Kisah Cinta SMA 2007

Kisah Cinta SMA 2007
Rasa penasaran Flora terhadap Fita


__ADS_3

Mobil yang membawa Flora ke kampung halamannya telah kembali ke kota Pacitan di mana Flora kini tinggal. Setelah memasuki halaman rumah, mobil itu berhenti. Tanpa perlu di beri aba-aba Flora segera turun dari mobil dengan membawa kopernya dan beberapa tas yang berisi makanan.


Setelah menurunkan semua barang dari mobil dan di pindahkan ke dalam rumah, Flora menuju ke kamarnya untuk bersih-bersih dan beristirahat.


Setelah dari kamar mandi Flora menaiki kasurnya baru saja tubuhnya akan di baringkan terdengar ponselnya berdering.


Dengan rasa malas di ambilnya ponsel itu lalu di angkatnya tanpa melihat siapa yang menelepon.


" Halo, ini siapa ya? maaf bisa besok gak neleponnya?" jawab Flora Sambil terus menguap.


" Flora, ini aku Gading."


" Apa." spontan Flora langsung duduk dengan sempurna karena terkejut, tidak di sangka pria yang menyebabkan api cemburu menyala begitu besar, bisa menghubunginya.


" Iya ini aku Gading, maaf mengganggu." jawab Gading sungkan, hati Gading sangat senang telah mendengar suara Flora.


" Maaf ya aku gak bisa nemanin kamu ngobrol sampe malem soalnya aku capek banget." jelas Flora.


" Tenang saja tidak apa-apa, aku cuma mau memastikan saja kalo kamu pulang dengan selamat." padahal Gading pengen lebih lama lagi mengobrol dengan Flora.


" Iya makasih sudah perhatian." jawab Flora singkat.


" Flora kenapa tidak memberi tahu kalo pulang? padahal aku ingin ada kata perpisahan." tanya Gading sedikit kecewa.


" Maaf aku terburu-buru, lain kali kalo aku main ke kediri aku pastikan kalo pulang pamitan dulu sama kamu." jawab Flora.


" Oke, yasudah kamu istirahat sana! pasti kamu capek sekali kan?" ujar gading setengah hati, padahal dia tidak rela untuk mengakhiri percakapan ini.


" Iya nih, aku capek banget. yasudah lain kali di sambung lagi ya? bye." ucap Flora begitu saja, Flora langsung memutus sambungan telepon, dan itu membuat Gading menjadi sedikit kecewa.


Malam pun telah larut, Flora tidur dengan nyenyak dan tanpa beban pikiran, berbeda dengan Gading, laki-laki malang itu tidak bisa memejamkan mata, bukan karena kebanyakan minum kopi, tapi lebih tepatnya karena dia memikirkan teman masa kecilnya.


Dia terus berusaha memejamkan mata tapi hasilnya sia-sia karena di setiap matanya terpejam, bayangan Flora selalu nampak.


" Aaaahhh...bisa gila kalo gini caranya, kenapa aku trus memikirkan Flora, padahal hubungan kami hanya sebatas teman." keluh Gading.


Tidak mau ambil pusing, Gading langsung menyalakan Radio dan terdengarlah lagu jawa campur sari, yang lambat laun sukses membuat laki-laki itu terlelap dalam mimpinya.


***


Pagi hari di kota Pacitan yang begitu cerah, membuat para penghuninya merasa bersemangat mengawali hari, tak terkecuali Flora, gadis cantik itu sudah mempersiapkan dirinya sejak pagi buta. Dia merasa sangat bersemangat untuk segera berangkat ke sekolah bertemu dengan sahabatnya dan tentu saja kekasihnya Rio.

__ADS_1


Begitu mobil angkot berhenti di hadapannya, gadis itu langsung memasukinya dan mencari tempat duduk ternyaman menurutnya.


Di perjalanan dia membayangkan wajah sahabat dan kekasih yang dia rindukan selama ini.


Baru tiga hari tidak berjumpa membuat Flora benar-benar merindukan mereka. Di tengah perjalanan tiba-tiba angkot berhenti, lalu pria manis berkulit sawo matang masuk ke dalam angkot, betapa terkejutnya Flora ternyata laki-laki itu adalah Rio kekasihnya yang selama ini dia rindukan. Rio melihat Flora di dalam angkot langsung mendudukkan dirinya di samping Flora.


" Yank, akhirnya aku bisa melihat kamu lagi, aku benar-benar happy sekali." bisik Rio di telinga kekasihnya. Flora mendengar itu hanya bisa tersenyum, dia tidak bisa leluasa berbicara dengan Rio karena di dalam angkot lumayan banyak orang dan itu membuat dirinya sedikit tidak nyaman.


