Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
cowok bunuh diri!!


__ADS_3

semenjak bertemu dengan Vito beberapa hari lalu kini Kanaya lebih sering murung. bukan karena dia sedih tapi karna dia marah. kini Kanaya sudah benar benar tau tentang sifat asli dari seorang Vito.


sebenarnya seminggu sebelum putus Kanaya sudah merasa kalau sifat Vito berubah. Vito yang dulunya manja dan posesif kepadanya tiba-tiba berubah menjadi cuek dan bodo amat kepadanya.


Kanaya tetap berusaha menyingkirkan pikiran buruknya agar hubungannya dengan Vito tetap berjalan lancar.


Kanaya tersadar dari lamunannya saat merasakan sesuatu yang dingin menempel dipipinya.


"ngelamun Mulu lu" Kanaya mengahadap keatas ternyata Amel lah pelakunya.


Kanaya hanya menatap Amel cuek.


"Diem diem Bae ngopi ngapa" ucap Amel sambil duduk diatas meja Kanaya.


Kanaya hanya membalasnya dengan daheman kecil saja. Setelahnya keadaan mulai


Hening


"Emm.. ayy makasih yah buat kemarin gw usahain ganti secepatnya deh" ucap Amel memecahkan suasana hening.


Kanaya menatap Amel tak suka. "Ya elah kaya sama siapa aje lu Mel"


Amel terkekeh ringan "ya namanya juga hutang ya harus dibayar lah" lanjutnya.


"Emang kemarin gw bilang kalau gw hutangin tu duit ke lu?"


"yaa enggak sihhh,,,,, tapi kanβ€”"


"Mel"


Kanaya menatap ke arah Amel dengan serius. Amel pun menatap Kanaya sebaliknya.


Kanaya menarik nafasnya kemudian membuangnya secara perlahan. "Apa pernah gw suruh lu balikin semua barang yang udah gw berikan ke elu?enggak kan?karna apa?" Amel menggeleng sebagai jawaban "karna gw udah nganggep mama muttia sebagai mama gw sendiri. nah sekarang lu fokus buat kesembuhan mama muttia!! Masalah uang gak usah dipikirin,uang bisa dicari tapi kesehatan sulit untuk didapatkan" ucap Kanaya tulus.


Amel langsung menarik tubuh Kanaya kedalam pelukannya, dia meluapkan tangisannya disana. Sungguh dirinya beruntung memiliki sahabat seperti Kanaya yang selalu menemaninya dalam keadaan terpuruk sekalipun.


Kanaya melepaskan pelukan dari Amel. "Dih cengeng banget sih lu" ucap Kanaya sombong padahal mata Kanaya pun sudah basah.


...🐷🐷...


PLAK


Suara tamparan yang begitu keras terdengar disebuah ruangan yang sangat megah itu.


"DASAR ANAK GAK TAU DIUNTUNG" bentak seorang pria dewasa setelah menampar anaknya itu.


Gadis itu hanya bisa memegangi pipinya yang terasa panas.


"BELUM CUKUP KAH KAMU MEMBUAT PAPA MALU KARNA KEBODOHANMU ITU??? DAN SEKARANG KAMU MEMBUAT PAPA KALU DENGAN SIFAT CEROBOHMU ITU!!"


Yah gadis yang dimarahi habis habisan itu adalah Kanaya. Hanya karna kanaya tak sengaja menumpahkan minuman kepada rekan kerja papanya Kanaya harus mendapatkan pukulan dan tamparan dari papanya. Aneh bukan?


"Maaf paa" cicit Kanaya pelan.

__ADS_1


PLAK


Satu tamparan berhasil mengenai pipi mulus milik Kanaya kembali.


"MAAF KAMU BILANG???" Bentak papanya Kanaya kembali.sedangkan Kanaya? Dirinya sudah tak bisa lagi berkata kata.


"JIKA KAU TAK BISA MEMILIKI AKAL YANG PINTAR SEPERTI ANISA SETIDAKNYA ENGKAU BISA MEMILIKI SIFAT YANG TIDAK MALU MALUIN SEPERTI ANISAH!!"


Kanaya menahan emosinya sekuat tenaga agar tak meluap.


"MAMA SETUJU SAMA PAPA" kini gantian mamanya yang buka suara. "KAMU TUH UDAH JADI PENYIAL UNTUK KELUARGA INI!!! KAMU SELALU MEMBUAT KELUARGA INI MALU!!!KAMU TUH BEBAN BUAT KELUARGA INI!!! JIKA MAMA DIHADAPKAN DENGAN DUA PILIHAN MAMA AKAN LEBIH MEMILIH ANISA SEBAGAI ANAK KANDUNG MAMA DARIPADA KAMU"


hancur? Tentu!! Sekuat apapun sosok Kanaya dia juga memiliki hati, memiliki perasaaan!!!


Kanaya membuka matanya, melihat kearah kedua orang tuanya dan juga adik tirinya.


"Puas?sudah puas kalau ngomong?" Tanya Kanaya dengan nada yang sangat dingin hingga membuat suasana didalam situ menegang.


"Sekarang bolehkan Kanaya ngomong??" Merasa tak ada jawaban Kanaya tersenyum getir.


