Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
Ditebangnya pohon So


__ADS_3

Sudah hampir satu jam para murid menunggu kedatangan Guru pengajar Kimia, namun belum juga kunjung datang, sehingga menciptakan suasana kelas menjadi sangat Ramai, yah begitulah tingkah laku para murid kalau tidak ada Guru pengajar. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu spontan semua murid menoleh pada pusat suara, terlihatlah seorang Guru piket, beliau melangkahkan kakinya masuk ruangan kelas Flora, kemudian memberikan sebuah informasi bahwa Guru pengajar Kimia hari ini tidak bisa hadir dikarenakan sakit, sebagai gantinya mengerjakan soal dibuku LKS.


Setelah selesai menyampaikan sebuah amanah dari Guru pengajar kimia, beliau pergi dari hadapan para murid kelas Flora, kemudian mereka semua mengeluarkan buku LKS kimia dari ransel masing-masing dan mengerjakanya.


Walaupun tidak ada Guru yang mengawasi mereka, tidak terbesit sedikitpun dipikiran mereka untuk kabur dari kelas dan tidak mengerjakan tugas yang sudah disampaikan Guru piket, Justru mereka sangat berantusias mengerjakanya, seperti halnya Flora wanita itu bersemangat sekali sampai-sampai tidak memperdulikan sekeliling, Fokus dan Fokus.


Rio memperhatikan wanitanya Fokus sekali, tiba-tiba terbesit dipikiranya untuk menjahili Flora, mungkin jiwa usil Rio kambuh hingga terlukis sebuah senyuman jahil dibibirnya.


Di towelnya pinggang wanita itu seketika korban jahilan Rio sedikit meloncat dari duduknya, kemudian wanita itu menoleh kearah Rio terlihat muka marah dari Flora, Rio menyadari hal itu hanya tersenyum jahil.


" Rioooo, ngagetin aja, mending kerjakan dulu tugasnya jangan iseng kayak gitu deh." Flora sedikit membentak Rio.


" Iya iya, ini juga lagi ngerjain tapi nunggu Fita selesai dulu, hehehe." jawab Rio sembari senyum-senyum menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Dasar itu namanya nyontek tau." ujar Flora.


" Biarin yang penting judulnya ME NGER JA KAN TU GAS." tutur Rio ngeles.


" Ya deh terserah kamu." ucap Flora.


" Fita, kamu sudah belum nomer tiga? gimana sih caranya? dari tadi dihitung gak ketemu juga hasilnya." Flora bertanya pada Fita.


" Nih, liat aja punya aku." Fita menyodorkan bukunya ke arah Flora.


" Mana coba?" Flora mengambil buku yang diserahkan Fita.


" Sayanggggg, katanya gak boleh nyontek?" ucap Rio sembari menciptakan senyuman jail.


" Hehehe, Lagian aku cuma liat caranya aja, bleee." ujar Flora tak mau kalah.


Rio melihat tingkah laku Flora, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Dan pada akhirnya mereka bekerjasama mengerjakan tugas kimia hingga selesai, bukanya mengerjakan sesuatu bersama-sama akan lebih cepat selesai yah? mungkin seperti itulah pemikiran mereka.


" Hey, kita ngobrol dipohon so yuk?" ajak Rio pada Flora dan kawan-kawan.


" iya benar, hayuk Ane, Fita, wina." ucap Flora.


" Hayuuuk." Dengan bersamaan mereka menjawab ajakan Flora.


Merekapun melenggang menuju pohon so, atau bisa dibilang pohon Melinjo. Benar saja disana mereka saling bersenda gurau entah apa saja yang mereka bicarakan, namun tidak lama kemudian Ane mengajukan permintaan untuk ke kantin dan mereka semua menyetujuinya kecuali Rio dan Flora mereka berdua lebih memilih tetap dibawah pohon So.

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga meninggalkan sepasang kekasih itu dan dirasa sudah tidak terlihat lagi punggung Ane, Fita dan Wina mereka berdua melanjutkan lagi mengobrolnya, sesekali Rio bernyanyi hingga menciptakan suasana Romantis.


Dari kejauhan terlihat beberapa Guru melewati mereka, Flora yang menyadari hal itu dan merasa tidak enak, langsung mengajak Rio masuk kelas, karena bagaimanapun juga, mereka berada diluar kelas masih jam pelajaran berlangsung.


Sesampainya dikelas, Flora tidak mendapati sahabat-sahabatnya, mungkin masih dikantin pikir Flora. Akhirnya Flora memutuskan duduk di bangku Rio berduaan, dengan senang hati Rio mempersilahkanya, Flora melihat tingkah Rio demikian terukir senyuman dibibir Flora.


