
⚠️‼️
seperti istri pada umumnya, Kanaya menyiapkan keperluan untuk suaminya dan menaruhnya diatas kasur kemudian kembali kebawah untuk memasak makanan untuk makan malam, kebetulan hari ini dokter Mora sedang tidak dirumah jadi Kanaya lah yang harus menyiapkan makanannya sendiri.
"duh masak apaan nih" ucap Kanaya bimbang saat melihat bahan dapurnya yang tinggal sedikit. mungkin para pembantunya tidak ada yang melihatnya.
Kanaya mulai mencari resep resep yang ada diinternet untuk memudahkannya memasak dengan bahan yang sedikit.
"pesen Gofood to*lol" ucap kanaya menggerutuki kebodohannya itu.
"Kanaya Kanaya lu tuh norak banget sihhh, eh bukan norak tapi lu tuh b0d0 banget sihhhh kan ada Gofood astagfirullahhalazim kenapa lu harus susah susah sihhhhh? ha?" omel Kanaya kepada dirinya sendiri sambil asik mencari makanan yang menurutnya enak dan disukai anak suaminya.
setelah selesai memesan beberapa makanan Kanaya memutuskan untuk menunggunya sambil menonton tv untuk mengurangi kebosanannya, tak lupa dengan membawa cemilan biskuit tentunya.
"loh sayang kamu ga masak?" tanya Samudra saat melihat istrinya yang duduk bersantai menonton Upin Ipin sambil memakan biskuit.
Kanaya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"loh kenapa?" tanya Samudra kembali.
"ga ada bahan masakan" jawab Kanaya tanpa melihat suaminya.
"lah terus malam ini kita makan apa?" tanya samudra bingung.
"tadi aku udah pesen kok" ucap Kanaya sedikit malas, moodnya bisa rusak jika sampai melewatkan episode ini.
Samudra hanya mengangguk anggukan kepalanya paham, kemudian ikut istrinya menonton film kesukaannya itu.
Samudra mencari posisi yang menurutnya paling nyaman, yaitu tiduran dipaha istrinya dan ikut menikmati biskuit yang dibawa oleh Kanaya.
"mereka berdua tuh kapan sih dewasanya? ga capek apa sekolah TK Mulu? ga pingin apa mencoba sekolah SMP kek SMA kek kuliah kek!" ucap Kanaya membuat Samudra bangkit dari rebahannya berganti duduk bersampingan dengan istrinya.
melihat Samudra yang menepuk bahunya membuat Kanaya yang peka segera meletakkan kepalanya dipundak suaminya.
"makanya daftarin sana!!" ucap Samudra sambil mengelus rambut istrinya manja.
Kanaya hanya menanggapinya dengan gelengan kepala.
"ihhhh Upin gemoy banget ga sih?" tanya Kanaya kepada suaminya itu.
"iya tapi masih gemoy aku" jawab Samudra dengan pdnya.
"iya in aja siapa tau dapat pahala" ucap Kanaya
Samudra mengangkat alisnya bingung "hah? pahala?" ulangnya takut kalu salah dengar.
Kanaya mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
Ting Tong
"Rey ambilin makanannya" perintah Kanaya tanpa mengalihkan pandangannya.
"lah perasaan tuh orang kagak lihat gw turun deh kok bisa tau sih kalau gw dibelakangnya?" tanya Rey kepada dirinya sendiri.
"suara langkah kaki lu t0l0l" sahut Ray yang membuat Rey menjadi malu.
"nih uangnya" ucap Kanaya sambil memberikan uang tiga lembar berwarna merah.
"sorry gw ga semiskin yang lu kira" ucap Rey langsung pergi tanpa mengambil uang yang diberikan oleh Kanaya.
"lah bocah!! emang dia punya uang cash dari mana ?" tanya Kanaya heran.
"ngepet paling mom" sahut Ray ngawur
"ahhhh pasti lu kan yang jadi babinya?" tanya Kanaya mendapatkan tatapan tajam dari Ray.
"enak aja ganteng genteng gini dibilang babi" jawab Ray dengan PD yang terlalu tinggi.
"Kebanyakan ha—" ucap Kanaya terpotong karna teriakan Rey.
"Momy..... cepetan sini uangnya" teriak Rey sambil berlari dan menyahut uang yang berada diatas meja kemudian berlari keluar lagi.
