
Sesampainya di terminal Solo, Flora dan Fita segera turun dari bis yang mengantar mereka sampai di kota ini.
" Flora, aku lapar banget nih, kita cari warteg yuk." ajak Fita sambil memegangi perutnya yang sudah keroncongan.
" Oke, aku ikut aja kemana kamu pergi,lagian sekarang ini kamu kan bos nya." goda Flora.
" Ah kamu bisa aja." sambil menepuk pundak Flora karena merasa malu.
Mereka berjalan menelusuri jalanan kota Solo, Fita yang baru saja menginjakkan kakinya di kota Solo merasa takjub dengan kota itu.
" Flora, kota Solo ternyata rame juga ya?aku baru kali pertama lo ke sini, maklum aku dari keluarga tidak mampu makanya ga pernah plesir kemana-mana paling mentok plesirannya di Pantai Teleng Ria." ujar Fita panjang lebar.
" Yaudah kalo gitu kita harus bersenang-senang dan ga usah mikirin apapun,biar ga ada yang mengganggu, ponselnya di matiin aja gimana?" berkata dengan penuh semangat.
" Oke, siapa takut." Fita menyetujui usulan sahabatnya.
Dengan semangat yang tinggi Flora dan Fita memasuki sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di kota Solo.
Fita begitu excited melihat keadaan di dalam Mall tersebut.
Dia kelihatan bingung harus memasuki toko yang mana dulu, melihat sahabatnya clingukan Flora segera menggandengnya untuk menaiki eskalator.
Flora tidak habis pikir kalo Fita bisa bertingkah konyol di depan eskalator, dia seperti kebingungan untuk menaikinya, itu terlihat dari setiap kali kakinya mau menaiki eskalator maka di tarik kembali.
" Fita ayo naik." perintah Flora.
" Bentar ini juga lagi berusaha,aku takut kepleset." jawab Fita yang sedang cemas
Flora mendengar jawaban dari gadis polos di depannya ini hanya bisa tepok jidat.
" Sini aku pegangi." Flora menarik tangan Fita lalu memegangi pundaknya.
" Wah, keren bisa jalan sendiri tangganya." cengengesan.
" Udah jangan komentar yang aneh-aneh malu di lihat orang." bisik Flora di telinga Fita.
Sesampainya di atas Flora mengajak Fita ke sebuah restoran jepang yang menyajikan mie ramen kesukaannya.
" Ayo masuk, kita makan di sini aja ya." tanya Flora.
" Emangnya ini warteg?"
Hadeuh….sejak kapan ada warteg di dalam mall? batin Flora.
" Bukan ini restoran jepang, menyediakan menu seperti sushi dan mie ramen." jelas Flora.
__ADS_1
" Yaudah kita makan di sini aja,keliatannya enak." seru Fita.
Flora menggandeng Fita memasuki restoran jepang, mereka memilih meja yang dekat dengan jendela.
Pelayan pun datang menghampiri mereka dengan ramah,dan memberikan buku menu.
" Saya pesan mi ramen minumnya air mineral aja." ucap Flora.
" Saya juga sama." sahut Fita.
Sambil menunggu pesanan mereka datang Flora mewawancarai Fita seperti seorang wartawan profesional.
" Gimana kamu senang ga berada di sini?" tanya Flora.
" Senang banget, aku benar-benar ga menyangka bisa makan di tempat bagus kayak gini." sambil tersenyum dan melihat sekeliling.
" Habis ini kamu mau beli apa?"
" Aku mau beli baju buat ayah, ibu sama adik-adik ku, coba saja mereka berada di sini pasti mereka senang sekali." mimik muka Fita langsung berubah.
" Nanti kalo mereka bertanya kamu bisa belanja uang darimana, apa yang akan kamu katakan?" tanya Flora penasaran.
" Mungkin aku akan berbohong,yang jelas mereka tidak boleh tahu kalo aku menjual ginjal." sambil menundukkan kepala
Akhirnya pesanan pun datang, pelayan menyajikan makanan tepat di hadapan mereka, setelah selesai dengan tugasnya pelayan kembali ke dapur.
Fita melihat mi ramen yang tersaji di hadapannya lengkap dengan sumpit hanya bisa termenung dan mengeluh.
" Kok ga di kasih sendok ama garpu sih, aku kan ga bisa makan pakek sumpit ini."
Flora tersenyum melihat kebingungan yang nampak dari wajah sahabatnya itu.