Flora seketika mengernyitkan dahinya ketika melihat banyak coretan di meja Rio, dengan rasa penasaran Flora menanyakan apa maksud dan arti dari tulisan itu pada Rio.


" Rio, ini apa? kok tulisanya virces." Flora menunjuk pada meja yang ada tulisan virces.


" Virces itu, virgo dan pisces, aku kan Virgo sedangkan kamu Pisces kan?" Rio berusaha menjelaskan. Florapun tersenyum.


" Lalu ini apa? kok ada gambar setengah hati terus ada tulisan Flora, jangan-jangan kamu mencintai aku hanya setengah hati yah?" Flora memasang muka cemberut.


" Kamu tambah imut deh kalo cemberut." Rio mengelus lembut pipi Flora. " Jadi ceritanya aku gambar ini sebelum kita jadian, ya otomatis hati aku masih separuh lah belum terisi full, karena sekarang kita sudah jadian, jadi hati aku sudah full oleh cintamu." imbuh Rio. " Yasudah biar kamu puas, separuh hatinya aku gambar lagi fuul yang menandakan kalo cintaku sudah full oleh cintamu." penjelasan Rio panjang lebar. Flora mendengarkan hal itu merasa bahagia, tanpa disadari bibir mungilnya mengukir sebuah senyuman bahagia.


" Yank, kamu harus tau, sampai kapanpun aku gak akan pernah mutusin kamu, tapi kalau kamu mau mutusin aku itu gak apa-apa." tutur Rio serius.


" Jangan ngomong begitu dong, aku juga gak akan mutusin kamu." Flora tak kalah seriusnya.


" Terus gimana kamu sudah mutusin Putra?" pertanyaan Rio pada Flora.


" Iya sayanggg." Rio mengacak-acak pucuk kepala Flora.


...


Keesokan paginya Flora berangkat sekolah mengenakan angkot transportasi andalanya, sesampainya disekolah dia berjalan melewati lapangan upacara terlihat pohon so sudah tidak ada karena ditebang, seketika itu Flora berpikiran apa mungkin penyebab pohon so ditebang gara-gara Flora dan Rio kemaren duduk disitu apalagi masih jam pelajaran berlangsung. Kemudian Flora tersenyum merasa geli dengan pikiranya, masa iya gara-gara dirinya, padahal banyak juga yang berpacaran dipohon itu, sungguh tidak adil batinya.


Flora terus berjalan sembari menggerutu, sungguh kesal pikiranya, bahkan Rio memanggilnya saja tidak kedengeran, dengan cepat Rio mensejajarkan langkahnya dan menyentuh pundak Flora, Florapun terkejut dibuatnya.


" Yank, kamu kenapa sih? kayak BT gitu." ucap Rio sembari menoleh kearah wajah Flora.


" Tuh kamu lihat." Flora menunjuk kearah pohon so yang ditebang dengan muka kesal. "Pohonya sudah tidak ada, padahal kan kita kemaren baru duduk dipohon itu." imbuh Flora.


" Trus apa hubunganya sayang? hingga kamu BT gitu." ucap Rio.


" Justru itu yang bikin aku BT, masa cuma gara-gara kita duduk disitu kemaren, pohonya jadi ditebang, kan berlebihan banget." Flora menunjukkan muka kesalnya.


" Yasudah sih biarin aja, gak penting juga dipikirin." Rio merangkul Flora. " yuk kita ke kelas saja." imbuh Rio.

__ADS_1


" oke." Flora mengiyakanya sembari tersenyum.


Sesampainya dikelas, Rio menggandeng tangan Flora, digiringnya menuju bangku Rio, dan mempersilahkan wanitanya duduk, kemudian Rio meraih Gitar dan menyanyikan sebuah lagu dari Ungu yang berjudul BERIKAN AKU CINTA.


***Terbelenggu cintamu


Terhempas ku d dlm pelukanmu


Bermandikan air surga


Membasuh jiwa


Menghempaskan seluruh dahaga


Dekaplah tubuhku kasih


Bawalah ku melayang bersamamu


Menyusuri ruang hati


Yang penuh kasih


Berhiaskan cinta abadi


Berikan aku cinta suci


Yang terdalam dari hatimu


Berikan aku kasih putih


Yang tulus darimu


Selalu ku berharap semuanya


Abadiiii**........


Flora sungguh menikmati hingga terhanyut dalam setiap syair lagu yang dinyanyikan Rio.


Terimakasih buat para readers yang mau berkomentar dan memberikan saran, semoga kedepanya bisa kami perbaiki dan terimaksih masih mau setia membaca novel ini.

__ADS_1


kami bukanlah apa2 kalo bukan karena dukungan kalian...terimakasih.


__ADS_2