"anakmu?" tanya Kanaya kepada suaminya.
"tubuhnya doang" jawab samudra.
"nih" ucap Rey sambil menaruh beberapa kantong plastik diatas meja.
"udah makan disini aja!! Upin Ipin udah mau mulai nih!!" ucap Kanaya saat melihat kedua anaknya mau berjalan kearah dapur.
"Ray ambilin baskom berisi air buat cuci tangan" perintah Kanaya langsung dikerjakan oleh anaknya.
"nih mom" ucap Ray kemudian ikut duduk dilantai bersama dengan adiknya.
"jangan lupa berdoa" peringat Samudra saat melihat Ray yang langsung memakan nasinya.
"hehehe... bismillahirrahmanirrahim" ucap Ray kemudian melanjutkan makannya sambil melihat kartun dua botak.
setelah selesai Ray dan Rey segera bersiap untuk pergi jalan jalan malam ini ehemm maksudnya pergi ke supermarket malam ini.
"Dedy pinjam montornya yah?" tanya Ray hati hati.
"lah emang kamu bisa naik montor?" tanya samudra balik.
"yaaa bisa lah Ded, orang Ray juga sering pake montornya mba Bianka " Jawab Ray.
__ADS_1
"ENGGAK!! pokok perginya dianterin pak supir aja!!" ucap Kanaya yang membuat dua R menggelengkan kepalanya tak mau
"no!! kami ga mau dianterin supir!!" sahut Rey tak setuju.
"udah lah sayang biarin mereka pakek montor" ucap Samudra membela anaknya.
"tapi—" ucap Kanaya langsung dipotong oleh suaminya.
"—lagian juga kan mereka udah dewasa udah bisa jaga diri" ucap Samudra memotong ucapan istrinya.
Kanaya hanya pasrah dengan anak anaknya itu. lagian dua R itu punya banyak rencana agar diizinin, jadi yaudah lah izinin aja.
"yess!! yaudah kami berangkat dulu da momy da Dedy" ucap Ray langsung pergi dari situ.
"ehemm Rey maunya adik cewek yahhh" ucap Rey langsung ikut berlari kakaknya.
"Rey!!" ucap Kanaya berusaha terlihat tegas padahal aslinya sudah deg degan parah, apa lagi saat ini samudra melihatnya dengan sangat tajam.
"ehemm mau kemana?" tanya Samudra saat melihat istrinya yang ingin bangkit dari duduknya.
"emmm a-aku eee Gauss mau ambil m-minum" ucap Kanaya berusaha untuk bangkit dari duduknya namun lagi dan lagi tangannya di tahan olah suaminya.
"tuh ada air" ucap Samudra sambil menunjukan botol minum yang berada diatas meja.
"Sam lepas ihh mau beres beres" ucap Kanya berusaha senormal mungkin, padahal mahhh udah mau mati rasanya.
"besok kan diberesin bibi" sahut Samudra membuat Kanaya tak punya alasan lagi untuk keluar dari cengkeraman samudra.
"Sam udah dehh mau ngapain sihh?!" ucap Kanaya berlagak seperti orang yang tidak tau apa apa.
"cuman olahraga malam sebentar" jawab samudra dengan entengnya.
"Sssaaammm lleeppaass~" ucap Kanaya dengan manjanya.
"No Beby!" ucap Samudra tepat ditelinga milik Kanaya.
"Sam ihhh nanti dilihatin anak anak" ucap Kanaya masih berusaha menghindar.
bukan apa apa tapi diposisi sedekat ini rasanya jantung Kanaya mau copot tolonggg....
Samudra segera menggendong Kanaya. Kanaya yang tak siap pun langsung melingkarkan tangannya di leher Samudra.
Kanaya memejamkan kedua matanya kuat mendengarkan jantung Samudra yang berdetak cepat ahh tapi masih cepat miliknya.
Samudra tersenyum puas melihat pintu berwarna hitam didepannya.
"siap tidak siap kamu harus siap Beby" ucap Samudra dengan suara besar nan serak nya kemudian masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya.
__ADS_1
...🦋...
...Apa? mau nunggu apa? udah udah pulang!! tak bilangin mamak mu yah!! gw aja nulisnya sambil nyebut. dahh gausah berharap lebih!!...