Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
Preman


__ADS_3

sudah lebih dari lima belas menit perjalanan akhirnya dua R sampai ditaman kota, tempat yang banyak dikunjungi semua orang hanya untuk bersenang senang.


keduanya segera mencari tempat duduk yang kosong untuk mereka duduk agar tak pegal berdiri terus.


mata Ray tertuju kepada beberapa orang yang sedang duduk dan bercanda bersama pacar atau bahkan istrinya.


"anjr serasa jadi Gay gw" ucap Ray mengingat dirinya kesini buka. bersama seorang cewek atau bahkan bukan bersama kekasihnya melainkan bersama adiknya, itu pun cowok tidak cewek.


"hah? lu ngomong apaan?" tanya Rey yang tadi tak mendengar jelas perkataan Ray.


"Gapapa gw cuman gabut aja" jawab Ray sambil tersenyum manis, semanis obat [hehe]


"yaudah jalan jalan aja yuk daripada duduk disini lihat orang pacaran, mana kurang uwu lagi" ajak Rey sedikit menyindir orang orang yang sedang pacaran didepannya.


"bilang aja lu iri karna lu ga punya pacar" sahut Ray dengan kata kata savagenya.


"stay halal Bro" ucap Rey sambil menunjukan jarinya yang berbentuk u dengan jari telunjuk dan jari kelingking yang berdiri.


"serah lu deh" ucap Ray bangkit dari duduknya diikuti Rey dibelakangnya.


"gw aja deh yang bawa montornya" ucap Rey ketika melihat kakaknya hendak menyalakan montornya.


"uh?" Tanya Ray heran.


"ya gapapa sih cuman Pengen bawa montor aja" Ray mengangguk anggukan kepalanya mendengar jawaban adiknya itu. tak lupa dirinya memberikan kunci montor itu kepada adiknya.


Rey membawa montor dengan santuy mengelilingi kota ini, menyaksikan keindahan kota ini ketika malam hari.


"sumpah udara malam tuh maling the best lahhh" ucap Ray disetujui Rey.


Rey memberhentikan montornya tepat didepan supermarket yang lumayan sepi. mereka berdua segera masuk kedalamnya untuk segera berbelanja.


tak lupa mengambil keranjang untuk membawa makanan dan minuman yang akan mereka beli.


"Ray!!" panggil Rey tanpa menggunakan embel embel bang atau kak.


"bilang apa lu barusan? ha? yang sopan sama gw!!" ucap Ray menasehati adiknya itu.


yah meskipun mereka kembar hanya beda belasan menit tetapi Kanaya selalu mengajarkan mereka sopan kepada yang lebih tua darinya, entah itu cuman beda satu menit sekalipun.


Rey terkekeh ringan mendengarnya "emmm Abang~" panggil Rey dengan manja.


"ihhh tapi gak usah manja manja gitu Napa sihhh" ucap Ray membayangkan jika adiknya terus terusan memanggilnya seperti itu


"salah lagi salah lagi kapan coba benernya" ucap Rey dramatis.

__ADS_1


"iyaaa udahh iyaaa lu manggil gw ada apa?" tanya Ray yang sudah mulai bosan dengan keadaan.


"bagi tugas aja yah biar cepet, lu di minuman biar gw di makanan" saran Rey


"hmm oky" Ucap Rey setuju kemudian pergi mengambil keranjang lagi dan mulai memilih beberapa minuman.


berbeda dengan Ray, Rey memilih semua yang dirinya suka. masalah semua orang suka atau tidak? itu mah bodo amat


setelah selesai keduanya segera berkumpul di tempat semula mereka membuat kesepakatan.


"njir lu beli yang lu suka doang anjr " ucap Ray saat melihat keranjang Rey yang berisi semua jajanan yang disukai Rey sendiri.


"gapapa itung itung buat gw happy" jawab Rey dengan muka yang rasanya ingin sekali Ray membantainya hari ini.


tapi boong


"permisi apakah benar ini kak Ray dan kak Rey?" tanya seorang gadis cantik dengan pelan.


"iyaa dengan kami?" tanya Rey kepada gadis itu.


"emm boleh minta fotonya ga kak? jujur aku tuh ngefens banget lohh sama kakak!! boleh yah minta fotonya??" tanya gadis itu membuat 2 R saling menatap satu sama lain.


