Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
good bay!!


__ADS_3

jam menunjukan pukul 06.00 pagi. saatnya semua orang bersiap siap untuk mengawali harinya bermain,bekerja, sekolah dan lain lain.


Tak terlupakan dikeluarga Kanaya mereka semua tengah melaksanakan sarapan bersama. namun kali ini berbeda bukanya dengan penuh kebahagiaan justru penuh dengan air mata, bukan candaan melainkan tangisan.


yah seperti yang sudah direncanakan hari ini adalah hari keberangkatan Kanaya dan juga si kembar ke negara asal Kanaya.


setelah selesai dengan makan pagi bersama. Jane suaminya seta anaknya akan mengantarkan Kanaya dan juga si kembar ke bandara.


Kanaya memutuskan haya memakai dua mobil untuk ke bandara. satu untuk dirinya dan satu untuk para anak buahnya.


"an nanti kalau sudah sampai langsung kabarin aku yah" ucap Jane memecah keheningan yang ada.


"siyap bosss" jawab Kanaya sambil hormat kepada Jane


"oh ya satu pesenku lagi, pokoknya kamu disana harus berpenampilan beda sama Kanaya yang dulu biar ga ada yang ngenalin kamu terutama keluargamu dan juga mantanmu itu. pokonya jangan sampai masa lalumu ke ulang lagi!!" ucap Jane dengan tegas


"ya elah ty tenang aja kali Rey sama Abang mah ga bakalan biarin siapapun nyentuh momy!! ya kan bang?" ucap Rey diangguki Ray


"Ray bicara Napa sih" ucap Rey sambil menggoyangkan badan Ray


"apaan sih anjr" sahut Ray emosi


"Rey yang sopan sama Abang Ray juga hati hati kalau ngomong nanti kalau didenger Tesa" ucap Kanaya memperingati


"Eca dengel kok ty" sahut Tesa yang duduk didepan sambil dipangku mamanya.


"heh anak kecil diem aja" sahut Rey


"jangan panggil aku anak kecil paman namaku adalah Eca" ucap Tesa menirukan bicara kartun yang sering dirinya lihat


"dih korban sinetron" ucap Rey


"ahemm kartun btw" sahut Aroon membenarkan perkataan Rey


"lah apa bedanya?" tanya Rey kembali


"kalau kartun tuh bikin semua orang tertawa kalau sinetron tuh banyak yang bikin nangis apalagi kalau yang nonton dua ituh" jawab Aroon menyindir


"weh weh wehhh apaan nih nyindir nihh" sahut Kanaya yang tak terima dirinya disindir.


"kamu nyindir kita Ar?" tanya Jane penuh penekanan

__ADS_1


"e-enggak.. enggak kok" jawab Aroon dengan gugup


"udah Jen orang jelas jelas tadi dia nyindir kita udah Jane hukum aja ga usah kasih jatah selama sebulan" ucap Kanaya membuat Aroon membulatkan mata


"enak aja ga bisa donggg" sahut Aroon yang Tak terima.


"emang jatah apa om?" tanya Rey pura pura polos.


"hilih ga usah pura pura polos kamu!! momy yakin kamu tuh paham" ucap Kanaya judes


"lah kok momy tau? padahal kan Rey anak yang alim" ucap Rey dengan dramatis


"ya se-alim alimnya kamu pasti kamu sudah pernah belajar" jawab Kanaya


"lah kok tau?" tanya Rey kembali


"ya kan momy pernah sekolah" sahut Kanaya dengan sebal. huh anaknya ini mungkin sudah ketularan virus Dora.


setelahnya mereka semua bercanda di sepanjang jalan sampai tak sadar jika mereka sudah sampai di tujuan.


