
Kanaya mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh ditengah jalanan Yang sudah mulai sepi, mengingat anak anaknya sedang berada dirumah sendirian.
Ting.
sebuah pesan dengan nomor tak dikenal mengirim sebuah pesan.
...+62 821 **** ****...
+62 821 **** ****
bendera peperangan sudah berkibar nona
read
Kanaya mengangkat bahunya acuh, toh mungkin juga orang yang sedang iseng.
saat akan menaruh hpnya tiba tiba hp Kanaya berbunyi kembali. Kanaya yang melihat suaminya yang menelfonnya pun segera mengangkatnya.
"hallo assalamualaikum" ucap Kanaya memulai obrolan sambil tetap fokus kepada jalannya.
"waalaikumsalam, Nay aku hari ini ada proyek lembur jadi pulangnya mungkin akan sedikit larut" ucap Samudra memberitahu Kanaya
"ahhh iyaaa" Jawab Kanaya
"kamu lagi dimana?" tanya samudra dari sebrang telefon
"ini aku lagi diperjalanan pulang" jawab Kanaya
"yaudah hati hati dijalan" ucap samudra dijawab anggukan kepala oleh Kanaya meskipun Samudra tak melihatnya.
"Aaaaaaaaaa" teriak Kanaya sambil mengerem mobilnya mendadak saat melihat ada orang yang tiba tiba muncul didepannya.
"Astagfirullahhalazim" ucap Kanaya dengan nafas yang memburu. Kanaya segera turun dari dalam mobilnya.
Kanaya segera berjalan kedepan mobilnya dan melihat sekeliling jalanan itu, namun anehnya Kanaya tak melihat ada orang disana.
"perasaan tadi aku nabrak orang deh" ucap Kanaya dalam hati sambil terus melihat sekelilingnya.
Karana merasa situasi sudah mulai mengerikan Kanaya segera kembali kedalam mobilnya.
namun kakinya tak sengaja menendang sebuah kotak kecil berwarna hitam dengan pita berwarna merah diatasnya.
awalnya Kanaya tak ingin mengambilnya namun jiwa keponya terlalu tinggi sehingga membuatnya mengambil kotak kecil tersebut.
Kanaya segera masuk kedalam mobil dan menaruh kotak tersebut disampingnya kemudian mengambil hpnya yang masih terdengar suara Samudra yang memanggil namanya.
"iyaaa Sam ada apa?" tanya Kanaya kepada suaminya itu.
"kamu gapapa kan Nay?" Tanya Samudra khawatir.
"aku gapapa kok Sam lagian tadi ga sengaja nabrak tikus makanya reflek langsung berteriak" jawab Kanaya berbohong.
"huh syukur lah. yasudah aku tutup telfonnya, segera pulang jangan mampir kemana mana!! assalamualaikum" ucap Samudra langsung mematikan sambungan telfonnya sepihak.
"waalaikumsalam" jawab Kanaya meletakkan ponselnya.
Kanaya kembali mengambil kotak berwarna hitam tersebut "bukak ga ya?" tanyanya sambil membolak balikan kotak itu.
"bukak ja lah" finalnya sambil membuka kotak itu dengan perlahan.
Kanaya mengerutkan dahinya bingung saat melihat isi kotak tersebut adalah sebuah kertas kecil yang sepertinya adalah sebuah surat.
dengan perlahan Kanaya mengambil surat tersebut dan membukanya
...are you ready?...
begitulah isi dari surat tersebut, cukup aneh bukan?
"huh pasti surat cinta anak SD yang terjatuh" ucap Kanaya sambil terkekeh ringan kemudian menaruh kembali surat itu kedalam kotaknya.
Kanaya segera menancapkan gasnya pergi dari jalanan yang sepi tersebut untuk pulang ke rumahnya.
lama perjalanan akhirnya kini Kanaya bisa sampai rumah dengan selamat. Kanaya segera turun dari dalam mobilnya.
"pak" panggil Kanaya kepada salah satu satpamnya.
"iya non" Jawab satpam itu.
"pak tolong bawain belanjaan saya kedapur yah" ucap Kanaya dengan sopan
__ADS_1
"baik non" jawab satpam itu kemudian mengambil barang-barang belanjaan milik Kanaya.
Kanaya segera berjalan masuk kedalam rumahnya dan langsung disambut oleh dua R yang sedang menonton tv diruang keluarga.
"momyyy" panggil keduanya kompak.
"Apaa?" tanya Kanaya sambil berjalan mendekat kearah keduanya.
"momy laper" ucap Rey dengan lesu.
"yaaa makan lah Rey kan udah dimasakin bibi" ucap Kanaya ikut duduk disofa.
"tapi kan momy tauu kami sukanya masakan momy" sahut Ray dengan wajah yang mengemaskan.
