Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
Happy birthday!!!


__ADS_3

jam menunjukan pukul 22.20 malam. seorang wanita cantik sedang duduk didepan meja riasnya sambil memoleskan lipstik dibibirnya.


"perfeck" ucapnya pada bayangannya dicermin.


Tok Tok Tok


suara pintu terdengar begitu keras membuatnya menoleh ke belakang.


"momy cepetan sudah belum" ucap Anaknya dari luar pintu.


"iya momy segera turun" jawabnya sambil berdiri dari duduknya dan mengambil Buket bunga mawar putih yang tadi dirinya beli.


Jika kalian menebak itu Kanaya maka jawabannya benar sekali.


"Ayok kita berangkat" ucap Kanaya turun dari tangga.


semua orang menatap Kanaya dengan mata yang berbinar, sungguh hari ini Kanaya terlihat sangat cantik dengan dress berwarna putihnya itu.


"what!! ini momy Kanaya?" tanya Rey tak percaya.


"sangat perfeck mom!!" ucap Ray


"ihhhh kakak sumpah kece Abisssssss" ucap Bianka Salah satu anak buah Kanaya


"bener banget kata bian Sinta saja sampe enggak ngenalin" sahut Sinta menimpali ucapan Bianka


"yang lebih parahnya.... kakak kaya baru berumur dua puluh tiga taun huaaaaaa" ucap Siska histeris


"udah udah kalian apaan sih" ucap Kanaya malu.


"ciee maluuu" ucap semuanya dengan kompak membuat Kanaya semakin malu.


"ER ayok berangkat!! kasihan supirnya sudah menunggu" ucap Kanaya berjalan kedepan duluan.


"untung aku masih butuh mereka kalau enggak udah aku pecat mereka semua, berani sekali mengatai bosnya ini!!" ucap Kanaya dalam hati.


"pak semuanya sudah dibawa kan?" tanya Kanaya kepada supirnya.


"sudah non" jawab pak supir sambil membukakan pintu untuk Kanaya.


Kanaya mengangguk kemudian duduk dibagian belakang bersama Ray sedangkan Rey memilih untuk duduk disamping pak supir.


"kalian habis ini tidur jangan lupa kunci pintu dan pastikan semuanya sudah mati" ucap Kanaya kepada para anak buahnya.


"siyap bos" jawab anak buahnya secara kompak.


"ya sudah saya pergi dulu" ucap Kanaya kemudian menutup pintu mobil.


disepanjang jalan Kanaya melihat keluar jendela menikmati sarpaan angin malam yang mengenai wajahnya.


Kanaya memang sengaja membuka sedikit kaca mobil supaya dirinya bisa menikmati keindahan kota ini dimalam hari.

__ADS_1


setelah sekitar satu setengah jam perjalanan akhirnya Kanaya beserta kedua anaknya sampai ke tempat tujuan.


Kanaya segera turun di ikuti kedua anaknya kemudian menyeret koper yang dirinya bawa.


"assalamualaikum" ucap Kanaya sambil masuk kedalam rumah yang begitu besar nan mewah.


"waalaikumsalam....Kanayaaaaa" teriak wanita paruh baya sambil berlari kemudian memeluk Kanaya.


"bagaimana kabarmu sayang?" tanya wanita paruh baya itu sambil melepaskan pelukannya.


"aku baik baik saja maa, mama sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Kanaya


"selalu baik" jawabnya


"ahh cucuku kemarilah" ucap wanita itu sambil merentangkan tangannya yang langsung disambut oleh 2 R.


"bagaimana kabar kalian?" tanyanya kepada 2 R.


"kami baik baik saja Oma, Oma sen diri bagaimana kabarnya?" tanya 2 R secara kompak.


"Oma selalu baik sayang" jawab wanita itu kemudian mengajak Kanaya dan juga 2 R.


"maa kenapa pintunya gak ditutup tadi?" tanya Kanaya kepada wanita itu.


"bagaimana aku bisa menutupnya sedangkan kalian masih belum sampai" jawab wanita itu.


"yaa ga sampe segitunya lah ma" ucap Kanaya sedikit emosi.


"oh ya maa apakah dia sudah tidur?" tanya Kanaya kembali, dijawab anggukan kepala oleh wanita itu.


"baik Oma" jawab 2 R kompak kemudian pergi kekamarnya kebetulan mereka sudah sangat ngantuk dan juga lelah.


