
Seorang gadis tengah mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan ditengah jalan yang sepi. gadis itu semakin menambah kecepatannya saat melihat jaran lurus yang ada didepan.
Citt.......
suara rem mendadak tadi mobil itu. Kanaya mengusap dahinya yang penuh keringat. bagaimana tak sekarang yang ada didepannya adalah
jurang.
mungkin jika dirinya tidak mengeremnya sudah tinggal namanya saja.
Kanaya memundurkan mobilnya kemudian pergi dari jurang itu dan memilih untuk pulang kerumah saja.
setelah menempuh sekitar sepuluh menit perjalanan dengan lancar akhirnya Kanaya berhasil pulang kerumahnya.
kanaya segera turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumahnya yang terlihat sangat sepi. mungkin karna semua orang sudah tidur.
baru berjalan beberapa langkah, langkah kaki Kanaya terhenti saat lampu rumah yang tiba-tiba dinyalakan. dapat Kanaya lihat didepan sana terdapat keluarganya yang sepertinya sedang marah.
"habis dari mana kamu?" tanya papa Kanaya sambil berjalan mendekat kearah Kanaya.
"acara prom night paa"
Kanaya menatap ke arah keluarganya bingung. tiba tiba perasaanya terasa tidak enak.
"ini punya siapa?" tanya mamanya sambil mengangkat benda pipih kecil
bergaris dua.
Deg
Kanaya diam mematung,lalu melihat kearah test pack itu. sial dirinya lupa menyembunyikannya.
"KANAYA JAWAB!!!???" bentak mama Kanaya yang membuat Kanaya sedikit tersentak kaget.
"i-iya itu punya Kanaya"
PLAK
tamparan yang begitu keras berhasil mengenai pipi kanan milik Kanaya hingga membuat Kanaya jatuh kelantai. air mata Kanaya lolos begitu saja. sakit rasanya tapi memang ini yang dirinya pantas dapatkan.
Anisa yang melihat Kanaya duduk dilantai sambil menangis pun menghampirinya kemudian memeluknya dari samping.
"PAPA MAMA UDAH" teriak Anisa kepada kedua orang tuanya.
Aluna dengan sigap langsung menarik tubuh Anisa dari pelukan Kanaya.
"KEMASI BARANGMU SEKARANG JUGA DAN PERGI DARI RUMAH INI" Ucap Abraham marah diakhiri tendangan yang diterima Kanaya.
__ADS_1
Kanaya langsung bangkit dari duduknya kemudian berlari kekamarnya untuk mengemasi barang-barangnya, disusul Anisa yang mengejarnya dari belakang.
"Kak kakak plis jangan pergi"
Anisa sambil menarik tangan Kanaya yang sedang menata baju. matanya mulai berkaca kaca.
"kakak udah kak udah"
Kanaya tak menggubris perkataan dari Anisah. setelah dirasa selesai Kanaya langsung menyeret kopernya keluar dari kamar. namun langkahnya terganti saat tangan Anisa menarik tangannya.
Kanaya menatap Anisa tajam berharap Anisa akan melepaskan genggaman tangannya.
"kak plis jangan pergi kita bisa bicarain ini baik baik"
Kanaya menggeleng "udah gapapa gaada yang perlu dibicarain"
"tapi ini sudah malam kak"
"udah yah biarin gw pergi. gw minta maaf kalau gw ada salah sama lu. sekolah yang rajin jangan ngecewain mama sama papa karna tinggal lu harapan mama sama papa gw udah gak bisa lagi. sekali lagi gw minta maaf selama ini banyak salah sama lu. percaya sama gw, gw gak benci lu sama sekali. oh ya gw titip mama papa sama lu yah buat mereka merasa bahagia. udah itu aja permintaan terakhir gw" ucap Kanaya langsung melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Anisa.
Kanaya turun dari tangga dirinya melihat kedua orang tuanya sedang berdiri disamping pintu. Kanaya menghampirinya namun keduanya tak ada yang mau melihatnya.
"Kanaya izin pamit, semua kartu yang dari papa sudah Kanaya taruh diatas meja kamar Kanaya"
Kanaya membuang nafasnya pelan. sebegitu bencilah orang tuanya terhadapnya? bahkan Meraka tak mau bicara sepatah katapun sebelum Kanaya pergi dari rumah ini untuk
selamanya.
Kanaya pergi menggunakan mobil yang dirinya dapatkan dari Omanya dulu. Kanaya memutuskan akan tinggal satu hari di negara ini dan akan pindah setelah itu.
