
kedua mata milik samudra dan juga Kanaya saling bertemu, membuat keduanya bertatapan selama beberapa detik.
"Terimakasih untuk kado terbaik di tahun ini" ucap samudra sambil mendekatkan wajahnya ke wajah milik Kanaya
Kanaya memejamkan matanya memperkuat cengkraman tangannya. Hantunya sedari berdetak tak karuan.
Tok Tok Tok
dengan Refleks keduanya langsung saling menjauhkan diri ketika mendengar suara ketukan pintu.
"Ahh shittt" ucap Samudra
"Mom Ded disuruh keluar sama Oma" teriak Rey dari depan pintu.
"iyaaa momy sama Dedy segera turun" jawab Kanaya sambil berlari mengambil tasnya.
"emm a-ayyo turun" ajak Kanaya dengan suara yang gugup.
"iyaa" Jawab Samudra sambil menggandeng tangan Kanaya dan mengajaknya turun.
"ahhh jantungku" teriak Kanaya didalam hati.
*
"loh Rey dimana kedua orang tuamu?" tanya dokter Mora dengan heran saat melihat Rey yang turun sendirian.
"Bentar —”
"— kami disini maa" sahut Kanaya memotong ucapan anaknya, Rey.
"morning Ded mom" ucap Rey dengan senyuman yang ditahan mengingat foto yang barusaja diposting oleh momynya
"morning All" jawab Samudra dan Kanaya kompak.
"ahhh Happy birthday anakku semoga lebih baik lagi kedepannya" ucap dokter Mora sambil memeluk tubuh anak satu satunya itu.
"makasih maa" jawab samudra tersenyum manis
"happy birthday to you Ded best wishes to you" ucap Ray memeluk tubuh laki laki yang selama ini menjadi sosok ayah untuknya.
"ahh thank you Ray" jawab Samudra tersenyum kearah anak pertamanya itu.
"HBD Ded emmm semoga semakin hari semakin romantis sama momy" ucap Rey melirik kearah momynya.
"aaahhh Rrreeeyyyy!!!" ucap Kanaya lembut namun penuh dengan ancaman.
"Gak mom bercanda kok" ucap Rey dengan tersenyum kikuk
"selamat ulang tahun buat orang yang sepesyal dihidupku" ucap Rey lagi lagi membuat Kanaya malu.
__ADS_1
ahhh menyesal sekali rasanya Kanaya memosting foto itu tanpa memblokir akun Rey!!!
"makasih Rey" jawab samudra ternyum seperti biasa, manis .
"ohh ya Ded kadonya ada ditasnya momy" ucap Ray diangguki Rey.
Kanaya memegangi kepalanya sendiri "ahhh yaaa Aku lupaa" ucapnya.
"momy sih kebanyakan romantis' romantisan sama Dedy" sahut Rey dengan jahil
"Rey lama lama momy buang yah kamu ke selokan depan" ucap Kanaya menatap tajam kearah putra keduanya itu.
"eisttttt ga bisa gitu dong mom" sahut Rey tidak terima dengan ucapan momynya. enak saja ganteng ganteng gini mau dibuang ke selokan mendingan diberikan saja kepada yang sedang membaca .
"udah udah jangan ribut" lerai dokter Mora "yasudah ayo makan dulu" lanjut dokter Mora membuat semuanya mengambil tempatnya masing masing.
"sini aku ambilin" ucap Kanaya mengambil piring milik suaminya itu kemudian mengisinya dengan nasi dan lauk-pauk.
"makasih" ucap Samudra diangguki oleh Kanaya
"ehemm enggak mau ngambilin Rey sekalian mom?" tawar Rey.
"dih udah besar juga" jawab Kanaya dengan sinis.
"dihh pas dirumah sana aja Rey sama Abang selalu dilayanin ehh sekarang cuman Dedy aja yang dilayanin" sahut Rey tak kalah sinis
"kamu kenapa sih Rey? iri sama Dedy?" tanya Samudra melihat tingkah anaknya itu.
"diem lu bang!!" sahut Rey menatap wajah cuek dari kakaknya itu.
"udah udah kenapa malah jadi bertengkar sihh!!" ucap dokter Mora melihat kearah anak-anaknya dan juga para cucunya itu tajam.
setajam silet.
"makan!!" ucap dokter Mora secara tegas.