"ya udah ayok" ucap Rey membuat gadis itu langsung mengambil hpnya dan berSelfi ria bersama 2 R.


"makasih kak" ucapnya langsung pergi dari situ.


"udah udah ayok buruan bayar keburu fens fens Lu ada yang lihat" ajak Ray langsung berjalan menuju kasir.


setelah sekian lama menunggu mba mba Kasir yang sedang menghitung akhirnya selesai juga.


"totalnya dua ratus dua puluh lima limaratus kakak" ucap kasir itu sopan.


Ray segera mengeluarkan uang dua lembar berwarna merah dan satu lembar berwarna biru, kemudian segera memberikannya kepada kasir itu.


setelah selesai dengan pembayaran mereka memutuskan untuk segera pulang sebelum ibu negara marah tentunya.


mereka berdua melewati jalan yang cukup sepi, mungkin karna ini juga sudah sedikit larut.


"eh itu keknya Tante tantenya dikeroyok deh" ucap Rey menunjuk kepada seorang wanita yang sepertinya sedang dibegal.


Ray segera membunyikan klaksonnya dengan keras membuat beberapa orang itu menatapnya dengan berapi api.


Ray turun dari montornya diikuti Rey dibelakangnya.


"woii mau apa kalian?" tanya Rey kepada beberapa orang itu.

__ADS_1


"Banyak bac0d" ucap salah satu preman langsung menghantam tubuh Rey dengan pukulannya.Rey yang tak ada persiapan pun menerima pukulan itu.


melihat adiknya yang terluka Ray langsung berlari kearah preman itu dan memberikan pukulan yang amat sangat dahsyat, sehingga membuat preman itu langsung pingsan.


melihat bosnya yang sudah berbaring di tanah semua preman langsung maju menyerang 2 R. aksi baku hantam pun terjadi dijalan yang sepi itu.


"bang awas!!"


Rey berlari sekuat tenaga untuk menghalangi salah satu preman yang hendak memukul Ray menggunakan balok kayu.


Rey memejamkan matanya ketika merasakan sakit yang menjalar di punggungnya setelah menerima pukulan yang seharusnya mengenai abangnya itu.


Ray segera menghampiri adiknya yang sedang duduk ditanah itu. "Rey lu gapapa?" tanyanya khawatir


"gw ga papa" jawab Rey menggunakan suara yang pelan.


Ray menatap preman yang baru saja memukul adiknya itu itu dengan tajam. setelahnya dia menendang pipi kiri milik preman itu dengan kakinya yang terbalut oleh sepatu, sehingga membuat gigi preman itu rontok.


"pergi lu bngst!!" ucap Ray membuat semua preman itu langsung pergi, tak lupa membawa bosnya yang sudah tak sadarkan diri.


Ray segera membantu adiknya untuk berdiri dari duduknya. "are you okay?" tanya Ray kembali


"I'm fine!! oky?!" ucap Rey sambil tersenyum.


Ray menganggukkan kepalanya, kemudian berjalan menghampiri wanita yang sedang duduk ketakutan itu.


"emmm Tante gapapa?" tanya Rey pelan.


wanita itu hanya menjawabnya dengan gelengan kepala kecil. dapat 2 R lihat mata wanita itu menunjukan ketakutan yang sangat besar mungkin karna tadi durinya hampir saja dilecehkan oleh banyak laki laki.


"Tante rumahnya mana biar Rey anter pulang" tawar Rey dijawab gelengan kepala oleh wanita itu.


"enggak usah dek, rumah Tante udah Deket kok, Tante berterimakasih banyak kepada kalian karna sudah membantu Tante" ucap wanita itu dengan suara sedikit bergetar.


"ahh Maaf hp saya bunyi" ucap Rey langsung mengangkat telfonnya. tak lupa menekan tombol logspeaker.


"hallo mom"


"Kamu dimana?ha? ga ingat rumah? momy kunci juga nih pintu!!" ucap Kanaya marah marah.


"Suara itu??"


...🦋...


...Hay guys!! kalian gaada temen nih buat curhat masalah kalian? yuk buruan curhat ke Mimin‼️ follow IG Mimin Raratu_amly untuk cerita masalah kalian🖤...

__ADS_1


...*numpang promosi ig huhuhu ꈍᴗꈍ ...


__ADS_2