Jam menunjukan pukul tiga pagi. mobil Kanaya mulai masuk kedalam sebuah perdesaan kecil dan berhenti disalah satu rumah yang terlihat sederhana.
"lama juga perjalanan dari kota ke desa ini"
Kanaya berjalan masuki rumah sederhana miliknya itu, terlihat bahwa rumah itu tidak pernah dihuni namun tetap terjaga kebersihannya.
Kanaya segera duduk disofa dan membuka laptop miliknya. hari ini dirinya akan dibuat sibuk sebelum benar benar pindah ke negara lain.
Kanaya terus fokus kepada pekerjaannya sampai sampai dirinya tak sadar jika jamnya sudah menunjukan pukul lima pagi. Kanaya bergegas mandi dan mengambil air wudhu untuk menjalankan kewajibannya sebagai umat Islam.
setelah selesai dengan kewajibannya Kanaya memutuskan untuk pergi ke luar membeli makanan sekalian jajan jalan keliling pedesaan untuk menghilangkan stres.
mata Kanaya dimanjakan dengan pemandangan pegunungan dan sawah Sawahan dengan berbagai macam tumbuhan berwarna hijau. udaranya yang segar mampu membuat Kanaya merasa tenang.
"bener kata orang, orang orang desa sangat ramah, buktinya tadi gw disapa banyak orang meskipun gw ga kenal mereka"
saat sampai didepan rumahnya Kanaya melihat ada seorang bapak bapak yang sedang duduk dikursi depan. Kanaya tersenyum orang yang dirinya tunggu dari tadi akhirnya sampai juga. Kanaya segera menghampirinya.
__ADS_1
"Pak Ahmad" panggil Kanaya kemudian menyalami orang yang dipanggil Pak Ahmad tersebut.
"wah nak Kanaya sekarang udah besar yah kamu" ucap pak Ahmad.
"hehe yasudah silahkan masuk pak"
Kanaya membuka pintu rumahnya kemudian masuk kedalam rumah disusul dengan pak Ahmad
"oh yaaa nak kenapa kesini tiba tiba?" tanya pak Ahmad
"jadi gini pak tujuan Kanya kesini untuk bertemu bapak karna ada sedikit hal yang perlu Kanaya bicarakan sama bapak—"
"—Kanaya ingin selain mengurus sawah punya almarhum kakek Kanaya juga mau bapak menjaga rumah ini, jaga setiap barang yang ada bersihkan seminggu dua kali supaya terlihat tetap bersih" lanjut kanaya memberi pengertian
"aduh nak bapak sedikit takut kalau disuruh jagain ini rumah, solnya barangnya didalam banyak yang mahal"
kanaya menggelengkan kepalanya "Kanaya percaya sama bapak, nanti bapak cari temen bapak atau siapapun yang bisa jadi satpam. besok akan ada temen kanaya yang yang datang kesini, dia yang akan mengurus perkembangan kebun"
"tapi kenapa semuanya tiba tiba nak?"
"Kanaya mau pindah ke lain negara pak"
pak Ahmad diam masih mencoba mencerna kata kata Kanaya.
"tapi kenapa nak kok pindah ke luar negri? sama siapa kesana?"
"Kanaya diusir dari rumah karna suatu alasan dan Kanaya memutuskan akan pindah ke negara lain siapa tau disana Kanaya menemukan kebahagiaan Kanaya pak"
"emmmm kalau boleh bapak tau, apa alasan nak Kanaya diusir dari rumah?"
Kanaya terdiam sebentar kemudian menceritakan semuanya kepada pak Ahmad orang kepercayaannya. Pak Ahmad dibuat menangis mendengar cerita dari Kanaya.
...🦋🦋🦋...
saat ini Kanaya sudah berada didalam pesawat terbang,setelah tadi pagi mempertimbangkan pilihannya Kanaya memutuskan akan melakukan penerbangan hari ini.
mata Kanaya melihat kearah luar jendela dimana terlihat banyak awan putih yang berjejer rapi menghiasi langit.
"Goodbye to the past and welcome to the future" ucapnya sebelum menutup matanya menuju alam mimpi.
setelah masa terburuk akan ada masa terbaik. bangkitlah masa depanmu sedang menunggumu^‿^
...🍁🍁🍁🍁...
...jangan lupa like ♡...
...vote♡♡...
__ADS_1
...komen♡♡♡...
...see you next time ^‿^...