"baik maa/Oma" ucap mereka semua secara kompak.
Samudra mulai memimpin doa bersama untuk memulai sarapan pagi. ingat!! selalu sempatkan berdoa untuk memulai segala sesuatu.
sarapan pagi bersama berjalan dengan nikmat dan juga penuh candaan, seperti biasa Rey lah biang dari candaan semua orang.
"ER kalian mau sekolah dimana?" tanya Samudra kepada anak kembarnya itu.
Rey menoleh kearah Dedynya itu "Rey mah sembarang Ded, ngikut Dedy aja" jawab Rey.
"Terserah" sahut Ray to the points
"emmm Dedy sudah suruh anak buah Dedy buat ajak kalian keliling kota ini untuk mencari sekolah favorit kalian" Ucap Samudra membuat Sikembar melongoh tak percaya
__ADS_1
"aaaaa yang bener Ded?" tanya Rey tak percaya.
"ya iya lahh yakali Dedy boong" jawab Samudra dengan santuy
"aaaaaaaa makasih Ded" ucap Sikembar secara kompak
Samudra tersenyum menatap kedua putra kembarnya yang sudah besar itu "apapun buat anak kesayangan Dedy" ucapnya membuat Kanaya terharu.
Kanaya melihat semua anggota keluarganya satu satu "terimakasih tuhan telah mengirimkan orang-orang baik kepadaku" ucap Kanaya dalam hati sambil tersenyum kecil.
perpisahan kecil yang mengajarkan Kanaya apa arti cinta yang sesungguhnya. dimana saat dirinya kehilangan satu orang penting dihidupnya tuhan menggantinya dengan banyak orang yang yang menganggapnya penting' didunia orang tersebut.
disaat Kanaya sudah muak akan keadaan ada sahabatnya yang selalu mendukungnya, disaat dunia Kanaya sudah hampa ada suaminya dan juga mertuanya yang memberikan kasih sayang yang sangat besar, disaat kesedihan menghantui dunia Kanaya ada anak anaknya yang membuat dunia Kanaya kembali diselimuti oleh kebahagiaan.
.
"emmm anak anak kan sudah besar nihh—" ucap dokter Mora sengaja mengantungkan ucapannya.
"—kalian ga ada niatan apa buat ngasih mereka adik?" lanjut dokter Mora
pertanyaan dokter Mora mampu membuat Samudra dan juga Kanaya yang sedang makan jadi tersedak.
"a-adik?" ucap Samudra mengulang ucapan dokter Mora, takut dirinya salah dengar.
"iyaa adik" ulang dokter Mora.
Samudra dan Kanaya sama sama diam, mereka masih mencoba memahami perkataan mamanya itu.
"ahhh Ray setuju tak kalau punya adik?" tanya dokter Mora kepada Ray.
"yahh Ray sih setuju setuju aja lagian ga ada salahnya kan Ray punya adik lagi" jawab Ray membuat dokter Mora tersenyum bahagia.
"you are the best Ray!!" ucap dokter Mora dengan semangat empat lima sambil menunjukan kedua jari jempolnya.
"kalau Rey gimana? setuju ga kalau punya Adek?" tanya dokter Mora berganti kepada Rey.
dengan cepat Rey menganggukkan kepalanya lucu "yaaaa Rey mauuu!!! aaaa apalagi kalau adeknya cewek kayak Tesa pasti lucu bangetttttttt" jawab Rey dengan histeris.
"aaaaaaaa kamu bener banget Rey pasti kalau cewek tuh lucu lucu gimana gituuuu" jawab dokter Mora tak kalah heboh
"ihhhhh jago ga sabar punya Adek" ucap Rey yang sudah terpengaruh dengan ucapan dokter Mora.
"hahaha.....gimana Sam, Nay?" Tanya dokter Mora kepada keduanya.
"yaaa kalau Naya sihh ikut aja apa mau Samudra" ucap Kanaya dengan sedikit malu.
"huhuyyy mantu mama mahhh orangnya baikk" ucap dokter Mora memegang kedua tangan Kanaya.
"tuh Sam istri kamu mah ngikut kamu aja!!" kata dokter Mora sedikit garang.
__ADS_1
"yaaa semuanya butuh proses maaa" Jawab Samudra melemas.
mereka pikir bikin anak sama kayak bikin kue apa yang bisa langsung jadi ^_^