Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
Samudra sakit


__ADS_3

"Akh" Ringis Samudra kesakitan saat Kanaya menekan lukanya.


"maaf maaf" ucap Kanaya yang tersadar dari lamunannya.


Kanaya segera memoleskan salep diwajah lebam milik Samudra, setelah selesai Kanaya segera membereskan dan menaruh kotak p3k ditempatnya semula.


"jadi kenapa Dedy bisa kaya gini?" tanya Rey kepada Dedynya.


"jadi tadi saat Dedy pulang tiba tiba ada yang menghalangi mobil Dedy, pas Dedy turun tiba tiba Dedy dihajar sama beberapa orang berpakaian hitam, nah setelahnya Dedy tidak tau" ucap Samudra menceritakan kejadian yang membuatnya bisa babak belur seperti ini.


"mereka ngambil apa saja dari Dedy?" tanya Rey penasaran


"nah itu yang Dedy bingung in,,,, Ga Ada apa pun yang mereka ambil dari Dedy" jawab Samudra sambil membenamkan posisi berbaring nya.


"apa ini ada hubungannya dengan kotak hitam tadi?"ucap Kanaya didalam hatinya bertanya tanya.


Kanaya menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran buruknya "enggak nay enggak positif thinking aja" ucapnya dalam hati.


"momy!! momy kenapa geleng-geleng kepala sendiri?"tanya Raisa heran


"momy gapapa kok,,,, yasudah kalian mendingan sekarang tidur!! ini sudah malam kalian harus berangkat sekolah besok" ucap Kanaya memperingati kedua anaknya itu.


2 R segera turun dari atas kasur kemudian mencium pipi Kanaya secara bergantian.


"good night mom" ucap keduanya kompak.


Kanaya menganggukkan kepalanya "Good night, too" jawab Kanaya dengan senyuman manisnya.


2 R segera menghampiri samudra dan mencium pipinya secara bergantian.


"good night Ded" ucap keduanya kompak.


samudra menganggukkan kepalanya "good night too and sweet dreams boy" jawab samudra


setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya 2 R segera pergi ke kamar masing masing untuk mengistirahatkan tubuhnya.


"mereka udah dewasa aja yahh" ucap samudra sambil tersenyum geli.


Kanaya segera menjatuhkan tubuhnya dipinggir Samudra "dewasa dari mananya?" tanya Kanaya tak suka.


"yaa lihat aja mereka sekarang sudah besar" jawab Samudra memiringkan tubuhnya agar bisa melihat wajah istrinya.


"dih orang mereka masih bochil juga" ucap Kanaya tak terima anaknya dibilang sudah dewasa.

__ADS_1


Samudra terkekeh ringan mendengar ucapan Kanaya.


"kenapa tertawa? ga ada yang lucu yahh!!"


"yaaa lucu aja gitu setiap anak pasti akan selalu terlihat masih kecil dimata ibunya padahal mereka sudah dewasa dimana orang lain" ucap Samudra membuat Kanaya ikut tertawa kecil


"iya juga yaa,,,,contohnya kamu" ucap Kanaya membuat Samudra merasa heran.


"hah? kok aku?"tanya Samudra bingung


"coba lihat kamu pasti selalu dianggap masih kecil sama mama padahal udah punya anak dua" ucapkan ayah tertawa terbahak-bahak membuat samudra merasa malu.


...πŸ‘ΆπŸ»...


pagi yang indah,,,, seperti biasa Kanaya bangun lebih awal dari biasanya, ya karena dokter Mora belum pulang jadi semuanya Kanaya yang mengurusnya.


Kanaya mengangkat alisnya bingung saat melihat tubuh Samudra yang menggigil. dengan perlahan Kanaya menyentuhnya dahi milik samudra.


"Ya Allah Sam badan kamu panas banget" ucap Kanaya panik.


Kanaya segera bergegas turun kebawah mengambil air hangat dan juga kain untuk mengompres Samudra.


dengan perlahan dan juga kesabaran Kanaya mulai mengompres Samudra. setelah selesai mengompresnya Kanaya segera mengganti pakaian Samudra.


Samudra hanya mengangguk sebagai jawaban, dirinya sudah tak sanggup jika disuruh berbicara melawan istrinya itu karna kini dirinya merasa sangat kesakitan.


Kanaya segera pergi kedapur untuk membuatkan suaminya bubur.


