
Minggu pagi yang cerah membuat semua orang semangat untuk melakukan aktivitasnya namun banyak juga yang memilih untuk rebahan menikmati hari libur tapi tak banyak dari itu memilih untuk mengisi minggunya dengan jalan jalan memanjakan mata dan juga pikiran.
seperti saat ini Kanaya dan Jane sedang asik menikmati berbelanja di pusat belanja paling terkenal dikota itu.
mereka dengan lihaynya mengambil barang barang yang mereka sukai tanpa melihat harganya. lagipula itu tak akan membuat mereka miskin.
"ana hayy kesini" panggil Jane sambil melambaikan tangan kearah Kanaya yang berada tak jauh darinya.
"apaan?" tanya Kanaya dengan girang
"lihat ini!! lucu bukan?" tanya Jane sambil menunjukan sebuah baju bayi bergambar pokemon.
"emm lucu sih..."jawab Kanaya membuat Jane tersenyum bangga "tapi gw gak suka" lanjut Kanaya membuat wajah Jane yang semula bahagia menjadi cuek.
"serah lu" ucap Jane mengembalikan baju itu ketempatnya semula.
"emm tapi kalau anty mau beliin juga boleh"
"dih tadi aja bilangnya gak suka" omel Jane tetapi tetap memasukan baju itu kedalam trolinya.
mereka melanjutkan memilih beberapa pakaian bayi dan juga perlengkapan bayi diiringi dengan canda tawa dan juga sedikit debat hanya karna masalah kecil.
setelah banyak waktu mereka manfaatkan untuk mencari peralatan Beby saat ini mereka memutuskan untuk mencari barang barang buat mereka sendiri. miskipun pakaian, make up, dan barang barang lain mereka sudah banyak tapi tidak afdhol rasanya jika tidak membeli satu atau dua barang buat mereka.
saat tengah asik bercanda gurau tiba tiba Jane menyenggol tubuh Kanaya menggunakan sikunya. Kanaya yang peka pun melihat kearah pandangan Jane. Kanaya tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.
"Tante" sapa Kanaya dan juga Jane kepada dokter Mora.
"oh hayy Kanaya Hay Jane" sapa kembali dokter Mora
"Tante ngapain disini"
"ini mau belanja Jane. kalian sendiri mau ngapain?"
"belnja peralatan buat cucu Tante"
Kanaya yang mendengarnya pun segera menyikut perut sahabatnya itu.
"bisa aja kamu Jane"
"sama siapa tan kesininya?"
"ah itu sama anak Tante"
"uhh anak Tante yang sering Tante ceritain itu?siapa namanya?eeee saa eee ah yaaa samudra!!" sahut kanaya
__ADS_1
"ahh benar sekali bentar nanti kalau kesini Tante kenalin" ucap dokter Mora yang langsung diangguki oleh kanaya.
mereka bertiga melanjutkan obrolan mereka sampe tiba tiba hp Jane berbunyi.
"ah mohon maaf Tante tapi kita harus pulang duluan soalnya tadi sekertaris saya telfon katanya ada sedikit masalah ditoko" ucap Jane dengan sopan.
...π»π¦π»π¦π»π¦...
"nah kan bandel kalau dibilangin lihat sekarang apa yang terjadi karna ulah mu"
Kanaya menutup rapat telinganya. sudah hampir dua puluh menit dirinya diceramahi oleh Jane hanya karna masalah kecil .
coba banyangkan saat tadi tengah asik mengepel tiba tiba Jane datang dengan marah marah dirinya bilang tidak baik bagi kandungannya yang sudah membesar mengepel lantai.
Dan sekarang Jane tambah marah marah lagi saat melihat kaki Kanaya yang bengkak. padahal Kanaya sudah bilang jika itu efek dari kehamilannya tapi malah Jane bilang jika itu efek karna mengepel lantai.
"udah dibilangin beberapa kali, ana kalau butuh bantuan telfon gw"
Jane dengan sabar memoleskan minyak dikaki Kanaya yang sudah membengkak
"iya iya apaan sih kan ini memang efek dari hamil tua, lagian tante Mora bilang juga gak papa" ucap Kanaya memberikan pengertian
"ngelawan terus kalau dibilangin" sahut Jane sambil membereskan kotak p3k nya.
