
"Nay Naya buruan keburu siang nih" teriak Samudra yang sudah mulai emosi.
bagaimana tidak dirinya sudah menunggu Kanaya kurang lebih setengah jam itu pun hanya menunggu Kanaya ganti baju.
"udah mas Ayuk" ucap Kanaya yang sudah berdiri disamping samudra.
"jadi berangkatnya?" tanya Samudra menatap istrinya itu.
"ya jadi lah mas" sahut Kanaya langsung menarik tangan Samudra untuk mengajaknya segera keluar.
"ehh bentar" ucap Samudra menghentikan langkah Kanaya.
"ada apa?" tanya Kanaya heran saat melihat ekspresi wajah Samudra.
"kamu tadi ga ganti baju?" tanya Samudra dijawab gelengan kepala oleh Kanaya.
"lah terus dari tadi kamu ngapain?" tanya Samuda heran.
"orang aku cuman menerin make up doang" jawab Kanaya dengan mudahnya padahal saat ini Samudra ingin berteriak sekencang kencangnya rasanya.
"what? menerin make up doang selama itu?" tanya samudra tak percaya
"emang aku lama yaa?" tanya Kanaya dengan wajah tak berdosanya.
"enggak Nay enggak cuman palingan ubanku tumbuh beberapa doang" jawab Samudra jengkel kemudian berjalan mendahului Kanaya.
"lah marah dia?" tanya Kanaya kepada dirinya sendiri kemudian berjalan mengikuti Samudra dari belakang.
setelah Kanaya masuk kedalam mobil, samudra segera menancapkan gasnya pergi dari situ. perjalanan mereka mungkin akan memakan waktu sekitar satu sampai satu jam setengah jam.
yah perjalanan yang cukup lama bukan? tapi tak masalah jika itu kebahagiaan bagi Kanaya maka Samudra akan selalu siap walaupun itu harus melewati sungai Amazon.
canda Amazon
setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Kanaya dan juga samudra sampai di kediaman ayah Kanaya.
Kanya melihat kesekeliling rumahnya tampak sepi dan sunyi, apakah benar ini rumahnya yang dulu sangat indah dan megah?
Kanaya melihat ke arah pintu rumahnya, bayangan masa lalunya seketika berputar kembali diotaknya kembali. dimana dirinya mendapat perlakuan kasar hingga setiap harinya pada malam dimana dirinya ketawan hamil dan di usir dari rumahnya itu.
semua itu terlalu menyakitkan jika di bayangkan kembali namun juga akan sulit jika dilupakan. heyy Kanaya juga manusia yang memiliki rasa marah dan dendam, jadi jangan pernah menuntutnya untuk tidak benci terhadap orang orang yang sudah melukainya.
Samudra yang melihat ketakutan diwajah Kanaya pun segera memeluk istrinya itu dari samping bermasksud untuk menenangkan istrinya itu.
"heyyy!!! are you Oky Beby?" tanya Samudra sambil terus memeluk tubuh Kanaya untuk memberikannya kehangatan.
__ADS_1
Kanaya mengangguk sebagai jawaban miskipun bisa dibilang dirinya sangat ketakutan saat ini.
"jadi gimana?mau turun?" tanya Samudra kembali.
Kanaya mengangguk kemudian turun dari dalam mobilnya. kejadian Tentang masa lalunya semakin terlihat sangat jelas saat dirinya turun dari dalam mobil.
"ayok" ajak Samudra menarik tangan Kanaya menuju depan pintu rumah itu.
keduanya berdiri tepat didepan pintu masuk yang menjulang tinggi. Samudra mempererat genggaman tangannya untuk meyakinkan istrinya itu.
dengan tangan yang dingin dan bergetar Kanaya memencet bel rumah itu.
Tak butuh waktu lama pintu rumah itu terbuka menampakan wanita cantik dari dalamnya. Kanaya sempat terdiam saat melihat sang adik tirinya yang membukakan pintu untuknya.
"iyaa ada apa yah?" tanya Anisa yang sepertinya tak mengenali Kanaya.
"h-hay sa" sapa Kanaya dengan suara yang bergetar.
"k-kak Naya?" tanya Anisa ragu ragu.
Kanaya mengigit bibir bawahnya untuk menahan air matanya yang hendak turun. dengan ragu Kanaya menganggukkan kepalanya.
