
"good morning mom" ucap 2 R kompak kemudian duduk di tempatnya masing masing.
"morning sayang,,,, ya udah kalian hutan sarapan habis itu berangkat sekolah" ucap Kanaya yang sibuk memoleskan selai di roti miliknya.
"loh, Dedy mana mom? tumben belum turun?" tanya Rey heran.
"Dedy ada dikamarnya dia sedang sakit" Jawab Kanaya yang membuat 2 R memelototkan matanya terkejut.
"Dedy sakit apa mom?" tanya Rey khawatir, memang selama ini Rey lebih dekat dengan Dedynya berbeda dengan Ray yang lebih dekat dengan momynya.
"panas, yaudah buruan kalian habisin makanan kalian!!" perintah Kanaya
keduanya langsung melahab makanannya sampai habis tak tersisa.
"yaudah mom kami berangkat" ucap Ray berdiri dari duduknya kemudian mencium tangan Kanaya diikuti Rey dibelakangnya.
"hmmm yang bener belajarnya jangan bolos" peringat Kanaya kepada kedua Anaknya.
"yok i mom btw salam buat Dedy moga cepet sembuh" ucap Rey
"iyaaa Amin" jawab Kanaya sambil mengantarkan kedua Anaknya kedepannya pintu.
setelah melihat kedua anaknya pergi Kanaya segera kembali masuk kedalam rumah. hari ini dirinya mengambil cuti untuk menemani Samudra yang sedang sakit.
yahh jadi istri memang harus seperti itu, jika suami sakit yah kita sebagai istri harus merawatnya sampai benar benar sembuh.
setelah Kanaya selesai bersih bersih dirinya memutuskan untuk mengecek keadaan suaminya itu.
"Ya Allah Samudra!!" teriak Kanaya saat melihat Samudra yang sibuk dengan laptopnya diatas ranjang.
"udah berapa kali sih aku bilang, istirahat dulu Samudra kalau sudah sembuh baru bekerja!!" omel Kanaya menatap suaminya dengan tajam dan dibalas tatapan tajam juga oleh Samudra.
"slow lah bep, lagian badan aku juga sudah mendingan" jawab Samudra kembali fokus kepada laptopnya.
Kanaya dengan cepat langsung menyahut laptop yang berada didepan Samudra kemudian menaruhnya didalam lemari dan menguncinya.
"pokoknya kalau aku bilang istirahat ya istirahat!!" ucap Kanaya
"ya Allah Nay, bentar lagi selesai lohh" ucap Samudra sedikit mengencangkan suaranya.
"udah diem!! jangan bandel!! masa kalah sama anak tetangga dia aja ga bandel padahal masih anak kecil" ucap Kanaya membuat Samudra merasa sebal.
"ga usah banding bandingin aku sama anak tetangga!!" peringat Samudra.
__ADS_1
"ya udah makanya diem!!" ucap Kanaya sambil berjalan menuju kamar mandi.
"ihhh Nay may kemana?" tanya Samudra dengan berteriak karena posisi Kanaya yang sudah masuk kedalam kamar mandi.
"Ngep3t" jawab Kanaya sambil menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras.
"Astagfirullahhalazim" ucap Samudra melihat kelakuan istrinya itu.
.
setelah beberapa menit menghabiskan waktunya dikamar mandi kini Kanaya sudah selesai menjalankan ritual mandinya.
"Sam" panggil Kanaya tanpa menoleh kearah samudra yang sedang memejamkan matanya, namun Kanaya yakin kalau Samudra tidak tidur.
merasa tak ada jawaban Kanaya memanggilnya kembali, namun kali ini dengan panggilan yang berbeda.
"Mas" panggil Kanaya langsung membuat Samudra yang tadinya berbaring kini menjadi duduk.
"h-hah? kamu manggil aku apaan?" tanya Samudra tak percaya.
"Mas, Mas Samudra" ulang Kanaya dengan jahilnya.
"dihh tumben manggil mas?" tanya samudra tak percaya.
