
Kediri merupakan tanah kelahiran Flora, dia lahir dan tumbuh besar disana, hingga akhirnya dia terpaksa meninggalkan kampung halamannya karena pada saat itu papahnya di pindah tugas kan ke Jakarta.
Ini pertama kali bagi dirinya menginjakkan kaki di kampung halamannya.
" Akhirnya sampai juga." ucap Flora antusias, dia keluar dari mobil dengan tergesa-gesa, wanita itu terlihat sangat senang.
Kedatangan mereka di sambut hangat oleh Nenek Flora, Flora masih sangat hafal betul dengan Neneknya, walaupun sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Flora berlari ketika melihat Nenek menghampirinya dia berteriak memanggil Nenek, di peluknya wanita yang sudah terlihat sangat tua itu dengan erat, begitu rindu mungkin yang di rasakan Flora.
" Ini Flora ya? kamu sudah remaja sekarang." ujar Nenek lirih, di kecupnya kepala Flora berulang kali, sembari memeluk erat cucunya yang terlihat sudah dewasa dan cantik.
" Flora kangen banget sama Nenek." ucap Flora di pelukan Nenek.
" Akhirnya Flora bisa ketemu lagi sama Mbah uti ya." sambung Budhe, Flora langsung melepas pelukanya, bergantian dengan Budhe yang memeluk Nenek. " Apa kabar Nek?" imbuhnya, Budhe melepaskan pelukanya beralih mengelus punggung Nenek. " Baik nak." jawab Nenek dengan senyuman bahagia.
" Iya Budhe, terakhir ketemu waktu Flora lulus SD." ucap Flora sambil tersenyum senang.
" Ya sudah ngobrolnya di dalam saja, Flora bisa bertemu dengan banyak saudara." ajak Nenek.
" Iya Nek." Flora memeluk lengan Nenek, mereka memasuki rumah Nenek dengan beriringan, terlihat besar dan luas, tidak ada yang berubah sedikitpun dari rumah Nenek, bentuk dan tata letak barangnya masih sama seperti dulu waktu Flora masih tinggal di rumah Nenek.
Flora melihat banyak sekali orang di dalam rumah, wanita itu ikut bergabung namun dia merasa bingung, karena tidak semua saudara Flora kenal. Gadis itu mulai jenuh berada di kerumunan keluarga besarnya, akhirnya Flora memutuskan untuk pamit masuk ke dalam kamar tamu untuk istirahat dan membersihkan badannya.
Di kamar tamu, Flora membaringkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum dia beranjak mandi. Dia merasa sangat lelah dengan perjalanan yang memakan waktu kurang lebih enam jam.
Di rasa capeknya sudah hilang, Flora beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Air dingin yang mengalir di tubuhnya membuat gadis itu merasa segar dan bersemangat lagi.
Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian, Flora keluar dari kamar untuk menemui Nenek dam Budhenya. Terlihat Budhe sedang bersenda gurau di ruang tamu bersama saudara yang lain, Flora langsung menghampirinya.
" Budhe, Flora mau main ke rumah teman ya? Flora sudah lama tidak bertemu mereka." izin Flora.
__ADS_1
" Boleh, hati-hati ya." jawab Budhe santai.
" Iya Budhe, oh ya Nenek kemana? aku mau pamitan juga." tanya Flora.
" Nenek lagi sibuk bertemu dengan tamu-tamu, nanti biar Budhe saja yang sampaikan."
" ya sudah kalau begitu, Flora pamit dulu Budhe." Flora meraih telapak tangan Budhe secara paksa dan menciumnya. " Assalamualaikum." ucap Flora seraya pergi meninggalkan Budhe. " Walaikumsallam. " jawab Budhe sembari menggelengkan kepala, karena merasa lucu dengan tingkah keponakanya itu.