"k-kak" ucap Anisa langsung memeluk tubuh Kanaya.
Kanaya pun tak menolaknya dirinya membalas pelukan dari Anisa adik tirinya. tangisan keduanya pecah dipelukan masing masing. ini sungguh momen yang sangat
Akhirnya setelah bertaun taun mereka tak bertemu kini mereka bisa dipertemukan kembali di tempat dimana mereka berpisah.
"Kakak kemana aja selama inii" ucap Anisa di tengah tengah tangisannya.
"I'm sorry"Jawab Kanaya kemudian melepaskan pelukannya.
"Anisa udah capek cari kakak bertaun taun tapi tak pernah ketemu" ucap Anisa sambil menghapus air mata yang sedari tadi turun membasahi pipinya.
"I'm sorry" Jawab Kanaya dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya.
"Kakak harus janji sama Anisa kalau kakak ga bakalan pergi lagi miskipun ada masalah yang sangat besar" ucap Anisa mengacungkan jari kelingkingnya
Kanaya tersenyum kemudian mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking milik Anisa "janji" jawab Kanaya kemudian memeluk adiknya kembali.
"ahemm" ucap samudra berusaha mengubah keadaan yang haru ini menjadi keadaan yang normal. sungguh dirinya tak suka keadaan seperti ini, karena yahh dirinya malu kalau sampe air matanya terjatuh didepan banyak orang hanya karena merasa haru dengan peristiwa didepannya.
bisa rusak kan harga dirinya nanti ◡ ω ◡
"ehhh ada orang" ucap Anisa tersenyum malu.
__ADS_1
"ohhh itu suami kakak" jawab Kanaya sambil melihat ke arah Samudra
"Anisa" ucap Anisa sambil menyodorkan tangannya
"Samudra" jawab samudra sambil menerima jabatan tangan dari Anisa.
"ahemm ga disuruh masuk nih kitaaa" ucap Kanaya membuat Anisa tertawa kecil
"hehehe masuk aja kali kak ini kan juga rumah kakak" ucap Anisa sambil membukakan pintu dan mempersilahkan kakak dan kakak iparnya masuk kedalam rumah.
Kanaya masuk kedalam rumahnya diikuti Samudra dibelakangnya. mata Kanaya melihat ke seujung rumahnya yang masih belum ada perubahan dan masih sama seperti belasan taun yang lalu, dilihat dari segi warna maupun dekorasinya masih sangatlah sama persis.
Kanaya melangkahkan kakinya menuju lemari besar yang masih menyimpan banyak piala piala milik Anisa, disamping lemari itu terdapat sebuah foto keluarga dimana disitu juga masih terdapat dirinya disaat masih kecil.
"ternyata disini masih belum ada yang berubah" ucap Kanya sambil melihat foto keluarga kecilnya.
"iyaa ga ada yang berubah" sahut Samudra dari belakang Kanaya.
"hah?" tanya Kanaya kebingungan.
"iyaa ga ada yang berubah dari kamu kecil sampai sekarang" jawab Samudra sambil menunjuk foto Kanaya kecil.
"maksud?" tanya Kanaya yang masih kebingungan dengan ucapan Samudra
"iya masih sama, masih sama cantik" jawab Samudra yang langsung mendapat cupittan kecil dari Kanaya.
"gombal mulu" ucap Kanaya semakin memperkecil cubitannya.
"aduh aduh lepas Nayy" ucap Samudra kesakitan
"makanya jangan ngegombal Mulu" ucap Kanaya melepaskan cubitannya.
Samudra langsung memeluk tubuh Kanaya dari belakang dan mengunci pergerakannya.
"masa gombal sama istri sendiri ga boleh?" tanya Samudra mempererat pelukannya.
"ihhh sammm lepassss" Tinta Kanaya sambil berusaha melepaskan pelukan Samudra
"Gas" jawab Samudra mendekatkan wajahnya ke wajah Kanaya
"eh ka—" ucap Anisa langsung terhenti saat melihat adegan uwuu dari kakaknya.
Samudra yang mendengar suara Anisa pun segera melepaskan pelukannya.
"eee aku buatin minum dulu" ucap Anisa langsung berlari dari situ.
__ADS_1
"Ahhh shith" Ucap Samudra sambil mengusap rambutnya sendiri.
"kamu sihh bucin ditempat umum" ucap Kanaya sambil terkekeh ringan