"emm emang gaboleh yaa?" tanya Kanaya dengan wajah polosnya.
Kanaya tertawa kecil melihat Samudra yang salting hanya karna panggilan 'mas' dari Kanaya.
"i-iya udah tadi kamu manggil aku ada apa?" tanya Samudra mengalihkan pembicaraan.
"emm sebenarnya bingung sih harus mulai dari mana" ucap Kanaya sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.
"yaudah coba cerita aja dulu, nanti aku usahain buat paham dehhh" jawab samudra
"nah jadi gini kan ceritanya,,, semalem tuh entah kenapa tiba-tiba aku keinget sama keluarga aku" ucap Kanaya sambil berjalan kearah Samudra.
"emmm terus?" tanya Samudra bingung.
"emm aku pengen ketemu mereka" ucap Kanaya dengan sangat pelan namun masih terdengar ditelinga samudra.
"kok tiba tiba?" tanya Samudra merasa heran.
"entah lah Sam aku sendiri bingung, bisa dibilang aku takut ketemu mereka tapi disisi lain aku merasa ingin sekali bertemu mereka" ucap Kanaya dengan senyuman terpaksanya.
__ADS_1
Samudra memegang kedua tangan Kanaya, menggenggamnya dengan kuat seolah olah memberikan semangat kepada Kanaya.
"aku ga berhak ngelarang kamu buat ketemu sama keluargamu, jika kamu rindu temuilah mereka tapi jika mereka membuat gadisku ini merasakan hal yang sama seperti dulu maka tidak akan pernah aku biarkan mereka bertemu denganmu" ucap Samudra menekan setiap kata yang dirinya sebut.
"tapi Sam terkadang perlakuan mereka dulu masih terasa sampai saat ini, itulah yang membuatku takut untuk bertemu mereka" ucap Kanaya menundukan kepalanya.
Samudra memegang dagu Kanaya agar Kanaya tak menghadap kebawah lagi.
"no Beby, miskipun perlakuan mereka melewati batas tapi kamu tidak boleh membenci mereka" ucap Samudra dengan suara seraknya.
Kanaya terdiam untuk beberapa saat kemudian membalas ucapan Samudra dengan senyuman manisnya.
benar kata samudra, sebesar apapun rasa marah kita kepada orang tua tetap saja kita tidak boleh membencinya. karna mereka tetaplah orang yang sudah berjasa dalam hidup kita.
"nah gini dong senyum, kan jadi lebih cantik" ucap Samudra mencubit kedua pipi Kanaya gemas.
"boleh peluk?" tanya Kanaya dengan gemasnya.
Samudra terkekeh kecil setelahnya menganggukan kepalanya dan merentangkan tangannya.
Kanaya segera memeluk tubuh samudra. meletakkan kepalanya didada bidang milik samudra. menghisap aroma wangi dari tubuh samudra.
pelukan kecil ini sangat terasa nyaman.
"makasih" ucap Kanaya pelan namun tak dibalas oleh Samudra.
"ihhh Sam aku bilang makasih" ulang Kanaya.
"katanya mau kerumah papa mertua? buruan gih siap siap nanti aku yang nganterin" ucap Samudra mengalihkan pembicaraan.
Kanaya terkekeh ringan, dirinya tau Samudra itu paling tidak suka jika Kanaya mengucapkan terimakasih kepadanya.
"tapi kan kamu masih sakit" ucap Kanaya mengingatkan Samudra.
"udah aku udah sembuh kok, kan udah dirawat sama dokter yang handal" ucap samudra mendapat cubitan kecil dari Kanaya.
"aww"ringis Samudra kesakitan.
"mamam tuh gombalan" ucap Kanaya gemas.
"ya udah buruan gihh siap siap keburu siang nih" ucap Samudra mencium kepala Kanaya.
Kanaya melepaskan pelukannya dari samudra.
__ADS_1
"iya mas" jawab Kanaya langsung pergi dari situ.
"ahh **** gadis nakal" ucap Samudra sambil tersenyum malu.