Selepas berpamitan dengan Budhe, Flora meraih sepeda yang terparkir di depan rumah Nenek, kebetulan Nenek memiliki sepeda, namun sepertinya sudah tidak di kenakan olehnya, masih terlihat sangat bagus dan terawat, hingga masih bisa di pakai. Flora segera keluar dari halaman rumah Nenek dan pergi menuju rumah temannya.
Flora menelusuri kampung halamannya sedikit canggung, karena banyak sekali perubahan, namun Flora tidak memperdulikanya, dengan bermodalkan filling saja, wanita itu terus mengayuh dengan penuh semangat, di bayangkannya teman masa kecil setelah remaja, muka mereka berubah seperti apa ya, batin Flora. Membayangkan saja membuat Flora senyum-senyum sendiri.
Ketika Flora hendak belok masuk ke dalam gang, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul motor melaju sedikit kencang. Sontak saja itu mengagetkan Flora dan membuat tangannya langsung banting setir. Flora yang berusaha menghindari motor tersebut, terjatuh dari sepedanya.
Pria yang mengendarai motor itu berhenti lalu turun menghampiri Flora.
" Kamu tidak apa-apa?" tanya pria asing itu, dengan cepat pria itu menjauhkan sepeda yang menindih kaki Flora, Flora mendongakkan kepala dan menatapnya, seperti kenal gumam Flora dalam hati.
" Bentar kamu Flora bukan? aku gading teman SD kamu, masih ingat?" tanya Gading ragu dan masih mematung di posisinya.
" Oh ya, pantas saja muka kamu familiar banget." jawab Flora, wanita itu berusaha berdiri dan , Gading melihat Flora kesusahan dia langsung sigap membantu Flora.
" Maaf ya gara-gara aku kamu celaka." ucap Gading.
" Gak apa-apa kok, lain kali kalau di gang sempit jangan ngebut bahaya." tutur Flora seraya tanganya membersihkan bajunya yang terlihat kotor karena terjatuh.
" Iya...iya, lain kali gak akan ngebut lagi." jawab Gading cengengesan.
" Memangnya mau kemana sih, pakek acara ngebut?" tanya Flora.
__ADS_1
" Tadi pacar aku nelepon, dia minta di jemput" jawab Gading malu-malu.
" Ohhh begitu, aku mau tanya kamu pacarnya atau tukang ojeknya sih?" ledek Flora sambil menahan bibirnya supaya tidak tertawa.
" Kayaknya dua-duanya deh." jawab Gading merekapun ketawa.
kenapa jantungku berdetak kencang ketika melihatmu tertawa seperti itu, hatiku terasa bahagia. gumam Flora dalam hati.
" Kamu mau kemana?" tanya Gading membuyarkan lamunan Flora.
" Aku mau main ke rumahnya Rena."
" Oh, dia ada di rumahnya, kebetulan tadi aku lihat dia lagi menyapu halaman."
" Ya sudah, aku langsung kesana saja." Flora bergegas mengambil sepedanya.
" Kamu sudah baikan? apa perlu aku antar?" tanya Gading khawatir.
" Gak usah gak apa-apa kok." jawab Flora kemudian wanita itu menaiki sepedanya.
" Kamu di sini masih lama? Aku belum puas ngobrol sama kamu." ucap Gading serius.
" Cuma tiga hari saja, emsss gimana kalau nanti sore kita cari makan sambil ngobrol?"
" Wah boleh banget." jawab Gading senang.
" Oke sampai jumpa nanti sore." Flora beranjak pergi meninggalkan gading. " Byeee." teriak Flora sembari menengok ke arah Gading, pria itu hanya melambaikan tangan dan tersenyum tulus.
Assalamualaikum, terima kasih banyak buat para readers yang masih setia dengan novel biasa kami, mohon dukunganya yah.
__ADS_1
kasih Like,komen, vote dan jadikan favorite oh yah kasih bintang 5 dong.hehehe
terima kasih semoga terhibur.