"astagfirullahhalazim gw kan ga bisa bikin bubur!!" ucap Kanaya saat sudah sampai didapur.


Tiba tiba ide baik muncul dikepala milik Kanaya. Kanaya segera mengambil hanponenya dan segera mencari tutorial yang berada di internet.


"bismillahirrahmanirrahim kali ini gw ngandelin lu" ucap Kanaya sambil mencium layar hpnya.


Kanaya mulai menyiapkan bahan dan mulai membuat bubur sesuai tutorial yang berada di hpnya.


selang beberapa menit akhirnya bubur yang Kanaya buat jadi. Kanaya segera membawa bubur itu keatas tak lupa dengan teh hangatnya.


"Sam ayo makan dulu, perutmu dari semalam belum terisi oleh makanan" ucap Kanaya sambil membangunkan suaminya dengan pelan pelan.


Samudra menggelengkan kepalanya pertanda dirinya tak mau makan.


"ayok lah Sam makan dulu!!sedikitttt aja juga ga papa, kasian loh perutnya dari semalam belum terisi apa pun" ucap Kanaya berusaha membuat samudra memakan bubur yang sudah dirinya buat dengan susah payah.

__ADS_1


"enggak nay" Ucap Samudra dengan suara yang sangat pelan.


"Sam!! masa kamu tega sama aku sih? aku udah buat bubur ini dengan susah payah lohh" ucap Kanaya mengeluarkan jurus andalannya.


"ya udah iyaa aku makan" final samudra merubah posisinya yang semula berbaring menjadi duduk dibantu oleh Kanaya.


"aku suapiin yah?"tanya Kanaya dibalas senyuman oleh Samudra.


Kanaya mulai menyuapi Samudra bubur yang sudah dirinya buat dengan telaten. tak terlepas dari itu Kanaya sedari tadi mengoceh sendiri menasehati suaminya agar tak pulang malam lagi.


"udah udah aku udah kenyang" ucap Samudra yang merasa dirinya sudah kenyang.


"Ya Allah Sam baru juga habis lima sendok!! ga ga pokoknya ini harus habis!! kamu dari kemarin ga makan lohh" ucap Kanaya


"aku udah kenyang banget nay" Ucap Samudra berbicara sedikit keras tidak seperti tadi yang hanya bisa didengar oleh mahluk gaib saja.


canda oyy!!


"Oky fine!! tapi tehnya dihabisin yah!?"final Kanaya


Samudra hanya menggunakan kepalanya sebagai jawaban kemudian menerima teh hangat dari Kanaya dan segera menghabiskannya. dari pada Kanaya ngamuk lagi ya kann!!


"minum obat yahh?" tanya Kanaya dijawab gelengan kepala oleh Samudra.


"ya gimana mau sembuh kalau ga mau minum obat" ucap Kanaya emosi.


Samudra itu sangat keras kepala mengalahi Ray dan Rey. bahkan Kanaya rasa sifat keras kepala 2 R itu turunan dari Samudra. yah miskipun Samudra bukan ayah kandungnya tetapi 2 R sudah bersama Samudra sedari mereka baru dilahirkan.


"obat tuh rasanya pahit nay!! kamu tau sendiri kan aku tuh ga suka pahit!!" jawab Samudra ngegas.


"ya namanya obat juga pait lah Sam!! kalau manis makan aja noh gula biar sekalian diabetes" ucap Kanaya judes


"dihhh " sahut Samudra tak kalah judesnya.


"ya udah mulai malam ini ga usah tidur sama aku lagi!! kamu tidur disini biar aku tidur di kamar tamu" ucap Kanaya mengeluarkan jurus yang diberikan oleh Mama Mora.


yahh secara seorang suami pasti ga bakalan mau kalau diajak pisah ranjang apalagi ga dikasih jatah.


"Oky fine aku minum obatnya" ucap samudra langsung menyahut obat yang dibawa Kanaya dan segera meminumnya.


"nahhh anak baik" ucap Kanaya sambil tersenyum manis.


"ya sudah aku tinggal masak dulu yah kamu istirahat aja tadi udah aku izinin ke sekertaris kamu kalau kamu hari ini ga masuk" ucap Kanaya sebelum pergi dari kamar Samudera.

__ADS_1


"Terima kasih tuhan telah membuat hidupku beruntung karna bisa mendapatkan wanita sebaik dia" ucap samudra didalam hati sambil tersenyum manis.


__ADS_2