Sampai pada akhirnya angkotpun berhenti, Rio dan Flora turun dari angkot secara bergiliran. Tanpa basa basi Rio langsung menggenggam tangan Flora dan di ajaknya berjalan menuju kelas mereka. Flora merasa bahagia di perlakukan spesial oleh kekasihnya.


Sesampainya di kelas Rio tak kunjung melepas tangan Flora, dan sontak saja itu membuat sahabat Flora mengeluarkan kata-kata godaan untuk dua sejoli yang di mabuk cinta itu.


" Hai kalian mau sampe kapan gandengan tangan terus? kayak mau nyeberang jalan saja." goda Ane.


" Ini nih, Rio gak mau melepaskan pegangannya." jelas Flora malu-malu.


" Kenapa sih pada syirik, aku kan lagi kangen banget sama wanitaku ini." ucap Rio sambil mencubit pipi Flora.


" Haduh susah ya kalo bilangin orang yang lagi kasmaran." ucap Ane.


" Sudah-sudah jangan berantem, sini Flora duduk, dan kamu Rio sana pergi ke bangku kamu, bentar lagi bel pelajaran pertama berbunyi." sambung Wina.


" Iya iya aku pergi ke bangku ku, yank aku pamit dulu ya." pamit Rio sambil melepaskan tangan Flora.


Flora sedari tadi memperhatikan Fita terasa aneh, sahabatnya itu nampak tidak bersemangat seperti biasanya.


" Fita kamu sakit ya?" tanya Flora.


" Ah ga kok, memangnya kenapa? aku kelihatan pucat?" jawab Fita sambil megang kedua pipinya.


" Enggak gitu, tapi aku merasa kalo kamu kayak orang yang gak punya semangat hidup." tebak Flora.


" Udah tenang aku baik-baik saja." ucap Fita meyakinkan.


" Bagus deh kalo gitu."


Flora lantas meletakkan ranselnya di kolong meja kemudian dia bersiap-siap untuk menerima ilmu dari gurunya.


***


Jam pelajaran pertama telah usai banyak murid yang menghabiskan waktu istirahat mereka dengan pergi ke kantin. Rio pun tak mau ketinggalan, akhirnya dia mengajak kekasihnya dan temannya pergi ke kantin.

__ADS_1


" Yuk ke kantin." ajak Rio.


" Boleh, aku juga udah kangen sama keripik singkongnya bu Peno." jawab Flora antusias.


" Yaudah nunggu apa lagi, ayo berangkat." sahut Ane.


" Ayo." jawab Wina.


Ketika mereka sudah beranjak dan mau pergi menuju kantin tiba-tiba langkah Flora terhenti.


" Loh, Fita kenapa gak ikut?" tanya Flora.


" Aku masih kenyang." jawab Fita tersenyum.


" Yaudah aku ke kantin sama yang lain dulu ya."


"Oke."


Ketika sedang duduk di kantin tiba-tiba Flora melihat Fita berjalan menuju belakang sekolah, dia merasa penasaran.


Apa yang di lakukan Fita di belakang sekolah ya? batin Flora.


" Yank, aku keluar bentar ya." pamit Flora.


" Mau kemana? bentar lagi makanannya datang."


" Ehmm...aku mau ke toilet." jawabFlora.


Kemudian Flora pergi meninggalkan Rio menuju belakang sekolah, di sana Flora melihat Fita sedang menerima telepon dengan raut muka penuh kecemasan.


" Baik aku akan menyerahkan ginjal ku asalkan paman memberikanku uang sekarang juga." jawab Fita dengan nada penuh penekanan.


" Oke nanti aku tunggu di tempat pertama kali kita bertemu." sambung Fita lagi. Fita pun mengakhiri pembicaraannya, ketika berbalik badan dia sangat kaget ternyata sahabatnya ada di depan matanya.


" Ka..ka..kamu dari kapan berada di situ?" tanya Fita dengan gagap.


" Baru saja." jawab Flora santai.


" Apa kamu mendengar semua pembicaraanku?" tanya Fita mencoba memastikan.


" Tidak semua, hanya mendengar kamu akan mendonorkan ginjal, apa itu benar?" tanya Flora.

__ADS_1


" Maaf aku gak bisa cerita banyak, aku harus pergi." bantah Fita. Fita langsung pergi meninggalkan Flora yang penuh dengan rasa penasaran.


" Aku harus tahu jawaban atas rasa penasaranku, kalo begitu nanti pulang sekolah aku harus mengikutinya." batin Flora


__ADS_2