" Sini biar aku ajari." sambil mempraktekkan kelihaiannya dalam menggunakan sumpit
Perlahan tapi pasti akhirnya Fita bisa melakukannya.
Makanan yang tersaji di atas meja sukses mereka lahap semuanya sampai habis, setelah membayar tagihan di kasir Flora dan Fita melanjutkan lagi petualangan mereka menjelajahi mall.
Seperti anak seorang Sultan, satu persatu toko pakaian dan sepatu mereka masuki, tanpa di sadari tangan mereka sudah penuh dengan barang belanjaan.
Kaki Flora sudah terasa pegal, dia kelihatan sangat capek mengikuti kemana Fita pergi, tanpa menghiraukan Fita yang terus berjalan, Flora langsung duduk begitu melihat kursi kosong.
Fita yang sedang asyik berjalan menelusuri mall tidak menyadari kalo Flora sudah tidak ada lagi di belakangnya.
Flora yang sedang memijat kakinya langsung tersadar kalo Fita sudah tidak nampak lagi dari pandangannya. Dia sangat panik ketika tahu jika sahabatnya sudah berjalan terlalu jauh.
__ADS_1
Dia beranjak dari tempat duduknya dan mengumpulkan sisa-sisa tenaga untuk berlari mencari Fita.
Bak di Film-film, mereka berdua saling mencari antara satu dengan yang lain, bahkan mereka sempat berdekatan tapi mata mereka tidak saling melihat.
Flora yang sudah kelelahan akhirnya memutuskan untuk keluar dari mall dan duduk di depan pintu masuk, dia berharap jika Fita bisa melihatnya ketika keluar.
Mungkin kepala mereka sudah di penuhi oleh rasa khawatir sehingga mereka lupa kalo di mall itu di fasilitasi ruang informasi, yang khusus untuk memberikan informasi-informasi penting kepada pengunjung termasuk kehilangan sanak saudara mereka ketika berada di mall.
Flora yang sudah menunggu Fita hampir tiga jam lamanya, sekarang hampir putus asa,dia bingung harus mencari dimana lagi sahabatnya itu sampai akhirnya dia teringat akan ponselnya.
" Siapa tahu Fita menghubungiku." gumam Flora.
Dengan cepat dia merogoh saku roknya untuk mengambil ponsel. Begitu dia melihat ponselnya yang mati langsung di tekannya tombol on, dan membuat ponsel itu menyala.
Tanpa menunggu lama di carinya nama Fita di ponsel lalu di tekannya tombol bergambar gagang telepon dengan warna biru, setelah tersambung Flora harap-harap cemas menunggu Fita mengangkat teleponnya.
" Halo, Flora kamu di mana? aku takut di sini sendiri." sambil menangis. Flora mendengar suara sahabatnya di seberang sana merasa senang sekaligus lega, karena sebentar lagi mereka akan segera bertemu.
" Iya, aku sekarang ada di depan pintu keluar, kamu ke sini ya!aku tunggu." perintah Flora.
" Baiklah aku akan segera ke sana."
Beberapa menit kemudian Flora nampak kaget begitu ada seseorang yang memeluk dari belakang, setelah dia menengok terukir senyuman di bibir mungilnya.
Dengan cepat tangan Flora meraih tubuh orang yang di hadapannya untuk di dekatkan ke tubuhnya sedangkan tangannya mengelus-ngelus punggung orang itu.
" Fita akhirnya aku menemukanmu, aku benar-benar hampir putus asa mencarimu." ucap Flora.
" Sama, aku sungguh takut jika tidak bisa menemukanmu, aku mau menghubungimu tapi apa daya pulsaku habis, tapi untung saja kamu meneleponku." terang Fita.
" Kamu tadi ada di mana?" tanya Flora penasaran.
" Aku tadi di dalam kamar mandi sambil menunggumu menelepon."
" Apa? di kamar mandi, yang benar aja kamu berada di sana?" tanya Flora kurang percaya.
" Iya, aku tuh takut kalo aku jalan terus yang ada nanti aku semakin tersesat makannya aku nunggu kamu di kamar mandi aja." jelas Fita panjang lebar.
" Fita tolong maafin aku karena ga ngasih tahu kamu kalo aku mau istirahat, malah main duduk aja." tutur Flora menyesal.
" Sudahlah ga papa yang penting kita sudah bertemu kembali, sekarang sudah sore kita pulang yuk,aku takut nanti kita kemalaman nyampe rumahnya."
" Baiklah."
Akhirnya petualang dua gadis itu telah usai dan saatnya mereka untuk kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1