"pesawatnya berangkat jam berapa?" tanya Jane kepada Kanaya


"jam tuju"jawab Kanaya


"semua sudah lengkap?" tanya Jane lagi diangguki oleh Kanaya


"dompet? hp? laptop? uang? kartu kartu? obat obatan?" tanya Jane mengapsen Setu per satu


"sudah Jene sudah semua sudah lengkap" jawab kanaya sedikit kesal


"yakin?" tanya Jane kembali membuat Kanaya frustasi


"sudah Jane astagfirullahhalazim" jawab Kanaya dengan senyum terpaksanya


"an lu apain istri gw sih sebenarnya?" kini giliran Aroon yang bertanya kepada Kanaya


"makdunya?" tanya Kanaya kembali


"ya coba kau bayangin masa kalau sama kau posesifnya bukan main lah sama aku buru buru posesif orang tiap hari ngajak berantem" ucap Aroon sedikit curhat kepada Kanaya


"ya serah gw lah" sahut Jane yang membuat Kanaya tertawa .

__ADS_1


"eh mom orang orang sudah pada naik" ucap Ray memberi tahu momynya


"oh iyaa" jawab Kanaya


"hati hati disana inget yah pesanku" ucap Jane terdengar sedikit serak suaranya


"kamu yang jaga diri baik baik, jangan membantah terus sama suami jangan lupa makan siang juga jangan sampai telat. ingat sekarang dah berkeluarga jadi punya tanggung jawab besar terhadap suami dan juga anak, kalau punya masalah jangan diem dikamar telfon aku cerita sama aku" ucap Kanaya layaknya seorang kakak yang menasehati adiknya.


"cepet balik" ucap Jane dengan air mata yang sudah membasahi pipinya


"iya iyaa" ucap Kanaya kemudian memeluk Jane setelah itu beralih kepada Aroon.


"Ar aku titip adik aku yah. jaga dia dan bimbing dia jadi istri yang baik jangan pernah membuatnya menangis" ucap Kanaya kepada Aroon.


"pasti" ucap Aroon "boleh peluk?" tanya Aroon dengan pelan diangguki Kanaya. kini giliran Kanaya berbicara kepada ponakan kecilnya


"Tesa sayang jangan nakal yah!! lakukan semua perintah mama sama papa Oky? tidurnya juga latihan mandiri yah jangan sama onty untuk beberapa waktu, nanti kalau onty udah pulang tidurnya bisa sama onty lagi Oky?" ucap Kanaya kepada Tesa


"oky onty" jawab Tesa gemas kemudian memeluk Kanaya.


kini gantian si kembar yang akan berpamitan.


"Onty Ray sama Rey berangkat dulu yah doakan lancar dalam perjalanan, onty jaga diri baik baik yah disini, kami titip Si kecil kesayangan kami" ucap Ray mewakili keduanya


"iyaaa kalian juga jaga diri baik baik, denger perintah momy jangan lupa lindungi juga momy kalian onty percaya seratus persen kepada kalian" ucap Jane kemudian memeluk keduanya.


"om kami pergi dulu yah doakan lancar dalam perjalanan kami titip Onty dan juga ponakan kami" ucap Rey mewakili keduanya.


"pasti kalian jaga diri baik baik disana jangan menyusahkan momymu belajar yang rajin" ucap Aroon kemudian memeluk mereka satu per satu.


"chil kami pergi dulu yah jangan nakal Oky?" ucap keduanya kompak kemudian memeluk tubuh Mungin Tesa.


"emm Kak Jane kak Aroon kami berangkat dulu yah doakan lancar disana" ucap sekertaris Kanaya mewakili semuanya


Jane dan Aroon mengangguk bersamaan.


"ya udah ayok berangkat" ucap Kanaya mengawali berjalan.


"dah Kanaya"ucap Jane melambaikan tangannya di udara dibalas oleh Kanaya dan juga yang lain sampai mereka benar benar tak terlihat.


Aroon dengan sigap merangkul istrinya dan juga anaknya yang sedang menangis.

__ADS_1


"ya Allah izinkanlah aku bekerja tanpa hambatan dan jangan biarkan orang dari masa laluku bertemu dengan diriku" doa Kanaya dalam hati sambil melihat keluar jendela dimana pesawat baru saja terbang ke udara.


"welcome negara kelahiran semoga kedatanganku kali ini tidak seperti kepergianku saat itu" ucap Kanaya kemudian menutup matanya.


__ADS_2