"Kenapa sih papa sama Mama gak pernah menghargai Kanaya??kanaya juga pengen pah maa dihargai oleh kalian seperti Anisa!! Kanaya juga gak ingin pah lahir dengan otak yang minim. Tapi apalah daya Kanaya jika tuhan menakdirkan Kanaya jadi orang yang bodoh. Kanaya juga ingin buat kalian bangga bahkan hampir setiap hari Kanaya mengikuti les. Kanaya juga sudah mengikuti semua paa maa!! Mulai dari karate memasak latihan musik voli basket semuanya paa!! Tapi apakah kalian pernah menghargai Kanaya???" Ucap Kanaya meluapkan semua isi hatinya yang selama ini dirinya simpan rapat rapat.


Kanaya membuka cardigan yang dirinya pakai hingga memperlihatkan lengan putihnya yang terdapat banyak luka gores.


"Lihat ini" ucap Kanya memperlihatkan luka goresnya kepada orang tuanya. "Papa sama Mama tau??Kanaya depresi ma paa!!! Kanaya selalu lukain diri Kanaya sendiri supaya Kanaya bisa merasa tenang. Kanaya juga setiap malam selalu minum obat tidur supaya bisa tidur dengan nyenyak!!" Lanjut kanaya dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.


"Dan satu hal lagi" ucap Kanaya memberi jeda agar dirinya bisa bernafas. "KANAYA JUGA ENGGAK MINTA BUAT DILAHIRKAN DIKELUARGA INI"


Kanaya langsung pergi dari ruangan itu meninggalkan keluarganya yang masih diam mematung.


Rasanya sedikit lega saat dirinya sudah mengatakan apa isi hatinya selama ini. Curhatan yang selama ini dia tutupi dari keluarganya malam ini dirinya katakan semuanya.


Kanaya mulai memperhatikan sekelilingnya. Matanya tertuju ke arah ujung jembatan disana terlihat seperti ada


Seorang cowok.


Dapat Kanaya Simpulkan cowok tersebut sedang dalam keadaan mabuk. Awalnya Kanaya ingin pergi karena takut orang itu akan macam-macam kepadanya karena jalan ini sudah mulai sepi.


Kanaya menghentikan aksinya saat melihat cowok tersebut mulai naik keatas pembatas jembatan. Sepertinya dia sedang ingin memanggil malaikat maut.


Kanaya mengangkat alisnya bingung ingin menolong tapi takut orang itu jahat, mau pergi tapi takut orang itu bunuh diri.


Akhirnya setelah pemikiran panjang Kanaya memutuskan untuk menemui cowok itu.


"Nyebur aja bang yahh paling entar tinggal nama lu aja yang pulang"


Cowok tersebut menoleh ke arah Kanaya yang berada disampingnya.


Hening.


"Cih punya masalah hidup apa sih lu sampai sampai mau bunuh diri?"


Cowok tersebut melihat Kanaya dari bawah sampai atas kemudian menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tenang gw bisa dipercaya kok orangnya"


"Gw capek".


"tenang yukk turun dulu yukk"


Cowok tersebut terkekeh ringan "tenang gw masih sadar kok"


Kanaya tersenyum canggung setelahnya suasana menjada hening kembali.


Karna tak suka suasana yang seperti ini Kanaya memutuskan untuk mengajak cowok tersebut kembali berbicara.


"Kalau lu ada masalah lu bisa kok cerita ke gw,,,yaa kalau ku mau aja sihh"cowok tersebut hanya terkekeh ringan saja.


"Masalah pacar?"tanya Kanaya dijawab gelengan oleh laki laki itu.


"Emmm keluarga?" Tanya kembali Kanaya dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Ortu gw mau cerai" ucap cowok tersebut menundukan kepalanya.


"Ayah gw selingkuh" lanjutnya lagi diiringi dengan isakkan kecil. Sepertinya cowok tersebut menangis.


Kanaya dengan ragu memegang bahu cowok itu "heyy bukan ini cara terbaik buat menyelesaikan masalah. Dengan lu bunuh diri yang ada bunda lu bakalan kehilangan dua orang sekaligus yang dirinya cintai. Emang lu tega lihat bunda lu nangis setiap malam tanpa ada yang nenangin?" Cowok tersebut diam beberapa menit kemudian menggelengkan kepalanya.


"Nah kan!! Cara terbaik adalah dengan lu nunjukin kesuksesan lu dihadapan ayah lu. Lu tunjukkin kepada ayah lu kalau lu bisa sukses tanpa adanya dia!! Lu buat bunda lu buat bunda lu bahagia dengan kesuksesan lu!!"


"Makasih" ucap cowok tersebut setelah beberapa menit hening.


Kanaya menoleh kearah cowok tersebut dengan pandangan yang bertanya tanya.


"Karena sudah buat gw jadi lebih semangat hidup lagi" lanjut cowok itu.


Kanaya terkekeh ringan "berterima kasihlah kepada Tuhan karena sudah kirimkan gw kesini"


"Iya juga yaa" ucap cowok itu sambil tertawa "oh yaa nama lu siapa?" Tanya cowok itu.


"Gw kanaya. Kalau lu?"


"Gwβ€”"


"Sebentar hp gw bunyi" ucap kanaya mengangkat panggilan dari sahabatnya tersebut.


"Ya?"


"......."


"Lu tenang gw kesana sekarang"


Kanaya mematikan sambungan telfonnya kemudian berlari meninggalkan cowok tersebut tanpa sepatah kata pun.


"Tujuan hidup gw setelah bunda gw adalah lu Kanaya" batin cowok tersebut.


...β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”...

__ADS_1


...gak banyak bct gw cuman mo ngingetin Jan lupa like komen and vote πŸ–€...


...see you next time πŸ–€...


__ADS_2