Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
Garis Dua


__ADS_3

seorang gadis menggenggam erat benda pipih kecil yang barusaja ia gunakan untuk tes urine. dengan tangan bergetar ia melihat kembali benda pipih kecil itu.


tubuhnya bergetar hebat, air mata mulai berjatuhan diatas pipinya.tubunya tiba tiba terasa lemas


"Gak!! Gak mungkin ini terjadi" ucapnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya


hal yang ia takutkan selama ini akhirnya terjadi juga. bagaimana ini?apa yang harus ia lakukan sekarang? kenapa kejadian ini terjadi?apa yang akan terjadi dengan masa depannya?bagaimana reaksi orang tuanya?


Hal hal buruk mulai memenuhi pikirannya. ingin sekali saat ini ia teriak. pusing sekali rasanya!!


"gw harus bertemu dengannya" ucapnya kemudian segera mencari ponselnya untuk ia gunakan menghubungi seseorang.


"angkat b*ngke "


"plis angkat"


"agghrr" teriaknya frustasi.


gadis itu ehhh wanita itu lebih tepatnya, wanita itu membuang ponselnya kesembarang arah ia memegangi kepalanya yang terasa begitu pusing.


"gob*ok Lu Kanaya"


yah wanita itu bernama Kanaya. Kanaya Aprilia putri. Dia adalah anak dari seorang pengusaha sukses dan juga desainer terkenal. papanya bernama Abraham dan mamanya bernama Aluna. hidup dikeluarga yang berkecukupan bukan membuatnya bahagia justru membuatnya menjadi anak broken home.


Kanaya mengusap air matanya kemudian mengambil hpnya kembali. tak menyerah dia berusaha menelpon orang yang harus bertanggung jawab untuk ini semua.


"vit-vito" panggil Kanaya ketika sambungan telpon itu sudah terhubung.


"Apaan gw lagi sibuk" ucap seorang laki laki dari sebrang telefon.


"temuin aku sekarang juga"


"gw lagi sibuk anj*ng"


Kanaya berusaha mengontrol emosi yang sudah mulai memuncak. tangannya tergenggam erat, ia memejamkan matanya.


"temuin gw ditaman dekat rumah sakit sekarang juga!! gw tunggu lima belas menit atau gw datang kerumah lu!!" tanpa menunggu jawaban dari laki laki itu Kanaya langsung mematikan panggilannya.

__ADS_1


...—————————————————————...


...🦋...


...—————————————————————...


"gw gak punya banyak waktu. jadi mau apa lu nyuruh gw kesini?" tanya laki laki itu ~Vito.


Tanpa banyak bicara Kanaya langsung memberikan test pack dengan dua garis itu kepada Vito.


"aku mau kamu tanggung jawab"


Vito memelototkan matanya terkejut "gak gw gak bisa nikahin lu, lu tau kan gw masih muda gw juga belum siap jadi seorang ayah"


Kanaya menggenggam kuat tas yang ia bawa. ia memejamkan matanya untuk menahan air matanya.


"lebih baik gugurin bayi itu sekarang"


PLAK


satu tamparan berhasil lolos kepipi mulus milik Vito.


"nay percaya apa kata gw lu gugurin aja bayi itu! emang lu mau masa depan lu hancur cuman karena bayi ini? udah masalah biaya biar gw yang tanggung"


"VITO STOP" bentak Kanaya membuat Vito diam.


"sory nay tapi gw gak mau masa depan gw hancur, sekarang gw juga udah gak punya rasa sama lu, sorry gw gak bisa nikahin lu" ucap Vito membuat hati Kanaya begitu terasa sangat hancur.


"lu tau?lu tuh egois vit!! lu cuman mau diuntung. lu ingin masa depan lu cerah tapi lu gak mikirin masa depan gw dan anak ini!!"


"MAKANYA GW BILANG GUGURIN ANAK ITU NAY!!gugurin!! dengan lu gugurin anak itu lu bisa kembali sekolah lagi nay, inget sebentar lagi kita ujian!"


"CUKUP VITO!! udah cukup gw udah gak mau denger ku ngomong lagi, biarin gw aja yang ngerawat anak ini sampai dia jadi sukses. anggep aja ini bukan anak lu!!lu juga gak pantes disebut sebagai seorang ayah—mulai sekarang jangan pernah tampakkan Wajak brengs*k lu itu didepan gw and makasih buat semua kelakuan buruk lu ke gw" ucap Kanaya langsung pergi dari taman itu.


