
Flora memasuki halaman rumah dengan hati yang berdebar-debar, dia kayuh sepedanya memasuki garasi.
Flora masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang, karena dia masih merasa takut kalau harus bertemu Budhenya.
" Flora, kamu sudah pulang nak?" Sapaan Budhe membuat Flora terperanjat dia merasa takut untuk menatap Budhe saat ini, Flora menoleh perlahan menatap Budhe sembari mengukir senyum termanisnya.
" Eh Budhe, iya Flora baru pulang." jawab Flora pelan menundukkan kepalanya.
" Ya sudah kamu mandi dulu sana habis itu makan." perintah Budhe lembut.
" Iya Budhe." jawab Flora lirih tanpa menatap Budhe.
Flora melangkahkan kakinya guntai menuju kamarnya, di dalam kamar Flora berbaring di atas tempat tidur. Dia merasa sangat capek karena sudah mengayuh cukup jauh, di lihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 04.45 WIB.
" Aku harus mandi dulu habis itu makan." gumam Flora.
Di ambilnya handuk, kemudian Flora masuk ke dalam kamar mandi. Dirasa sudah selesai semua ritual mandinya Flora keluar kamar mandi dengan tubuh yang fresh, sepertinya dia sudah mendapatkan semangat lagi dalam hidupnya.
Flora memakai pakaian santai yaitu kaos dan celana pendek kemudian Flora segera menuju ruang makan. Melihat Flora mengarah ke ruang makan Budhe menghampirinya.
" Flora masih marah sama Budhe?" ucap Budhe dengan mengelus lembut kepala Flora.
" Ah enggak kok Budhe." jawab Flora seraya tangan mengambil beberapa makanan yang sudah tersedia, dimasukkanya kedalam piring kemudian wanita itu duduk dan memakanya.
" Tadi Flora pergi kemana? Budhe sangat khawatir nak." tanya Budhe lembut, di tariknya kursi sebelah Flora dan mendudukkan dirinya.
" Maaf Budhe kalau kepergian Flora tadi, bikin Budhe khawatir." tutur Flora tanpa menoleh pada Budhe dia terus sibuk memasukkan makanan kedalam mulutnya.
" Bagaimana apa Flora sudah mengambil keputusan?" tanya Budhe.
" Flora tetap masih ingin sekolah dan berpacaran sama Rio, Flora janji Budhe gak akan macam-macam." jelas Flora dengan suara beratnya dan menatap Budhe lembut.
Budhe menarik nafas panjang. " Kenapa sih Flora tidak mau meninggalkan Rio? Flora benar-benar cinta?" ucap Budhe sedikit kesal. "justru itu yang Budhe khawatirkan, biasanya kalo perempuan sudah sangat mencintai pacarnya maka dia rela memberikan apa saja termasuk kesuciannya." jelas Budhe tanpa memikirkan perasaan Flora.
" Flora gak kayak gitu Budhe, lagian Flora masih ingat nasehat dari Papah kalo seorang laki-laki sudah mencium bagian bibir wanitanya maka itu akan terus turun ke bagian tubuh lainnya, mulai dari bibir, ke leher, dada dan terakhir ke bagian intim nya maka rusaklah wanita itu." jelas Flora meyakinkan Budhe. " Oleh sebab itu sampai detik ini Flora terus menjaga agar tidak ada satu laki-laki pun mencium Flora dan itu sudah harga mati." imbuh Flora.
Budhe mendengar penjelasan panjang lebar dari keponakan tercintanya mulai terpasang senyuman tipis di bibirnya, dia merasa sedikit lega.
" Baiklah, Budhe izinkan kamu tetap sekolah dan pacaran sama Rio tapi dengan syarat, besok pulang sekolah ajak sahabat-sahabat kamu dan Rio main ke rumah, Budhe mau berbicara pada mereka." ucap Budhe dengan lembut.
Wanita Paruh baya itu merasa sedikit lega dengan perkataan Flora dia pamit untuk istirahat di kamarnya meninggalkan Flora yang masih sibuk makan. Flora terdiam kemudian menengadahkan kepala ke atas dan menutup matanya wanita itu merasa bingung dengan sikap Budhe.
" Sebenarnya apa yang akan Budhe bicarakan ke pada mereka? ah tahu ah yang penting aku masih bisa sekolah dan bersama Rio." gumam Flora frustasi.
__ADS_1
Tanpa ambil pusing, Flora kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda dan menyuapkan ke mulut dengan cepat seperti belum makan selama beberapa hari saja.
...
Ke esokan harinya Flora memasuki gerbang sekolah dengan perasaan yang tidak begitu bagus. Dia merasa bingung harus mulai dari mana menjelaskan peristiwa yang dia alami kemarin siang pada sahabat dan Rio.
" Nanti bagaimana aku menjelaskan ke mereka ya? terus bagaimana reaksi mereka setelah mendengar penjelasan ku? aduh aku sungguh pusing." gumam Flora namun masih sedikit terdengar kalau ada orang di sampingnya.
" Hai ngomong sendiri kayak orang gila." ucap seseorang menepuk pundak Flora.
" Biarin aja, ini tuh namanya seni." jawab Flora ngeles, Lucas mendengar perkataan Flora ingin ketawa namun ditahan.
" Seni apaan? seni jadi orang gila?" tutur Lucah ngeledek, spontan Flora dan Lucas tertawa.
Lucas tidak henti-hentinya memandangi wajah Flora yang selalu membuat jantungnya bergetar, dia merasa senang ketika Flora tertawa lepas di hadapanya.
