang Rio berkali-kali.
" Ampun-ampun sakit." Rio terkekeh sembari mengusap bekas cubitan Flora.
" Aku senang akhirnya kamu sekolah lagi." Flora mengembangkan senyumanya.
" Baru ditinggal beberapa hari, sudah banyak perubahan yah." goda Rio.
" emsss, maksudnya apa yah?" Flora mengernyitkan dahinya karena tidak faham apa yang dimaksud Rio.
" Kamu berubah jadi lebih cantik." Jawab Rio serius.
" Cieeeeeeeee." ucap serempak Ane,Wina dan juga Fita.
*
Suara bel masuk berbunyi, Guru B.indonesia sudah memasuki kelas mereka, tak lupa sambutan salam dari Bu Guru terlontarkan dari mulut beliau dan semua murid menjawab dengan kompak.
Materi demi materi guru terangkan secara mendetail, para murid pun Fokus termasuk Flora, tiba-tiba dari arah belakang ada yang menyentuh pundak Flora seketika Flora menoleh kebelakang, dilihatnya ternyata Rio, Pria itu sudah bertukar tempat dengan Ane kemudian Rio memberikan selembar kertas yang sudah dilipat kepada Flora, dibukanya kertas pemberian Rio.
* *kamu kalo lagi serius cantik banget yank.* Rio*
Flora tersenyum membaca tulisan Rio, kemudian dia membalasnya.
* *sudah gak usah ngegombal, dengerin tuh materinya FOKUS* FLORA*
Flora mengembalikan kertasnya pada Rio, kemudian di balas tulisan Flora oleh Rio, disentuhnya pundak wanitanya dan memberikan selembar kertasnya lagi.
* Iya sayang nih aku lagi Fokus, lagian gimana bisa Fokus ke guru kamu saja ada di depan mata aku.
oh yah kamu kan pernah belajar bahasa sunda, kalo aku sayang kamu apa bahasa sundanya?
Flora menggeleng-gelengkan kepalanya karena tingkah Rio, dia tersenyum lalu membalas lagi tulisan Rio dan melemparkan kertas itu ke belakang, diterimanya oleh Rio disaat pria itu mau membalas tulisan Flora tanpa diketahui Bu Guru sedari tadi memperhatikan tingkah mereka dan diraihnya secarik kertas itu kemudian dibacanya, Bu Guru hanya tersenyum kemudian berlalu pergi sembari membawa selembar kertas mereka, untung saja Guru itu baik.
Sepasang kekasih itupun menghela nafas lega.
__ADS_1
terimakasih, jangan lupa like dan komen oh yah d jadikan favorite juga yah biar gak ketinggalan cerita selanjutnya.