"kamu juga Nay buruan ke tas sebentar lagi sudah jam dua belas" perintah wanita itu.


"baiklah maa Naya izin keatas dulu" ucap Kanaya sopan kemudian menyeret kopernya menuju lantai atas.


kaki Kanaya berhenti tepat didepan pintu berwarna hitam bertuliskan huruf S diatas pintunya.


"bukak ga ya?" ucap Kanaya sambil menggenggam kuat ganggang pintu kamar itu.


"buka saja Kanaya buka" ucapnya lagi sambil membuka pintu itu dengan perlahan.


Kamar itu terlihat sangat megah dengan warna hitam putih dengan foto foto Kanaya beserta seorang


laki laki.


Kanaya berjalan masuk secara perlahan kemudian menutup pintunya kembali. "slow Kanaya slow" ucapnya pelan sambil memegangi dadanya yang sudah seperti tempat disko


Kanaya melihat jam ditangannya yang menunjukan pukul 23.55 dengan segera Kanaya bejalan pelan agar tak membangunkan seseorang yang terlelap dibalik selimutnya.


"ayok Kanaya buruan" ucap Kanaya sambil menata lilin diatas kue cokelat yang sudah dirinya beli dari tadi sore.

__ADS_1


kurang beberapa detik lagi sudah pukul dua belas malam. Kanaya segera menyalakan lilin dari kue tersebut dan berdiri disamping ranjang yang diatasnya terdapat seseorang yang tidur nyenyak.


00.00


Kanaya tersenyum kemudian mengecup pipi seseorang yang sedang tidur tersebut sehingga membuat orang tersebut terbangun.


"Selamat ulang tahun suamiku" ucap Kanaya berbisik tepat ditelinga seorang laki laki tersebut.


laki laki tersebut terlihat menampakan wajah terkejutnya.


"K-Kanaya?" tanya laki laki itu gugup


"yes!! I'm Kanaya, Kanaya Aprilia Putri" jawab Kanaya membuat laki laki itu langsung memeluknya. Kanaya pun langsung membalas pelukan dari laki laki tersebut.


"ehh udah dulu dong peluknya kasian nih lilinnya gaada yang niup" ucap Kanaya dengan menampakan wajah lucunya.


laki laki itu tersenyum kemudian mulai berdoa dan meniup lilinnya.


"Happy birthday my husband" ucap Kanaya membuat laki laki itu tersenyum manis.


"Terima kasih" ucapnya kepada Kanaya.


"ehhh foto dulu dong" ucap laki laki itu membuat Kanaya yang tadinya mau meletakkan kuenya tidak jadi.


"pakek hpmu yaa soalnya hpku rusak" ucap Kanaya diangguki Laki laki itu.


"ihhh Sam yang bener dong" ucap Kanaya marah.


ya bagaimana tak marah jika Kanaya belum siap tapi laki laki itu sudah memfotonya.


"udah ga ada foto untuk kedua kalinya" ucap laki laki itu membuat Kanaya marah.


"Samudra" panggil Kanaya sambil menatap laki laki itu horor


"hehe iya iyaa" ucap laki laki itu kemudian mengeluarkan hpnya kembali.


hmmm masih ingat dengan samudra? jika lupa bacalah episode 12.


"udah puas?" tanya Samudra diangguki oleh Kanaya.


"yaudah sekarang boleh dilanjut kan peluknya?" tanya Samudra kembali


Kanaya meletakan kuenya diatas laci yang berada disamping ranjang kemudian mengangguk kecil.


"tapi aku maunya lebih" ucap Samudra langsung mencium bibir Kanaya singkat


"are you ready Beby?" tanya Samudra membuat jantung Kanaya berdebar tak karuan


Kanaya dengan perlahan menganggukkan kepalanya membuat Samudra tersenyum manis.


setelah sekian lama tak bertemu akhirnya malam ini samudra dan juga Kanaya bertemu kembali. bukan hanya itu malam ini menjadi saksi pertempuran antara Kanaya dan juga samudra.

__ADS_1


oh tak hanya malam yang menjadi saksi tapi juga bunga mawar putih. akhirnya cinta Kanaya bisa seperti mawar putih, akhirnya malam ini Kanaya Aprilia putri bisa benar mencintai Raditya Samudra Alaska.


(cerita tentang Kanaya dan juga samudra bakalan diceritain di next episode yah prend😻Jan lupa like biar saya lebih semangat lagi uppnya)


__ADS_2