"diem lu?" tanya Jane sambil menatap Kanaya tajam
"ya Allah lindungi hamba dari setan Mak Mak rempong yang merasuki sahabat hamba" berdoa Kanaya didalam hati.
Jane itu memang tipe orang yang sensitif terhadap Kanaya. ya mungkin karna Jane itu tipe orang yang dari kecil sampai sekarang tidak punya teman kecuali Kanaya .
Dulu Jane pernah punya teman yang paling dekat dengannya emm lebih tepatnya sahabat, namun tiba tiba orang itu menghilang bak ditelan bumi. Jane sudah berusaha mencarinya Sampai pada titik dimana Jane bertemu dengan Kanaya dan memutuskan untuk berhenti mencari sahabatnya yang hilang itu.
"monyetttt...." panggil Kanaya manja sambil memeluk tubuh Jane dari samping.
Jane tak menjawabnya dirinya lebih fokus ke hpnya. sebenarnya dirinya mendengarnya tapi kan lagi ngambek ceritanya.
"Ana laperrrrrrr..." ucap Kanaya masih setia memeluk Jane. "mau makann"
"beli"
"istttt mau dibelikannnn"
Jane bernafas pasrah "hmm is oky GW yang beli"
Jane berdiri dari duduknya dan langsung pergi dari situ untuk membelikan Kanaya makanan. kebetulan hari ini dirinya dan Kanaya tidak memasak.
__ADS_1
Kanaya terkekeh ringan melihatnya. entah anaknya yang jahil apa Kanaya nya yang jahil, setiap melihat Jane yang kesal karna ulahnya itulah kebahagiaannya.
Kanaya bangkit dari duduknya menuju kamarnya yang berada dilantai dua untuk Menganti bajunya yang sedikit basah terkena air pel.
pada saat melewati lantai yang masih basah Kanaya dibuat terpeleset dan terjatuh karena kurang hati hati dalam berjalan.
"aduh" ringis Kanaya sambil memegangi perutnya yang terasa sakit akibat terbentur dengan meja yang berada disampingnya.
Kanaya memejamkan matanya kuat berusaha menahan sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
dengan cepat Kanaya segera mengambil hpnya dari dalam sakunya dan berusaha menelfon Jane dengan kesadarannya yang sudah menipis.
"appan?" tanya Jane dari sebrang telfon
"t-to...to-lo-ng" ucap Kanaya dengan terbata bata.
setelah mengatakan itu sambungan telfon langsung terputus begitu saja. Kanaya terus merintih kesakitan sambil senantiasa memegangi perutnya.
"ANA!!!" teriak Jane langsung berlari menghampiri Kanaya yang hampir tak sadarkan diri.
"s-se.. huh..se-la-metin a-anak aβ" ucap Kanaya terbata bata.pandanganya sudah mulai buram perutnya pun terasa begitu sakit.
Jane segera mencari bantuan dan membawa Kanaya kerumah sakit terdekat.
...πππ...
"Salah satu dari mereka harus ada yang diβ"
"selamatkan Kanaya!!" ucap Jane dengan tegas.
"akan saya usahakan untuk menyelamatkan keduanya, berdoalah untuk sahabatmu dan juga anaknya" ucap dokter Mora menyakinkan Jane kemudian masuk kedalam ruang operasi.
"ya Tuhan lindungi lah orang sebaik dirinya" ucap Jane dalam hati.
detik berganti menit, menit pun berganti jam tapi belum ada tanda tanda kalau operasinya telah selesai.
Jane menatap ruang operasi dengan pandangan kosong kemudian melihat kearah langit langit rumah sakit.
"Tuhan ku mohon ku mohon selamatkan lah dia dan juga bayinya, cukup sudah penderitaannya selama ini biarkanlah dia bahagia melihat pertumbuhan bayi kecilnya" ucap Jane berdoa kepada Tuhannya.
pintu ruang operasi terbuka membuat Jane dengan spontan langsung berdiri dan menghampiri dokter Mora dengan wajah penuh harapan.
"Tante bagaimana keadan Kanaya dan juga bayinya?" tanya Jane dengan khawatir.
dokter Mora hanya diam tak menjawab pertanyaan Jane.
__ADS_1
"Tan cepetan bilang ke Jane Kanaya dan bayinya baik baik saja" ucap Jane sambil menggoyangkan badan dokter Mora.
"emm Kanaya dan juga bayinyaβ"