"betul betul betul" ucap Rey menirukan ucapan salah satu kartun kesukaannya.
"Oky fine, fine momy masak" ucap Kanaya berdiri dari duduknya dan segera pergi kedapur.
Kanaya segera mengambil mi instan yang baru saja dirinya beli kemudian segera merebusnya diair yang sudah mulai mendidih.
sambil menunggu mie matang Kanaya memutuskan untuk membuat telur ceplok setengah matang kesukaan Rey.
setelah matang Kanaya segera membawa kedua piring tersebut ke ruang keluarga.
"nih" ucap Kanaya sambil meletakkan piring itu diatas meja.
"wahhh makasih mom"ucap keduanya kompak.
"Iyaa" jawab Kanaya sambil duduk diatas sofa dan mengipasi tubuhnya sendiri.
padahal sudah ada AC :)
"momy ga makan?" tanya Ray sambil meniup-niup mienya yang masih panas
Kanaya menggelengkan kepalanya "enggak momy udah kenyang" jawab Kanaya berbohong, padahal dirinya belum makan apapun dari siang tadi.
"Reydinata!!" panggil Kanaya saat melihat Rey yang tidak menghabiskan mienya malah bermain game di hpnya.
"hehehe sorry mom" ucap Rey mematikan hanponenya dan melanjutkan makannya.
Kanaya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan putra keduanya itu.
Ting
...Monyet bule👶🏻...
monyet bule👶🏻
^^^Mee:^^^
^^^anjr beneran ga sih?^^^
monyet bule👶🏻
kelihatannya?
^^^Mee:^^^
^^^aaaa congratulations^^^
^^^beippp^^^
monyet bule👶🏻
wkwkwk makasih onty.
^^^Mee:^^^
^^^ehem gaspol yh^^^
monyet bule👶🏻
ya dunggggg
btw situ kpn?
^^^Mee:^^^
__ADS_1
^^^Masih otw bepp^^^
monyet bule👶🏻
Jan lama²
^^^Mee:^^^
^^^doain aja.^^^
monyet bule👶🏻
amin. yaudah mau
tidur dulu😂
^^^Mee:^^^
^^^Iya. jaga diri^^^
^^^baik baikk^^^
monyet bule👶🏻
pastiiii
Read.
Kanaya tersenyum dibuatnya, huh pasti akan sangat lucu anaknya Jane dan Aroon.
"momy kenapa sih tersenyum Mulu dari tadi?" tanya Rey heran.
"momy punya kabar baik nihhh" ucap Kanaya yang membuat keduanya langsung menatap Kanaya dengan pandangan bertanya tanya.
"apa mom?" tanya Ray kepo
"yaituuuuuuu" ucap Kanaya mengantungkan kalimatnya.
"apaan sih mom cepetan Napa" ucap Rey tak sabaran.
"slow lah Rey" ucap Kanaya membuat keduanya menjadi emosi.
"mmmooommmm bbbuuurrruuuaaannnn" ucap Ray berteriak.
"Rey jangan berteriak!! ini tuh udah malem!!" ucap Kanaya menegor anaknya itu
"ya tapi apaan mom,buruan Napa sihh?" ucap Ray yang sudah kepo tingkat dewa.
"oky okyy jjjaaaaddddiii—" ucap Kanaya mengantungkan kalimatnya
"kalian bakalan jadi kakak lagii" lanjut Kanaya membuat dua R kebingungan.
"hah? maksudnya momy bakalan punya anak lagi?" tanya Rey kebingungan.
"bukannnnn Rey!!!" jawab Kanaya ngegas
"lah terus?" tanya Ray
"jadi tadi onty Jane memberitahu momy kalau dia lagi hamil and kalian bakalan jadi kakak lagi" ucap Kanaya menjelaskan kepada anak anaknya.
"oalahhh Rey kira momy hamil" ucap Rey sambil terkekeh ringan.
"dihhh" jawab Kanaya membuat dua R terkekeh ringan.
mereka bertiga kembali fokus kepada film yang sedang mereka tonton sampai tak sadar jika jam sudah menunjukan pukul dua belas malam.
"huh ngantuk bangat sihh" ucap Rey sambil meregangkan otot otot tangannya.
"mom Dedy kok belum pulang sih?" tanya Ray khawatir.
Kanaya melihat room Chetnya dan juga Samudra, yang sama sekali tidak ada pesan maupun panggilan masuk dari Samudra.
"tadi Dedy bilang katanya lembur" jawab Kanaya berusaha terlihat setenang mungkin padahal pikirannya sudah kemana-mana.
"tapi kalau lembur pasti jam segini sudah pulang mom" sahut Rey yang juga ikutan khawatir.
"Sam kamu dimana sihh?" tanya Kanaya didalam hatinya.
"Dedy"
__ADS_1