" Udah yah aku masuk kelas dulu, daaaahhh Lucas." ujar Flora seraya tersenyum dan melambaikan tangan. Wanita itu berlalu meninggalkan Lucas begitu saja.
" Sampai kapan aku harus menahan perasaan ini untukmu Flora." gumam Lucas dalam hati sembari mengepalkan tangan.
Sesampainya di kelas Flora berjumpa dengan Wina teman sebangkunya.
" Pagi Win?" sapa Flora.
" Ada nih." sambil menyerahkan beberapa lembar foto. "Oh ya Win, anak-anak kemana?kok sepi?" tanya Flora heran gak seperti biasanya mereka belum kumpul di kelas.
" Masih di kantin, mereka bilang belum sarapan" jawab Wina.
" Ke kantin? lima menit lagi bel bunyi."
" Tenang saja bentar lagi juga datang." ucap Wina santai, benar saja mereka langsung terlihat memasuki kelas.
" Kalian gak pernah sarapan di rumah ya?" tanya Flora.
" Iya soalnya aku masih punya adik kecil jadi seringnya ibu ngurusin adik aku dan gak sempat masak." jawab Fita santai.
" Kalau aku memang gak suka sarapan di rumah, enakan di sini rame-rame." ujar Ane.
Kriiiiiiiiiinnngggg.....
" Sudah sana duduk di bangku kalian, nanti kita sambung lagi ngobrolnya. Kebetulan aku punya berita menghebohkan buat kalian dan Rio." ujar Flora serius.
" Eeeehhhemmm .....ada yang sebut-sebut nama aku nih." ucap Rio baru saja dateng.
__ADS_1
" Ya ampun, kaget tahu yank." ucap Flora sembari mengelus dada karena kaget.
" Ya habis kamu sok serius gitu, memang ada berita apa?" tanya Rio penasaran.
" Udah nanti saja aku kasih tahu nya. Kamu duduk sana gih, bentar lagi guru datang." perintah Flora memaksa.
" Ya sudah kalau gitu." Rio melangkahkan kakinya meninggalkan Flora.
Tidak lama kemudian guru mata pelajaran PPKN datang, dengan semangat ketua kelas memberi komando kepada semua murid untuk berdiri dan memberi salam. Setelah guru menjawab salam maka ketua kelas kembali memberi intruksi kepada semua murid untuk duduk kembali.
Pelajaran pun di mulai, ketika guru menjelaskan beberapa materi, Flora malah sibuk dengan matanya yang sangat sulit d ajak kompromi.
" Aduh kenapa ngantuk sekali sih, ini pasti efek begadang tadi malem buat ngerjain karya ilmiah." ujar Flora mengeluh karena ngantuk berat. Tanpa disadari oleh Flora guru sedang memperhatikannya, terlihat wanita itu terus mengucek ngucek mata sembari menguap berulang kali sehingga tidak Fokus dengan penjelasan guru, merasa geram guru langsung melontarkan pertanyaan pada Flora.
" Flora, coba jelaskan bagaimana caranya pasangan suami istri supaya tetap harmonis dan hidup rukun." pertanyaan guru tiba-tiba diberikan pada Flora. Flora terkesiap ketika mendapat pertanyaan dari gurunya, dia terdiam berusaha berfikir apa jawaban untuk pertanyaan tersebut.
" Supaya suami dan istri tetap hidup rukun maka keduanya harus tahu hak dan kewajibannya masing-masing." Jawab Flora yakin.
" Bagus Flora, memang betul. Jika suami dan istri bisa memahami akan hak dan kewajiban mereka masing-masing maka tingkat perceraian akan berkurang." tutur guru panjang lebar. "Pemikiran yang briliant untuk orang yang sedang mengantuk." imbuhnya dengan tersenyum pada Flora. Flora mendapat sindiran halus dari guru dia tertunduk malu.
Dua jam telah berlalu pelajaran PPKN telah berakhir. Setelah memberi salam kepada muridnya guru pergi berlalu meninggalkan kelas. Terlihat sudah tidak bisa di jangkau oleh mata keberadaan guru, dengan cepat Rio menghampiri kekasihnya.
" Sayang, katanya ada hot news?" tanya Rio sedari tadi memikirkan apa yang mau Flora bicarakan padanya.
" Iya sabar dulu." jawab Flora merubah posisi duduknya ke arah belakang sehingga bisa langsung menatap Ane dan Fita yang berada tepat di belakang bangkunya.
" Jadi gini, Budhe aku mengundang kalian main ke rumah." ucap Flora datar.
" Memang ada acara apa?" tanya Ane.
" Dalam rangka interogasi." ujar Flora serius.
" Maksudnya gimana nih, aku ga ngrti?" tanya Fita bingung.
" Ceritanya panjang tapi kesimpulannya Aku sama Budhe di kasih pilihan putus dari Rio atau bertunangan." jelas Flora dengan sedikit penekanan disetiap kalimat. "Karena Budhe melihat foto Rio yang merangkul aku itu sangat tidak pantas." imbuhnya sembari menghela nafas kasar.
" Tapi sayang bukannya itu berlebihan?" tanya Rio cemas. " lagian Kita kan gak melakukan apa-apa." imbuhnya.
" Maka dari itu Budhe mau berbicara sama kalian."
" Terus hubungannya sama kita apa?" tanya Wina.
" Aku gak tahu, tapi yang jelas Budhe mau kalian juga datang." ujar Flora serius.
__ADS_1
Sejenak mereka terdiam dan memikirkan apa yang sebenarnya Budhe inginkan dari mereka.