Kanaya terus berlari tanpa tau tujuan dia akan kemana. saat ini hatinya dipenuhi dengan amarah pikirannya pun dipenuhi akan dendam. dia berhenti sebuah danau yang sepi mungkin karna ini sudah sore matahari pun sudah mulai tenggelam. Kanaya duduk dipinggirnya.


kanaya memejamkan matanya menikmati sarpaan angin yang mengenai wajahnya.

__ADS_1


"Ini gak adil tuhan...Kanaya capek Kanaya udah ga kuat"


Kanaya memegang perutnya yang masih datar. air matanya mulai menetes kembali.perasaan sedih marah khawatir bertumbuk menjadi satu.


Kanaya sedih dirinya dengan mudahnya dibodohi oleh seseorang dirinya bodoh dirinya tak bisa menjaga mahkotanya. Kanaya marah sangat sangat marah. wanita mana yang tak akan marah ketika dia hamil tapi orang yang menghamili tak mau tanggung jawab.kanaya khawatir bagaimana kedepannya. bagaimana dengan nasipnya dan juga anaknya.


masa depan yang sudah ia susun Serapi mungkin rasanya lenyap bak ditelan bumi. Kanaya mungkin masih bisa mengikuti ujian kelulusan bulan depan tapi bagaimana setelahnya? apakah dirinya harus bekerja saat tengah hamil?


deringan telfon menyadarkan Kanaya dari lamunannya. Kanaya membuka hpnya ternyata mamanya yang menelfonnya. Kanaya mengangkat alisnya bingung, untuk apa mamanya menelfonya? tak mau ambil pusing Kanaya pun mengangkatnya.


"Kanaya"panggil mamanya lamanya dari Sebrang telfon


"hmm" Jawab Kanaya cuek


"pulang sekarang pastikan kamu berpakaian yang rapi saat sampai rumah kecilkan suara montormu dirumah sedang ada keluarga kakek. jangan buat mama malu hanya karna sifatmu itu"


Tanpa menjawabnya Kanaya langsung memutuskan telfonnya sepihak. sudah ia duga mamanya tak akan mencarinya hanya karna khawatir ia belum pulang.


"bagaimana dia bisa bilang jangan buatnya malu hanya karna sifatku sedangkan dia saja tak pernah mengajarkanku tentang sopan santun, mereka hanya sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa kalau mereka punya anak" ucap Kanaya terdengar sangat pilu.


Kanaya memang anak broken home. perlakuan mereka lah yang membuat Kanaya menjadi seperti ini. Kanaya hanya ingin mempunyai waktu dengan mereka, Kanaya paham mereka harus bekerja tapi Kanaya tak mintak banyak waktunya Kanaya hanya meminta sedikit.


Disisi lain Kanaya juga ingin mendapatkan kasih sayang sama seperti adik tirinya. mama dan papanya hanya peduli dengan adiknya tidak dengannya.


Kanaya iri sangat iri. kenapa hanya adiknya yang diperlakukan seperti anak mereka sedangkan Kanaya? mungkin hanya dianggap sebagai anak tirinya. padahal faktanya dia yang anak aslinya bukan adiknya itu.


Kanaya tau bahwa otaknya minim tapi apakah itu salah Kanaya? Kanaya pun tak mau bodoh! siapa sih orang yang mau bodoh!! Kanaya sudah berusaha semaksimal mungkin agar dirinya bisa membanggakan orang tuanya dengan nilainya.


Kanaya memang bodoh dalam pelajaran tapi Kanya juga sisi positif, dia sangat pintar dalam voli. bahkan Kanaya sudah banyak mendapatkan piala dari kejuaraan yang dia menangkan. bahkan dia disebut sebagai 'Ratu volli'. namun hal itu tak membuat orang tuanya bangga kepadanya. haha miris bukan nasibnya?


...—————————————————————...


...Jan lupa vote,like,komen...


...masih banyak kesalahan dalam penulisan jadi mohon dimaklumi karna saya belom proo dalam merangkai kata📍...


...sekian terima gaji🐽...

__ADS_1


...————————————...


__ADS_2